Tips Liburan Ala Backpacker Ke Jepang Anti Mahal Tapi Tetap Seru!!

Penasaran bagaimana cara liburan ala backpacker ke Jepang murah? Padahal katanya biaya liburan ke Jepang itu sebenarnya memang mahal! Jangan salahkan siapapun kecuali rupiah yang enggak pernah menguat, sehingga bisa dihitung 1 IDR = 1 YEN, semua itu hanya ada di dunia mimpi, paling enggak untuk saat ini. Namun kalau tau caranya, bisa kok liburan ala backpacker ke Jepang dengan murah!

Dan, liburan ala backpacker ke Jepang dengan murah bukannya tidak mungkin sama sekali loh! Yang penting tahu saja bagaimana mensiasati agar liburan disana nggak bikin bokek! Ada beberapa cara agar liburan ala backpacker ke Jepang itu tetap murah, dan tidak over budget. Seperti misalnya berhemat dengan tidur di bandara, pindah-pindah kota dengan menggunakan Japan Raill Pass, hingga sarapan dengan onigiri setiap hari!

Ini Dia Tips Liburan Ala Backpacker Ke Jepang Anti Mahal Tapi Tetap Seru!!

Yang jelas, kalau mau, ada banyak banget caranya biar berlibur sendirian ke Jepang tetap murah. Nah, kalau mau tahu, baca saja tulisan ini sampai selesai ya! Siapa tahu akan memberikan inspirasi buat kamu yang lagi pengen liburan ke Jepang ala Backpacker. Simak saja beberapa tips liburan ala backpacker ke Jepang dibawah ini ya!

1. Susun itinerary liburan Ala Backpacker Ke jepang dengan detail!

Susun itinerary liburan Ala Backpacker Ke jepang dengan detail!
Susun itinerary liburan Ala Backpacker Ke jepang dengan detail!

Menyusun itinerary liburan dengan detail adalah kunci agar tidak over budget. Yah meski liburan dengan terlalu mengikuti itinerary itu kadang malah membosankan ya? Namun yang jelas, dengan mengikuti semua itinerary yang dibuat sebelumnya, tentu kita tidak akan menambah pengeluaran diluar yang sudah direncanakan.

Pun, sekali atau dua kali merubah itinerary liburan ke Jepang juga nggak masalah. Soalnya kalau pas di Jepang nanti, biasanya bakal nemu sesuatu yang menarik diluar itinerary yang sudah direncanakan. Nggak masalah kok sebenarnya. Asal, kalaupun harus mengubah itinerary liburan ala backpacker ke Jepang tadi, tak menambah banyak biaya. Saya juga selalu gitu, sekali-kali kadang merubah itinerary perjalanan agar tidak kaku!

2. Pergi ke Jepang ketika low season! Pergi ke Jepang ketika musim dingin misalnya!

Musim dingin adalah waktu yang paling pas untuk liburan ala backpacker ke Jepang! Soalnya low season dan murah!!!
Musim dingin adalah waktu yang paling pas untuk liburan ala backpacker ke Jepang! Soalnya low season dan murah!!!

Dulu, sebelum pergi berlibur ke Jepang itu menjadi populer seperti sekarang, liburan ketika musim semi yang merupakan peak season di Jepang itu biayanya masih masuk akal. Namun, liburan kesana pada musim semi itu siap-siap saja merogoh kocek lebih. Bisa dilakukan, tapi persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari. Seperti hunting tiket promo pesawat 9 bulan sebelum berangkat misalnya!

Alternatifnya, kalau tetap ingin liburan ala backpacker ke Jepang dengan murah, pergilah kesana ketika low season. Musim panas (Juni-Agustus) atau Musim Dingin ( Desember – Februari) adalah musim dimana banyak tiket promo ke Jepang bertebaran. Liburan musim dingin di Jepang itu seru juga kok! Mencari penginapan juga akan lebih mudah dan murah. Namun perlu dicatat, hindari pergi ketika musim liburan natal dan tahun baru. Karena dipastikan semua harga bakalan meroket naik!

3. Mau liburan ala backpacker ke Jepang murah? Menginap saja di hostel, bandara atau bahkan warnet!

Mau liburan ala backpacker ke Jepang murah Menginap saja di hostel, bandara atau bahkan warnet!
Mau liburan ala backpacker ke Jepang murah Menginap saja di hostel, bandara atau bahkan warnet!

Kalau saya, mulai dari menginap di hotel bintang 5, hotel biasa, hostel, bandara dan warnet di Jepang sudah saya coba semuanya. Jadi sudah tau rasanya menginap di beberapa tempat itu. Untuk liburan ala backpacker ke Jepang, tentu pilihan utama adalah menginap di hostel, bandara dan wanet! Untungnya, warnet di Jepang itu enak-enak, terutama warnet di kota besar seperti tokyo. Fasilitasnya seperti hostel, namun lebih murah.

Menginap di Bandara juga menjadi pilihan, terutama kalau landing malam hari atau akan terbang pulang pagi buta keesokan harinya. Saya pernah landing di Bandara Haneda tengah malam. Kereta menuju pusat kota sudah tidak beroperasi. Pilihannya hanya taksi yang harganya muahal banget. Jadilah, saya memilih untuk tidur terlebih dahulu di Bandara Haneda, baru melanjutkan perjalanan ke pusat kota keesokan paginya.

Saya pun juga pernah tidur di Bandara Narita karena harus terbang pagi buta. Sebenarnya ada hostel di Narita, tapi saya nggak kebagian kamarnya, jadi terpaksa deh ngemper di Bandara Narita. Biasanya, setiap bandara besar selalu ada tempat buat tidur kok. Tapi tetap, paling asik itu tidur di Bandara Changi Singapura deh!

Menginap di warnet Jepang juga menjadi pilihan akomodasi yang murah. Ambil saja paket malam yang biasanya 6-10 jam. Yah, meski nggak semewah hotel, tapi fasilitasnya cukup memadai untuk beristirahat kok. Waktu ke Jepang pertama kali dulu, saya pernah menginap beberapa malam di warnet Jepang. Lumayan, sudah murah, bisa mandi, berbagai minuman gratis free flow bisa didapat, dan ada ratusan komik bisa dibaca sepuasnya.

4. Urban Camping Di Jepang!? Saya tidak merekomendasikan ini namun kalau pengen coba sesekali ya gak masalah! Resiko tanggun sendiri ya!

Urban Camping, camping di taman terbuka tidur dengan selimut ribuan bintang di angkasa juga bisa
Urban Camping, camping di taman terbuka tidur dengan selimut ribuan bintang di angkasa juga bisa

Tidur di taman kota berselimutkan ribuan bintang diangkasa? Emangnya yang seperti itu bisa dilakukan di Jepang? Bisa sih, tapi tidak saya rekomendasikan kecuali kepepet. Saya pernah hampir tidur di stasiun waktu sampai di Kota Akita terlalu malam. Menginap di hotel kemahalan, cari hostel penuh semua. Beruntung ada mas-mas petugas stasiun yang memberitahukan saya lokasi warnet yang punya paket malam atau “Night Pack”.

Urban camping di Jepang itu memang bisa. Jepang ini termasuk negara yang aman, jadi gak usah takut sama begal atau jambret. Yakuza juga nggak akan ngurusi masalah kecil seperti itu. Bangku taman, emperan toko hingga emperan stasiun bisa buat tidur kalau mau. Hanya saja, harus menunggu sepi terlebih dahulu. Biasanya baru boleh dipakai setelah jam 12 malam atau 24:00. Tapi saran saya, trik liburan ala Backpacker ke Jepang yang satu ini sebaiknya di pakai kalau beneran kepepet saja sih!

5. Beli tiket terusan seperti Japan Raill Pass, JR West Raill Pass Atau Seishun 18 Kippu!

Beli tiket terusan seperti Japan Raill Pass, JR West Raill Pass Atau Seishun 18 Kippu akan sangat membantu menghemat budget liburan ala Backpacker ke Jepang!
Beli tiket terusan seperti Japan Raill Pass, JR West Raill Pass Atau Seishun 18 Kippu akan sangat membantu menghemat budget liburan ala Backpacker ke Jepang!

Penggunaan moda transportasi di Jepang adalah salah satu pengeluaran terbesar selama liburan disana. Kalau banyak pindah kota, sangat tidak mungkin dengan beli tiket seperti biasa. Karena biayanya bakalan lebih mahal. Pernah saya iseng menghitung berapa biaya yang saya keluarkan selama 13 hari liburan ala backpacker ke Jepang jika tidak beli Japan Raill Pass. Hasilnya mengejutkan, untuk biaya pindah-pindah kota dengan kereta shinkansen dan yang lainnya saja, saya harus mengeluarkan uang sebanyak 24 jutaan. Padahal kalau dengan beli japan raill pass, saya hanya perlu keluar uang 6 jutaan.

Itulah kenapa jika pada itinerary liburan ke ala backpacker ke Jepang bakalan banyak pindah kota, beli tiket terusan semacam Japan Raill Pass, JR West Raill Pass Atau Seishun 18 Kippu itu wajib hukumnya. Harga dari Japan Raill Pass sendiri mulai dari 38.880 YEN untuk durasi dari 7-21 hari. Kalau sudah pegang kartu sakti ini, kamu bisa naik berbagai moda transportasi kereta seperti kereta lokal, rapid, spesial rapid, express, hingga tentunya, Shinkansen! Asik kan?

Atau, jika datang ke Jepang pada bulan Februari, Maret, Juli, Agustus, dan Desember, kamu bisa beli tiket terusan yang namanya Seishun 18 Kippu! Tiket terusan Seishun 18 Kippu ini adalah sebuah unlimited train ticket atau tiket kereta tak terbatas yang dapat digunakan untuk bepergian selama lima hari berturut-turut. Tiket Seishun 18 Kippu dijual seharga 11.850 YEN satu buah atau sekitar IDR 1,5 jutaan deh. Dengan menggunakan tiket Seishun 18 Kippu ini, kamu bisa naik kereta lokal dan rapid train milik Japan Railways di seluruh Jepang.

7. Sarapan pagi dan makan siang di Jepang dengan Onigiri, makanan malamnya, beli saja makanan diskon di “Konbini” mini market (Sevel, Familymart, dll)

Onigiri, salah satu makanan murah tapi lezat di Jepang
Onigiri, salah satu makanan murah tapi lezat di Jepang

Meski penginapan dan transportasi lumayan mahal, namun harga makanan di Jepang sebenarnya nggak jauh-jauh dari harga makanan di mall-mall yang ada di Indonesia. Namun untuk solusi makanan murah di Jepang, Onigiri adalah juaranya! Harganya mulai dari 90-an YEN hingga paling mahal 200-an YEN. Onigiri ini adalah nasi kepal khas Jepang, berbentuk bulat yang biasanya digunakan untuk bekal juga oleh orang Jepang. Porsinya pas banget untuk sarapan pagi atau makan siang. Harganya murah pula.

Biasanya wifi gratis di Jepang bisa ditemukan dengan mudah di area sekitar konbini atau stasiun.
Biasanya wifi gratis di Jepang bisa ditemukan dengan mudah di area sekitar konbini atau stasiun.

Sementara itu, makan malam bisa beli di konbini atau minimarket di Jepang. Beli saja makanan yang siap saji disini. Ada banyak banget makanan murah seperti ramen, udon, soba, sushi dan makanan lainnya dijual disini. Harganya mulai dari 200-an YEN hingga 800-an YEN sekali makan. Kalau malam malah beberapa makanan ini harganya lebih murah karena ada diskon!

8. Mau hemat ketika liburan ala backpacker ke Jepang, nggak usah pake roaming di smartphone, cukup pake wifi saja!

Biasanya wifi gratis di Jepang bisa ditemukan dengan mudah di area sekitar konbini atau stasiun.
Biasanya wifi gratis di Jepang bisa ditemukan dengan mudah di area sekitar konbini atau stasiun.

Menggunakan fasilitas roaming di Luar negeri pasti harganya mahal. Selain menggunakan roaming, ada beberapa cara agar bisa tetap online di Jepang dengan murah. Salah satunya tentu dengan menggunakan wifi gratis yang banyak bertebaran dimana-mana. Biasanya kalau lagi cari wifi gratis di Jepang, saya bakalan mencari Seven Eleven. Karena disitulah biasanya terdapat wifi gratis! Pertama kali liburan ala backpacker ke Jepang di tahun 2013 saya cuma memanfaatkan fasilitas wifi gratis lho! Pun begitu perjalanan tetap aman, nggak pake nyasar, tetap bisa update status di media sosial!

9. Catat biaya liburan ala backpacker ke Jepang agar tidak over budget!

Catat semua pengeluaran, pegan erat-erat kartu debit dan kartu kredit~
Catat semua pengeluaran, pegan erat-erat kartu debit dan kartu kredit~

Salah satu tips saya agar tidak over budget selama liburan ala backpacker ke Jepang adalah dengan mencatat semua pengeluaran. Dengan begitu saya tahu sudah habis berapa selama perjalanan, dan budget liburan saya masih tersisa berapa. Soalnya kalau tidak dicatat tau-tau overbudget aja pas dihitung lagi. Apalagi di era cashless seperti sekarang, gesek debit dan kartu kredit sangat mudah. Kalau sudah begitu, semua pengeluaran dicatat, kartu debit dan kartu kredit disimpan dulu. Mengingat sekarang cara ambil uang di ATM Jepang dengan kartu ATM bank dari Indonesia itu mudah sekali! :D

10. Ikutan lomba yang hadiahnya ke Jepang! Paling tidak bakalan menghemat biaya tiket pesawat dan akomodasi!

Kalau ada lomba hadiahnya liburan ke Jepang, ikutan saja, siapa tau rejeki!
Kalau ada lomba hadiahnya liburan ke Jepang, ikutan saja, siapa tau rejeki!

Tips liburan ala backpacker ke Jepang ini mungkin tidak bisa selalu diterapkan. Namun nggak ada salahnya sesekali mencoba ikutan lomba yang hadiahnya liburan ke Jepang gratis. Saya pernah lho menang lomba yang hadiahnya ke Jepang sekali. Dengan menulis Salju Musim Semi, Sakura Dan Liburan Ke Jepang Yang Bikin Nagih!  saya berkesempatan untuk memenangkan tiket pesawat dan akomodasi gratis di Tokyo dan Kanazawa! Namanya juga lagi rejeki!

Terus Berapa Biaya Liburan ala Backpacker Ke Jepang sebenarnya?

Jadi berapa sih biaya liburan ala backpacker ke Jepang sebenarnya? Setelah sejak lama bermimpi untuk pergi ke Jepang dan menyaksikan langsung bunga sakura, mencoba sushi asli jepang, dan bertemu dengan doraemon, tahun 2013 lalu adalah realisasinya. Liburan ala backpacker ke Jepang selama 13 hari disana, totalnya menghabiskan dana sekitar IDR 22.100.000.

Perincian Biaya Liburan Ala Backpacker Ke Jepang (tahun 2013)

Backpacker Ke Jepang - Akihabara yang penuh sesak dengan para otaku :D
Backpacker Ke Jepang – Akihabara yang penuh sesak dengan para otaku :D

Biaya liburan ala backpacker ke Jepang tetap mahal? Baca aja dulu sampai selesai, karena dari IDR 22.100.000 itu saya pakai untuk beli kamera baru di Akihabara seharga 40.000 YEN atau IDR 3.774.000 dikonversi dengan kurs waktu itu (ini sih gak bisa dihitung jadi biaya, soalnya emang udah mau beli, dan beli kamera di Jepang lebih murah). Jadi biaya liburan ala backpacker ke Jepang selama 2 minggu hanya menghabiskan IDR 18.326.000 untuk biaya tiket pesawat PP, Japan Raill Pass, akomodasi dan makanan selama disana. Kira – kira rincian biaya liburan ala backpacker ke Jepang waktu itu adalah sebagai berikut:

  • IDR 11.000.000 saya tukarkan ke dalam yen, mendapatkan 116.000 Yen untuk uang saku disana 76.000 Yen (makan, hostel, ryokan,tiket masuk tempat wisata, oleh2 sedikit). 40.000 Yen sisanya saya belikan kamera Sony Nex F3. (kurs waktu itu 1 IDR = 94,35 Yen).
  • IDR 4.800.000 saya gunakan untuk membeli Japan Rail Pass yang berlaku untuk 14 hari, jadi dengan ini saya enggak perlu repot – repot mikir alokasi dana untuk beli tiket kereta api Jepang yang terkenal mahal itu. Apa itu Japan Rail Pass? Bisa dibaca disini (Keliling Jepang Dengan Japan Rail Pass).
  • IDR 1.500.000 untuk booking hostel di Tokyo selama 5 hari. Ya, saya cuma memesan hostel untuk 5 hari saja di Tokyo. 8 hari sisanya? Nginep di Bandara, nginep di warnet, nginep di Ryokan ala Jepang.
  • IDR 4.300.000 saya belikan tiket promo Garuda Indonesia. Ya! Tiket promo Garuda Indonesia yang saya beli 8 bulan sebelumnya!
  • IDR 500.000 untuk pengurusan visa. Biaya visa memang sedikit lebih mahal, karena saya lewat agent waktu itu. Bukan karena mencari visa Jepang itu susah, tetapi karena domisili saya waktu itu ada di Bali, dan saya cuma bisa mencari visa di kedutaan besar Jepang Surabaya, maka menggunakan travel agent adalah pilihan yang paling ekonomis. Cuma lebih mahal sekitar 150.000. Harga yang murah demi merealisasikan rencana backpacker ke Jepang selama 13 hari.

Wah! Liburan ala Backpacker Ke jepang 13 hari saja habis IDR  22.100.000!! Mahal Banget!?

Weits! Tunggu dulu, mari kita analisis secara sederhana, dana IDR 22.100.000 yang saya habiskan untuk liburan ala backpacker ke jepang 13 hari itu. Jepang sebenarnya memang negara yang mahaaal! jadi perhitungan angka – angka besar memang tidak terelakkan lagi. Yang penting adalah angka yang besar itu optimal, dan value for money.

Narsis dulu di Akihabara street, ini adalah tempat impian setiap penggemar film anime Jepang!
Narsis dulu di Akihabara street, ini adalah tempat impian setiap penggemar film anime Jepang!
  • Dengan dana 76.000 Yen saya bisa pergi ke kota – kota ini : Tokyo(Ueno, Akihabara, Kawasaki, Yokohama, Harajuku Takeshita Street, Shibuya, Enoshima), Kyoto, Sendai, Akita, Kakunodate, Kitakami, Aomori, dan Hakodate (Pulau Hokkaido).
  • 10.000 Yen sendiri saya habiskan untuk datang ke Tateyama Kurobe Alpine Route. Mahal emang, tetapi destinasi yang satu ini wajib saya kunjungi ketika liburan ala backpacker ke Jepang. Kapan lagi saya bisa melihat dan memegang salju secara langsung?
  • Saya menginap di penginapan ala jepang dengan harga per malamnya 3600 Yen, total dua malam,kamar luas, ada bathub, bisa make Yukata :D
  • 40.000 Yen saya belikan kamera baru made in japan Sony Nex F3. Sebelumnya saya memang berencana membeli kamera di Jepang, biar semua bagiannya made in japan, yang terkenal bagus kualitasnya itu :)
  • Untuk makan sendiri saya menghabiskan sekitar 30.000 Yen! Saya banyak makan? enggak karena enggak tau kapan saya bisa ke Jepang lagi, saya mencoba banyak makanan yang ada disana mulai dari Onigiri, Ramen Halal, Okonomiyaki, Takoyaki, Sushi asli jepang dan masih banyak lagi jajanan kecil lainnya.
  • Jadi sebenarnya biaya liburan ala backpacker ke jepang yang saya khususkan untuk mengunjungi beberapa destinasi di Jepang hanyalah sekitar 30.000 Yen untuk 13 hari. Itupun saya bisa puas keliling Jepang, bahkan saya bisa sampai Hokkaido :)
  • Cara saya berhemat adalah dengan mengkombinasikan tempat menginap. 1 Malam di Bandara Haneda, 5 malam di Hostel, 2 Malam di Ryokan dan sisanya menginap di warnet di Jepang :D. tenang saja, warnet pun nyaman buat nginap kok :) bisa sambil internetan dengan kecepatan dewa, dan minuman yang bisa diambil gratis sepuasnya! Apalagi mayoritas warnet yang ditokyo bisa digunakan untuk mandi juga :D. liburan ala Backpacker ke jepang jangan takut enggak bisa mandi deh.

Nah! Dengan sebegitu banyak pengalaman yang begitu banyak dan tidak terlupakan, masih bilang liburan ala backpacker ke jepang dengan menghabiskan dana IDR 22.100.000 itu mahal? Relatif juga sih, karena tiap orang  pasti berbeda – beda. Cuma denger – denger kalau liburan ke dengan paket tur biayanya sekitar 15 juta untuk 7-8 hari, dengan destinasi yang itu – itu saja. Pilih yang mana? Liburan ala Backpacker ke jepang sendiri atau memakai paket tour? Silahkan mulai menabung saja untuk persiapan liburan ala backpacker ke Jepang!

Tonton Juga Vlog Liburan Ke Jepang Di Bawah Ini Ya!

 

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
83 Responses
    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      tinggal booking full, print, terus di cancel :) booking lagi cuma 5 hari yang dipake. Di agoda biasa kayak gitu :D Lagian rencana saya enggak fix, jadi rugi kalau booking langsung. mending go show :D

  1. Hera

    mas aku rencananya mau kesana dengan suami,kalo berdua dan tidak ada budget untuk beli kamera
    kira kira perlu budget brapa ya?biar saya bisa menanbung dan punya estimasi,

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      salju ada tiap musim dingin sampe musim semi, cuma hanya dibuka untuk umum pas musim semi kalau pengen liat salju. pas musim dingin tumpukan salju bakal tinggi banget. paling murah beli JR pass (naik kereta jepang unlimited), sudah saya tulis juga, bisa di bongkar2. murodo bisa masuk dari kota toyama atau shinano-omachi :)

  2. Heri

    Wah.. Mas bisa yah buat visa jepang lewat agent, oh yah mas kemarin pake agent mana? syarat-syaratnya apa ajah yah ? tenkyu :)

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      bisa, tapi rada ribet dikit :D syaratnya sama kayak di kedutaan, karena agenpun fungsinya cuma kurir yang nganterin dokumen ke kedutaan. soalnya emang ga bisa datang langsung ke kedutaannya :)

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      iya, mayan :D tapi jauuuuuuuuuuuuh lebih murah dari pengalaman yang didapat. nah, itu kemaren ga pake itinerary yang detail, cuma mau pergi lewatin kota mana aja gituu. kemarin sih rutenya Tokyo – Kitakami – Kakunodate – Akita – Aomori – Hakodate – Aomori – Tokyo – Kyoto – Tokyo lagi sampe pulang :D jadi ndak ada rencana detailnya, the plan is no plan lah :D

  3. yoga pamungkas

    sugeng siang, mas kumendan
    mangape mas, saya mau tanya mas kumendan, kalo sekarang ke tokyo 3 hari nan saja, kira2 habis berapa juta ya, termasuk bikin visa + passport, makasih mas kumendan

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      visa sama passport kira2 800 an, biaya per hari di tokto sekitar 500 ribuan per hari, termasuk menginap. kalau pesawat beda2 tergantung maskapai sama promo atau enggak :)

  4. Bangkit KuDOu

    Salut kpd mas Rijal Fahmi Mohamadi yg sdah solo backpackeran ke jepang.. mas mau tanya nie buat visa jepang nya lewat agent ya? Nah agent nya itu nyari dimana ya? Hehe ato ke kedutaanya dulu? Sharing tips nya dong biar buat visa jepangnya diterima.. salam kenal sebelumnya…

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      kalau deket sama kedutaanya sih mending bikin sendiri, enggak pake ribet aslinya. Saya bikin visa jepang pakai travel agent karena terpaksa, saya dulu lokasinya dibali sementara ktp saya jawa timur, yang harus bikin visa di konjen jepang surabaya :) cek dulu harus bikin visanya di konjen yang mana, baru putusin harus pake travel agent atau enggak. soalnya kalau buat visa jepang, travel agent itu gak beda sama kurir doang :D kalaupun harus make agen, cari agen deket rumah aja, bisa apa enggak mereka :)

      1. Arif

        Dear: Mas Rijal salam kenal

        mau numpang tanya,
        -jika kita 8hr disana, perlu ga pesan tiket JR pass, niatnya 8hr itu disekitaran tokyo dan osaka, jika tidak pesan JR pass apakah nntinya biaya utk transportasi mnjadi mahal?
        -jika ingin ke gunung fuji apkh bisa menggunakan JR pass itu
        -Penginapan hostel yang terjangkau itu di sekitar mana ya kalau di tokyo, mgkn ada saran yg cocok utk muslim dan tidak jauh dr sarana transportasi

        jika ada yg ingin ditanyakan lagi nnti menyusul ya Mas..
        Terimakasih sebelumnya..

        1. Rijal Fahmi Mohamadi

          keputusan beli atau tidak nya JR pas tergantung mau banyak pindah2 kota atau enggak. kalau cuma tokyo saja, mungking tidak perlu beli JR pass. contohnya saja sekali jalan pake shinkansen di sana bisa 7000-10000 yen. dan kalau banyak keliling seperti saya kemarin pasti mahal sekali. Ke gunung fuji sepertinya bisa pake JR pass, cuma tolong di cari info lagi, soalnyas saya belum sampe fujiyama ^^ takut salah kasih info nanti.

          Hostel cari yang murah biasanya saya selalu pake ini :) Agoda.com

          1. Arif

            Dear: Mas Rijal

            terimakasih atas responnya…

            ingin bertanya lagi :D

            berarti jika hanya disekitaran tokyo dan osaka dirasa tidak perlu untuk membeli JR pass,

            kami berniat selama 8 hr itu akan banyak keliling tokyo mas, untuk jarak disekitaran kota tokyo apakah nantinya akan menghabiskan banyak biaya untuk transportasi.

            untuk hostel saya sempat lihat agoda sprtinya walayah asakusa cukup menjangkau wilayah tujuan wisata di tokyo mas?

          2. Rijal Fahmi Mohamadi

            Kemungkinan iya, cuma banyak atau sedikitnya biaya transportasi tergantung seberapa sering naik kereta dan seberapa sering jalan kaki :D saya dulu berhemat dengan cara banyak – banyakin jalan kaki :) O iya, ada satu website yang bisa digunakan untuk menghitung kisaran biaya transportasi yang akan dipakai disana, namanya hyperpedia(http://www.hyperdia.com/en/) lumayan akurat kok. Terus, mengenai hostel atau hotel di tokyo, yang penting gak terlalu jauh dengan stasiun kereta saja. jalan kaki 5-10 menit ke stasiun masih jarak yang normal. soalnya hampir seluruh jepang itu bisa dijangkau dengan kereta dan subway :)

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      bisa mas, semua tergantung prioritas dana mau dibagi kemana aja. :) ada banyak kok yang udah berkeluarga tetep traveling :)

  5. Dion

    Mantep backpacking sampai buat memang budget harus agak mahal, tapi dapet keinginan dan kepuasaan ga bisa dihitung dengan uang… terima kasih udah share dan informasinya mantep

  6. Ajie Hatadji

    160.000 yen (setelah dikurangi kamera 40.000yen) is a great amount of money to spend in Japan. Aku rasa sudah masuk kategori mahal, meskipun dana segitu sudah termasuk belanja. Aku kesana akhir Mei 2014, habis sekitar 100.000 yen termasuk tiket dengan tujuan Nagoya-Ise-Kyoto-Igaueno-Osaka-Tokyo-Mt.Fuji (kawaguchiko lake)-Nagoya.

    Saranku buat yang mau kesana, habiskan semingguan di satu daerah (kansai, misalnya) dan gunakan tiket Kintetsu Rail Pass yang cover perjalanan antar kota di daerah kansai. atau coba yang untuk daerah utara. JR pass terlalu mahal untuk dibeli apabila kita hanya stay di satu wilayah.

    Kemudian, jangan terlalu ambisius dengan kota-kota yang dikunjungi. aku menyesal pergi ke Tokyo (alih2 stay di daeah kansai) karena 3hari/kota itu melelahkan. Nikmati perjalananmu, karena menurutku Jepang sangat tidak cocok untuk city-hopping. Budaya yang homogen dengan biaya transport yang mahal membuat city-hopping tidak senikmat, misal, di Indonesia.

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      Sesuai dengan judul, ke jepang memang mahal :D well, destinasi favorit tiap orang pasti beda beda. Mau ke jepang bagian mana, mau city hopping, atau mau enjoy di satu tempat. Ini sebenarnya malah setengah rute loh, soalnya target malah ingin sampe sapporo by train. Itu kenapa saya beli jr pass. Tapi buat yang gak mau keliling2 gausah beli jr pass. Lumayan penghematan 4.800.000 :)

  7. 22 juta? Wow… Buat anak baru lulus SMA *masih ditanggung orang tua* angka segitu ga main main. Tapi pengen juga sesekali ke Jepang. Kayaknya asik.

    T,T itu tidur di warnet rasanya kayak mana? *bayangin tidur di warnet Indo*

    @misfil

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      Mimpinya mulai sekarang dong :D Itu saya pengen ke jepang mulai dari SMA dulu~ entah berapa kali gagal percobaanya. Mulai dari beasiswa, pertukaran pelajar, eh ternyata bisa kesana dengan kemampuan sendiri akhirnya :) terus bermimpi dan diperjuangkan :D Btw, warnet di jepang enak, dan aman kok. tips kalau mau ngirit :D *jangan dibandingin sama warnet di indonesia ya* :P

  8. JEPANG, masih menjadi dream destination saya semoga tahun depan impian saya ini bisa terlaksana dan semoga wacana bebas visa bagi indonesia walaupun hanya 15 hari bisa terealisasikan. amin…….

    regards
    @budyjullianto

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      Heheee, iya banyak yang pengen pergi kesana memang :D Kalau ngincer free visa, segera ganti ke e-passport ya. Karena kabarnya, free visa jepang itu cuma buat pemegang e-passport indonesia saja :))

  9. Pengen banget menginjakkan kaki di Negeri Sakura tersebut. Tapi, biaya ke sana amat sangat mahal yah Itu kalo di rupiahin jadi berapa?

    Gan, sewaktu-waktu bahas juga dong, hal-hal yang perlu kita waspadai kalo lagi di luar, biar kita bisa waspada dan tidak tertipu oleh warga lokal yang hanya ingin memanfaatkan kita saja. Oh, iya aku pernah dengar Jepang itu bebas yah adult videonya, dan yang bikin serem adalah, bahwa itu bebas di jual di toko-toko dan siapa saja bisa jadi modelnya. Terkadang wanita-wanita belia yang jadi model video itu, diculik di jalanan. Bener ga sih??

    Ah, sudahlah saya tetap cinta JEpang kok.
    @rin_mizsipoel

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      Kalau saya, asal kita sering baik sama orang di jalanan, insyaallah orang lain pasti selalu baik sama kita :D percaya sama hukum karma deh. tapi ya tetep waspada ya, “use our common sense” istilahnya :D. terus kalau di jepang memang ada toko khusus yang menjual adult video dan sex toys. cuma kalau yang sampai diculik di jalanan kurang tahu ya ^^. over all jepang sangat aman, bahkan untuk yang pertama kali kesana, dan jalan2 sendiri :D

  10. Windy Agustin

    Saya juga pengen ke Jepang, tapi bukan backpaker, mau ke sana lewat beasiswa pendidikan/pertukaran pelajar. Semoga bisa. Amin ^^
    @windyagustin8

  11. iis istichomah

    itu duit bang 22jt? ahahhahaha..

    sedang dalam proses menabung nih, tp nge-budgetin 20jt doang, bisa gak yah?
    kebetulan ada si ada tante yg tinggal disana, bisa kali ya nebeng tidur + makan :D

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      hahaa, iya dit bukan daun :P 20 JT bisa sih, itu soalnya kan sama beli kamera. jadi sebenarnya bisa di teken sampe 18 an. lagian sebenarnya tergantung kamu mau kemana aja, kalau mau murah banyakin jalan kaki, makan seadanya aja :p kalau mau enjoy ya jangan pelit2 kapan lagi bisa maen ke jepang :D

  12. Irfan Setiawan

    Itu waktu lg di stasiun dan mau naik kereta menggunakan JR Pass, bagaimana penggunaannya? stasiun2 di jepang kebanyakan tulisan2nya menggunakan bahasa jepang semua atau tidak ya? seperti informasi jadwal keberangkatan dan ketibaan kereta.. mudah kah?
    hehe maaf banyak tanya ka

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      penggunaannya tinggal lewat jalur khusus yang dijaga petugas, terus tunjukkan JR Pass kamu, sudah begitu saja :D kalau tulisan di stasiun berbahasa jepang hiragana dan romaji, jadi paling enggak masih bisa baca spellingnya. jadwal juga gitu, meski kadang ada juga yang pake hiragana saja. :D

      1. Irfan Setiawan

        hoo.. thank you infonya :D
        oh ya mau tanya lg, skrng saya baru lulus SMA, dan katakanlah saya mempunyai budget yg cukup ditabungan bank untuk liburan ke Jepang, dan saya tahun ini tidak berencana utk melanjutkan pendidikan sementara (melainkan tahun depan).
        pertanyaannya, dgn keadaan ‘menganggur’ saya, apa bisa mendapatkan VISA Jepang dgn mudah?
        sementara saya pernah dengar bahwa mengurus VISA Jepang itu susah..
        makasih :D

        1. Rijal Fahmi Mohamadi

          bisa :) tapi harus ada surat referensi dari orang tua kalau ga salah. detailnya bisa ditanyakan ke kedutaan atau konsulat jepang langsung :D

  13. kris soe

    Setelah backpaker asean mmg hrs jepang lanjutannya.sy sdh 2 kl ke sana dan ga ada kata bosen.yg penting niat dan semangat.langkah berikutnya lakukan penghematan dlm segala hal.shg duit bisa terkumpul.bayangkan…kita menelusuri jlnan disana…jelas pengalaman yg menarik.

  14. kris soe

    Hehehe…..jd intinya bkn 1 atau 2 kali perginya.tp kualitasnya.dan jujur 2 kl kepergian sy ke jepang kalah kualitasnya dg tulisan ini.luar biasa sdr rijal fahmi dg “kenekatannya”.sgt detail…sgt terukur dan penuh semangat.bagi temen2 yg mmg ingin ke jepang bekali bacpaker kalian dgn terus membaca tulisan2 spt tulisan sdr rijal fahmi ini.maju trs backpaker mania.

    1. Rijal Fahmi

      hehee, terimakasih :) memang kadang untuk mewujudkan sesuatu itu perlu sedikit nekat. Dan semoga tulisan saya bisa menginspirasi buat temen – temen backpacker lain :D

  15. 22 jt, 13 hari, dgn segitu bnyknya tempat yg kamu datangin, itu MURAH BANGET lahh! Naik Garuda pulak ;p Keren mas… Tapi kalo tujuanku kesana cm mw nyobain roller coasternya yg banyak macem dan extreme2 itu, kyknya budgetku hrs lbh lg yak… themepark di sana mahal2 ya katanya…

    1. Rijal Fahmi

      Tapi sekarang kayaknya udah jarang banget garuda dapet murah T_T kalu mau murah harus naik maskapai LCC :D aku pengen kesana lagi juga, mau ke FUJI Q T_T kelewatan kemaren~

  16. andi ikram

    salam kenal dik rijal
    kebetulan saya 15 tahun lalu pernah tinggal di jepang selama 4 tahun.trus sekarang jadi pingin lagi kesana
    rencananya sih insya allah bulan 1 ,2015.saya cuma kepikir pengurusan visanya kata orang sih susah ngurusnya.
    gimana yah,,

    1. Rijal Fahmi

      Enggak, ngurus visa jepang kalau bisa diurus sendiri saja, lebih gampang gak pake ribet. Asal semua dokumennya lengkap dan sesuai persyaratan :)

  17. Halo Fahmi, salam kenal, saya rencana ke Jepang tahun depan, dah beli tiket. hehee. Bisa minta rekomendasi hotelnya yang katanya 3600 yen itu? dimana ya? Apa dekat stasiun letaknya?
    Bisa minta email/ contact buat tanya2 kalau ga keberatan? Thanks before :)
    Uda ga sabar mau backpacker hehee

  18. ivan

    mau nanya mas klo boleh tau mas brangkat ke jepang bulan apa yah itu?
    saya sendiri berniat ke jepang tapi bingung bulan yang bagus buat liburan ke jepang,
    rencana sih antara spring atau fall.. winter sebenernya ga masalah jg, asal bukan summer.
    summer katanya bnyk banget turis dan harga sgala macam naik.
    ada rekomen tanggal mas?

  19. Bresti Alma

    halo mas, maaf bisa share ga itin yg ke hokkaido sama aplhine route, saya tertarik ke 2 tempat itu tapi masih bingung kemana aja dan mana yg lebih worth buat didatengin hehe thankyou.

  20. Nomor 10 itu aku blom pernah… Hiks..

    Tapi asli Jepang ini ngangenin sik. Menurutku biaya nginep dan makannya ga mahallah. Krn slm di sana milihnya hostel dan makannya di warteg. Warteg? Wkwkkw porsi makannya itu lho..weeedannnn!!! Senang akutuch.kenyaaaang.
    Setuju deh ama tulisanmu ini m
    as. Saya juga 7 hari di sana pas autumn
    2015 lalu, abis cuma kurang 8 jt an all in. Malah sisa 8300 yen. Mayan klo balik lagi ke sana ntar.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: