Ramen Halal Dan Tempat Makan Halal Jepang!

Ramen Halal Dan Tempat Makan Halal Jepang!
5 (100%) 6 votes

Ramen Halal Jepang memang ada? Adalah Ramen (ラーメン), makanan khas Jepang yang paling ingin saya coba ketika traveling kesana. Saya terpengaruh ingin menjajal makanan bernama Ramen ini karena terpengaruh dengan beberapa komik jepang seperti Ranma, Doraemon dan Naruto :D absurd kan? Pun begitu, saya sangat penasaran dengan makanan yang berbahan dasar mie sebagai karbohidrat utamanya.

Sayang seribu sayang, rata – rata bahan pelengkap dari ramen adalah “pork” yang notabene saya dan semua orang muslim lainnya tidak bisa memakannya. Pupus sudah keinginan saya untuk menjajal si Ramen yang begitu terkenal ini meskipun saya sudah memengang tiket untuk ke Jepang. Mungkin saya harus puas dengan melihatnya saja, tanpa mencobanya. Kecuali ada ramen halal disana.

"Kaijin" Warung Ramen halal inilah yang memberi saya kesempatan untuk merasakan makanan khas Jepang yang enak ketika dimakan hangat - hangat.
“Kaijin” Warung Ramen halal inilah yang memberi saya kesempatan untuk merasakan makanan khas Jepang yang enak ketika dimakan hangat – hangat.

Namun semua itu berubah, ketika saya tidak sengaja membaca sebuah buku yang menceritakan tentang uniknya kehidupan di Jepang. Nama bukunya sendiri adalah, Shocking Japan karya Junanto Herdiawan. Nah, di salah satu bab buku tersebut membahas tentang beberapa tempat yang menjual Ramen halal! Ramen halal meeen! Ini artinya saya bisa menjajal dan memakannya, tidak cuma sekedar tahu dan melihatnya saja lho!

Di buku tadi membahas kalau ada beberapa warung yang menjual Ramen yang tidak mengandung “pork”. Diceritakan ada warung yang menjual Ramen untuk vegetarian yang tidak mengandung bahan daging sama sekali, ada Ramen yang menggunakan daging ayam, ada juga Ramen yang berbahan dasar seafood.

Dari ketiganya, Ramen berbahan dasar seafood adalah yang paling mungkin untuk saya coba. Karena, selain saya paling doyan dengan yang namanya seafood, lokasinya pun yang paling masuk akal untuk ditemukan. Paling tidak, untuk seorang backpacker nekat seperti saya, yang akan melakukan perjalanan selama 13 hari di Jepang tanpa rencana pasti.

“Warung ramen seafood ini lokasinya di daerah Shinjuku. Tak jauh dari pintu keluar tenggara (South East Exit). Nama warungnya “Kaijin” atau berarti juga Dewa Laut.” -,  junantoherdiawan.com

Yak! Petunjuk saya untuk menemukan warung Ramen seafood bernama Kaijin hanyalah beberapa kalimat diatas. Memang, buku tentang Jepang yang membahas Ramen halal itu bukanlah sebuah buku panduan jalan – jalan di Jepang. Jadi, saya harus memutar otak dan akan sedikit tersesat untuk mencari warung ramen halal Kaijin yang berada di tengah keramaian Shinjuku. Oke! Tantangan diterima!

Saya memang tidak bisa berbahasa jepang, kecuali arigatou, sumimasen, aishiteru dan sedikit lainnya, yang tentunya bisa membuat orang Jepang bingung ketika saya mencoba bertanya. Beruntung saya ditemani seorang teman yang bisa sedikit bahasa Jepang, ketika melakukan perjalanan 13 hari backpacking ke Jepang kemarin. Jadinya, meskipun berbekal petunjuk yang sedikit, saya akhirnya bisa menemukan warung Ramen halal Kaijin setelah sedikit tersesat, dan berputar – putar beberapa blok di sekitar Stasiun Shinjuku.

Memang benar, warung ramen halal Kaijin ini tempatnya sedikit nyempil dan tersembunyi beberapa pulu meter dari South East Exit Stasiun Shinjuku. Saking nyempilnya, mungkin saya tidak akan menemukan warung ini kalau tidak melihat karyawannya yang memakai kaos bertuliskan “Kaijin” dalam tulisan latin. Betapa tidak, papan tulisan warungnya pun memakai tulisan kanji! Oh god! Harusnya saya mencatat tulisan kanji dari “Kaijin” terlebih dahulu.

Menu warung Kaijin dengan bahasa dewa, dan saya tidak mengerti sedikitpun!
Menu warung Kaijin dengan bahasa dewa, dan saya tidak mengerti sedikitpun!
Dengan tambahan foto di menu, paling tidak saya jadi tahu apa yang akan saya pesan :D
Dengan tambahan foto di menu, paling tidak saya jadi tahu apa yang akan saya pesan :D

Tantangan tidak berhenti sampai disitu saja, di dalam setelah disodorkan menu untuk dipilih, saya semakin kebingungan. Menu di warung ini semuanya memakai bahasa dewa (baca : menu memakai tulisan kanji). Nah, disinilah saya bersyukur karena saya ke Jepang dengan teman saya yang bisa sedikit bahasa Jepang. Dia pun segera berbicara dalam bahasa Jepang dengan sedikit terbata – bata kepada pramusaji di warung ramen halal Kaijin. Memberitahunya kalau kami bukan orang jepang, dan tidak bisa berbahasa Jepang dengan lancar.

Segera si pramusaji tadi dengan sigap menunjukkan menu yang dilengkapi dengan gambar Ramen. Memang, selain musik, dan bahasa tarzan, gambar adalah cara berkomunikasi paling universal. Dari situ saya jadi tahu kalau di Kaijin disediakan dua tipe Ramen, Ramen seafood pedas dan tidak pedas :D. Paling tidak itu yang bisa saya terjemahkan dari foto yang ada di menu.

Karena suka dengan yang pedas, tentunya saya memilih Ramen seafood yang pedas. Sementara teman saya memilih yang satunya, yang tidak pedas, dengan kuah yang  agak bening. Setelah memesan pun, saya tidak langsung mendapatkannya, karena harus antri untuk beberapa lama. Mungkin 1000 Yen adalah sangat murah untuk kantong orang Jepang ya? Sementara untuk saya 1000 Yen biasanya bisa untuk makan berdua dengan pacar ketika malam minggu :D

Pun begitu saya mengantri tidak begitu lama, karena setiap orang yang makan di warung Kaijin segera pergi setelah selesai makan. Tidak seperti di Indonesia yang selalu bersosialisasi dahulu, berhaha – hihi hingga diusir dari warung :D. Tidak berapa lama, Ramen halal pedas yang saya pesan pun akhirnya datang. Saya mendapatkan semangkuk besar Ramen, dan sekepal nasi (onigiri bakar) dengan olesan seperti sambal diatasnya.

Saya mendapatkan semangkuk besar Ramen pedas dan sekepal nasi dengan sambal diatasnya.
Saya mendapatkan semangkuk besar Ramen pedas dan sekepal nasi dengan sambal diatasnya.

Tidak ada aturan tertulis bagaimana urutan memakannya, namun saya memakan terlebih dahulu isi ramen sampai habis, baru mencampurkan nasi tadi kedalam Ramen yang tinggal tersisa kuahnya. Hemm… ini adalah Ramen seafood terenak yang pernah saya coba! Yaaa, paling tidak… Saya tidak akan bisa sering – sering mencobanya lagi setelah ini, karena lokasinya berada ribuan kilometer dari tempat saya tinggal sekarang :D

Perjuangan mencari Ramen halal di Shinjuku membuahkan hasil, meskipun hanya berbekal petunjuk yang sepertinya hampir mustahil untuk menemukan si warung Ramen. Buat saya, mencoba Ramen seafood Kaijin adalah salah satu pengalaman yang mengesankan. Tentunya jika ada kesempatan untuk mengunjungi Jepang lagi, saya pasti tidak akan melewatkan untuk mampir, dan menjajal si Ramen halal ini lagi :D. *brb cari sponsor yang mau mendanai traveling ke Jepang lagi*

Foto – Foto Warung Ramen Halal Kaijin :

Foto Ramen yang dipajang di tempat mengantri. Siapapun pasti tergoda dengannya
Foto Ramen yang dipajang di tempat mengantri. Siapapun pasti tergoda dengannya
Ada yang mau dengan kartu nama warung Ramen Kaijin?
Ada yang mau dengan kartu nama warung Ramen Kaijin?
Bagian belakang kartu nama, ada peta lokasi dan jam buka warung
Bagian belakang kartu nama, ada peta lokasi dan jam buka warung
Horeeee! Akhirnya mencoba warung Jepang asli, bukan warung mendadak Jepang :D
Horeeee! Akhirnya mencoba warung Jepang asli, bukan warung mendadak Jepang :D
Ternyata ada banyak hiasan di dinding di warung ini
Ternyata ada banyak hiasan di dinding di warung ini
Perlengkapan untuk makan Ramen seafood di warung Kaijin.
Perlengkapan untuk makan Ramen seafood di warung Kaijin.
Kata teman saya, ada banyak artis terkenal Jepang yang pernah makan di Kaijin :O
Kata teman saya, ada banyak artis terkenal Jepang yang pernah makan di Kaijin :O
Menu Ramen Halal yang tidak pedas :D
Menu Ramen Halal yang tidak pedas :D
Ramen Seafood yang pedas kesukaan saya!
Ramen Seafood yang pedas kesukaan saya!
Itadakimasu! Selamat makaaan! *nom nom nom*
Itadakimasu! Selamat makaaan! *nom nom nom*
Jangan langsung dimakan atau di campur dengan kuah Ramen nasi kepalnya.
Jangan langsung dimakan atau di campur dengan kuah Ramen nasi kepalnya.
Habiskan dulu mie dan topping Ramen, baru campur dengan nasi kepalnya dengan kuah :D *slurp*
Habiskan dulu mie dan topping Ramen, baru campur dengan nasi kepalnya dengan kuah :D *slurp*
Bagian dapur warung Ramen Kaijin selalu terlihat sibuk :D
Bagian dapur warung Ramen Kaijin selalu terlihat sibuk :D
Soalnya warung ini seperti tidak pernah sepi dari pelanggan :D
Soalnya warung ini seperti tidak pernah sepi dari pelanggan :D
O iya, warung Ramen Seafood Kaijin berada di lantai 2 ya, kenali saja gambar ikan di foto ini :D
O iya, warung Ramen Seafood Kaijin berada di lantai 2 ya, kenali saja gambar ikan di foto ini :D

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
30 Responses
    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      hahaa, emang buanyak :D seporsi bikin kenyang bangeet~~ itu lauknya semacam dari ikan. kalau 1000 yen sih, sekitar 100 ribu ya :))

  1. hmm, sewaktu saya ke jepang yah, saya ketemuan sama teman saya yg mahasiswa disana. katanya yah, semua ramen di tokyo dan osaka ngga ada yg halal. karena Ramen itu sendiri ya kaldu pork nya yg khas. Saya sempat nanya kalo ramen ikan ada nggak? kata dia ada di Sapporo.

    anyway, mungkin teman saya nggak tau ada ramen ini kali yah. hehehe

  2. BACKPACKTOR.COM

    Gara-gara postingan ini eike jadi pengen banget makan ramen :( belain cari warung ala2 jepang, pesen ramen dan tadaaa ramennya malah lebih mirip mie ayam. gak pedes blas pula :'(

  3. bobby

    Wah bagus artikelnya…ada yang kurang di darah duren sawit seberang BKT samping spbu ,di pinggir jalan besar ada mie ramen buka sampai jam 12 malam ,namanya osaka ramen duren sawit,dijamin enak,murah,halal dan ada free wifinya juga loh…tempatnya enak buat nongkrong,ada music dan pepohonan.menu makanannya beraneka ragam selan beraneka mie ramen ada juga bento,dimsum,sushi dan aneka minuman dengan harga terjangkau makanan rata2 18 ribuan

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: