Kunjungi 7 Destinasi Keren 2026 Untuk Backpacking Di Sulawesi!

Saya memang pernah backpacking mengunjungi Sulawesi, tapi waktu itu saya datang pada musim yang salah. Saya mengunjungi salah satu kota terbesar di Sulawesi yaitu makassar, dengan harapan saya bisa mengarungi spermonde atau gugusan kepulauan yang ada di lepas pantai Makassar seperti salah satunya Pulau Samalona.

Bukan panas kawasan tropis yang saya dapat, tetapi malah hujan lebat hampir tiap hari saya dapatkan.

Akhirnya saya hanya sekedar kulineran dan jalan – jalan di Kota Makassar, setelah sebelumnya hampir terjebak di Pulau Samalona karena hujan badai turun sepanjang hari.

Alam memang tidak bisa dilawan, saya hanya berharap suatu saat saya bisa kembali menjelajah tanah celebes.

Selamat datang di Wakatobi! Salah satu destinasi wajib dikunjungi kalau backpacking ke Sulawesi!
Selamat datang di Wakatobi!

Sebagai manusia, sebisa mungkin berharap dan berkeinginan yang baik saja.

Karena kalau tiba – tiba terwujud, toh yang akan menjadi kenyataan adalah keinginan yang baik.

Seperti harapan saya untuk menjelajah Sulawesi lagi ternyata dikabulkan beberapa tahun kemudian.

Saya memenangkan lomba setelah menulis tentang perjalanan mencari kopi terbaik di andalas yang juga digaungkan sebagai salah satu coffee paradise di Indonesia.

Kali ini tidak hanya Makassar saja, saya menjelajah hampir sebagian besar detinasi di Sulawesi, menempuh jarak sekitar 3000 KM, dari Manado hingga Kendari, dengan bonus menyelam di Wakatobi.

Nah, sepanjang perjalan tadi ada 7 destinasi keren di Sulawesi yang saya rekomendasikan untuk para petualang yang juga ingin menjelajah disini. Simak baik – baik ya :)

1. Percaya Ada Perkampungan Yang Mengambang Di Atas Air? Coba Deh Backpacking dan Lihat Desa Suku Bajo Torosiaje Sulawesi Ini!

Desa Torosiaje, desa yang mengambang di atas air. Salah satu destinasi backpacking di Sulawesi yang wajib ada di dalam list kamu!
Desa Torosiaje, desa yang mengambang di atas air.

Berkunjung ke desa Suku Bajo Torosiaje ini paling enak seharusnya memang sekalian menginap.

Iya, menginap di dalam rumah yang mengambang di atas laut tentu akan menjadi pengalaman yang berbeda bukan?

Apalagi penginapan disana harganya cukup terjangkau, sekitar IDR 100.000-200.000 saja.

Sayangnya, kemarin saya gagal menginap disini karena terlambat datang dan melenceng dari jadwal yang ada.

Saya harus puas hanya dengan berkeliling perkampungan Suku Bajo yang berada di atas laut Teluk Tomini ini.

Torosiaje ini memang merupakan perkampungan yang lokasinya terletak sekitar 600 meter dari daratan Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Jadi enggak nyambung ke daratan gitu, benar – benar berada di lautan.

Dari ibu kota Provinsi Gorontalo, masih memerlukan sekitar tujuh jam perjalanan darat menuju arah barat untuk sampai kesana.

Jalanan atau koridor di Desa Torosiaje.
Jalanan atau koridor di Desa Torosiaje.

Untuk menuju Desa Torosiaje sendiri, saya harus naik perahu lagi dari dermaga Torosiaje, disana sudah banyak menyambut ojek perahu yang banyak bersandar di dermaga.

Tidak terlalu mahal sih, setiap penumpang hanya membayar IDR 2.000 untuk tiket masuk, dan IDR 3000 untuk ojek perhu.

Menyeberang menuju Torosiaje yang memakan waktu sekitar 10 menit perjalanan.

Rumah-rumah di Torosiaje ini unik, yaito berupa rumah panggung yang semuanya berbahan kayu dan berada di atas air.

Setiap rumah akan terhubung dengan koridor sebagai jalan utama yang lebarnya 2 meter dan panjangnya sekitar 2 kilometer yang berpola huruf “U”.

Disini juga bisa berkeliling Desa Torosiaje dengan naik perahu loh! Cuma bayar sekitar IDR 50.000 an per perahu, sudah bisa menyusuri sela sela rumah di Desa Torosiaje.

Seperti jalan – jalan di perkampungan, tapi dengan perahu deh.

[ Baca Juga: Tips, Itinerary Backpacking Ke Lombok Sendirian! ]

2. Orang Indonesia Itu Emang Amazing! Di Tompasso Ini Ada Terompet Terbesar Di Dunia Lho!

Pertunjukan orkestra dengan alat musik dari bambu.
Pertunjukan orkestra dengan alat musik dari bambu.

Kalau kalian suka musik, berarti kalian harus main ke Tompasso, tepatnya berkunjung ke Pa’dior yang merupakan pusat kebudayaan di Minahasa, Sulawesi Utara.

Di Pa’dior, dalam event tertentu akan dimainkan sebuah orkestra dengam suara unik yang tentunya dimainkan dengan alat musik yang unik pula.

Iya, waktu itu saya disambut dengan orkestra tradisional yang sebagian besar alat musiknya terbuat dari bambu.

Terompet terbesardi dunia ada di Tompasso.
Terompet terbesardi dunia ada di Tompasso.

Kalaupun tidak bisa menyaksikan orkestra musik tadi, masih ada terompet atau contra bass raksasa yang terletak di tengah-tengah pusat kebudayaan Minahasa, Pa’dior ini.

Tingginya 8 meter, panjangnya 32 meter, dan diameter lubang tiup si contrabas ini kira – kira sebesar muka orang dewasa.

Karena itu juga, contra bass raksasa ini masuk ke dalam World Guiness Book Of Record! Keren!

3. Wow! Backpacking Ke Ujung Salah Satu Kaki Pulau Sulawesi Ada Destinasi Cakep Seperti Tanjung Bira

Camping di Tanjung Bira yuk! Backpacking ke Sulawesi, sambil bertualang di tepi pantai.
Camping di Tanjung Bira yuk!

Kalau ada yang main ke Sulawesi Selatan, jangan hanya berkutat di Makassar saja.

Disini ada yang namanya Pantai Bira atau juga lebih dikenal dengan Tanjung Bira.

Dari makassar jaraknya hanya sekitar 5 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Bisa dong menyewa mobil dari makassar?

Kalau enggak mau repot, sekalian sewa mobiil sekalian sopirnya.

Di Tanjung Bira, ada beberapa pilihan kegiatan yang dilakukan.

Mulai dari berkemah di tepi Pantai Tanjung Bira sekaligus menelusurinya atau kalian bisa menyeberang ke Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe.

Saya kemarin sih cuma bermalam sebentar saja dengan tenda saja di Pantai Tanjung Bira.

Tidak cuma bersantai di pantai saja, disini juga bisa sekalian berkunjung ke tempat pembuatan Perahu Pinisi.

Mau lihat pembuatan kapal pinisi? Mampir saja kesini!
Mau lihat pembuatan kapal pinisi? Mampir saja kesini!

Iya, Sulawesi Selatan sedari dulu memang sudah terkenal dengan budaya bahari.

Bahkan para pelaut asli Bugis sudah berlayar hingga Tiongkok mulai dari abad ke-15.

Kapan ya kamu backpacking ke Tanjung Bira di Sulawesi?
Kapan ya ke Tanjung Bira lagi?

Tempat pembuatan perahu Pinisi di dekat tanjung bira yang terkenal ada di Desa Bira, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Datang deh, kalian pasti terkesima seperti saya. Karena mereka bisa membuat perahu besar hanya dengan perlengkapan yang sederhana.

Terakhir, kalian bisa menghabiskan waktu dengan menikmati suasana Pelabuhan Bira atau mencicipi Ikan Bakar Khas Pangkep yang terkenal lezat itu!

[ Baca Juga: Beberapa Kuliner Makanan Unik Khas Dari Sulawesi Wajib Dicoba! ]

4. Suku Yang Menolak Peradaban? Eh Yang Bener? Agak Serem Tapi Unik, Ada Suku Kajang Di Sulawesi!

Sudah umum kalau kebutuhan utama manusia modern jaman sekarang yang pasti adalah sandang, pangan, papan, dan… smartphone. Iya enggak? Ngaku hayo?

Karena itu manusia jaman kebanyakan pasti bingung jika tidak ada listrik.

Namun hal itu tidak berlaku untuk orang Suku Kajang yang tinggal di Tanah Toa, desa yang berada di kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Tradisi bakar linggis di Suku Kajang.
Tradisi bakar linggis di Suku Kajang.

Tidak ada tv, lampu, kendaraan hingga listrik disana. Kerena masyarakat Suku Kajang ini tidak tersentuh oleh teknologi sama sekali.

Suku Kajang memegang teguh prinsip “Tallase kamase-mase” yang artinya bisa berupa hidup memelas, hidup apa adanya, dan Hidup sederhana.

Bagi orang Kajang ini merupakan sejenis ideologi yang mereka jalankan dalam kehidupan sehari – harinya.

Ada satu lagi yang unik dari masyarakat Suku Kajang ini. Sehari harinya mereka hanya menggunakan baju yang berwarna hitam saja, jadinya terkesan agak serem sih suasananya.

Kalau lagi beruntung, kalian bisa melihat tradisi “Bakar Linggis” yang disebut juga dengan upacara Attunu Panrolik.

Upacara adat ini biasanya dilakukan untuk mengetes kejujuran seseorang.

Misalnya terjadi kejadian pencurian, tradisi bakar linggis akan diadakan untuk mencari pelakunya.

Kalau kamu tertarik mempelajari budaya setempat, jangan lupa mampir kesini dalam perjalanan backpacking ke Sulawesi kamu.

[ Baca Juga: Tips, Trik Dan Panduan Backpacker Ke Bali Untuk Traveler Pemula! ]

5. Tempat Yang Satu Ini Dikenal Dengan Pemadangan Bawah Airnya Yang Cakep! Perkenalkan, Wakatobi!

Sunset menawan di Pulau Tomia, salah satu destinasi backpacking di Sulawesi yang direkomendasikan!
Sunset menawan di Pulau Tomia, salah satu destinasi backpacking di Sulawesi yang direkomendasikan!

Wangi – Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko kalau disingkat jadi Wakatobi, salah satu destinasi wisata terbaik di Sulawesi Tenggara.

Ia, memang Wakatobi ini mengambil sebagian kata dari beberapa nama pulau utamanya.

Seperti itulah Wakatobi dinamakan. Sampai sekarang ini Wakatobi adalah sebuah kawasan taman nasional sejak ditetapkan dari tahun 1996.

Luas keseluruhan area Taman Nasional Wakatobi sendiri adalah sekitar 1,39 juta hektar.

Didalamnya terdapat banyak sekali kenekaragaman, terutama keanekaragaman bawah lautnya.

Kalau ke Tomia wajib foto di bukit ini deh!
Kalau ke Tomia wajib foto di bukit ini deh!

Kalau sudah sampai sini, rugi banget kalau enggak snorkeling atau diving.

Karena memang pemandangan dunia bawah laut di Wakatobi adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Kemarin sih saya hanya sempat menjelajah Tomia dan Wangi – Wangi saja, jadi masih punya pe er buat menjelajah pulau lain seperti Kaledupa atau Binongko.

O iya, kalau di sudah di Tomia, jangan lupa buat berfoto di atas Bukit Tomia ya!

Pemandangannya kece badai! Jadi kalau kamu mau backpacking ke Sulawesi, jangan lupa mampir kesini ya!

[ Baca Juga: Tips Backpacking Traveling Ala Backpacker ke Wakatobi ]

6. Kalian Mungkin Nggak Percaya Kalau Destinasi Ini Masih Di Sulawesi! Iya, Tana Toraja Memang Salah Satu Destinasi Sulawesi Yang Unik!

Terlindung dengan aman oleh gunung tinggi dan tebing batu granit, disinilah tempat dimana masyarakat Toraja tinggal dan membuat peradaban dari dulu hingga sekarang.

Tana Toraja terletak di sebuah lembah subur dengan terasering sawah menghijau juga perkebunan kopi yang subur.

Pun masih berada di Sulawesi, menurut saya kebudayaan Tana Toraja ini unik dan berbeda dengan lainnya.

Pemakaman di dinding Batu di Tana Toraja.
Pemakaman di dinding Batu di Tana Toraja.

Toraja ini terkenal bukan karena pantainya yang biru nan indah, atau mallnya yang besar – besar seperti di Jakarta.

Pemakaman di dinding batu seperti Londa, Lemo dan Tampang Allo dimana saya dapat melihat gua-gua yang dipenuhi peti mati dan tulang-belulang manusia inilah yang membuatnya begitu terkenal di seluruh dunia.

Meski terkesan mistis dan horror, tetapi enggak perlu takut, asal kalian datang dengan maksud yang baik saja.

Tongkonan, rumah adat Masyarakat Tana Toraja.
Tongkonan, rumah adat Masyarakat Tana Toraja.

Coba juga menginap di Tongkonan yang merupakan rumah adat orang Toraja agar pengalaman traveling di Toraja lebih seru.

Datanglah ketika ada upacara adat kematian Rambu Solo’ kalau ingin menyaksikan keunikan adat Toraja, atau datang di bulan Juni, Juli, atau Desember untuk menyaksikan penyembelihan puluhan kerbau dan babi secara kolosal oleh para penjagal.

Terakhir, sebelum pulang jangan lupa membungkus Kopi Toraja yang terkenal enak itu!

Berani menginap di Tongkonan?
Berani menginap di Tongkonan?

7. Backpacking Ke Sulawesi, Petualang Juga Harus Mengenal Kebudayaan Setempat Dong! Seperti Tahu Lebih Dekat Tentang Kain Tenun Asli Mandar Misalnya!

Meskipun namun provinsi muda Sulawesi Barat ini belum begitu populer seperti daerah lain di Pulau Sulawesi, tetapi provinsi ini juga dianugerahi banyak keajaiban destinasi wisata.

Seperti garis pantainya yang begitu indah dan memanjang, atau dataran tingginya yang banyak dihiasi air terjun menawan.

Kain tenun sutera Mandar yang berwarna - warni.
Kain tenun sutera Mandar yang berwarna – warni.

Namun, diantara semua itu ada keunikan lain yang membuaat provinsi ini spesial. Yaitu keberadaan masyarakat etnis Mandar yang memiliki seni budaya yang menawan.

Seperti para pengrajinnya yang jenius mampu menciptakan kapal Sandeq untuk mengarungi lautan bebas.

Tidak lupa, dari tangan halus para kaum wanitanya tercipta salah satu karya masyarakat Mandar yang luar biasa yaitu Sarung Tenun Sutra Mandar atau dalam bahasa lokal biasa dikenal dengan Saqbe Lipaq.

Sarung tenun sutra Mandar ini unik karena memiliki warna–warna cerah atau terang seperti merah yang menyala, kuning dengan desain garis geometris yang lebar.

Penggunaan benang perak dan emas sebagai bahan dasar kain sutra ini menjadikan sarung tenun sutra Mandar menjadi indah dan terlihat istimewa.

Membuat kain tenun Mandar itu cukup susah dan memakan waktu.
Membuat kain tenun Mandar itu cukup susah dan memakan waktu.

Biasanya motif sarung tenun sutra Mandar dibuat untuk menunjukkan kasta atau tingkatan derajat pemakainya.

Namun sekarang ini kebanyakan sengaja dibuat untuk dijual sebagai penambah penghasilan.

Harganya dijual di kisaran harga 200 ribu – 500 ribu rupiah. Ada yang mau beli untuk oleh – oleh? :)

Nah, gimana tertarik untuk jalan jalan backpacking ke Sulawesi pada perjalanan selanjutnya?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.


Fahmi Catperku

Fahmi Catperku

Fahmi adalah seorang Digital Marketer, Travel Enthusiast, Geek Travel Blogger dari Indonesia penulis catperku.com, Penulis Buku perjalanan Traveling The Traveler Notes Bali The Island Of Beauty dan The Traveler Notes Bersenang-Senang di Bali, Bertualang di Lombok. Pernah disebutkan, mentioned in Lonely Planet Indonesia 2019 as Best in Blogs. Mau menyapa saya? Kunjungi media sosial pribadi saya, atau hubungi lewat email [email protected] jika Anda ingin mengajak saya bekerja sama dan berkolaborasi.
https://catperku.com


Comments

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Ayuuk, nenda di tanjung bira lagii~~ kemaren cuma sebentar banget -,-

  1. udah beberapa kali menginjak Makassar dan Kendari, udah beberapa kali niatin mo ke wakatobi dan Toraja tapi kandas selalu… :(

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Semangat kakaak! nanti pasti ada kesempatan buat jelajah sulawesi lagi :D

  2. Yusuf Ahmad says:

    Tanjung Bira dan Toraja checked. Selain itu belum.
    Mihil ya klo mau ke manado apa kendari :)

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      lumayan sih~ tapi worthed kok berkunjung ke sulawesi itu :D

  3. Tradisi suku Kajang itu kayaknya mirip dengan Suku Bady di Banten ya Mas. Sayang saya melewatkan kesempatan berkunjung ke sini waktu di Sulawesi. Kayaknya mesti balik :)

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Iya, mereka emang mirip sama suku baduy culturenya. Kok bisa gitu ya, padahal lokasinya berjauhan.

  4. mawi wijna says:

    Aku masih kurang Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, sama Gorontalo. :(

    Kapan-kapan pingin road trip Mamuju – Palu – Gorontalo – Manado.

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Road trip di sulawesi super seruu, aku pengen lagi, tapi naik sepeda motor :D

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Torosiaje sih salah satu destinasi favoritku di sulawesi :D

  5. Aku punya om kesayangan di Sulawesi tp aku sendiri blm pernah kesana. Blm pernah menang lomba blog kesana heheee…. OOT, kemarin nonton film kisah nyata, Into The Wild ttg traveler, Chris McCandless, yang mati sendirian krn terobsesi bisa smp Alaska. Ada yg bilang dia keracunan daun yg dimakannya, ada yg bilang dia kelaparan. Trus aku mbayangin kalian para traveler yg kukenal lewat blog, kalian lewat jalur happy aja ya, nggak usah pake obsesi2 spt Chris. :(

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Hahah, enggak nggak sampe kayak si chris lah :D karena perjalanan itu akan lebih menyenangkan kalau akhirnya bisa pulang ke rumah :D

  6. Muhammad Akbar says:

    Mimpi untuk menamatkan Keliling Sulawesi masih tersimpan rapi.
    masih ada 3 provinsi dari 6 Provinsi.
    Semoga kesampaian yah,

  7. Salman bluepckerid.com says:

    Hanya pernah menginjakan kaki di bandara makassar pas transit ke papua, belom pernah kesini dan pengen banget :D

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Cobain main – main ke sulawesi~ ke tanjung bira aja yang agak deket dari makassar :D

  8. ajiijoaja says:

    God!!! keren bang, bikin envy! :( eh btw terompet raksasa beneran bs bunyi kah? perlu brapa org untuk meniupnya?

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Nyahaha, satu orang juga bisa, tapi pake kompresor niupnya :P

  9. Endah Kurnia Wirawati says:

    sudah lama pengen jelajah ke Sulawesi, apa daya 3 kali cuti dibatalkan kantor..
    *nangis di pojokan*

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      lhaa, semoga nanti ada kesempatan lagi yaa :D teteup semangat!

  10. fanny fristhika nila says:

    blm rezeki trs utk traveling ke sulawesi…. pdhl ku bnr2 penasaran ama kuliner di sana ;) Lebih berat ke makanan sih memang…. secara kalo explore pantai2nya, ga kuat panas mas ;p

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Kalau kulinernya, dari manado – kendari enggak ada yang gak enak sih XD hayuk, eksplor kuliner sulawesi :D

  11. Koridornya juara…. Ada ikan ikan juga gak kang di bawah?

    1. Fahmi (catperku.com) says:

      Adaa, mereka malah punya satu tempat khusus, buat nyimpen ikan hasil tangkapan mereka dalam kondisi hidup! Kalau mau dimasak, tinggal diambil gitu aja~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *