Terios 7 Wonders : Diary Day 11, Mengenal Phinisi Dari Bulukumba

Tanjung Bira tidak cuma memiliki destinasi alam yang bisa di eksplore, tetapi disana ada juga kearifan lokal yang sudah mendunia. Nah, ada yang tahu apa yang ada di Bira selain pantainya yang cantik nan menawan!? Yak, selain menikmati keelokan pantainya, saya dan tim Terios 7 Wonders juga mengunjungi pusat pembuatan Kapal Phinisi. Lokasinya sendiri ada di Desa Bira, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

DI Bulukumba, saya dan tim Terios 7 Wonders yang lain akan bertemu dengan bapak Syarifudin yang sudah menjadi pembuat Kapal Phinisi selama beberapa puluh tahun di desa ini. Bisa dikatakanBapak Syarifudin ini adalah salah satu pembuat Kapal Phinisi yang handal di Desa Bira ini. saya pun menjadi tidak sabar untuk mendengar bagaimana sebuah kapal yang gaungnya sudah terkenal di seantero dunia ini dibuat.

Desa Bira, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan terkenal dengan pembuat Kapal Phinisi dengan cara tradisional.
Desa Bira, Bontobahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan terkenal dengan pembuat Kapal Phinisi dengan cara tradisional.

Bapak Syarifudin memulainya dengan bercerita tentang awal mula pembuatan Kapal Phinisi di Tanjung Bira. Dari kepercayaan setempat, Kapal Phinisi ini sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. “Kira – kira sejarah Phinisi ini dimulai dari tahun 1.500 Masehi atau dari zaman para Nabi masih hidup” Kata Pak Syarifudin. “Ada juga yang percaya, kalau nenek moyang mereka adalah salah satu pembuat bahtera punya Nabi Nuh” Tambahnya.

Memang sejarah dari Kapal Phinisi ini sudah begitu tua, namun hingga sekarang ini peralatan yang digunakan untuk membuat sebuah kapal masih menggunakan peralatan yang sederhana. Keahlian pembuatan kapal pun dipelajari dengan cara turun temurun, dari generasi ke generasi. Di Bulukumba sendiri tidak ada sekolah khusus yang mengajari cara pembuatan Kapal Phinisi. Karena itu, salah satu ciri pengrajin Kapal Phinisi yang ada di Bulukumba adalah keahliannya yang alami.

Bapak Syarifudin menjelaskan tentang pembuatan Kapal Phinisi dengan penuh antusias.
Bapak Syarifudin menjelaskan tentang pembuatan Kapal Phinisi dengan penuh antusias.
Sebagian besar pembuatan Kapal Phinisi di Bira dilakukan dengan peralatan dan teknik pembuatan yang sederhana.
Sebagian besar pembuatan Kapal Phinisi di Bira dilakukan dengan peralatan dan teknik pembuatan yang sederhana.

Peralatan yang biasa digunakan untuk membuat Kapal Phinisi di Bulukumba antara lain adalah Gergaji Kayu, Kapak, Cangkul Kecil, hingga Palu. Sedangkan cara mereka membengkokkan kayu untuk bagian tubuh kapal adalah dengan teknik membakar. Bukan menggunakan teknik modern pembuatan kapal seperti dengan mesin press seperti kebanyakan pengrajin kapal modern.

Pun cara pembuatan ataupun cara mendesainnya begitu sederhana, gaung Kapal Phinisi ini sudah mendunia. Kata Pak Syarifudin, Kapal Phinisi buatan pengrajin dari Tanjung Bira ini bahkan sudah dipasarkan ke berbagai mancanegara lho. Mulai dari Australia, hingga ke Amerika bahkan dari Italia juga ada. Mereka banyak memesan ke desa pengrajin Kapal Phinisi yang ada di Sulawesi Selatan ini.

Hebatnya lagi, dalam pembuatan Kapal Phinisi sepanjang kira – kira 50 meter ini, mereka tidak memerlukan gambar detail atau sketsa terlebih dahulu. Mereka hanya menggunakan imajinasi dalam pikiran selama pembuatan. Mulai dari pemilihan kayu hingga akhirnya sebuah kapal jadi, tidak menggunakan perhitungan matematis sama sekali. Sementara lama pembuatan sebuah Kapal Phinisi adalah sekitar 3 bulan – 1 Tahun, tergantung ukuran kapal yang akan dibuat.

Kapal sengaja dibuat di dekat laut, agar mudah untuk memindahkannya ketika sudah jadi.
Kapal sengaja dibuat di dekat laut, agar mudah untuk memindahkannya ketika sudah jadi.
Bagian dek Kapal Phinisi yang masih belum jadi.
Bagian dek Kapal Phinisi yang masih belum jadi.

“Lama pengerjaan biasanya tergantung dari besar kecilnya ukuran kapal yang dipesan, paling cepat 3 Bulan” Ujar Pak Syarifudin.

Kualitas Kapal Phinisi juga sudah terbukti tangguh di lautan. Dibuktikan dari banyaknya orang yang memesan kapal ini dan menggunakannya untuk tujuan pariwisata seperti Dive Trip dan LOB (Live On Board). Hingga pembuktian oleh seorang Gita Arjakusuma, seorang pelaut dari Indonesia yang sudah berhasil berlayar menempuh jarak sejauh 11.000 mil selama 67 hari dengan menggunakan kapal Phinisi.

Wow! Phinisi emang keren sih! Terus, sekarang ada yang minat ingin berlayar menggunakan Kapal Phinisi? Gampang kok! Tenang, teman – teman tinggal menyiapkan uang sebanyak minimal Rp 1,2 miliar. Makin banyak uangnya makin baik karena akan bisa mendapatkan fasilitas dan ukuran kapal yang lebih besar. Semua bisa dikustomisasi seperti permintaan ruang tidur mewah, AC, kolam renang mini atau bahkan hingga Jacuzi! Silahkan dipilih, tapi siapkan dulu uangnya ya! Hehee! XD

Seorang bapak yang sedang melakukan pembuatan Kapal Phinisi. Sepertinya sedang mengoleskan sesuatu ke bagian bawah kapal yang belum jadi.
Seorang bapak yang sedang melakukan pembuatan Kapal Phinisi. Sepertinya sedang mengoleskan sesuatu ke bagian bawah kapal yang belum jadi.
Tim terios 7 wonders bersemangat untuk mempelajari Kapal Phinisi yang ada di desa Bira.
Tim terios 7 wonders bersemangat untuk mempelajari Kapal Phinisi yang ada di desa Bira.

Ps: Tulisan ini adalah catatan perjalanan saya selama mengikuti ekspedisi terios 7 wonders, jelajah celebes heritage. Ikuti terus live tweet saya di #Terios7Wonders @catperku.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: