Jalan – Jalan Dengan Sedikit Rencana!

Jalan – Jalan dengan sedikit rencana? Tiga kali saya pernah melakukannya. Hasilnya!? banyak petualangan seru menanti di sepanjang perjalanan saya.

Jalan – Jalanlah, Meskipun Tanpa Rencana

Ketika akan traveling, atau melakukan sebuah perjalanan, merencanakan itinerary adalah suatu fase yang paling capek sebelum memulai perjalanan. Apalagi kalau akan traveling ke suatu tempat yang belum pernah didatangi sama sekali, otomatis usaha merencanakan yang namanya itinerary akan bertambah. Entah merencanakan itinerary dengan bantuan om google ataukah tanya sana – sini di forum pejalan yang sekarang makin menjamur di dunia maya.

Nah! bagaimana kalau ide traveling itu muncul secara impulsif? Biasanya ide impulsif itu muncul ketika weekend, dimana waktu libur hanya ada sekitar dua hari saja. Merencanakan itinerary dengan detail terlebih dahulu tentunya akan membuang waktu. Bisa – bisa malah weekend dihabiskan untuk merancang itinerary! doh! saya tidak mau itu terjadi.

(Baca Juga : Traveling Is Possible!)

Menurut saya, inti dari jalan – jalan itu sebenarnya adalah ACTION bukan PLANNING yang mendetail, jadi jalan – jalan dengan sedikit rencana bukanlah suatu hal yang mustahil. Karena berdasarkan pengalaman saya selama ini, yang namanya itinerary pasti selalu berubah, entah sedikit atau banyak.

Seringnya perubahan itinerary itu karena kondisi tujuan tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya. Seperti ketika saya traveling ke Makassar untuk mengunjungi Pulau Samalona, saya harus membatalkan niat untuk bermalam di tenda karena cuaca tidak bersahabat, dan hujan terus mengguyur Makassar.

Malu Bertanya Sesat Di Jalan

Mau tersesat ketika Jalan - Jalan ?
Mau tersesat ketika Jalan – Jalan ?

Karena memang perjalanan dilakukan dengan sedikit perencanaan, jadinya kita harus bisa memanfaatkan yang namanya GPS (baca : Guide Penduduk Setempat). Bertanyalah jika memang bingung atau tidak tahu, seperti ketika pertama kali solo backpacking ke Bali.

Waktu itu saya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di pulau dewata. Jadinya, saya selalu bertanya sana – sini selama diperjalanan, bahkan ketika di dalam kereta api menuju Banyuwangi, saya selalu bertanya “Pak, bu ini stasiun banyuwangi baru bukan?”. Biarlah dikira sok kenal sok deket, dari pada saya salah turun hayo!?

(Baca Juga : Kenapa Saya Lebih Suka Traveling Dengan Sepeda Motor?)

Gadget Penyelamat Perjalanan

Gadget yang selalu saya bawa ketika traveling!
Gadget yang selalu saya bawa ketika traveling!

Enaknya hidup di jaman modern, mencari informasi serba mudah, apalagi didukung dengan mesin pencari canggih semacam om Google. Nah, karena itu ketika jalan – jalan wajib hukumnya membawa yang namanya gadget. Apalagi jika jalan – jalan dengan sedikit rencana.

Gadget wajib yang selalu saya bawa selama jalan – jalan adalah netbook, modem, dan handphone dengan daya tahan baterai yang kuat (saya belom punya smartphone. Hiks,,). Setiap gadget yang dibawa mempunyai fungsi masing – masing, netbook dengan modem akan sangat berguna untuk mencari lokasi penginapan di sebuah kota atau untuk menentukan posisi kita dengan Google Maps.

(Baca Juga : 5 Perlengkapan Traveling Yang Wajib Dibawa Ala Catperku)

Seperti ketika saya melakukan perjalanan berkeliling bali dengan motor beberapa waktu lalu, saya bahkan tidak tahu penginapan ada dibagian mananya kota Singaraja, padahal waktu itu saya berencana menginap di Singaraja. Untungnya, saya selalu membawa netbook saya, jadinya tinggal mencari tempat yang nyaman, menghidupkan netbook dan mencari hotel dengan bantuan mesin pencari google dan google maps.

Untuk handphone sendiri, fungsi utamanya adalah untuk emergency call ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, atau jika sudah dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System), handphone bisa digunakan untuk menentukan posisi kita.

Berani Menghadapi Resiko

You know, shit happen sometimes, apalagi cuma nyasar! hehe!
You know, shit happen sometimes, apalagi cuma nyasar! hehe!

Tantangan terberat ketika jalan – jalan dengan sedikit rencana adalah, resiko yang bermunculan di perjalananan. Meskipun bukan berarti jalan – jalan dengan rencana yang matang itu tidak beresiko sama sekali loh. Yang dibutuhkan disini adalah, kesigapan mengatasi masalah yang terjadi di perjalanan.

Sebagai contoh, hiking pertama saya ke Gunung Batur adalah hasil dari sebuah ide impulsif. Jadinya, hiking tersebut tanpa didahului dengan rencana yang matang. Hasilnya, saya hampir tersesat karena belum tahu jalur, ditambah lagi penerangan yang dibawa ternyata kehabisan baterai, huh! Lengkap sudah!!

Kalau semisal terjadi kondisi seperti itu, jangan panik, amati kondisi sekitar berpikir dengan tenang, kemudian ambil keputusan. Waktu itu kami memutuskan untuk kembali ke start awal daripada tersesat karena melanjutkan perjalanan. Hingga kami bertemu bapak – bapak yang ternyata menjaga pos awal hiking ke Gunung Batur. Dari situ kami tahu kalau ternyata kami salah rute,, doh! Padahal sudah pake GPS, ternyata GPS pun tidak selalu bisa diandalkan.

***

Selain resiko dan kesulitannya, yang paling menyenangkan dari jalan – jalan dengan sedikit rencana adalah, petualangan yang menanti di perjalanan. Tentunya kita tidak akan tahu apa saja yang bakal terjadi di sepanjang perjalanan nanti. Terus terang saya menikmati sekali model jalan – jalan yang sperti ini. Selain itu model jalan – jalan seperti ini bisa mengasah insting survival seorang manusia. Tertarik untuk mencoba? Anyway, practice makes perfect, selamat mencoba para pejalan!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
9 Responses
  1. This is it! Kalender 2013, Plan your travel itineraries!

    […] saya, tahu formasi hari libur di kalender 2013 lebih awal itu sangat bagus untuk merencanakan traveling  dari jauh – jauh hari. Terutama persiapan buat bikin meleleh hati si bos, biar ngasih cuti […]

  2. Keraton Yogyakarta, Indonesian Living Museum!

    […] Dulu saya selalu berkunjung ke Keraton Yogyakarta dalam grup, entah grup ketika study tour waktu SMP atau ketika diajak ibuk saya sebagai wali kelas yang menemani grup study tour murid – muridnya. Sekarang, ketika saya datang berkunjung sendirian, saya jadi bingung. Karena tidak tahu dimana beli tiket masuknya, dan harganya berapa. *efek traveling tanpa rencana* […]

  3. Saya pernah jalan dengan sedikit rencana…tapi kenyataannya malah tidak sesuai dengan rencana :D
    Smartphone kecil saya sangat membantu walaupun dengan internet yang megap-megap…..

  4. Musrizal

    Aku juga sering jalan tanpa rencana gitu, buat sekedar snorkling atau manjain lidah, perut sama mata doank.Untungnya aku cuma main diseputaran sabang aja, selain dekat tempat-tempat kerennya juga banyak, ngga bakal habis didatangi meskipun jalan nonstop seminggu :D
    @Muzz_Riezall

  5. Choyrul W.W

    Dadakan itu tipe traveling yg mungkin cocok denganku, karena seringnya ngalamain udah kelamaan diplaning ninggal tunggu hari-H nya malah batal. Lebih asoy dadakan, kita bisa lebih survive.
    Pernah saya ke jogja bermodal uang 80rb, dadakn bareng temen pergi ke jogja, akhirnya kita nginep di pombensin dan itu asyik sekali, ngga cuman pombensin yg bisa kita kunjungin, diasana kita bisa mengunjungi objek objek wisata yg free alias gratis seperti alun alun kidul, malioboro, kompleks perumahan keraton, dan tugu jogja. Sampe sampe uang abis buat bensin sama makan aja. Hahaaha

    @ChoyrulWW

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: