Ketika Mimpi Itu Terwujud Dengan Garuda

Ketika Mimpi Itu Terwujud Dengan Garuda
5 (100%) 6 votes

Pada tahun 2010, disebuah kapal fery yang akan mengantarkan saya kembali ke Pulau Jawa, pikiran liar saya berangan – angan. Bagaimana jika saya nanti mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Bali untuk beberapa waktu? Memang, waktu itu saya baru saja melakukan sebuah perjalanan spontan tanpa rencana selama beberapa hari di Pulau Bali.

Bali tahun 2010, di sebuah kapal fery yang mengantarkan saya ke Pulau Jawa
Bali tahun 2010, di sebuah kapal fery yang mengantarkan saya ke Pulau Jawa

Tidak disangka semua itu bukanlah sebuah angan – angan di dalam pikiran saya saja. Setahun kemudian, ternyata saya diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang software yang berlokasi di Bali. Saya senang bukan main dong? Mimpi saya untuk menjadi seorang software engineer menjadi kenyataan. Apalagi saya berkesempatan untuk tinggal di Pulau Bali selama beberapa waktu.

Karena waktu itu saya masih tinggal di Malang, jadi saya harus terbang ke Bali untuk mulai bekerja. Disinilah awal perkenalan saya dengan yang namanya Garuda Indonesia. Pun itu bukan kali pertama saya naik pesawat terbang, tapi itu adalah pengalaman pertama saya dengan maskapai nomor satu Indonesia itu. Dan itu adalah pintu awal saya petualangan saya mewujudkan mimpi dengan Garuda Indonesia.

Bali Adalah Langkah Awal Mewujudkan Mimpi

Dari Surabaya, Bali cuma memerlukan waktu jelajah 45 menit terbang di udara. Namun saya tidak menyangka kalau 45 menit itu akan menjadi awal untuk mewujudkan banyak mimpi saya kemudian. Siapa yang tidak kenal dengan Bali? Begitu terkenalnya, sampai – sampai banyak yang mengira kalau Indonesia itu ya Bali, Bali itu Indonesia!

Oke, saya pasti akan langsung menjelaskan dengan detail, kepada siapapun yang mengatakan hal ini. Saya akan langsung menjelaskan kalau Bali adalah bagian dari Indonesia yang mempunyai banyak pantai yang indah, kuliner yang enak juga budaya yang tidak ada duanya di Indonesia.

Sebutlah pantai favorit saya yang namanya Virgin Beach. Selama tingal di Bali, saya sudah tiga kali berkunjung hanya untuk berenang saja. Padahal, kalau ke pantai yang lain seperti Pantai Suluban atau Pantai Balangan, biasanya saya hanya menghabiskan waktu untuk membaca buku atau berburu senja saja. Namun Virgin Beach yang berada di Karangasem, kurang lebih 3 jam perjalanan dari Kuta, selalu bisa membujuk saya untuk berenang.

Virgin Beach, salah satu pantai yang selalu membuat saya ingin berenang
Virgin Beach, salah satu pantai yang selalu membuat saya ingin berenang
Sementara pantai seperti Pantai Suluban selalu menjadi tempat menyenangkan untuk berburu senja
Sementara pantai seperti Pantai Suluban selalu menjadi tempat menyenangkan untuk berburu senja

Lain lagi puncaknya Bali seperti Bedugul, atau Kintamani. Memang lokasinya agak jauh berada di tengah Pulau Bali, namun saya selalu kangen dengan kedua tempat itu. Di Kintamani, saya selalu teringat dengan perjuangan nekat saya bersama teman – teman kantor untuk mendaki Gunung Batur di malam hari dan berendam di air panas Toya Bungkah setelah turun. Sementara di Bedugul yang terkenal sejuk itu saya selalu kangen dengan momen berburu foto untuk bahan buku saya.

O iya, Bali ini juga bukan cuma mewujudkan mimpi saya saja. Gara – gara sering berkeliling bali, ada seorang publisher yang mungkin “khilaf” hingga saya bisa menulisnya menjadi sebuah buku. Oke! Itu sebenarnya bukan mimpi saya, tapi mimpi Ayah saya seorang guru Bahasa Indonesia yang selalu ingin menulis sebuah buku. Nyatanya, mimpi itu diwujudkan melalui saya, seorang software engineer yang tidak pernah berangan – angan untuk menelurkan sebuah buku traveling tentang Bali.

Bali punya Gunung Batur, asik untuk berpetualang bersama teman
Bali punya Gunung Batur, asik untuk berpetualang bersama teman
Toya bungkah, untuk mereda lelah setelah hiking ke Gunung Batur
Toya bungkah, untuk mereda lelah setelah hiking ke Gunung Batur

Bali Buat Saya Adalah Batu Pijakan Untuk Lebih Mengenal Nusantara.

Enaknya tingal di Bali, ketika musim liburan harga tiket ke luar pulau pasti lebih murah. Karena itu saya sering iseng melihat harga tiket, dengan harapan ada satu destinasi di nusantara yang bisa saya kunjungi. Dan, pada suatu waktu saya sedang beruntung. Entah saya berjodoh dengan Garuda Indonesia, atau memang Celebes adalah pulau selanjutnya yang harus saya kenal.

Pagi hari Pulau Bali sebelum saya terbang ke Makassar
Pagi hari Pulau Bali sebelum saya terbang ke Makassar
Iseng foto di Pantai Losari Boleh dong?
Iseng foto di Pantai Losari Boleh dong?

Ya, saya mendapatkan tiket promo Garuda PP dengan tujuan Makassar. Saya bersemangat sekali untuk menjelajah di kota yang satu ini. Saya ingin mencoba Coto Cakassar, juga Pisang Epe yang terkenal itu. Tidak ketinggalan juga petualangan menikmati daya tarik alam Makassar seperti Pulau Samalona, dan destinasi bersejarahnya seperti Fort Rotterdam. Makassar membuat saya selangkah lebih dekat mengenal nusantara.

Tidak berhenti sampai situ, lagi – lagi Garuda Indonesia kembali mengenalkan saya lebih dekat dengan nusantara. Kali ini saya bisa terbang ke Lombok karena memenangkan sebuah lomba menulis di sebuah media di internet. Jarak Bali – Lombok bisa diibaratkan satu lemparan batu saja, namun penerbangan singkat dengan Garuda Indonesia selalu membuat saya terkesan. Karena itu juga saya bisa menikmati cantiknya lansekap Lombok dari udara. Sesuatu yang tidak bisa didapatkan jika traveling ke Lombok dengan perjalanan darat.

Lombok juga ada banyak cerita, lansekapnya pun tidak kalah cantik. Sebut saja 3 gili yang termashur, hingga banyak pantai cantik di pesisir barat, selatan hingga utara. Saya memang sudah beberapa kali mengunjungi si pulau seribu masjid, namun kunjungan saya yang terakhirlah yang menurut saya yang paling berkesan.

Penerbangan ke Lombok dari Bali yang menyenangkan, meskipun jaraknya hanya satu lemparan batu
Penerbangan ke Lombok dari Bali yang menyenangkan, meskipun jaraknya hanya satu lemparan batu
Lansekap Lombok pun tidak kalah dengan saudara sebelahnya
Lansekap Lombok pun tidak kalah dengan saudara sebelahnya
Bonus matahari terbenam sebelum meninggalkan Lombok
Bonus matahari terbenam sebelum meninggalkan Lombok
Jangan pernah tidur ketika terbang bersama Garuda Indonesia, banyak dapat bonus seperti ini
Jangan pernah tidur ketika terbang bersama Garuda Indonesia, banyak dapat bonus seperti ini

Garuda Indonesia Belum Berhenti Sampai Situ…

Sejak kecil, ada satu negara yang selalu saya impikan untuk saya kunjungi. Saya terkagum – kagum dengan kemajuan teknologinya, saya ketagihan dengan film animasinya, dan saya juga terheran – heran bagaimana kemajuan bisa berdampingan dengan alam dan kebudayaan. Terus terang, saya ingin belajar banyak dari mereka, pun negara itu pernah menjajah negeri ini selama 3,5 tahun.

 

Boarding pass ke negara impian saya, Jepang
Boarding pass ke negara impian saya, Jepang
Bisa lihat senyum saya, ini pertama kali saya menginjakkan kaki di Haneda, Jepang
Bisa lihat senyum saya, ini pertama kali saya menginjakkan kaki di Haneda, Jepang

Jepang adalah mimpi saya! Dan, sampai sekarang ini saya akan selalu berterima kasih kepada Garuda Indonesia, karena tiket promo yang bisa mebuat saya menginjakkan kaki untuk pertama kali di Negeri Sakura itu. Tiket promo Garuda Indonesia, Denpasar – Haneda waktu itu adalah tiket saya mewujudkan mimpi masa kecil.

Saya tidak akan pernah lupa bagaimana bahagianya saya merasakan udara sejuk musim semi Tokyo, pertama kalinya saya melihat ribuan Bunga Sakura bermekaran di Kitakami hingga bisa mencapai Pulau Hokkaido yang selau disombongkan oleh Suneo (red: salah satu karakter film animasi Doraemon).

Di Jepang saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah museum yang dulunya adalah sebuah rumah yang dipakai oleh komikus yang menciptakan karakter Doraemon. Museum ini dikenal dengan Fujiko F Fujio Museum, sesuai dengan nama komikusnya. Museum yang berada di Kawasaki City ini sangat berarti buat saya, untuk mengenang serpihan ingatan masa kecil yang banyak saya habiskan untuk membaca karya sang komikus.

Saya dan karakter anime favorit saya sejak masa kecil, Doraemon
Saya dan karakter anime favorit saya sejak masa kecil, Doraemon
Saya bisa melihat salju menumpuk di musim semi
Saya bisa melihat salju menumpuk di musim semi
Ngomongin musim semi, berarti harus ada Sakura dong!
Ngomongin musim semi, berarti harus ada Sakura dong!
Hokkaido Yang dingin!
Hokkaido Yang dingin!
Jepang di masa depan kah
Jepang di masa depan kah?
Pulang ke Indonesia tercinta!
Pulang ke Indonesia tercinta!
Seperti banyak yang saya bilang sebelumnya, naik Garuda Indonesia banyak bonusnya! (Kiri : Gunung Rinjani, Kanan Gunung Agung) sebelum saya mendarat dari Jepang.
Seperti banyak yang saya bilang sebelumnya, naik Garuda Indonesia banyak bonusnya! (Kiri : Gunung Rinjani, Kanan Gunung Agung) sebelum saya mendarat dari Jepang.

Tentang Panji Yang Peduli Dengan Negeri Ini

Sejujurnya saya bukan penikmat stand up komedi akut, meskipun saya juga pernah menonton Stand Up Comedy. Beberapa stand up comedy yang saya tonton pun ada bermacam – macam. Ada yang tidak lucu sama sekali, hingga ada yang lucu tapi humornya terlalu banyak menjurus ke hal yang jorok. Lucu sih, tapi tidak ada yang lain apa?

Kali pertama saya mengenal Pandji Pragiwaksono adalah ketika saya menonton Mata Najwa edisi “Rapor Wakil Rakyat” di sebuah stasiun TV. Di situ saya hanya mengenal seorang Pandji sebagai seorang “Penulis/comic” seperti tertulis di layar tv saya.  Hingga, ketika saya memperhatikan guyonan – guyonannya di acara itu yang selain lucu ternyata hal itu agak nyentil wakil rakyat yang kebetulan diundang di acara itu.

Pandji di Mata Najwa (sumber : Embedded from youtube)

Gara – gara ini saya jadi penasaran dengan seorang Pandji, siapakah dia sebenarnya? Setelah itu saya baru tahu kalau Pandji juga seorang komedian yang sering melakukan Stand Up Comedy. Gara – gara itu juga saya jadi tahu kalau yang namanya Stand Up Comedy tidak melulu garing, atau terlalu banyak guyonan joroknya.

Seorang Pandji bisa membuat sebuah guyonan menjadi sentilan – sentilan kritis untuk mengingatkan banyak hal tentang kekurangan negeri ini yang perlu diperbaiki. Tidak berhenti di Stand Up Comedy saja, saya juga sering membaca tulisan di websitenya. Seperti tulisan yang saya suka baru – baru ini “Siapa yang bodoh sekarang?“. Tulisan yang sederhana, menarik, mudah dimengerti dan mengandung makna penting. Di tulisan itu Panji memaparkan dalam sebuah analogi cerita bahwa kita harus ikut turun tangan, untuk ikut merubah negara ini. Berdiam diri saja tentu tidak akan berguna.

Dari seorang pandji, saya mendapatkan inspirasi bahwa siapa saja berhak untuk ikut andil dalam memperbaiki kondisi negeri ini. Bahkan untuk saya seorang software engineer yang kebetulan suka jalan – jalan. Sebenarnya travel blog catperku ini saya buat sekaligus sebagai dedikasi saya untuk kemajuan turisme indonesia.

Nah, setelah uraian singkat tentang Pandji., Bali, Celebes, Lombok, hingga Jepang yang sebelumnya hanya berada diangan – angan. Kini semuanya sudah menjadi kenyataan. Sekali lagi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Garuda Indonesia. Sekarang saya bisa bermimpi lebih banyak lagi, untuk saya coba wujudkan menjadi sebuah kenyataan.

PS : Tulisan ini diikutkan alam kompetisi : Mesakke Bangsaku World Tour Bersama Garuda oleh Pandji.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: