5 Alasan Kenapa Harus Traveling Ke Luar Negeri Versi Catperku

Di dunia agar menjadi stabil pasti akan ada yang namanya plus dan minus, pro dan kontra. *cie, ngomong apa sih ini*. Tidak ketinggalan pula di dunia traveling loh! Bahkan yang namanya traveling itu harus di dalam negeri saja atau bisa ke luar negeri pun kadang dipermasalahkan.*tapi tulisan saya ini bukan mempermasalahkan hal itu ya?*

Saya cuma berbagi opini tentang salah satu topik traveling yang kadang masih diperdebatkan ini. Lagi pula, setiap orang memang bebas berpendapat di negara demokrasi semacam Indonesia ini kan? Nah! Inilah alasan saya kenapa, setiap orang Indonesia yang bisa dan mampu harus ke luar negeri, meskipun cuma sekali saja :D

1. Menjadi Seorang “Nasionalis” Berarti Bukan Harus Menjadi Seekor Katak Dalam Tempurung Kan?

Nasionalis, tidak harus terkungkung seperti katak didalam tempurung :)

Nasionalis, tidak harus terkungkung seperti katak didalam tempurung :)

Banyak traveler yang bilang, jalan – jalan atau traveling di dalam negeri saja biar nasionalis! Kalau kamu traveling ke luar negeri seperti ke Belanda atau Jepang berarti kamu pengkhianat! Mereka kan dulu menjajah kita! *Eh, loh! Lebay dikit sih kalau ini* Oke, menurut saya permasalahan traveling ke luar negeri tidak ada hubungannya sama sekali dengan Nasionalisme. Kecuali emang saya mau ganti pasport dan pindah kewarganegaraan. Kalau itu beda lagi ceritanya.

Sesekali atau berkali – kali traveling ke luar negeri boleh juga kan? Menjadi seorang yang nasionalis bukan berarti harus idealis enggak mau traveling ke luar negeri? Malah seharusnya orang yang nasionalis itu traveling ke luar negeri juga. Biar banyak tahu, apa saja yang sebenarnya perlu di perbaiki dan dibuat menjadi lebih baik di Indonesia.

Atau paling tidak, saya bisa melihat “dunia luar” sekaligus dengan bangga bilang “Heh! Bro bule, pak le dan teman – teman sekalian, diujung asia tenggara ada negara besar yang kece loh! Namanya Indonesia. Negara yang paling saya banggain! Coba datang ke Indonesia deh. Tapi ketagihan enggak tanggung ya?”. Kira – kira begitu, bisa ditambahin atau di improvisasi sesuai kebutuhan :D

2. Jalan – Jalan Sekaligus Promosi Kalau Indonesia Itu Bukan Hanya Bali

Ada berapa banyak yang tahu kalau yang cakep dari Indonesia itu hanya Bali? Coba ini dimana?

Ada berapa banyak yang tahu kalau yang cakep dari Indonesia itu hanya Bali? Coba ini dimana?

Traveling ke luar negeri itu harus! Asal jangan cuma belanja saja kalau lagi traveling ke luar negeri. Kalau bisa sekalian cari kenalan, ceritakan dengan bangga bagaimana Indonesia. Ceritakan kalau Indonesia enggak cuma Jakarta yang terkenal gara – gara macetnya, atau Indonesia itu ya Bali karena memang sudah lebih terkenal dari Indonesia!

Kalaupun belum pernah traveling jauh di indonesia, ceritakan saja bagaimana uniknya tempat kamu tinggal. Jadi alasan harus keliling Indonesia dulu baru traveling ke luar negeri itu enggak masuk akal. Lihat saja, ada lebih dari 17.000 pulau di indonesia! Umur kamu pasti abis duluan sebelum mengelilingi semuanya :p

Pariwisata Indonesia perlu promosi men! Percaya atau enggak kalau kemenparekraf kita agak sucks dalam hal promosi pariwisata. Buktinya, tourism kita masih sedikit kalah sama negara yang luasnya seuprit macam Singapore atau negara rival Malaysia. Nggak percaya kalau Indonesia itu belum begitu terkenal?

Saya kasih contoh dah! Tahu negara Jepang kan? Negara yang pernah menjajah kita 3.5 Tahun! Masak ada seorang kakek yang membantu saya mencari arah ketika nyasar disana, tahunya kalau Indonesia itu cuma Bali? Sedih enggak? *hiks* Padahal dia umurnya kan udah tua, harusnya tau lah kalau negaranya pernah “minta” SDA negara kita beberapa tahun.

Karena itu para traveler indonesia sebenarnya bukan sekedar pelancong yang menghambur – hamburkan rupiah. Kita lebih dari itu! Traveler Indonesia itu secara tidak langsung adalah Duta Pariwisata Independent Indonesia! Tapi, jangan terus minta bayaran sama Kemenparekraf ya! Lagian, belum tentu dikasih juga kok :P. Travel blog kece macem catperku.com ini aja enggak dikasih sponsor :D

3. Bisa Belajar Banyak Hal, Yang Mungkin Negara Kita Belum Punya

Kadang kita harus belajar sesuatu yang sederhana itu dari orang lain kok, contohnya sesederhana "Disiplin" yang sangat kurang di Indonesia.

Kadang kita harus belajar sesuatu yang sederhana itu dari orang lain kok, contohnya sesederhana “Disiplin” yang sangat kurang di Indonesia.

Kalau saya tidak traveling ke luar negeri, saya tidak akan pernah tahu kalau orang Indonesia ini sangat tidak disiplin. *Saya kadang termasuk salah satunya. Errr, kadang lho ya :p*. Dengan traveling ke luar negeri, saya jadi bisa tahu apa kelebihan dari negara saya tercinta Indonesia, dan apa kekurangannya yang bisa diperbaiki. Bahkan kadang saya merasa malu sendiri, kenapa negara belum bisa menerapkan hal sederhana semacam “disiplin”

Contohnya saja, ketika saya backpacking ke Jepang selama 13 hari, saya banyak melihat bagaimana tertib dan disiplin itu menyenangkan. Meskipun banyak orang tergesa – gesa, banyak yang tetap mau antri dengan tertib masuk ke dalam kereta. Antri, teratur dan tertib adalah sesuatu yang sangat saya impikan bisa terjadi di Indonesia. Mungkin saja, setelah traveling ke luar negeri, kita bisa malu kalau negara lain bisa tertib. Kalau mereka saja bisa kenapa kita tidak? Kan sama – sama manusia toh?

4. Mendapatkan Banyak Inspirasi

Traveling memberi banyak saya ide baru, traveling ke luar negeri memperkaya bumbu untuk resep Ide - ide segar saya :)

Traveling memberi banyak saya ide baru, traveling ke luar negeri memperkaya bumbu untuk resep Ide – ide segar saya :)

Traveling itu adalah investasi Inspirasi. Dengan traveling saya sering mendapat ide segar yang kemudian menjadi nilai tambah dalam kehidupan sehari – hari saya. Contoh nyatanya adalah travel blog catperku ini. Biasanya sih makin banyak ide segar bermunculan, yang bisa saya kombinasikan dengan ketika traveling di dalam negeri.

Sukur – sukur saya bisa menjadi manusia yang independent gara – gara traveling. itu loh, saya bisa terbebas dari seorang #corporateslave yang berjuang dari jam 9 – 6 sore untuk memperjuangkan yang namanya gaji. Semoga sih bisa menjadi seorang yang bebas lagi *Freelancer* seperti yang pernah saya lakukan beberapa tahun lalu :)

5. Bersyukur Kita Terlahir Di Indonesia!

Sepertinya, cuma Indonesia yang punya kayak gini? Coba negara lain mana punya?

Sepertinya, cuma Indonesia yang punya kayak gini? Coba negara lain mana punya?

Terakhir, dengan makin sering traveling di luar negeri, saya makin bersyukur telah dilahirkan di Indonesia. Dimana lagi coba saya bisa makan “Es dawet” di pinggir jalan? Atau makan soto ceker favorit saya tiap pulang kerja? Mengunjungi destinasi yang amazing semacam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru? Di luar negeri, paling tidak di beberapa negara maju tidak akan ada yang semacam itu :D

Rumput di halaman tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, namun kalau kita menjaga dengan baik halaman kita, kita akan lebih bisa bersyukur. Yah, meskipun saya ingin merasakan tinggal di luar negeri beberapa lama sih. Saya ingin merasakan bagaimana merantau, jauh dari negara sendiri. Pun begitu, saya lebih memilih menghabiskan masa pensiun saya di Indonesia, tinggal di kampung halaman dengan sederhana. Dimana saya bisa membeli es dawet sambil ngobrol dengan penjualnya :)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

22 Responses

  1. Badai says:

    Sepakat!

    Waktu ke Bangkok, saya pake kaos tulisannya I Heart Indonesia, dan beberapa kali turis yang ketemu malah kasih jempol. Malah ada seorang turis Afro-American menyetop langkah saya, cuma mau bilang: “Indonesia? I LOVE INDONESIA!” DIucapkan keras-keras di tengah hingar bingar Khao San road.

    COba gimana gak bangga jadi duta bangsa? :)

  2. kalo cewe sih kurang 1 alesan, cuci mata kalo ketemu bule ganteng terus di gombalin. Tetep nasionalis dong?? ahahay

  3. Dede Ruslan says:

    Pernah dipetaling street kl ada bule ngamen pake seruling hanya untuk travelling ke indonesia, jadi terharu :(

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      aaah, kenapa kebanyakan yang peduli sama Indonesia itu malah orang asing, bukan kita sendiri :( *semoga bisa menyumbang sesuatu untuk negri ini*

  4. Medina says:

    iya gue setuju kok..
    anggep aja keluar negeri tuh supaya ada semangat move on untuk lebih maju,, seminimalnya buat koreksi dan perubahan diri..

    pas ke Hong Kong kemaren gw ktmu turis filipina yg awalnya ngira gw dari malaysia,, awalnya mereka engga tau Indonesia tapi taunya bali -____- dan selanjutnya mereka bilang “kamu engga perlu ke filipina,, bali aja udah jauh lebih indah dari filipina”

    proud to be Indonesian :)

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      iyaa, sesekali harus membandingkan dengan tetangga ya :D biar tahu apa yang kurang dan apa kelebihan kita yang bisa dimanfaatkan dengan positif :D

  5. DEFINITELY AGREED!

    Gue paling nggak suka, lagi ngobrolin traveling luar negeri, terus ada yang nyeletuk, “Aku masih cinta Indonesia,” atau, “Aku mau Indonesia dulu deh,” atau, “Indonesia terlalu indah buat dlewatkan,” dsb.

    So do you think we don’t love Indonesia? Yes, we do, mor*n!

    Traveling is not a matter of nationalism, it’s a matter of interest. Buat gue yg suka dengan tata kota dan arsitektur, ya kota-kota di negara tetangga memiliki penawaran yang lebih baik. Toh gue juga tetep berusaha menyeimbangkan dengan traveling di negeri sendiri kok.

    Dan bener banget, dengan traveling ke luar negeri, kita jadi tahu kelebihan dan kekurangan negara kita. Misalnya saat ke Singapura atau Malaysia, “Yah, di Indonesia mah pantainya jauh lebih bagus dari ini.” Atau kebalikannya, “Nih lihat, Indonesia. Negara maju yg biasanya kalian hujat karena ketidakmoralannya, nyatanya masih lebih bisa menghargai orang lain dengan mau tertib dan menjaga kebersihan.”

    Sori panjang, mas. Campur curhat soalnya. Ayo melihat dunia :D

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      Traveling and nasionalism seharusnya memang berbeda :D kadang dengan traveling ke negara lain malah memperkuat rasa cinta dan nasionalisme kita. tapi seringnya miris ngelihat kenapa negara yang sudah puluhan tahun merdeka ini gak bisa cepet dewasa :D

  6. Shabrina says:

    @shabrinaaymr
    Nah ini salah satu tulisan yang saya paling suka. Gara-gara baca tulisan ini saya ngebatin “ini negara sebelah kok gak ada apa-apanya ya?” poin terakhir yang kerasssa banget kalo lagi bepergian. Bahwa bener, gak ada tempat seindah “rumah sendiri”.

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      Meski kadang rumput tetangga sering terlihat lebih hijau, rumah sendiri tetap yang terbaik yah ^^

  7. Swastika Nohara says:

    Pergilah ke Budapest, atau ke kota-kota besar di Eropa Timur. Di sana ada orang-orang tua yang sumpah kangen banget pengin pulang ke Indonesia tapi status politik mempersulit mereka. Gara-gara ketemu dengan salah satu kaum Kelayapan ini, saya main ke flat-nya di Budapest, diceritain banyaaaak banget tentang kayak apa Indonesia…..di tahun 60an, langsung dr pelakunya, dari sudut pandang yang beda dengan yang selama ini saya dengar. Ini precious. Dan banyak hal lain ttg Indonesia yang hanya bisa kita dapatkan dengan traveling ke luar negeri.

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      Huooo, setujuuu :D traveling ke luar negeri kadang bisa mengenal negara sendiri lebih dekat, dari sudut pandang yang mungkin selama ini kita tidak pernah tahu :))

  8. Yos Sihombing says:

    Sewaktu travelling ke beberapa negara Asean bulan Februari lalu.. saya cukup sedih, banyak dri mereka yang belum tau Indonesia, seprti di Kamboja. Saya bilang ” I come from Indonesia” and then he said “Malesia?” Shit men! Kita beda!! Ada lg “are u from pilipin?” No, i come from Indonesia. Do you know Indonesia?” Lagi lagi dia bilang “Malaysia?” Huftt.. point yg saya ambil, trnyata masih banyak yg belum tau negara kita yang Indah ini, dan kita sebagai warga negara harus promosiin negara ini kemanapun kita pergi!!

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      Heheee, faktanya memang begitu, orang luar negeri lebih tahu bali dari pada indonesia. Dan orang indonesia lebih sering dikira pinoy atau malaysian :D

  9. iis istichomah says:

    setuju banget sm tulisan ini meski belom pernah ke luar negeri jg sih T_T *sambil ngintip isi celengan*

  10. nyong says:

    setuju banget sm tulisan ini kalau Indonesia itu bukan hnya bali saja

  11. Kamulah inspirasiku hahahhaha

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: