Kota Tua Jakarta, Saksi Sejarah Ibu Kota Yang Macet!

Jakarta, kota yang penuh dengan kesibukan, pusat pemerintahan dan tempat dimana perekonomian negara ini berputar, Otomatis menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota tersibuk di Indonesia. Namun ditengah kesibukannya ada suatu sudut kota ini yang menjadi saksi sejarah bagaimana perubahan sebuah kota kecil bernama Sunda Kelapa bertransformasi menjadi sebuah kota metropolitan.

Kota tua Jakarta, adalah sebuah sudut ibu kota dengan luas sekitar 1,3 km persegi, percaya atau tidak diawali dari sinilah Kota Jakarta  berkembang menjadi sebuah kota metropolitan. Ditengah hiruk pikuk perkembangan kota Jakarta jejak – jejak sejarah perkembangan kota jakarta bisa ditemukan dengan menyusuri Kota Tua Jakarta ini.

Kota Tua Jakarta, Kota Dimana Sebuah Peradaban Dari Kota Metropolitan Dimulai.

Deretan sepeda onthel yang ada di Kota Tua Jakarta

Deretan sepeda onthel yang ada di Kota Tua Jakarta

Beberapa waktu lalu ketika saya melakukan perjalanan overland trip dari Bali dengan tujuan akhir Jakarta, Saya berkesempatan untuk menyusuri sudut – sudut kota tua jakarta. Saya ingin mencoba merasakan suasana historik yang hanya dapat ditemui di kota tua. Dengan menyusuri kota tua ini anda akan merasa seakan – akan kembali kemasa lalu, masa kejayaan kota pelabuhan yang bernama Batavia.

Akses menuju kota tua cukup mudah, bisa menggunakan transjakarta dan turun di halte stasiun kota, atau naik kereta dengan tujuan stasiun kota. Turun dari starting point tadi, entah dari halte transjakarta ataupun stasiun kota, tetap akan melewati sebuah lorong bawah tanah dengan pintu keluar persis didekat Museum Bank Mandiri.

Museum Bank Mandiri bisa menjadi pilihan pertama untuk menikmati wisata historik Kota Tua Jakarta. Letaknya paling dekat dengan akses masuk menuju kawasan kota tua. Didalam Museum Bank Mandiri bisa ditemukan berbagai macam benda yang berhubungan perbankan.

(Baca Juga : Wara Wiri Di Akhir Minggunya Jakarta)

Benda – benda tersebut adalah asset lama Bank Mandiri yang mempunyai nilai sejarah, mulai dari buku besar hingga ATM dengan model jadul. Seumur – umur baru petama kali saya melihat buku besar dengan yang benar – benar besar ukurannya, padahal sudah jaman komputerisasi loh sekarang.

Beranjak dari Museum Bank Mandiri, disebelahnya ada Museum Bank Indonesia. Sayangnya saya datang terlalu sore, jadi belum menyempatkan diri untuk melihat isi dari museum itu. Rencana saya terpaksa berubah karena banyak museum di area Kota Tua Jakarta yang sudah tutup waktu itu. Rencana pun berubah, dari wisata museum menjadi wisata jalan – jalan sore hari. heheee…

Ramainya Kota Tua Jakarta, menjadi daya tarik tersendiri untuk warga Jakarta

Ramainya Kota Tua Jakarta, menjadi daya tarik tersendiri untuk warga Jakarta

Sore di kota tua yang cukup panas, tidak menyurutkan masyarakat untuk memenuhi area Kota Tua Jakarta. Terbukti semakin sore malah semakin banyak yang berdatangan, entah hanya jalan – jalan sore, hunting foto atau sekedar menghabiskan waktu. Bahkan terlihat beberapa bule yang datang untuk menikmati eksotisme Kota Tua Jakarta ini.

Kuliner juga bisa menjadi alternatif untuk menikmati kota tua, karena banyak makanan unik yang bisa ditemui di area ini. Mulai dari Kerak Telor, makanan khas Betawi sampai Es Lilin Potong (es kacang hijau yang dipotong) yang sudah lama sekali tidak saya temui . Yah, berjalan – jalan di Kota Tua Jakarta ternyata bisa membawa saya menikmati romantisme masa kecil, dengan menemukan makanan yang menjadi favorit saya di waktu dulu.

Pusat keramaian kota tua berada di depan balai kota atau di depan Museum Fatahillah. Disini mulai dari anak – anak hingga orang tua semuanya berkumpul. Dari sekedar pedagang kaki lima yang menjajakan jualannya, hingga yang menyewakan sepeda “onthel“. O iya, jangan lupa menyempatkan diri untuk mencoba sepeda “onthel” disini, sebelum sepeda “onthel” benar – benar menghilang dari muka bumi tergantikan dengan mesin.

Pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia

Pelabuhan Sunda Kelapa, berada di dekat Kota Tua Jakarta

Pelabuhan Sunda Kelapa, berada di dekat Kota Tua Jakarta

(Baca Juga : Photo Story : Suatu Ketika Di Pelabuhan Sunda Kelapa Yang Fotogenik!)

Beranjak dari kawasan balai kota, kita dapat menemukan sebuah pelabuhan yang berisi puluhan kapal Pinisi. Pelabuhan itu adalah pelabuhan sunda kelapa didalamnya berjajar rapi puluhan kapal pinisi yang digunakan untuk mengangkut barang antar pulau.

Kawasan Kota Tua Jakarta sebenarnya berpotensi untuk menjadi kawasan yang bisa digunakan untuk bersantai dikala liburan, wisata bersejarah untuk edukasi, atau sekedar untuk hunting foto. Namun pada beberapa tempat di kota tua terlihat sangat tidak terawat, sampah bertebaran dimana – mana.

Mungkin memang masalah klasik, pemerintah yang kurang bisa merawat, tapi paling tidak sebagai pengunjung hendaknya juga ikut menjaganya. Jika tidak ingin kota tua Jakarta hancur. Sayang sekali lah kalau sampai rusak, karena kota tua adalah saksi satu satunya perkembangan Ibu Kota Jakarta.

Note : Photolog dari kota tua jakarta (klik disini)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

7 Responses

  1. yayats38 says:

    Desember kemarin saya menyambangi kota tua ini .. bener2 meriah dan banyak pelajaran sejarah yang bisa kita peroleh. :)
    Kota tua yang luar biasa :)

    • byteeater says:

      saya suka keramaiannya, banyak makanan aneh juga disini, trus uniknya museum. moga pemda DKI ngejadiin area ini kawasan nasional heritage gitu. biar tetep awet kedepannya, bisa dinikmati anak cucu :D

  1. March 4, 2013

    […] saya dengan Super Steak Holycow pertama kali adalah ketika saya datang secara random ke Jakarta untuk mengunjungi adik saya. Waktu itu kebetulan saya sedang ingin sekali kuliner, terutama makan […]

  2. October 11, 2013

    […] waktu itu saya sedang bersama adik saya yang datang jauh – jauh dari Batavia, yang juga merupakan ibu kota negara ini. Mengingat kondisi arus japanese shipwreck point yang […]

  3. October 20, 2013

    […] lalu, saya iseng – iseng lagi ke kota tua Jakarta untuk menengok beberapa musim, sekaligus bernostal gia dengan jajanan Es Potong. Memang, kalau di […]

  4. October 20, 2013

    […] pelosok Indonesia. Kebetulan terakhir kali saya memakan yang namanya Ketoprak ketika saya main ke Kota Tua Jakarta. Yah, niatnya memang sekalian kuliner, hingga saya punya ide untuk menuliskan setiap kuliner […]

  5. March 3, 2014

    […] Kalau bisa sekalian cari kenalan, ceritakan dengan bangga bagaimana Indonesia. Ceritakan kalau Indonesia enggak cuma Jakarta yang terkenal gara – gara macetnya, atau Indonesia itu ya Bali karena memang sudah lebih […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: