Tips Traveling Ke Luar Negeri Untuk Pemula

Meski alam Indonesia itu aduhai cantiknya, namun dalam diri saya tetap menginginkan untuk mencoba pergi melihat dunia luar. Pastinya ada banyak hal baru yang bisa saya pelajari di luar Indonesia. Selain itu memang ada beberapa alasan khusus yang membuat saya harus mencoba traveling ke luar negeri. Paling tidak saya harus berani mencobanya meski cuma sekali. Saya tidak ingin menjadi seperti seekor katak dalam tempurung.

HIngga akhirnya dulu memutuskan untuk memilih Singapura sebagai tujuan luar negeri pertama. Setelah memutuskan untuk pergi traveling ke luar negeri pertama kali sih sangat campur aduk! Antara takut, bersemangat, bingung, dan senang karena akhirnya bisa melihat dunia luar selain Indonesia. Namanya juga pertama kali, pasti ada lah namanya grogi karena ada banyak hal baru dan tantangan!

Waktu itu, tantangan pertama yang saya temui adalah, informasi yang akurat dan bisa diandalkan berdasarkan pengalaman pribadi. Sekedar informasi, ketika saya memutuskan untuk pergi ke Singapura di tahun 2011 sebagai tujuan luar negeri pertama. Yang namanya travel blog itu belum banyak bertebaran seperti sekarang ini.

Blog saya juga masih belum banyak yang baca. Inilah yang membuat saya menulis tentang tips backpacking ke Singapura sepulang dari perjalanan. Alasan saya menuliskannya adalah karena tidak banyak informasi yang bisa saya dapatkan mengenai tips traveling ke luar negeri untuk pertama kali. Biar makin banyak informasi yang bisa di gali untuk yang ingin traveling ke luar negeri pertama kali.

Tantangan pertama yang saya temui ketika akan pergi ke luar negeri pertama kali waktu itu adalah sedikitnya informasi akurat dan bisa diandalkan berdasarkan pengalaman pribadi.

Tantangan pertama yang saya temui ketika akan pergi ke luar negeri pertama kali waktu itu adalah sedikitnya informasi akurat dan bisa diandalkan berdasarkan pengalaman pribadi.

Karena memang tidak banyak informasi, jadinya waktu itu saya hanya mengandalkan yang namanya brosur begitu tiba di Bandara Internasional Changi. Itupun tidak banyak membantu. Karena kurang informasi, akhirnya ada banyak tempat yang terlewatkan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali berkunjung ke Singapura pada tahun berikutnya.

Nah, dari pengalaman saya ke luar negeri pertama kali itu, sekarang saya ingin berbagi tipsnya. Bagaimana menghadapi perjalanan ke luar negeri untuk pemula atau yang baru pergi ke luar negeri pertama kali.

1. Buat Passport Terlebih Dahulu

Passport ini ibaratnya kartu identitas untuk lintas batas

Passport ini ibaratnya kartu identitas untuk lintas batas

Dulu saya kira passport itu hanya diperlukan ketika mau pergi naik haji saja. Namun setelah mengenal dunia traveling, baru saya tahu kalau passport ini adalah dokumen perjalanan yang harus dimiliki untuk seseorang yang ingin pergi ke luar negeri.

Akhirnya saya pun membuat passport pertama saya di Bali. Waktu itu saya membuat passport sendiri tanpa bantuan calo. Karena setelah bertanya kepada seorang calo passport, harganya jadi sangat mahal, hampir 3 kali lipat dari biaya resmi pembuatan passport.

Makanya, lebih baik membuat passport pertama kali sendiri. Anggap saja untuk latihan mental melewati bagian immigrasi di luar negeri nanti. Bukan menakut-nakuti, tapi melewati perbatasan itu apa saja bisa terjadi. Kalau beruntung akan ketemu petugas baik hati, kalau sedang sial yah, paling kena random cek!

2. Cari Tahu Apakah Negara Yang Dituju Perlu Apply Visa

Ada negara yang memerlukan visa jika ingin mengunjunginya

Ada negara yang memerlukan visa jika ingin mengunjunginya

Visa adalah dokumen perjalanan selain passport yang kadang diperlukan untuk masuk ke suatu negara. Terakhir saya apply visa sendiri adalah ketika akan pergi ke Australia selama setahun dengan visa WHV untuk bekerja sambil berlibur. Namun, tidak semua negara memerlukan visa lho ya.

Misalnya traveling ke Singapura, hanya perlu sebuah passport saja. Namun setiap negara memang punya peraturan berbeda mengenai kebijakan visa. Jika ingin traveling ke luar negeri tanpa memikirkan visa, lebih baik mulai melihat 56 negara yang bisa dikunjungi orang Indonesia tanpa apply visa terlebih dahulu disini.

Karena itu penting sekali mencari informasi mengenai negara yang akan dituju. Jangan sampai terjadi masalah kena deportasi karena tidak mengetahui mengenai kebijakan visa suatu negara. Terus, perlu dicatat, jangan pernah apply visa terlalu dekat dengan hari keberangkatan. Bisa bisa visa disetujui setelah hari keberangkatan. Kalau begitu repot sendiri kan?

3. Cari Informasi Yang Detail Mengenai Destinasi Di Negara Tujuan

Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai destinasi tujuan

Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai destinasi tujuan

Waktu saya pergi dulu, ini adalah tantangan berat! Karena belum banyak blog personal berbahasa Indonesia yang membagikan pengalaman traveling ke luar negeri. Mungkin karena sebalum waktu itu traveling belum ngehits seperti sekarang, dan belum terlalu banyak seperti sekarang.

Nah, kalau sekarang mau cari informasi apapun tinggal pakai mesin pencari Google. Mau cross cek data juga sudah gampang banget, karena sudah banyak yang menulis mengenai sebuah destinasi dengan sudut pandang masing-masing. Sekarang sepertinya brosur perjalanan sudah tidak terlalu laku, karena semuanya bisa dicari dengan smartphone yang ada di genggaman.

Untuk jenis informasi yang perlu dicari sendiri bisa berupa informasi dan denah bandara tujuan biar gak banyak nyasar, alamat lengkap hotel untuk dijadikan panduan di Google Maps, tempat menarik apa saja yang bisa dikunjungi di negara tujuan, hingga informasi adat dan budaya setempat yang mungkin berbeda dengan Indonesia. Berimprovisasi saja, cari apa saja yang akan memudahkan perjalanan ke luar negeri pertamamu!

4. Usahakan Tetap Online Selama Di Luar Negeri Untuk Pertama Kali

Tetap online agar bisa terhubung dengan keluarga, juga bisa mendapatkan informasi secara real time

Tetap online agar bisa terhubung dengan keluarga, juga bisa mendapatkan informasi secara real time

Kegusaran saya ketika traveling ke luar negeri adalah tidak bisa terhubung dengan Indonesia ketika diperlukan atau dalam keadaan darurat. Waktu itu saya hanya bisa mengandalkan free wifi dengan aplikasi email saja. Karena memang sim card yang saya pakai tidak mendukung roaming. Padahal idealnya begitu landing langsung bisa online buat cari informasi.

Sekarang sih enak, sudah ada sim card yang sudah support roaming di luar negeri yang bisa diaktivasi tanpa ribet. Salah satunya adalah XL Easy Roaming dengan pilihan XL Pass, Combo Roaming dan XL Umroh. Untuk traveling ke luar negeri pertama kali, bisa dipilih XL Pass Prabayar dengan tarif mulai dari IDR 150.000 dengan masa aktif 3 hari.

Kelebihan XL Pass Prabayar ini jangkauannya luas. XL Pass ini bisa digunakan di 39 negara, dengan sekali aktivasi yang bisa dilakukan ketika masih di Indonesia atau sudah berada di luar negeri. Gak perlu lagi repot ganti kartu lokal deh kalau pakai ini. Selain itu kelebihan XL Pass yang lain adalah:

  • Kuota internet dalam negeri bisa digunakan di luar negeri.
  • Bisa akses Youtube tanpa kuota
  • Sinyal stabil dan reliable karena menggunakan network operator lokal selama di luar negeri
  • Bisa digunakan lintas benua, di 39 negara selama masa aktif masih ada.
  • Jika kuota masih ada, masih bisa dipakai sepulang di Indonesia
  • Aktivasi bisa dilakukan di *123*747#, bisa juga dengan myXL apps sebelum berangkat atau
    ketika sudah berada di luar negeri.

5. Perlu Bantuan? Pusat Informasi Adalah Yang Pertama Darus Dicari

Kalau perlu informasi, langsung cari tourism center atau pusat infomasi saja

Kalau perlu informasi, langsung cari tourism center atau pusat infomasi saja

Satu kejadian yang mengesalkan ketika saya menjelajah Singapura pertama kali! Saya tidak tahu kalau ada banyak free wifi ([email protected]) di Singapura. Waktu itu password untuk login free wifi bisa didapatkan dengan bertanya ke pusat informasi di Bandara Changi. Itupun saya tahu setelah perjalanan pulang, melihat informasinya di dalam bandara.

Karena kurang informasi, saya tidak tahu hal itu. Jadinya selama di Singapura, saya hanya bisa memanfaatkan wifi hostel di Singapura atau di kafe saja. Untungnya, traveling jaman dulu social media belum semasif sekarang ini. Jadi urgensi untuk selalu online bukan hal utama. Yang penting bisa memberi kabar keluarga di rumah saja sudah cukup.

Terus, satu lagi. Kalau memang bingung, sebaiknya bertanya kepada orang lokal atau petugas yang ada. Bukan karena apa, tetapi menghindari nyasar atau munculnya masalah karena terlalu sotoy. Saya sempat kok mengalami masalah dan nyasar beberapa kali akibat terlalu sotoy. Lebih baik bertanya daripada sesat dijalan gitu!

6. Pergi Sendiri, Atau Bersama Teman?

Untuk pertama kali akan lebih asik kalau bersama teman, meski sendiri juga menyenangkan

Untuk pertama kali akan lebih asik kalau bersama teman, meski sendiri juga menyenangkan

Traveling ke luar negeri pertama kali, sendiri atau rame-rame? Meski dulu saya suka traveling sendiri, tetapi tidak untuk pergi ke luar negeri pertama kali. Lebih baik pergi dengan satu atau dua orang teman. Selain nanti bisa berbagi tugas untuk mencari informasi, biaya pun juga bisa dibagi agar lebih hemat.

Nanti deh, setelah pergi beberapa kali traveling ke luar negeri, baru cobain rasanya traveling sendiri ke luar negeri! Seru kok, tapi kadang ya ngerasa sepi aja. Terus kalau mau foto cuma bisa selfie karena kadang gak ada yang bisa bantu befoto.

7. Download Aplikasi Penting Untuk Traveling

Sekarang ini ada banyak aplikasi pendukung selama traveling yang bisa dimanfaatkan

Sekarang ini ada banyak aplikasi pendukung selama traveling yang bisa dimanfaatkan

Paling enak itu memang traveling di era smartphone seperti sekarang ini. Karena ada banyak aplikasi yang bisa dipakai untuk mendukung selama perjalanan. Misalnya, satu yang paling penting dari pertama ada adalah aplikasi Google Maps! Itu adalah salah satu aplikasi yang wajib terinstall di smartphone para traveler.

Bisa dibilang, Google Maps ini adalah aplikasi anti nyasar kalau tahu cara menggunakannya dengan benar. Selain itu, mungkin aplikasi pendukung komunikasi seperti Whatsapp, Line juga diperlukan agar tetap terhubung dengan keluarga. Terus aplikasi pencatat informasi seperti google keep juga penting sekali.

Google Drive untuk menyimpan dokumen perjalan juga saya rekomendasikan jika ingin benar-benar go paperless. Lagian sekarang sudah mulai banyak yang menerima dokumen pemesanan hotel dan pesawat hanya dengan menunjukkannya di smartphoone. Untuk yang mau eksis, jangan lupa install aplikasi social media seperti Twitter, Instagram dan Facebook ya!

8. Pastikan Punya Cadangan Untuk Dokumen Yang Berhubungan Dengan Traveling

Punya cadangan travel dokumen akan menyelamatkamu ketika dalam keadaan darurat

Punya cadangan travel dokumen akan menyelamatkamu ketika dalam keadaan darurat

Pasti pada tahu kan yang namanya kehilangan itu sakit? Apalagi kehilangan dokumen perjalanan, entah passport, tiket atau yang lainnya. Namun lebih sakit lagi kalau hilang, dan tidak punya cadangan sama sekali! Entah itu fotokopi atau cadangan digital yang sudah diunggah ke aplikasi cloud.

Dokumen penting seperti passport perlu dibuat copy digitalnya untuk disimpan di smartphone atau aplikasi cloud seperti Google Drive. Pastikan scan semua halaman yang ada data dan cap visanya untuk memudahkan ketika terjadi kehilangan. Sementara itu untuk dokumen seperti tiket dan dokumen pendukung perjalanan lain sebaiknya juga punya cadangan di aplikasi cloud.

9. Selalu Tepat Waktu, Dan Sediakan Estimasi Waktu Lebih Dalam Perjalanan

Terutama kalau berhubungan dengan transportasi, selalu tepat waktu dan sediakan waktu lebih

Terutama kalau berhubungan dengan transportasi, selalu tepat waktu dan sediakan waktu lebih

Saya hampir tertinggal pesawat pada perjalanan perdana saya ke luar negeri. Soalnya waktu itu saya masih tinggal di Bali, dan kost tak jauh dari bandara. Perjalanan ke bandara sendiri hanya akan memerlukan waktu sekitar 10 menit jalan kaki. Makanya saya santai-santai saja.

Eh ternyata saya baru tahu kalau antrian imigrasi itu cukup panjang, langsung berdebar-debar saya! Namun meski dengan sedikit drama lari-lari ke boarding room, akhirnya saya jadi terbang juga ke Singapura untuk pertama kali. Kalau misalnya sampai ketinggalan pesawat, acara traveling ke luar negeri saya pertama kali pasti berantakan deh! Tiketnya aja dapet promo yang gak bisa refund :|

Pesan moralnya adalah, selalu sediakan waktu lebih atau bahkan waktu cadangan. Usahakan jangan sampai ngaret! Setelah kejadian itu, saya selalu mengusahakan datang ke bandara lebih awal. Lebih baik saya menunggu daripada ketinggalan pesawat deh.

10. Hilangkan Keraguan

Hilangkan keraguan

Hilangkan keraguan

Sangatlah normal kalau ragu atau rasa takut ketika pertama kali traveling. Saya pun dulu, makin mendekati hari keberangkatan rasanya makin banyak pertanyaan akan keraguan di kepala yang sebenarnya tidak perlu. Seperti misalnya:

“Bagaimana kalau nanti nyasar?”

“Bagaimana kalau tidak bisa bahasa inggris?”

“Bagaimana kalau…?”

Ssssh! Udah, keraguan seperti itu nggak perlu dipikirin lagi. Asal sudah dipersiapkan dengan baik, biasanya semua akan berjalan lancar kok. Kalau pun terjadi suatu masalah, percaya saja akan banyak orang baik yang menolong di dalam perjalanan nanti. Bisa jadi, setelah pulang dari traveling ke luar negeri pertama kali, kalian malah ketagihan untuk mencoba lagi! Yah, saya sih begitu, ketagihan untuk melihat dunia luar selain Indonesia sampai sekarang!!

11. Ada Yang Mau Menambahkan?

Tambahkan tips kalian di kolom komentar ya!

Tambahkan tips kalian di kolom komentar ya!

Nah, diatas adalah tips dari saya waktu mau traveling ke luar negeri untuk pertama kali, berdasarkan pengalaman. Mungkin dari kalian ada yang mau menambahkan? Boleh saja, tambahin tipsnya di komentar yang ada di bawah ini ya.

Ilustrasi: Dokumen pribadi dan free stock photo dari pexels.com

Yang Banyak Dicari

38 Responses

  1. alrisblog says:

    Tips-nya sangat bermanfaat bagi pemula.
    Pergi bersama saat pertama kali ke luar negeri lebih aman barangkali.

  2. Kata teman sih Singapura menjadi tempat yang nyaman bagi pemula jika ingin ke Luar Negeri. Mengetahui medan, informasi, dan segala persyaratan berkaitan dokumentasi emang kudu wajib.

  3. Kang Alee says:

    Infonya bermanfaat banget Mas

  4. Elde Firda says:

    Jika tersesat, lanjutkan…

  5. Jangan malu” bertanya dan gunakan insting kalau tersesat :’)

  6. Henry Gustie says:

    Saya tuor pertama keluar negri Singapura juga jadi banyak tempat terlewat kan jadi pengen kembali lagi kesana cuma saya pengen pergi lewat Singapura trus pulang lewat Malaysia gimana caranya ya…apa bisa mohon pencerahannya…

  7. Hendra says:

    point 8 dan 9 itu sangat” penting, thanks sharingnya mas

  8. Blognya mantap, asik bacanya jadi pengen travelling kemana-mana

  9. Babang pertama kali keluar negri siapin duit banyakan dikit, katanya uang tunjuk soalnya masuk Singapore katanya sering ditanya bawa duit berapa 😂

  10. Jika tersesat, makan cemilan dulu bru tanya2.
    Nyasar bikin laper uiii

  11. Nomor 3 adalah langkah yang paling obvious, tapi saya lihat termasuk salah satu yang diabaikan para traveler dari Indonesia. Agak sedih dan kesal melihat orang menghambur-hamburkan uang untuk ke satu negara, tapi sesampainya di sana nggak tahu mau kemana dan ngapain, sehingga sia-sia waktunya.

  12. irhamfaridh says:

    WIhhh lengkap banget infonyaaaa, ajak-ajak dong kakaknya keluar negeri, apalagi ke NZ~ cuuusss yuk

  13. Al Jalil says:

    Yang penting bawa duit Banyak .gunakan transportasi umum kalo tersesat naik taksi balik ke hotel. Nyampek hotel lanjutin lagi nyasar nyasarnya hahahah

  14. Yogi says:

    Makasih banyak infonya menambah wawasan saya yg minim. Pengen traveling kemana-mana cuman memang ragu itu bikin susah

  15. ramon says:

    Makasih infonya kak! Banyak membantu dan buat semakin yakin untuk menyiapkan perlengkapan untuk berlibur ke luar negeri hihi

  16. andinormas says:

    Simpen nomer telp n alamat KBRI juga buat jaga2..

  17. Diaztomo Febrieanto says:

    Waaah makasih ya tips-tipsnya, soalnya sodara saya waktu liburan ke sidney sempet tersesat. hahhahahhaa

  18. Udah terlalu lengkap. Enggak bisa nambahin lagi hahaa.

  19. nofan says:

    Wah terima kasih komandan atas tips-tipsnya… sepertinya mastah ini memang sudah malang-melintang di dunia perkelilingan…

  20. Wah, baru tahu yang copy digital beberapa dokumen penting. Dulu mah cuek aja dan sempat tertahan pula di imigrasi setelah sampai di negara tujuan. Tapi itu adalah pengalaman yang luar biasa. Nuhun ya, Kang

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: