Jalan – Jalan, Kulineran Di Kuala Lumpur

Jadi ini adalah kali ketiga saya menginjakkan kaki di Kuala Lumpur, entah apa yang membuat saya lumayan berjodoh dengan kota yang kondisinya 11-13, agak mirip tetapi secara perlahan tetapi pasti kemajuannya mulai meninggalkan Ibu kota Indonesia tercinta, Jakarta.

Kalau saya ingat, kunjungan pertama ke Kuala Lumpur dulu alasannya agak konyol. Saya iseng naik kereta api dari Woodlands, Singapore menuju KL Sentral yang ada di Kuala Lumpur hanya untuk mengunjungi Pavilion Mall yang berada di Bukit Bintang. Itu pun rasanya masih belum puas berkeliling Kuala Lumpur, karena hanya sehari saja berada di kota ini.

Karena itu tanpa berpikir panjang saya langsung mengiyakan ketika ada undangan dari Tune Hotels dengan Itinerary Kuala Lumpur dan Penang. Alasan pertama, saya bisa sedikit mengeksplore Kuala Lumpur karena disediakan dua hari disana, dan yang kedua tentunya saya bisa mencicipi Kuliner di Penang dong!

Pun itinerary di Kuala Lumpur juga tidak kalah seru deh. Disini saya diajak mencicipi kuliner di Jalan Alor yang terkenal itu, dan ada aktivitas trekking masuk ke hutan demi mencari air terjun yang bernama sungai pisang. Cerita mengenai air terjun ini akan saya tulis dalam cerita terpisah ya :)

Saya menginap do Tune Hotel Downtown KL yang ada di Medan Tuanku selama di Kuala Lumpur
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Saya menginap do Tune Hotel Downtown KL yang ada di Medan Tuanku selama di Kuala Lumpur.

Terus terang, sudah lama juga saya ingin sekali mencoba kuliner di Jalan Alor, saya juga sudah mendengar namanya sejak lama kalau jalan ini adalah salah satu pusat kuliner di Kuala Lumpur. Menyenangkannya lagi, lokasi Jalan Alor sendiri tidak begitu jauh dari Tune Hotel Downtown KL tempat saya menginap. Dari sana saya hanya perlu naik LRT dari stesen monorail Medan Tuanku, hingga melewati dua stesen lalu turun di Bukit Bintang.

Dulu saya keliling Kuala Lumpur dengan menggunakan kartu My Rapid KL yang mirip dengan kartu EZ-Link yang ada di Singapura. Namun ternyata naik monorel di Kuala Lumpur ini juga bisa dengan cara membeli tiket sekali jalan di vending machine yang ada di stasiun. Untuk harganya menyesuakan jarak tempuh ya. Bentuk tiketnya pun unik, berupa sebuah koin plastik berwarna biru.

Gara – gara itu saya jadi kepikiran pengen bawa pulang satu biji untuk dikoleksi dong. Karena saya biasanya suka bawa oleh – oleh barang unik seperti ini buat diri sendiri. Pemakaian tiket monorel tadi tinggal di-tap saja di Gate, mirip ketika naik Trans-Jakarta, gampang sekali nggak bisa ribet. Sedihnya ternyata ketika keluar stasiun, tiket berupa koin tadi harus dimasukkan kedalam slot yang ada di pintu keluar. Pupus deh harapan buat koleksi tiket monorel Kuala Lumpur :(

Tiket monorel (kiri atas), Vending Machine Penjual Tiket (kanan atas), Mbak - mbak mau lewat... Eh... Gate pintu kelura masuk stesen (bawah)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Tiket monorel (kiri atas), Vending Machine Penjual Tiket (kanan atas), Mbak – mbak mau lewat… Eh… Gate pintu kelura masuk stesen (bawah).

Dari stasiun Bukit Bintang, Jalan Alor masih berjarak beberapa menit jalan jaki, tidak terlalu jauh tetapi harus melewati konstruksi MRT yang sepertinya sedang dikebut pembuatannya. Disini saya baru sadar, kalau Jalan Alor itu lokasinya dekat sekali dengan Pavilion Mall yang dulu pernah saha datangi. Well, jadinya ngerasa sedikit dejavu, sambil mengenang masa – masa pertama kali traveling ke luar negeri.

Begitu sampai di Jalan Alor, perut saya mulai berontak, aroma wangi masakan secara perlahan tapi pasti menusuk hidung bertubi – tubi, merangsang rasa lapar makin menjadi. Saya baru ingat, kalau terakhir kali saya makan adalah seporsi inflight meal nasi lemak selama terbang dengan QZ 173. Tidak heran begitu berada di Jalan alor perut langsung minta diisi sesegera mungkin.

Brace yourself, kalau melihat keramaian ini berarti kalian sudah sampai di Jalan Alor!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Brace yourself, kalau melihat keramaian ini berarti kalian sudah sampai di Jalan Alor!

Beruntung di Jalan Alor yang ada di Kuala Lumpur ini hampir semua makanan enak ada. Masakan India, Chinese Food, Masakan melayu, masakan Halal hingga Haram pun ada. Sok, tinggal pilih yang sesuai selera. Sebagian besar restoran yang ada di Jalan Alor ini adalah tempat kuliner terbuka beratapkan langit yang sebagian besar buka setelah senja tiba. Kalau siang hari sih katanya cenderung sepi, entahlah saya belum pernah kesitu siang hari :)

Gak pake lama dan bingung pilihan jatuh pada Cu Cha Restoran, tanpa banyak protes saya nurut saja sama Kak Bulan yang akan menemani selama perjalanan di Malaysia. Seporsi kerang yang dimasak ala bumbu masakan india, Ayam goreng yang rasanya agak manis dan sepiring Cah Kailan dipesan untuk 5 orang. Sudah, saya berserah diri nurut sama yang traktir sambil mengamati sekeliling. Sepertinya Jalan Alor ini memang tidak pernah sepi, mungkin setiap turis yang berkunjung ke Kuala Lumpur pasti mampir kesini ya.

Tanpa dikomando saya langsung mulai makan begitu pesanan sampai. Reputasi dari Jalan Alor memang benar terbukti, hampir semua masakan yang dipesan tadi rasanya enak. Terutama kerang yang dimasak dengan bumbu ala India tadi. Entah apa saja bahan – bahannya, yang jelas perut kenyang, hati senang dan saya pasti pesan menu itu lagi kalau kembali ke tempat ini.

Asiknya makan di Jalan Alor, beratap bintang, makanan enak, suasanya yang menyenangkan... Kecuali hujan deres sih :p
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Asiknya makan di Jalan Alor, beratap bintang, makanan enak, suasanaya yang menyenangkan… Kecuali kalau lagi hujan deres sih :p

Makan di Cu Cha Restaurant di Jalan Alor, yang paling saya suka adalah kerang yang dimasak dengan bumbu india! Alamak sedapnya!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Makan di Cu Cha Restaurant di Jalan Alor, yang paling saya suka adalah kerang yang dimasak dengan bumbu india! Alamak sedapnya!

Setelah Jalan Alor, destinasi selanjutnya adalah Petronas Twin Towers. Memang saya sudah pernah berkunjung ketempat itu, tapi belum sempat foto dengan latar belakang menara. Katanya sih belum jadi turis sejati kalau belum pernah foto disana. Jadi mumpung lagi di Kuala Lumpur, sekalian cus kesana deh! O iya, sebelum pergi dari Jalan Alor saya sempat beli kulit ayam goreng yang enaaak banget! Yang jualan seorang ibu di ujung jalan alor dekat orang jual Durian.

Dia enggak bisa bahasa inggris sama sekali, jadi tanya harga sama belinya cuma pake bahasa tubuh. Harganya untuk satu porsi nggak sampai 4 RM, saya lupa berapa tepatnya. Saya bayar 4 RM karena si ibuk lagi enggak ada kembalian, akhirnya malah ditambahin lagi porsinya khususu untuk saya. Serius kalau kebetulan kesini cobain, jangan beli seporsi beli yang banyak, biar enggak menyesal kayak saya. Hiks… Main ke Kuala Lumpur lagi yuk, ke Jalan Alor, beli kulit ayam goreng lalu balik lagi ke Jakarta…. Err…

Serius! Kulit ayam yang digoreng kering ini adalah kulit ayam terenak yang pernah saya makan! Crunchy krenyes - krenyes gimana gitu~ :9
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Serius! Kulit ayam yang digoreng kering ini adalah kulit ayam terenak yang pernah saya makan! Crunchy krenyes – krenyes gimana gitu~ :9

Ahh…. Sudahlah yang penting sekarang saya sudah sah jadi turis sejati di Kuala Lumpur karena sudah pernah foto dengan latar belakan Petronas Twin Towers! Horeee~ ^^

Officially tourist!? Kurang seorang lagi sih ini, si Alex yang lagi asik cari angle foto Petronas twin towers yang bagus :D
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Officially tourist!? Kurang seorang lagi sih ini, si Alex yang lagi asik cari angle foto Petronas twin towers yang bagus :D

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

25 Responses

  1. Jalan alor mmg ngehitzzz banget, gw demen nongkrong dari sore ampe malam trus memandang orang yg berlalu lalang.
    Btw 11-13 itu macam mana kak ???? aku kok binggung :-(

  2. Gara says:

    Haduh, kulit ayam goreng! Saya yang belum pernah ke Malaysia saja sudah sangat memfavoritkan kulit ayam goreng yang garing, apalagi kalau saya berkesempatan mencicipi yang asli Jalan Alor itu :hehe.
    Jalan Alor itu bintang kuliner banget ya Mas :huhu. Duh, kepingin sekali saya ada di sana, icip-icip makanannya :hehe. Tiket keretanya unik, mungkin kalau mau koleksi mesti beli dua tapi yang dipakainya cuma satu, jadi satunya bisa gratis :hehe.

  3. EnjoyBackpacker says:

    11-13 berarti majuan sana dong ya kak haha.
    padahal penduduk sana setara sama penduduk jawa barat fiuhhh, tapi perkembangannya pesat banget

  4. Evi says:

    Ah semoga Jakarta mau mengejar ketinggalan dari Kuala Lumpur. Kota metropolis yang rapi plus penduduknya yang mirip Jakarta :)

  5. Beby says:

    Mau makan kepahnya.. Sepertinya enaaaak :D

  6. ndop says:

    ibuk2 penjual kulit ayam itu bahasa indonesia juga gak bisa ya?

    Waduh. hahhaha.. Kalau aku ke luar negeri, kayaknya bakalan bawa buku sketsa deh. Aku akan menggambar apa yg aku mau aja. Dari pada ribet sama bahasa. Englishku juga grotal gratul soalnya hahahha

  7. Istante says:

    kerang yang dimasak dengan bumbu india? dari fotonya aku mengagak ianya “lala kam heong/stir fry clams in curry leaves”

  8. Beby says:

    Nabung dulu deh buat nyobainnya.. Kekekeekkk :P

  9. Maulana says:

    Hmm makanannya bikin mau ngilerr. hehe

  10. Yusuf M says:

    Woww jl alor. Jd pengen ke KL. Kota yg tdk membosankan.

  11. rollyan says:

    Boleh nanya ttg My Rapid KL ? beli nya dimana, harga berapa, dan bisa dipakai di transportasi apa aja ?

  12. Shukri says:

    Myrapid KL boleh dibeli di semua stesyen kereta di Malaysia,,,, harga mengikut kemampuan kita,,,, boleh guna untuk semua kenderaan dibawah kendalian RapidKL seperti Bas Rapid, Monorel, LRT Kelana Jaya dan LRT Ampang,,,,

  13. Shukri says:

    kalau nak lebih selamat baik beli TnG ( Touch and Go ) sebab semua transportasi boleh digunakan kecuali Taxi dan Flight,,,,

    Touch n Go boleh diguna untuk bus rapid, monorel, LRT, Komuter, ERL , Jalan Tol dan Medan Makan

  14. journeysn says:

    Pengen ke Kl lagi, buat nyicip kulit ayam gorengnya, ngilerrr haha
    #efekpuasa

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: