KLIA Dan Petualangan Baru Di Malaysia

Para penumpang yang terhormat, pesawat telah mendarat di Bandara KLIA Kuala Lumpur

Terdengar pengumuman dari pilot pesawat yang saya tumpangi dari Jakarta sudah mendarat dengan selamat di Kuala Lumpur. Akhirnya saya berkunjung ke Malaysia lagi, setelah kunjungan pertama saya ke Malaysia beberapa tahun lalu dengan menggunakan kereta api dari Singapura. Saya berkunjung ke Malaysia dalam rangka diundang ke acara Tourism Selangor, Kembara Kraf Selangor 2014. Terimakasih banyak buat kak Olive sehingga saya mendapatkan kesempatan menarik ini.

Malaysia adalah negara tetangga yang masih satu rumpun di Indonesia. Jadi semua ada yang di negara ini akan mirip dengan Indonesia, kecuali mereka sedikit lebih maju dari kita untuk saat ini. Yang paling saya tunggu ketika berada di Malaysia adalah, menemui Bahasa Melayu yang jika diartikan ke bahasa indonesia terkesan aneh dan lucu. Meskipun sebenarnya buat orang Malaysia sendiri katanya Bahasa Indonesia juga agak aneh dan lucu buat mereka. Well, itulah perbedaan, semakin berbeda kadang malah semakin menarik.

Bagasi gak salah apa - apa malah dituntut XD
Bagasi gak salah apa – apa malah dituntut XD
Saya enggak tahu ini apa, tetapi semacam ruangan lengkap dengan kasur dan shower. Saya temukan di KLIA2, di dekat tempat transit. Apakah ini semacam promosi suatu brand?
Saya enggak tahu ini apa, tetapi semacam ruangan lengkap dengan kasur dan shower. Saya temukan di KLIA2, di dekat tempat transit. Apakah ini semacam promosi suatu brand?

Rencananya setelah mendarat, saya akan dijemput di KL Sentral, bukan di KLIA2. Otomatis saya harus mencari cara, bagaimana menuju KL Sentral dari KLIA2. Sekedar informasi, ini kali pertama saya mendarat di KLIA2. Sebuah bandara yang untuk menuju Immigration saja memerlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki, dengan beberapa kali berhenti untuk mengambil foto.

Yang jelas Kuala Lumpur International Airport 2 adalah bandara yang besar, dan saya belum sempat mengeksplore secara keseluruhan. Semoga ketika pulang ke Indonesia nanti saya masih punya waktu untuk sedikit menjelajah bandara yang satu ini.

Setelah sedikit cari informasi sana – sini, ternyata cara tercepat dan paling enak menuju KL Sentral dari KLIA2 adalah dengan menggunakan KLIA Express yang hanya berhenti dua kali sekali jalan dari KLIA2, yaitu KLIA dan pemberhentian terakhir KL Sentral. Nah lho~ Sebagai penyuka kereta api, tidak mungkin saya melewatkan naik kereta ekspress ini. Meskipun di Indonesia ada kereta yang mirip seperti ini, yaitu di Bandara Kuala Namu. Namun entah kapan saya mencoba yang di Indonesia, jadi sekarang mau cobain ini dulu deh.

KLIA Express, the fastest way to KL Sentral :D
KLIA Express, the fastest way to KL Sentral :D
Ini dia tiket KLIA Ekpress seharga 35 RM untuk sekali jalan.
Ini dia tiket KLIA Ekpress seharga 35 RM untuk sekali jalan.

“Where are you at ? I’m coming dear my friend” Sebuah pesan di aplikasi messenger saya terima. “Still on the train, I guess I’ll be arrive in a few minute” Karena tidak ingin membuat penjemput saya menunggu lama, saya pun memberitahunya kalau saya segera sampai di KL Sentral. Tidak lama, KLIA Express yang saya tumpangi pun sampai di KL Sentral. Belum sempat saya mengabari penjemput saya, tiba – tiba messenger di smartphone saya berbunyi.

“I’m here already, waiting for you” Sebuah pesan terbaca. “Glek, sepertinya saya sudah ditunggu nih” Gumam saya, sambil mempercepat langkah menuju pintu keluar KL Sentral. “Just arrive, I’m near KLIA express exit, where are you?” Dengan segera saya membalas dan memberitahukan posisi saya dengan jelas.

Bagian dalam kereta KLIA Express, menurut saya mirip dengan monorail yang dulu saya tumpangi dari Bandara Haneda, Jepang ke pusat kota.
Bagian dalam kereta KLIA Express, menurut saya mirip dengan monorail yang dulu saya tumpangi dari Bandara Haneda, Jepang ke pusat kota.

“Sorry, what I mean is, I nearby to KL Sentral, still with the traffic jam” Akil, yang akan menjemput saya membalas pesan saya. Dang! Saya lupa kalau Kuala Lumpur juga memiliki masalah kemacetan yang mirip dengan Jakarta, meskipun disini tidak terlalu parah. Kemudian saya merasa sedikit lega, karena tidak membuat siapapun menunggu saya. Seperti biasa, saya memanfaatkan waktu menunggu dengan cuap – cuap di twitterland dengan koneksi data kartu celcom frens yang saya beli seharga 39 RM.

Setelah beberapa lama menunggu Akil yang bertugas menjemput saya pun muncul. Kemudian dia juga mengenalkan saya ke seorang rekannya yang ternyata sering ke Indonesia, suka belanja Indonesia, dan bisa sedikit berbahasa Sunda. Oke bahasa Sunda, sepertinya kamu juga terkenal di luar negeri. Tapi tetep, kalau mereka berdua ngobrol (red: akil dan temannya), selalu menggunakan Bahasa Melayu yang kental sehingga saya sering roaming. Hahaaaa~ Saya sendiri berkomunikasi dengan Akil menggunakan bahasa inggris karena dia bilang Bahasa Indonesia-nya tidak terlalu bagus. Oke, dapat diterima~

Kartu seluler yang saya gunakan selama di Malaysia. Kata teman terlalu  mahal sih untuk 39 RM.
Kartu seluler yang saya gunakan selama di Malaysia. Kata teman terlalu mahal sih untuk 39 RM.

Memang traveling ke negara tetangga seperti Malaysia atau Singapore itu kadang bikin galau berbahasa. Kadang saya bisa sok ikut ngobrol menggunakan bahasa melayu, tetapi beberapa saat kemudian saya langsung bengong, roaming lalu langsung menggunakan bahasa ingris campur melayu. Sedangkan kalau ngomong pake bahasa inggris lalu dijawab dengan Bahasa Melayu kan enggak enak, apalagi dibalas memakai bahasa jawa seperti yang pernah saya alami di Little India dulu.

Tetapi, yang jelas memakai bahasa apapun, saya harus selalu pede, dan tidak lupa ngomongin tentang Indonesia sedikit agar mereka penasaran. Bali, Lombok kadang saya sebut sekalian promosi.

Dari KL Sentral Akil langsung mengantar saya ke Hotel, lalu berlanjut makan malam bersama teman baru sekamar saya Mr Awang dari Brunei. Untungnya Mr Awang ini Bahasa Indonesia-nya bagus, jadi saya bisa ngobrol tentang Brunei, negara Asean yang memikat saya sejak lama. Semoga saya bisa segera berkunjung kesana deh.

Hotel tempat saya menginap, juga makan malam semuanya berada di Bukit Bintang. Suatu tempat di Kuala Lumpur yang menjadi salah satu destinasi favorit buat turis yang sedang berkunjung. Karena itu, setelah makan malam tidak saya tutup dengan tidur begitu saja, tetapi sedikit berjalan – jalan dengan teman baru saya Mr Awang untuk menjelajah tempat sekitar sambil berburu Universal Plug. Iya, saya lupa tidak membawa perlengkapan maha penting untuk menjaga semua gadget saya tetap menyala itu! *sigh*

Kalau kalian melihat street music atau musik jalanan, tetapi yang dimainkan musik berirama melayu dan dangdut, berarti kalian memang benar sedang berada di Malaysia XD
Kalau kalian melihat street music atau musik jalanan, tetapi yang dimainkan musik berirama melayu dan dangdut, berarti kalian memang benar sedang berada di Malaysia XD

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

  • bandara malaysia vs indonesia
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

11 Responses
    1. Rijal Fahmi

      Iya, bandara baru nih, aksesnya gampang kalau pake KLIA Express, terus gede banget, mau boarding aja perlu jalan 20 an menit :|

  1. EMBEEERRRRRR!!! Bandaranya gede banget! Gue udah takut ketinggalan pesawat aja, jalan cepet dari Imigrasi ke Boarding Gate. Thanks God, sebelumnya gue prepare waktu.

    Btw tau nggak, harga KLIA Transit dari KLIA2 ke Putrajaya (atau transit di mana pun) terus baru lanjut ke KL Sentral ternyata lebih murah daripada tiket sekali jalan KLIA Ekspres :D

    1. Rijal Fahmi

      hahaa, spare banyak waktu kalau mau boarding di KLIA2 :D karena ini dibayarin, jadi pilih yang paling gampang dan cepat eheheh :D

  2. Saya baru sempat naik KLIA Express tahun kemarin. Cuma 30 menit dari KL ke Bandara. Mantap bener :D

    Ngomong2, bener kata sobat. Bukit Bintang memang selalu jadi paporit pelancong yang ke KL. Saya juga selalu nginap di salah satu penginapan dsna—yang murah pastinya. Bahahahahaha

    1. Rijal Fahmi

      asik ya naik KLIA Ekspress? Hehee! Sayang kemaren gak terlalu lama di bukit bintang. Padahal banyak kuliner disana -,- next time mau beberapa malam menginap disana :D

  3. naik bis cuma 10 myr mas :D..tp kmrn aku jg naik klia express aja..bawa si baby soalnya..males kelamaan..

    untungnya ya bhs melayuku msh bnyk inget, wlo udh ga tinggal disana ;p kalo ama temen2 kuliah dulu yg org malaysia, mlh aku slalu coba pake bhs melayu, dan mrk ngejawab dgn bhs indonesia..hasilnya…sama2 aneh biasanya :D

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: