Pantai Bias Tugel, Dan Reuni Dadakan Dengan Teman lama

Di akhir kompetisi The Extreme Journey, saya mempunyai waktu luang seharian. Daripada waktu saya habiskan gegoleran di The Pirate Bay Bali dengan tidak melakukan apapun. Saya lebih memilih menghubungi teman kantor lama saya yang masih banyak ngendon di Bali. Pendek kata, kali ini saya perlu bantuan mereka agar tidak bosan karena sudah sampai bali tetapi enggak melakukan apa – apa.

Nyantai di The Pirate Bay asik sih~ Tapi kalau seharian disini ya bosen dong
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Nyantai di The Pirate Bay asik sih~ Tapi kalau seharian disini ya bosen dong

“Kaka, sekarang lagi di bali, di The Pirate Bay, gak ngapa – ngapain nih, culik daku kemanapun dong” 

“Ok,  aku jemput disana ya? Di The Pirate Bay Nusa Dua Kan?”

Teman saya setuju untuk menjemput, setelah saya mengirim pesan singkat ke salah satudari mereka yang ada di Bali. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya saya juga sudah menghubungi mereka. Namun karena tidak ada kepastian akan waktu luang atau tidak sesampainya di Bali, saya urung merencanakan apapun sebelum acara benar – benar selesai. Setelah dijemput teman pun saya enggak tahu mau kemana. Yang jelas, di akhir kompetisi titel saya adalah pejalan nol rupiah, karena memang saya tidak memegang uang sepeserpun di akhir kompetisi super gembel ini. Hehee!

Setelah sukses menghubungi teman lama, rencana awal kami cuma akan makan di tempat dulu sering nongkrong sambil makan malam. Kebetulan sekali, saya memang kangen dengan masakan disana. Di sana pula rencana baru disusun, untuk menghabiskan sore hari yang mendadak ini. Kemungkinan sih kami akan menuju ke suatu pantai yang berada di dekat Padang Bai, di Bali bagian timur.

“Jadi, kita mau main ke pantai mana?” Tanya saya kepada seorang teman dengan memasang tampang penasaran dengan destinasi kami.

“Kita mau ke hidden beach, namanya Pantai Bias Tugel. Ada di dekat pelabuhan Padang Bai kok pantainya.” Jawab teman saya dengan raut muka yang sepertinya sedang pengen sekali nyebur ke pantai.

Ternyata inilah penampakan dari Pantai Bias Tugel yang ada di dekat Pelabuhan Padang Bai.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ternyata inilah penampakan dari Pantai Bias Tugel yang ada di dekat Pelabuhan Padang Bai.

Wah! Kaget juga ternyata masih ada hidden beach di Bali yang belum saya jamah. Perasaan hampir sebagian besar pantai di Bali sudah enggak bisa disebut lagi sebagai hidden beach. Apalagi setelah saya menulisnya di kedua buku saya disini dan disini. Oke, sepertinya memang bali tidak bisa dihabiskan dalam sehari, sebulan, atau bahkan setahun sekalipun. Buktinya masih ada saja hal baru seperti pantai yang belum pernah saya jamah. Padahal saya sudah beberapa kali lewat pelabuhan Padang Bai loh!

Ritual makan – makan hore di Warung Seafood Muslim tempat nongkrong segera diselesaikan segera. Maksudnya agar tidak terlalu sore pulangnya nanti. Pun jarak Kuta – Padang Bai sendiri hanya memerlukan waktu kurang lebih 1,5 – 2 jam perjalanan jika lancar. Sedangkan untuk menuju Pantai Bias Tugel belum ada yang tahu kepastiannya. Soalnya belum ada yang tahu pasti lokasi si pantai tersebut.

“Ya sudah, mari kita cari bersama saja. Ada GPS kan?”

Sesampainya di Padang Bai, ternyata mencari pantai tersembunyi ini tidaklah terlalu sulit. Petunjuk paling gampang untuk menuju Pantai Bias Tugel adalah pelabuhan Padang Bai sendiri. Yaitu, setelah ketemu pertigaan pertama sebelum pintu pelabuhan ambil arah kekanan. Nah, dari situ ada dua pilihan untuk menuju ke pantai, yang pertama lewat teluk yang berada di dekat pelabuhan, lalu dilanjutkan dengan sedikit trekking. Sedangkan yang kedua adalah membawa sepeda motor hingga ke atas sebelum turun ke pantai, lewat jalur yang sudah ada.

Iya, konyol memang. Karena kurang tahu, jadinya dua jalur tadi kami coba semuanya. Mulai dari jalur pertama yang sepertinya bukan jalur utama, dan hanya bisa dilewati ketika air laut sedang surut. Hingga jalur kedua yang meskipun agak ekstrim dan curam, tetapi adalah jalur yang bisa dilewati sepeda motor. Dan, pastikan sepeda motor dalam kondisi yang baik terutama rem dan ban. Soalnya tanjakan disini lumayan curam :)

Pelabuhan Padang Bai terlihat dari jalur menuju ke Pantai Bias Tugel :)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pelabuhan Padang Bai terlihat dari jalur menuju ke Pantai Bias Tugel :)

Dua jalur tadi sejatinya akan bertemu disatu titik. Dari situ bisa terlihat garis cakrawala biru memanjang yang merupakan batas dimana laut dan langit bersatu. Menengok ke bawah terlihat pohon kelapa yang menjadi salah satu ciri khas pantai, meskipun pasirnya belum terlihat. Suara samar ombak meyakinkan kami kalau Pantai Bias Tugel sudah dekat.

Kenyataanya Pantai Bias Tugel memang tinggal beberapa langkah menuruni tebing yang tidak terlalu tinggi. Saya tidak tahu kenapa pantai ini masih mendapat julukan salah satu hidden beach-nya Bali. Aslinya, banyak orang yang menikmati sore harinya di pantai ini. Pun rata – rata mereka adalah orang lokal dan bule sih, saya termasuk salah satunya. Terlihat juga disana sini banyak terdengar percakapan dengan logat Bali, dan terlihat beberapa orang kulit putih yang sedang berjemur.

“Kenapa pantai cakep seperti ini bisa luput dari pandangan ya? Padahal sering bolak balik Bali – Lombok dulu?” Saya terdiam sambil bertanya kepada diri sendiri.

Lokasi dari pantai sebenarnya sangat dekat dengan pelabuhan. Dari sini sering terlihat kapal laut jurusan Padang Bai – Lembar dengan jeda beberapa puluh menit sekali. Well, sedekat ini dengan jalur lalu lalang kapal laut, terus kenapa saya tidak pernah melihat lokasinya ya. Atau, karena saya sering berangkat dan pulang dari pulau sebelah ketika malam hari?

Terlepas dari semua itu, Pantai Bias Tugel sekilas mirip dengan Virgin Beach yang ada di Karangasem. Yang berbeda di pantai ini terdapat sebuah kolam alami yang ukurannya cukup besar. Dan, kolam ini sepertinya populer beberapa abg yang menghabiskan sore hari dengan teman – temannya. Terus, ada juga mini water blow, mirip seperti yang ada di Nusa Dua. Pun, semburan airnya jarang terlihat, hanya suaranya saja yang terdengar menyeramkan.

Dari semuanya itu, tetap saja buat saya yang menarik adalah duduk santai sambil menikmati kapal laut yang terus berlalu lalang dari Lombok menuju Bali atau sebaliknya. Menurut saya malah ini yang paling menarik. Dimana lagi coba, saya bisa bersantai sambil menikmati kapal laut bersliweran, sementara beberapa teman saya asik bermain dengan air laut :)

Perjalanan dadakan dan lama tidak berjumpa dengan Bali, ternyata pulau ini masih mempesona dan tidak membosankan. Saya makin yakin suatu saat pasti akan mengunjungi Pantai Bias Tugel lagi dengan orang tersayang :)

Ketemu dengan teman kecil ini gara - gara salah jalan menuju ke pantainya
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ketemu dengan teman kecil ini gara – gara salah jalan menuju ke pantainya

Pantai Bias Tugel berada di balik pepohonan ini. Mungkinkah karena ini  jadi masih bisa disebut hidden beach?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pantai Bias Tugel berada di balik pepohonan ini. Mungkinkah karena ini jadi masih bisa disebut hidden beach?

The wrong way, and the hard way! Sedikit trekking dan usaha keras diperlukan jika melewati jalur pertama.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

The wrong way, and the hard way! Sedikit trekking dan usaha keras diperlukan jika melewati jalur pertama.

Laguna kecil yang menjadikan Pantai Bias Tugel ini spesial.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Laguna kecil yang menjadikan Pantai Bias Tugel ini spesial.

Sementara kapal laut yang bersliweran bisa menjadi hiburan tersendiri.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sementara kapal laut yang bersliweran bisa menjadi hiburan tersendiri.

Bahkan saya bisa sedekat ini lho!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Bahkan saya bisa sedekat ini lho!

Atau mau lebih dekat lagi?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Atau mau lebih dekat lagi?

Garis pantainya memang tidak panjang, tetapi banyak orang menikmatinya :))
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Garis pantainya memang tidak panjang, tetapi banyak orang menikmatinya :))

Ada warung - warung yang menjual makanan dan minuman juga. Harusnya sih gak bisa dibilang hidden beach lagi :P
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ada warung – warung yang menjual makanan dan minuman juga. Harusnya sih gak bisa dibilang hidden beach lagi :P

Dari suatu tempat di dekat Pantai Bias Tugel. Cakep kan? Kesini lagi yuk!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Dari suatu tempat di dekat Pantai Bias Tugel. Cakep kan? Kesini lagi yuk!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

13 Responses

  1. mawi wijna says:

    Hmmm, kalau melihat foto2mu, menurut saya pantai Bias Tunggal ini punya banyak lokasi pemotretan yang fotogenik. Mungkin kalau akses jalan ke pantai ini lebih dibuat nyaman makin banyak orang yang bertandang kemari. Walau ya menurut saya tidak bakal terlalu ramai seperti Sanur atau Kuta karena jaraknya yang lumayan jauh.

    Eh, nama pantainya itu disebut juga sebagai Bias Tegul ya?

  2. Messa says:

    mungkin mustinya namanya diganti jadi: ex-hidden beach ya mas :D

  3. Pantainya baguuusss. Gue suka sama laguna dan karang-karangnya. Kayaknya semua pantai di Bali emang kece-kece yes.

  4. Ivan Prakasa says:

    Akk… suka bangets….

  5. Beby says:

    Bagus banget.. Masya Allah.. :O

    Dulu ke Bali pas masih SD sik.. Anak SD tau apa? -_- Abis wisuda mesti ke Bali nih..

  6. Natanael Adityasatria says:

    Asik. Akhirnya ada foto aku masuk blog ini. Hehe. Gak nyangka ternyata jadi begini ceritanya kalau sudah lo tulis di blog. Rentetan cerita dari sang petualang blogger. Mantab. Kapan kapan maen ke Bali lagi kaka. Nanti ane culik lagi kemana mana. Hehe

  7. missasoen says:

    Mau nanya dong, kalo warung seafood muslimnya itu dimanakah? Tolong infonya yah, makasih :)

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: