Naik Kereta Wisata Di Jepang Utara

Kereta api selalu menjadi transportasi favorit saya sejak kecil. Bahkan dulu saya pernah diajak ke Jember oleh ayah saya. Dan saya ngeyel lebih memilih naik kereta api dari pada naik bus. Alasannya simpel, jika naik kereta api saya bisa bebas melihat bagian depan hingga belakang kereta. Selain itu, dulu kereta api ekonomi itu surganya makanan enak. Saya pasti selalu minta ayah saya untuk membelika tahu goreng favorit yang dimakan dengan cabe hijau. hemm… nostalgic!

Kini setelah dewasa pun saya tetap menggandrungi kendaraan beroda besi ini. Menurut saya, kereta api adalah moda transportasi paling romantis jika dibandingkan dengan yang lain. Karena itu, setelah sampai Jepang bagian utara pun, saya mencoba naik kereta api menjadi salah satu list teratas saya. Tidak tanggung – tanggung, kereta api yang saya coba bukan kereta api biasa.

Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ), kereta wisata di Jepang Utara yang menghubungkan Akita dan Aomori.
Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ), kereta wisata di Jepang Utara yang menghubungkan Akita dan Aomori.

Adalah kereta api Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ), yang merupakan salah satu kereta api populer di Jepang. Bahkan saking populernya, demi bisa naik kereta yang satu ini saya sampai memesan tiket sehari sebelum keberangkatan. Kebetulan Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ) ini melayani jalur utara Jepang yang searah dengan tujuan saya yaitu Pulau Hokkaido. Selain sebagian besar jalur kereta akan melewati tepi laut Jepang, jalur ini juga menghubungkan Kota Akita dan Aomori.

Memang kereta ini bukan merupakan kereta super cepat macam Shinkansen, namun ini adalah kereta wisata unik yang belum pernah saya temukan di Indonesia. Selain saya, seorang asing yang  rela datang ke Akita City hanya untuk menjajal kereta ini, ada banyak orang jepang yang sengaja naik kereta ini untuk berlibur. Mereka menuju beberapa destinasi yang akan dilewati Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ). Yang saya tahu, beberapa diantaranya adalah destinasi pemandian air panas.

Karena Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ) adalah kereta wisata, jendela yang ada di tiap sisinya pun didesain khusus. Sudut pandang ke bagian luar lebih lebar dan luas. Dengan begitu setiap penumpang kereta bisa melihat pemandangan di sepanjang jalurnya, terutama pemandangan yang digembar – gemborkan ketika saya mencari informasi tentang kereta ini. Yaitu pemandangan laut utara Jepang yang berbatasan langsung dengan daratan Rusia.

Tikete yang harus saya pesan sehari sebelumnya agar bisa naik si kereta awesome ini XD
Tiket yang harus saya pesan sehari sebelumnya agar bisa naik si kereta awesome ini XD

Katanya sih, pemandangan sepanjang jalur utara ini pemandangannya paling indah di Jepang loh. Tapi, saya sedikit sangsi, karena saya sudah pernah traveling ke Bali dan Lombok, dan beberapa tempat menakjubkan lainnya di indonesia. Pemandangan laut seperti itu adalah hal biasa buat saya. Namun, naik kereta selama beberapa jam ditepi laut adalah pengalaman yang luar biasa.

Dari total 3 kereta yang ada yaitu Aoike, Buna, dan Kumagera, saya berkesempatan mencoba Aoike yang merupakan kereta Hybrid. Yaitu kereta yang bisa digerakkan dengan tenaga diesel dan listrik. Saya naik Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ) Aoike dari stasiun JR Akita menuju stasiun JR Aomori. Kereta ini tepat waktu dan berangkat cukup pagi, yaitu  Jam 8:25 waktu Jepang. Saya berusaha datang lebih awal, karena enggak ada yang namanya kereta terlambat di Jepang.

Naik kereta api … tut … tut … tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung… Jepang Utara…

Satu jam pertama, kereta ini melewati beberapa pedesaan khas jepang. Pemandangan yang tidak membosankan, karena saya bisa melihat banyak rumah Jepang asli yang kebanyakan terbuat dari kayu di kanan dan kiri jalur kereta. Ini adalah pemandangan yang tidak mungkin saya dapatkan jika naik Shinkansen. Sesekali kereta akan berhenti di stasiun kecil untuk menjemput beberapa penumpang. Uniknya, ada satu stasiun yang petugasnya menyiapkan spanduk, khusus untuk menyambut kedatangan dan keberangkatan kereta. Oke, saya merasa seperti tamu khusus, meskipun saya tidak mengerti apa yang tertulis dispanduk mereka tadi :D.

Sangat berkesan :') orang Jepang memang enggak main - main dengan yang namanya customer service.
Sangat berkesan :’) orang Jepang memang enggak main – main dengan yang namanya customer service.

Menurut saya, naik kereta wisata adalah cara terbaik untuk bisa mengintip kondisi pedesaan orang Jepang yang sebenarnya. Tokyo terlalu modern dan ramai untuk melihat bagian sub-urban Negeri Sakura.

Selain pemandangan di luar, interior kereta juga menarik hasrat ingin tahu saya. Segera saya bergegas untuk mengamati setiap sudut kereta sebelum sampai di jalur tepi laut. Totalnya ada 4 gerbong kereta, dengan desain dan struktur interior yang berbeda. Ada yang desainnya seperti kebanyakan kereta bisnis, yaitu dengan kursi yang berjajar. Ada juga yang berupa kompartemen yang berisi dua sofa panjang layaknya ruang tamu.

Namun yang membuat saya paling terkesan adalah kamar mandi kereta yang bersih dan lebih luas dari pada kamar mandi rumah saya! Gila, yang bener aja loh, ini kamar mandi kereta, kalau ada di Indonesia pasti tidak akan selamat dari tangan – tangan jahil! Selain kamar mandinya yang bersih, Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ) juga merupakan kereta yang canggih. Di bagian tengahnya ada 3 layar video yang fungsinya untuk menampilkan pemandangan di luar kereta. Cocok untuk yang enggak mau repot maju ke bagian depan kereta.

Kamar mandi di dalam kereta yang bersih dan luas :D Di indonesia enggak ada kereta penumpang yang kamar mandinya seperti ini :D
Kamar mandi di dalam kereta yang bersih dan luas :D Di indonesia enggak ada kereta penumpang yang kamar mandinya seperti ini :D
Beginilah kondisi tempat duduk penumpang :D
Beginilah kondisi tempat duduk penumpang :D
Pengennya sih dapat kursi seperti ini, tapi enggak tahu cara memesannya bagaimana, terus solo traveler bisa pesan apa enggak juga gak tahu sih.
Pengennya sih dapat kursi seperti ini, tapi enggak tahu cara memesannya bagaimana, terus solo traveler bisa pesan apa enggak juga gak tahu sih.
Kalau males nengok keluar untuk melihat pemandangan, bisa duduk sambil ngeliatin layar LCD ini aja :D
Kalau males nengok keluar untuk melihat pemandangan, bisa duduk sambil ngeliatin layar LCD ini aja :D

Tidak terlalu lama melewati daerah pedesaan, kereta wisata yang berjalan di Gono Line dengan total panjang jalur 147.2 Km segera memasuki area tepi laut. Memang dari informasi yang saya dapatkan, sebagian besar merupakan jalur kereta yang berada di tepi laut. Dan, jalur tepi laut ini yang paling ditunggu oleh kebanyakan penumpang kereta. Ada yang biasanya cuma terdiam, segera mengeluarkan kamera untuk mengabadikan pemandangan diluar kereta. Masinis pun seakan mengerti apa yang diinginkan penumpang. Kecepatan kereta diturunkan, dan bahkan hampir berhenti ketika melewati salah satu view point yang katanya pemandangannya paling cantik.

Dengan Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ), Aomori yang menjadi tujuan saya harusnya bisa di tempuh sekitar 5 jam perjalanan dari Akita City. Sedikit lebih lama karena kereta harus menuju Kota Hirosaki terlebih dahulu baru berbalik arah menuju Kota Aomori.

Karena saya ingin menghemat waktu, dan segera ingin sampai di Aomori, saya sengaja turun di stasiun persimpangan antara Kota Hirosaki dan Aomori. Niatnya sih, agar lebih cepat saya ingin melanjutkan dengan kereta lokal saja, yang seharusnya ada tiap satu jam. Sayangnya perkiraan saya salah. Kereta yang dinamakan dari situs warisan dunia UNESCO “Shirakami Sanchi (白神山地)”, ternyata berlenggang terlebih dahulu melewati saya yang sedang terbengong sambil kedinginan menunggu kereta lokal yang tak kunjung lewat. *hiks* Harusnya saya enggak turun loh tadi :|

Niatnya turun di persimpangan Hirosaki - Aomori biar cepat, eh malah memble disalip sama Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ). Sementara belum ada kereta lokal yang lewat satupun :D
Niatnya turun di persimpangan Hirosaki – Aomori biar cepat, eh malah memble disalip sama Rapid Resort Shirakami (リゾートしらかみ). Sementara belum ada kereta lokal yang lewat satupun :D
Enaknya naik kereta ini bisa lihat ke bagian depan langsung nih :)
Enaknya naik kereta ini bisa lihat ke bagian depan langsung nih :)
Dijalan ketemu sama saudaranya si Kumagera :3
Dijalan ketemu sama saudaranya si Kumagera :3
"Umii! Umi da yo!" Semuanya langsung bersemangat begitu laut mulai terlihat.
“Umii! Umi da yo!” Semuanya langsung bersemangat begitu laut mulai terlihat.
Pemandangan tebaik yang saya dapatkan di sepanjang jalur tepi laut Gono Line :D
Pemandangan terbaik yang saya dapatkan di sepanjang jalur tepi laut Gono Line :D
Selalu ada stempel seperti ini di tiap kereta Shirakami berbeda, baik Aoike, Buna, atau Kumagera. Saya melihat ada banyak anak kecil mengambil satu kertas dan kemudian di stempel. Oh well, saya enggak mau ketinggalan. Saya ambil beberapa dan saya stempel untuk souvenir. Gratiss!!! Ada yang mau?
Selalu ada stempel seperti ini di tiap kereta Shirakami berbeda, baik Aoike, Buna, atau Kumagera. Saya melihat ada banyak anak kecil mengambil satu kertas dan kemudian di stempel. Oh well, saya enggak mau ketinggalan. Saya ambil beberapa dan saya stempel untuk souvenir. Gratiss!!! Ada yang mau?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
16 Responses
  1. Kapan kah indonesia punya yg seperti ini ???? Coba tanyakan pada calon presiden. Hadeh … busway aja karatan kok mau kayak gini #lemes

    Btw kereta nya nyaman banget + bersih, Toilet kereta nya JUARA banget

  2. ini epic banget ceritanya !! sebagai penggemar kereta, aku cuma bisa melongo liat foto-fotonya. apalagi pas keretanya melintas di pinggir laut dan bisa lihat cabin masinis di depan, keren !!

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      iyaa, ini salah satu best trip di jepang :D banyak orang jepang yang suka naik kereta ini juga, terus dapetin tiketnya juga susah -.-

  3. Febry Fawzi

    Awalnya juga saya mikir sudah jalan2 di Indonesia pasti yang lain lewat. Kemudian pas naik kereta muter2 Jepang, takjub banget pas musim gugur. Dan Jepang memang apik banget dalam merawat & mengemas sesuatu.

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      hehee, iya kalau masalah kerapian dalam mengemas sesuatu, kita harus belajar banyak dari orang jepang :D

  4. Fitri

    naik kereta ini bisa pakai JR Pass gak ya? atau bayar lagi, rencana mau ke ke hakodate sama sapporo jg nih, boleh minta itinerary selama disana ga? hihih thanks

  5. hanny

    hallo mas Fahmi…
    Mas Fahmi naik kereta ini dari Tokyo ketika menuju Hakodate ya? Pake transfer kereta ga? Saya gugling, katanya transfer di Shin Aomori dengan total perjalanan (Tokyo – Hakodate) skitar 5,5, jam pake JR Tohoku dan JR Hakucho. Saran mas Fahmi, gimana baiknya?

    Trus di Kitakami dan Kakunodate, menginap atau sekedar mampir dalam perjalanan menuju Hakodate? Karena saya punya planning yg mirip dengan itinnya mas Fahmi, plus tertarik dengan Kakunodate, jadi pengen mampir Kakunodate deh… :D

    Jadi, apakah mas Fahmi mampir di Akita dan Morioka? Soalnya sering disebut2 tapi belum nemu ceritanya :)

    Oya, ke Alphine Route pas summer, worthed ga?

    Saya mencoba menelusuri rutenya mas fahmi sbb:
    Tokyo – Kitakami – Kakunodate – Akita – Aomori (untuk transfer kereta-kah?) – Hakodate – Tokyo – Toyama – Tateyama – Tokyo – Kyoto/Osaka. Bener ga? ;)

    Makasih untuk responnya :)

    1. kalau tokyo – hakodate bisa langsung, transfer di shin aomori, lalu lanjut dari aomori ke hakodate. karena jalur shinkansen dari tokyo memang hanya sampe shin aomori saja. nanti tinggal jalan ke aomori sta, yang cuma sebelahan baru lanjut ke hakodate. perjalanan ke hakodate kalau langsung bakal perlu seharian penuh. kalau pake ke kitakami atau ke kakunodate ya harus nginep, entah di kakunodatenya atau kitakami :)

  6. Pipit

    Fahmi salam kenal, tulisan2x selama di jepang sgt informatif, tp saya kebingungan dalam hal milih JR Pass, saya pikir dgn JR pass bs kemana saja, tp trnyata byk macam2 rute JR Pass. Krn saya mau ke kyoto osaka kawasaki n hokkaido di nov besok tp trnyata saya hrs beli 2 jenis JR Pass (hokuriku n hokkaido pass) yg akan jd sangat mahal n memakan waktu yg lama jika harus mggunakan hokuriko line. Apakah mmg demikian?… Terima kasih sebelumnya.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: