Jadi #TravelerPemula Enggak Ada Salahnya~

Seumur hidup, saya enggak pernah tahu ada orang yang tanpa belajar langsung bisa dan menjadi seorang professional. Karena di dunia nyata ini semua itu perlu proses, kecuali kalian main game yang pake cheat ya! Dalam dunia traveling pun sama, nggak ada yang langsung expert! Bahkan, menurut saya traveling itu adalah proses pembelajaran seumur hidup.

Nggak ada istilah expert, atau traveler handal deh! Tetapi, yang namanya traveler pemula pasti ada. Karena mungkin ada orang yang baru saja tersadar, kalau traveling itu lebih menyenangkan dari pada sekedar menghabiskan hidup di kubikal 1×1 meter atau kamar kost 3×4 meter. *curcol*

Dengan traveling, kalian bisa melihat yang kayak gini deh~ Gunung Semeru dari ketinggian 30.000 kaki!

Dengan traveling, kalian bisa melihat yang kayak gini deh~ Gunung Semeru dari ketinggian 30.000 kaki!

Ngomongin tentang traveler pemula, beberapa waktu lalu saya sempat membaca di social media yang ternyata sumbernya dari sini kalau kalau seorang traveler itu dianggap pemula kalau melakukan hal – hal berikut ini :

  1. Memotret Sayap Pesawat Terbang
  2. Mengunggah Foto “Temperatur Saat Ini”
  3. Mengabadikan Kamar Hotel
  4. Mengambil Gambar Dengan IPAD
  5. Memotret Setiap Makanan
  6. Selfie
Anda adalah traveler pemula jika..

Anda adalah traveler pemula jika..

Kalau menurut beberapa hal di atas sih, saya sudah pasti masuk kriteria pemula banget, hehee~ Dan meski tanpa tahu point – point di atas, saya tetaplah traveler pemula yang haus akan pengalaman baru dari perjalanan. Kecuali, saya nggak punya IPAD karena nggak kuat beli, nggak pernah mengunggah “Temperatur Saat Ini” karena nggak punya smartphone dengan termometer, dan sering kelupaan memotret makanan karena terlalu lapar dan nggak sabar makan. *Yes! I am fail already as a food blogger :D*

Sebenarnya enggak masalah kok, jadi traveler pemula. Minimal dengan merasa pemula terus kalian enggak akan merasa tinggi hati, lalu menjadi sombong. Kalau traveler congkak sih boleh, kata seorang bloger ngehits cumilebay.com. Kalau itu memang bawaan lahir, nggak bisa disembuhin~ Huahaha~

Kalau pemandangan di luar cakep kayak gini, nggak tahan deh buat nggak foto sayap pesawat!

Kalau pemandangan di luar cakep kayak gini, nggak tahan deh buat nggak foto sayap pesawat!

Kembali membahas tentang #TravelerPemula, beberapa point seharusnya malah bisa memotivasi teman – teman untuk terus traveling dan menginspirasi loh aslinya. Misalnya tentang “Memotret Sayap Pesawat Terbang”, lebih baik dari pada kalian bengong nggak jelas selama penerbangan. Dan kalau kalian punya travel blog kayak catperku.com, sekali terbang saja bisa menjadi satu tulisan sendiri seperti “Sayap Dan Langit Biru“. Lumayan kan bisa jadi ide kalau lagi kena writers block?

Terus kalau “Mengabadikan Kamar Hotel”, nggak apa sering – sering juga. Lakukan saja terus menerus, ambil dengan angle yang cantik. Lalu ketika sudah pulang, cobalah review hotel tadi di blog kalian seperti yang saya lakukan disini, dengan ditambahi foto yang telah kalian ambil. Sesekali kirimkan ke pihak hotel kalau kalian telah mereview hotel mereka. Siapa tahu, kalian bakal diajakin nginep lagi secara gratis disana. *siapa tahu ya.. hahaa!*

Mengabadikan kamar hotelnya yang bener, sekalian buat direview nanti~

Mengabadikan kamar hotelnya yang bener, sekalian buat direview nanti~

O, iya untuk bisa mengabadikan kamar hotel, nggak perlu harus beli IPAD. Asal fotonya jelas dan menarik saja sudah cukup. Kalau memang ada dana buat beli IPAD, mending beli kamera mirrorless saja. Kalau nggak salah, dengan harga yang hampir sama, kalian bisa mendapatkan kamera dengan kualitas yang lebih bagus. Siapa tahu nanti kalian bisa menjadi reviewer hotel professional? Asik kan? Dari Traveler Pemula, jadi reviewer hotel professional~

Jaman sekarang ini sepertinya “Memotret Setiap Makanan” itu adalah ritual wajib selain berdoa ya? Bukan cuma traveler saja sih yang melakukan hal ini. Bahkan kalau lagi kongkow sama teman – teman pun kadang perlu waktu lebih untuk ritual foto makanan, upload ke segala socmed baru deh makan~ Kalau saya sih, seringnya kalap makan terlebih dahulu dari pada foto makanannya :D

Sekalinya ngefoto makanan, karena memang pengen ditulis sih!

Sekalinya ngefoto makanan, karena memang pengen ditulis sih! Tapi, nggak pake lama biar cepet bisa makan! :D

Tapi, kalau memang kalian memiliki passion “Memotret Setiap Makanan” yang akan kalian makan, kenapa enggak diseriusin jadi food blogger sekalian? Yah, siapa tahu karena sering dilakukan, kalian bisa menjadi ahli nutrisi, fotografer kuliner, food blogger, atau bahkan menjadi kritikus restoran professional beneran. Nggak ada salahnya memulai dari seorang pemula, kan setiap hal itu perlu proses.

Terakhir, kalau ngomongin “Selfie” saya nggak banyak komentar nih~ Karena jauh dilubuk hati manusia yang paling dalam, pasti ada bisikan hati yang mengatakan “Aku Ganteng” atau “Aku Cantik”. Biasanya sih “Selfie” tadi adalah salah satu aktifitas untuk memuaskan bisikan hati yang paling dalam tadi. Asalkan tidak berlebihan, atau selfie di tempat berbahaya yang bisa berakibat menghilangkan nyawa, lakukan saja tak masalah. Traveler Pemula atau bukan, “Selfie” itu manusiawi dan tidak bisa dihindari untuk mengekspresikan kesenangan hati~

Selfie bareng idola nggak ada salahnya kan~

Selfie bareng idola nggak ada salahnya kan~

Sudah, sekian nulis ngalor – ngidulnya~ Mau kalian Traveler Pemula atau yang udah professional karena sudah traveling ke Planet Mars atau Bulan, yang jelas tetaplah jadi traveler yang bertanggung jawab. Bisa kan? Ciao!

Disclaimer : Tulisan ini hanya untuk sekedar seru – seruan, jangan ditanggapi terlalu serius kayak orang kurang piknik ya ^^

Yuk kita piknik~ Kapan kita kemana?

Yuk kita piknik~ Kapan kita kemana?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

77 Responses

  1. Gery says:

    Setuju sama mas Fahmi. Menurutku artikel itu subjektif bgt sih ya, kan gak ada ukuran absolut buat nentuin grade traveller jadi gak ada istilah expert nya :D ada gak sih world traveler award? hehe

  2. Evi says:

    Isu travel pemula terus berlanjut. Mari kita main kan selagi hot hehehehe

  3. Katerina says:

    Pesan baik dalam bahasa yang kocak. Ngikik deeeh :))

    Pingin koprol baca ini : Jangan ditanggapi terlalu serius kayak orang kurang piknik ya ^^

  4. Selalu aku yg salah. Terus aja salahkan aku #Makindemen

  5. Dee An says:

    Ajakin aku piknik dooonk… aku kan #travelerpemula… *siapdikeplakputri :D

  6. Gara says:

    Kalau begitu, saya juga traveler pemula banget dong Mas :hehe. Tapi ya sudahlah, I do what I love, jadi mau dibilang pemula, amatir, ya tak apalah. Namanya juga masih belajar :)). Siapa tahu ada traveler yang sudah senior yang sudi mengajari saya (meski saya bingung juga mau belajar apa *dikata fisika :haha*).

  7. aku rapopo dibilang amatir lah :))

  8. Alhamdulillah semua yang disenaraikan di atas (ceilah bahasa gue) bukan tipe gue banget. Meski pemula, jalan-jalan memang paling nggak suka kalau melakukan semua yang disebutkan tadi.

  9. Monda says:

    nggak apa2 dibilang pemula yang penting hati senang ya kan..?

  10. Dedew says:

    hihihi aku pengen tuh jadi reviewer hotel profesional mas fahmi, biar diundang nginap gratis *cita-cita luhur bingiit

  11. Lusi says:

    Aku baca juga kehebohan di twitter kemarin. Nggak percaya aja RDI bikin redaksi kalimat yang seperti itu nylekitnya, terlepas apapun temanya. Mungkin jaman sudah berubah sedemikian pahit, sehingga sekelas RDI bisa publish bahasa yg kayak begitu. Selamat bersenang-senang mas broh traveler pemula. Jangan kamu ikutan pahit, lalu nylekit kyk yg bikin artikel itu ya whehehehehh

  12. baru baca tulisan mas fahmi ini, pantesan kemaren pada heboh2 di twitter. ternyata gegara artiker RDI huehehe

  13. Alris says:

    Aku rapopo dibilang traveler pemula, traveler norak atau traveler koplak kalo hal-hal yang ada dalam artikel itu aku lakukan. Traveling itu kan buat menyenangkan diri sendiri bukan untuk penilaian si penulis artikel yang di RDI yang tulisannya sangat subjektif dan gak mutu, wuhaha…

  14. cK says:

    Aku juga nulis soal #TravelerPemula ini di blog. =)))

    Aku malah masuk semua dalam ciri-ciri Traveler Pemula itu. xD

  15. nico says:

    bangga jadi pemula, karena kalau ga ada pemula, ga bakalan ada expert hihihi :D dimulai dari ‘nol’ yaa

  16. Aisya Utami says:

    Setuju. Professional berawal dari pemula. Tapi jadi pemula buatku lebih asik karena bisa bernorak-norak selama traveling, jadi banyak yang di-share.

  17. Agita Violy says:

    hahahaha disclaimernyaaaa :”’)))))

  18. Elangg says:

    Kurang setuju sih kalo poin poin di atas disebut traveler pemula, traveler pemula itu adalah orang yang masih memiliki destinasi yang belum seberapa banyak. Gitu aja sih :)

  19. momtraveler says:

    Eh kakaaakk kita sama euy aku gagal jd food blogger krn selalu lgs hajar klo makanan dateng n aku ga punya ipad.
    Apapun itu aku bangga jd traveler pemula ^-^

  20. aqied says:

    aku mah pemaluuuu.
    tapi bener tuh bagian males moto makanan karena keburu laper duluan. kalopun moto, biasanya karna emang mau di review.

  21. kalau aku traveler pemalu yang suka selfie di tengah keramaian :D

  22. Idah Ceris says:

    Pas baca kiriman ttg travel pemula di twitter, cuma bisa ketawa2 centil. :D Lha wong dr foto itu tercipta postongan kok, ya. Hahaha Mari kita piknik kemana. :P

  23. Wah senengya bisa traveling keliling dunia mas, salam kenal dari saya hi..hi….

  24. Aiya Lee says:

    Hampir setahun vakum nge-blog, balik-balik eh dunia persilatan semakin panas. Kaget juga pas baca, tapi yasudah, semoga pintu-pintu maaf terbuka lebar untuknya. Eh, kemarin honeymoon ke Bali ya, kakah?

    • Ngahaha, biasa topik – topik panas diangkat biar banyak yang baca dan jadi trending topik :D Iyaa, kemaren hanimun lagi ke bali yang kedua~ tapi cuma sebentar. Harusnya kita bisa ketemu ngopi – ngopi lucu ya~ *next time deh, dijadwalin*

  25. fany f nila says:

    Berarti seumur idup aku bakal trs jd traveler pemula, ga peduli sesering apapun aku traveling :D.

    Lah tiap jalan akukan selalu motretin makanan utk review , objek wisata utk ditulis jg dan hotel utk bhn tulisan blog :)

    Trs aku bingung, jdnya itu yg nulis artikel, tiap liburan ngapain dunk kalo semua point2 yg ditulis ga dilakuin supaya ga dibilang pemula :D

  26. Saya setuju banget mas,
    Seorang traveler agak ada kata expert karena setiap perjalanan mengajarkan bayak hal.

    *topik ini semakin berlanjut*
    penulisnya pun semakin famous,

  27. sama… aku juga traveler pemula… kecuali no 2 dan 4 heuheuheu

  28. Rusa says:

    Betul sekali, ini harusya jadi motifasi :D

  29. Imazahra says:

    Wow, ada istilah traveler pemula segala?

    Hihihi, saya malah baru tahu. Dan jujur gak peduli dengan segala istilah itu, Dik :)

  30. Arie Okta says:

    aku juga sering foto sayap pesawat, cuma bingung mau nulis apa tentang sayap pesawat itu sendiri.hehe :D

  31. Dani says:

    Hahahaha. Aish keren dah bahadnya inih mas. So what gitu kalo traveler pemula? *itu yang kepikiran di kepala saya. Well semoga maksud dan tujuan RDI dan penulis bukan untuk menggolongkan orang yang seneng traveling ya karena tujuan orang jalan-jalan pan beda-beda ya. Btw kalo piknik ajak-ajak ya Mas. Mihihihi.

  32. Yudi Randa says:

    Bang, ini nggak asie, klo abang masih di bilang pemula, gimanalah nasib kami yang baru kemarin sore ini ngeblog? whuaaaa bisa nangis2 saya.

    tapi gpp ding, semakin pemula berarti semakin muda, semakin muda berarti semakin semangat. lagian klo Ipad, terus, gopro, mirrorless, DSLR entah apa2 lagi namanya.. g ada uang aku bang :))
    mending buat tiket kapal atau tike pesawat hahaha

  33. menurut kategori, saya masuk traveler pemula ni mas fahmi.. lumayan lebih tinggi daripada cuma wisatawan mampir tanpa cerita, hihihihihi…

  34. wilda says:

    kira kira kalau traveling ke jepang butuh budget berapa? :)

  35. Hehe..baru tau ada istilah traveler pemula atau[un expert, kayaknya semuanya sama aja, yang penting happy. betul gak om? Hahaha

  36. nantidulu says:

    seru juga …. pemula rasa profesional nulisnya mas :)

  37. Ra says:

    Istilah Pemula kok jadi ‘belittle’ gitu sama article di RD. padahal tahun lalu Aku juga nulis travel advice tuk traveling bagi Pemula, isinya yah.. Tips dan informasi

    Bukan ngejudge yg aneh2 Gini, kalau yg selfie, foto satrap pesawat itu mah masalah Selera

    Traveler professional menu rut Aku sih, kalau dia traveling tapi ngasih in duit Dari travelingnya.. Kayak blogger professional kalau blog ha bisa ngasih in duit Dari iklan, afiliasi dsb.. Istilah profesional kan kalau you can generate money from your hobby.

  38. Irham says:

    Hampir semua traveler pernah ngelakuin ini, pasti. sampe sekarang juga malah :D hahaha

  39. Ini semua membahas travel pemula, ada apakah?
    Saya bahkan bukan travel pemula mas. Masih bayi mau belajar merangkak. Hahahahaha

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: