Tentang Etika Bertanya Kepada Sesama Traveler

Ada pepatah mengatakan “malu bertanya, sesat dijalan”, yang maksudnya jika kita malu menanyakan sesuatu mungkin akan bisa tersesat, jadi bertanya akan lebih baik. Di dalam dunia traveling pun bertanya kepada yang sudah berpengalaman atau yang sudah pernah mengunjungi tempat yang hendak penanya tuju adalah hal yang lazim.

Cuma, adaa- saja pertanyaan unik aneh bin ajaib seperti yang sempat saya alami beberapa waktu lalu. Dan ketika saya jawab bukan diskusi yang berkelanjutan, tetapi makian yang seharusnya tidak pantas untuk dilontarkan seorang bangsa Indonesia yang katanya terkenal ramah kepada setiap orang itu. Ataukah bangsa ini mulai kehilangan keramah – tamahannya itu?

(Baca Juga : Flashpacker, Traveling Seperti Apa itu?)

Karena murah itu relatif, benar ga?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Karena murah itu relatif, benar ga?

Sebenarnya saya enggak mau ribet dengan masalah seperti ini, toh saya selalu mencoba membantu menjawab setiap pertanyaan tentang seputar traveling yang dilontarkan kepada saya. Tentunya sebatas kemampuan saya menjawab juga dong? Soalnya saya bukanlah traveler bak Indiana Jones yang sudah menjejakkan kaki disetiap sudut bumi.

Kalaupun saya tidak bisa menjawab, kadang pertanyaan tadi saya lempar ke akun twitter publik saya @idbcpr yang followernya sudah beberapa puluh ribu (*bisa difollow ya :p*). Kadang, dari situ malah terjadi sebuah diskusi berkelanjutan yang menyenangkan tentang seputar dunia traveling di twitter. itulah yang terjadi jika bertanya dengan etika.

Lantas, etika bertanya kepada sesama traveler itu sebenarnya gimana toh? Oke, sebenarnya yang akan saya jelaskan selanjutnya adalah berdasarkan pengamatan saya di forum – forum backpacker, traveler, flashpacker atau apalah yang ada di Indonesia. *paling tidak forum tadi berbahasa indonesia*

Jadi, etika  bertanya kepada sesama traveler, yang saya paparkan kali ini mungkin akan ada yang menganggap cenderung bersifat subjektif, dan bisa saja terjadi kesalahan didalamnya. Tentunya, akan sangat senang sekali jika saya diajak berdiskusi untuk bersama – sama mengkoreksi yang kurang :)

(Baca Juga : Traveling Is Possible!)

Pertanyaan Yang Bagus, Akan Mendapatkan Jawaban Yang Memuaskan, Jadi?

    1. Sebaiknya jangan bertanya tanpa modal sedikitpun. Maksudnya gimana itu? Singkatnya mungkin bisa terlihat dari pertanyaan ini “Gan/Bro saya mau ke tempat xxx, gimana caranya, biayanya berapa, menginap dimana, paling murah gimana ya? makasih”. A moment of silent please….. Yah, saya sendiri pasti bingung bagaimana mau menjawab pertanyaan yang seperti itu. Kalaupun saya kebetulan pernah datang ke tempat xxx tadi, pasti saya akan kasih link ke blog saya, yang membahas tentang tempat xxx tadi. Bukannya sok pamer blog, atau sekedar promosi, tetapi harapannya si backpacker/traveler/koperer/flashpacker yang bertanya tadi bisa membaca terlebih dahulu dan terbentuk diskusi yang baik. Kalau dengan membaca travel blog yang bertebaran di dunia maya dengan gratis ternyata dianggap masih ribet, maka travel agent adalah jawabannya. Mereka akan dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan, tentunya enggak gratis lah :) emang ada travel agent yang gratis? :p
    2. Murah itu relatif! Pertanyaan seperti “Gan/bro info dong ke tempat xxx yang murah gimana? / naik apa?” Oke, jadi gini, yang namanya murah itu relatif banget, buat backpacker sekalipun. Ada backpacker yang menganggap harga penginapan Rp 100.000 itu murah banget, ada yang menganggap masih mahal, terutama yeng berprinsip “kalau bisa gratis, kenapa harus bayar?”. Saya pun begitu,  mahal murah tergantung situasi dan budget. Kalau lagi enggak ingin kere – kere amat jadi backpacker, penginapan semalem 1 juta-pun saya jabanin! Apalagi kalau dengan menginap di tempat yang harganya semalem 1 juta saya bisa mendapatkan pengalaman unik. Toh yang namanya backpacking enggak melulu ngejar yang paling murah dan paling gratis, semua tentang pengalaman yang tak terlupakan :) *entah berapa orang yang setuju dengan saya kali ini*
    3. Jangan pernah bertanya dengan memaksa! Sekali lagi, traveler lain bukanlah travel agent! mereka juga punya kehidupan pribadi, pekerjaan yang bisa bikin begadang tiap hari, *termasuk saya*. Kalau punya waktu luang, pasti mereka akan bantu menjawab, karena traveling adalah passion, yang bisa mengurangi stres pekerjaan rutin. Jadi, kalau perlu informasi cepat, mungkin lebih baik langsung bertanya kepada travel agent saja, siapa tahu mereka malah kasih diskon. asik kan?

Mungkin akan ada beberapa yang terlewat dari tulisan ini, ada yang kurang, atau malah ada yang salah. Disini saya akan selalu mencoba menjawab jika ada yang bertanya kepada saya, entah melalui form komentar yang ada di blog, inbox di fb, atau di twitter @idbcpr.

Terus terang saya sendiri lebih suka jika menjawab pertanyaan melalui twitter @idbcpr, karena dari sana lebih sering terbentuk diskusi tentang traveling yang menarik :) Jadi, tetap saya tunggu ya pertanyaan – pertanyaannya! *kalau masih ada yang mau nanya sih* hehee! Happy Traveling!!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

27 Responses

  1. Mas..nanya donk..aku ganteng gak ya? #digebukin

  2. huahhahha what a freaking bad as*
    mending ga usah traveling tuh manusia, model2 cuman ngerusakkin doang palingan :d

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      hahaa, yang penting aku udah jawab baek – baek kk :p tapi kadang emang perlu ada edukasi bertanya kali, seinget aku, dari sd- smp jarang banget diajari nanya sama ibu guru *takut nanya sih* :D

  3. jaman sekarang deh emang..informasi segitu banyak, pada males banget nyari..giliran disuruh baca, protes.. ke laut aja dahh .. :D

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      semua maunya instant sama enak :D *saya juga sih, tapi tetep usaha lah paling enggak* :D

    • aiihh, ini nge-klik banget komennya

      orang sekarang seneng yang instant
      pengen nanya dan dijawab yang sesuai dengan yang dia harapkan
      gak mau cari dulu
      saya juga termasuk orang yang ngehormatin orang yang bertanya kok
      tapi kalau nanya terus sok tahu, rasanya pengen deh ngemplang

      • Rijal Fahmi Mohamadi says:

        kalau yang instant pake travel agent kali :3 konsep komunitas kan sharing saling memberi dan menerima *informasi* banyak yang belom tau aja sih, makanya aku mencoba ngasih nulis biar ada yang baca :D

  4. Rike Utami says:

    iya gan, itu orang pengennya disuapin aja..
    disuruh baca males, udah baik-baik dikasih jawaban..
    Orang kaya gitu mah ceburin ke laut aja #sadis :D

  5. mas!! mas ini blogger bukan! kok saya tanya 2×3 jawabnya 500/lembar! -_-

    oke, cukup. perkenalannya gak lucu. salam kenal saya nafis dari Bandung Jawa Barat Indonesia! :D (abaykan point-point yang lebay nya)

  6. Aiya Lee says:

    Hahaha…
    Ini mah yang nanya terlalu kampretos bangetos!
    Eh, tapi kadang ada juga traveler sok oke yang merasa sudah diatas angin dan rada jaim kalau diajak konsultasi pertanyaan standar. Padahal kan kadang orang bertanya karena mereka percaya dan menganggap kita lebih berpengalaman.
    Saya pernah nemu satu traveler beken di twitter yang kalau ditanya orang jawabnya kudu pake esmoseh. Hahahampun :))

  7. Adi Nugraha says:

    Menarik mas, dan saya setuju dengan apa yang mas Fahmi sampaikan. Kebetulan saya juga suka jalan-jalan dan mencatatnya dalam blog dengan tujuan berbagi informasi, jika ada yang bertanya tentang sesuatu seputar jalan-jalan, saya akan selalu berusaha menjawab dan menyarankan untuk melakukan ‘riset’ lebih mendalam, salah satu caranya adalah dengan baca-baca blog travelling.

    Tetap semangat mas Fahmi, jangan lelah untuk berbagi.

  8. Great post! Iya paling bingung kalau ditanya: “Paling murah gimana ya?”

  9. isnuansa says:

    hahaha, toss dulu ah. udah cuekin aja yang kayak gitu, ga usah dibawa stress.

  10. paris says:

    hemmm, mnurut saya esensi blog itu sendiri adalah sharing, dengan sharing beberapa pertanyaan dapat terjawab, jadi memang seyogyany yang empunya pengalaman berbagi dgn buat blog2 yg informatif … kadang melihat respon 1 atau 2 orang seperti itu memang terasa menyebalkan tapi itu tidak menyurutkan semangat buat terus2 bertanya, apa lagi seputar traveling, wuhuuuuuuu, semangat.!!

  11. Gita says:

    Posting blognya mantap, mas Fahmi!

    Paling rese itu kalo yg nanya “paling murah dimana ya?”. Kalo saya jawab, biasanya mereka bilang, “yah, itu sih masih mahal banget mbak”…

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      sebenarnya nanya gitu enggak apa, tapi yang namanya murah itu kan pasti relatif. dan murah kadang harus mengorbankan kenyamanan :D semoga tulisan saya berguna :)

  12. alannobita says:

    hihihi pertanyaannya kayak gitu harusnya googling aja pasti nemu kan..

  1. October 11, 2013

    […] Always save the traveler” Percayalah masih banyak ada orang baik diluar sana untuk menolong traveler yang sendirian :) Susahnya ketika traveling sendirian itu cuma satu, enggak bisa banyak – […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: