Sudah pernah berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu? Kamu harus berhati-hati kalau main kesitu. Ada banyak orang yang bilang kalau monyet yang ada di Pura Uluwatu itu nakal – nakal.
Kadang mereka iseng ambil kacamata, kamera atau semacamnya.
Tetapi menurut saya mereka hanya penasaran karena kita terlalu dekat dengan mereka.
Atau malah mereka mengajak kenalan sebenarnya?
Pertama kali saya berkunjung ke tempat wisata di Bali ini adalah ketika mengantarkan seorang teman dari Malaysia yang kebetulan liburan ke Bali.
Karena beberapa tujuan sebelumnya sudah pantai melulu, jadi saya tidak ingin teman yang datang jauh dari Malaysia ini bosan.
Pura Uluwatu adalah pilihan selanjutnya, lagi pula saya tidak mau kalau dimata teman saya image Pulau Bali itu hanyalah pantai saja!
Jadi apa sih sebenarnya yang ada di kawasan pura ini? Bukit, Monyet, Pura, dan saya :D *kebetulan lagi liburan sih hehee*.
Ketiga hal kecuali saya yang menarik di Pura Luhur Uluwatu ini. Sebuah alternatif yang bagus jika ingin mengunjungi destinasi destinasi dengan suasana yang berbeda di Bali.
Bukit sendiri merupakan ciri khas lansekap Bali bagian selatan, yang langsung berbatasan Samudra Indonesia.
Daftar Isi
Pura Luhur Uluwatu Dan Monyetnya Yang Tidak Lugu ( Nakal Banget! )
Di tempat wisata, monyet juga merupakan salah satu atraksi yang menarik.
Tapi monyet disini lebih terkenal bukan karena kelucuannya, mereka lebih terkenal dengan kenakalannya sih.
Baru saja masuk ke area Pura Luhur Uluwatu, pemandu yang berada di depan pintu masuk sudah mengingatkan saya kalau para monyet itu senang mengambil barang – barang pengunjung, entah itu kamera atau kacamata.
“Hati – hati dengan kacamatanya mas” Kata seorang pemandu memperingatkan saya ketika saya berkunjung kesana.

Sebenarnya khawatir juga sih kalau tiba – tiba ada monyet iseng nyomot kacamata minus saya.
Bisa bikin masalah, Bisa – bisa saya naik sepeda motor tanpa kacamata? Padahal saya minus 5++ loh!
Kalau lepas kacamata jalanan pasti terlihat buram agak ngeblur.
Serem kan kalau kacamata saya sampe diambil sama monyet iseng yang hidup disekitar tempat wisata ini.
Tetapi memang dasar saya, bukannya takut, saya malah lebih penasaran senakal apa sih monyet – monyet yang ada di tempat ini?
Tawaran guide untuk memandu pun saya tolak, meskipun tip untuk para guide itu sebenarnya tidak terlalu mahal sekitar Rp 10.000 – 50.000 saja.
Dari pintu masuk area Pura, setelah berjalan beberapa puluh meter akan terlihat tangga menuju Pura Luhur Uluwatu disebelah kanan.
Di sekitar tangga itu pula terlihat beberapa ekor monyet yang sedang asik bermain dan beberapa sedang makan buah – buahan.
Buah yang dimakan para monyet tadi pemberian dari pengunjung Pura Uluwatu, dan mungkin karena itu pula para monyet jadi nakal.
Mereka dengan sengaja merampas barang-barang pengunjung agar ditukar dengan buah-buahan hemm, cerdik atau nakalkah para monyet itu? Menurut saya sih mereka rakus :D
Memiliki Pemandangan Indah
Mau pemandangan yang bagus? Berjalanlah kearah tepi bukit, dari tepi bukit itu akan terlihat Samudera Indonesia yang seakan tanpa batas.
Dari sini pula saya akan bisa menikmati pemandangan sunset yang cantik jika kebetulan datang ke tempat ini pada waktu menjelang matahari terbenam.

Tidak berhenti disitu saja, ada beberapa tempat yang agak tersembunyi di Pura Uluwatu.
Waktu saya kesana saya penasaran dengan jalan setapak yang berada ditepi bukit.
Karena itu, saya mencoba mengikuti jalur tersebut. Akhirnya saya malah sampai ke tempat yang lebih sepi dan terbuka.
Tentunya setelah sedikit berjibaku melewati hutan kecil.
Eh, enggak bisa disebut hutan sih, kebun punya orang kali ya?
Uniknya, di tempat terbuka itu hanya ada satu warung yang menjual souvenir dan minuman ringan.
Nah! Disini saya tidak menemukan monyet seekorpun, yang ada malah beberapa sapi yang sedang merumput sambil leyeh – leyeh.
Jadi bebas dari gangguan monyet nakal :D
Entah karena banyak yang tidak tahu atau takut melewati hutan kecil tadi ya, salah satu bagian dari Pura Luhur Uluwatu yang cukup terbuka ini terbilang sepi.
Padahal menurut saya spot suasana disini lebih menyenangkan.
Uluwatu bukan hanya lokasi yang berada di dekat pura saja lho! Disitu sih, malah sering terlalu penuh dengan puluhan turis.
Apalagi kalau mereka sedang berlomba – lomba mengabadikan kunjungan mereka.
Males lah, bersaing dengan puluhan turis lainya untuk sekedar berfoto.
Saya sih lebih seneng foto di tempat ini, lebih sepi, pemandangannya lebih bagus,
Hehe! Jadi spot fotonya nggak cuma di Pura Luhur Uluwatu saja ya!

Sejarah Pura Luhur Uluwatu
Ada beberapa pendapat mengenai sejarah berdirinya pendirian Pura ini.
Salah satunya ada yang mengatakan kalau pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata.
Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur.
Seorang Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.
Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura di Bukit Pecatu.
Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu.
Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga).
Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka.
Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Untuk yang belum tahu, Pura Luhur Uluwatu ini berada pada lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia di Bali Selatan.
Dengan ketinggiannya sekitar 70 m di atas permukaan laut, dan berada persis di tepi laut.
Untuk sampai ke lokasi Pura, pengunjung harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi.
Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan.
Uniknya lagi, pada sepanjang jalan tepi luar pura terdapat ratusan kera yang berkeliaran. Seperti yang juga saya ceritakan diatas.
Harap berhati-hati, karena kera tersebut kadang suka usil mengambil barang kepunyaan para pengunjung. (sumber)
Fakta Dan Tips Wisata Ke Pura Uluwatu Atau Pura Luhur Uluwatu Di Tahun 2026

Berikut dibawah ini adalah tips penting untuk kamu yang ingin mengunjungi Pura Luhur Uluwatu ini agar kunjunganmu kesini makin asik.
Beberapa tips tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tempat Menikmati Pemandangan Sunset Di Bali Terbaik!
Dari Pura ini kamu bisa menikmati salah satu pemandangan sunset di Bali terbaik.
Jika ingin melihat pemandangan tersebut, sebaiknya berkunjung ketika sore hari menjelang matahari akan terbenam.
Pemandagngan matahari terbenam dari Pura Luhur Uluwatu ini adalah salah satu yang paling keren di Bali lho!
2. Bisa Menyaksikan Pertunjukan Tari Kecak!
Di Pura Luhur Uluwatu kamu juga bisa menikmati pertunjukan Tari Kecak Bali yang diadakan secara rutin.
Tari Kecak Bali sendiri adalah salah satu tarian bali yang unik dan keren, yang sayang kalau dilewatkan ketika liburan ke Bali.
Pertunjukan dari Tari Kecak Bali ini diadakan di dekat area Pura berlangsung selama sekitar 1 jam setiap harinya.
Pertunjukan Tari Kecak Bali ini dimulai dari jam 17.00-18.00 WITA.
Pertunjukan dilakukan setiap hari, kecuali saat Nyepi dan Pengerupukan.
3. Tempat Yang Pas Untuk Berburu Foto Instagram
Pura yang lokasinya berada di dekat tebing adalah tempat yang pas untuk latar berburu foto.
Bahkan tak jarang ada turis yang berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu ini memang untuk berburu foto Instagram.
Jika kamu ingin berkunjung ke salah satu pura di Bali ini hanya untuk berburu foto, kamu bisa datang kapan saja.
Namun biasanya waktu terbaik untuk berburu foto di Bali adalah ketika pagi hari atau sore hari.

4. Kalau Beruntung, Kamu Bisa Melihat Para Surfer Beraksi Tak Jauh Dari Pura
Ombak di bagian bawah tebing Pura ini memang dahysat dan menantang untuk para surfer professional.
Makanya tak jarang dibagian bawah tebing ada para peselancar yang mencoba menaklukkan ombak bali selatan tadi.
Dari bagian atas pura, kamu bisa deh menikmati kehandalan mereka bermain-main dengan ombak.
5. Datang Sore Hari Jika Ingin Melihat Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu
Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, waktu dimulainya pertunjukan Tari Kecak Bali adalah sore hari.
Sebaiknya datang saja lebih awal untuk berburu foto terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menikmati pertunjukan tari kecak yang sakral di Pura Uluwatu ini.
Untuk waktu terbaik mengunjungi tempat wisata di Bali Selatan ini ya pagi hari atau sore hari sekalian!
6. Banyak Monyet Liar, Hati Hati Dengan Barang Selama Berkunjung Ke Pura Uluwatu
Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ada banyak monyet liar yang suka usil disekitar tempat ini.
Kadang mereka suka tertarik dengan barang yang berkilau juga makanan.
Saran saya kalau sedang berkunjung kesini, jaga jarak saja dengan mereka. Daripada kamu jadi korban keusilan mereka.
Kan rugi banget kalau sampai ada barang berharga diambil sama monyet itu?

7. Wanita Yang Sedang Berhalangan ( Haid ) Dilarang Masuk Ke Kawasan Pura
Untuk menjaga kesucian pura, Wanita yang sedang dalam kondisi berhalangan atau menstruasi memang dilarang untuk masuk ke dalam pura.
Jadi buat pengunjung wanita, jika mau main ke Pura Luhur Uluwatu pastikan dulu ketika datang kesini tidak sedang berhalangan atau datang bulan.
8. Ikuti Petunjuk Pemandu Dan Gunakan Pakaian Yang Sopan Selama Berkunjung Ke Kawasan Pura
Berlakulah sopan dan mengikuti petunjuk dari pemandu selama mengunjungi pura ini.
Meski sebuah tempat wisata, namun Pura yang ada di Bali Selatan ini masih merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Hindu.
Karena itu, kenakan pakaian yang sopan untuk menghormatinya. Pengunjung Wanita bisa mengenakan celana atau rok panjang.
Selain itu gunakan juga lengan panjang atau tutupi dengan selendang kalau lengannya pendek.
9. Mengunjungi Pura Wajib menggunakan Kain Sarung Dan Selendang
Selama memasuki Pura, pengunjung memang diwajibkan menggunakan sarung dan selendang khsus yang disediakan di pintu masuk.
Nama dari kain sarung dan selendang berwarna kuning itu bernama salempot.
Dengan mengenakan sarung dan selendang ini memperlihatkan penghormatan terhadap kesucian pura, juga mengandung makna sebagai pengikat niat-niat buruk dalam jiwa.
Tempat Wisata Dekat Pura Luhur Uluwatu Terbaru Di 2026
Jika kamu mengunjungi tempat wisata Pura Luhur Uluwatu, kamu juga bisa sekalian datang ke tempat wisata lain di dekatnya seperti :

1. Pantai Suluban Atau Pantai Blue Point
Pantai Suluban ini berada sebelum area pura jika datang dari arah Jalan Labuan Sait.
Biasanya kalau tidak menikmati sunset dari area Pura Uluwatu, banyak yang menikmati sunset dari sini.
2. Sunset Point Uluwatu
Tempat wisata Sunset Point Uluwatu ini sebenarnya berada di sebelah persis tebing Uluwatu, namun belum banyak yang tahu.
Ini adalah sebuah pekarangan yang telah diubah menjadi sebuah outdoor cafe sederhana berbatasan langsung dengan tebing Bali Selatan yang curam.
Pada siang hari, tempat ini akan begitu sepi, namun ketika sore hari akan tempat ini akan cukup ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati suasana sunset.
3. Pantai Nyang Nyang
Pantai Nyang Nyang ini adalah salah satu pantai tersembunyi di Bali yang berada satu jalur menuju ke Pura Uluwatu.
Lokasinya nggak begitu jauh dari pura, hanya beberapa menit sebelum ke arah pura.
Namun perlu dicatat, akses menuju ke Pantai Nyang Nyang sangat menguras tenaga.
Jadi sebaiknya menuju ke Pantai Nyang Nyang ini setelah berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu saja.
4. Pantai Karma Kandara Private Beach
Pantai Karma Kandara Private Beach merupakan pantai yang eksklusif dan terletak di wilayah Ungasan, Bali.
Pantai ini memiliki pasir putih yang halus dan air laut yang jernih.
Pengunjung dapat menikmati panorama alam laut Bali yang indah, serta berenang dan snorkeling di area yang aman.
Selain itu, pantai ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, seperti sun lounger, restoran dan bar, serta spa.
Untuk masuk ke pantai ini, pengunjung diwajibkan membeli tiket masuk dengan harga yang cukup mahal.
Namun harga tersebut sudah termasuk voucher makan dan minum di Karma Kandara Beach Club.
5. Pantai Padang Padang
Pantai Padang Padang, terletak di Pecatu, Bali, merupakan destinasi wisata populer di Bali.
Terkenal dengan ombaknya yang besar, pantai ini menjadi surga bagi para peselancar dari seluruh dunia.
Selain itu, Pantai Padang Padang juga menawarkan pemandangan indah yang dapat dinikmati oleh siapa saja yang berkunjung.
Untuk mencapai pantai ini, pengunjung harus turun dari tangga curam sepanjang 100 meter dan melintasi lorong batu karang yang sempit.
Namun, ketika sampai di pantai, kelelahan pasti terbayar dengan panorama pantai yang menakjubkan.
Di sepanjang pantai terdapat beberapa warung makanan yang menjual makanan dan minuman segar.
Pantai ini juga sering digunakan sebagai lokasi syuting film dan video musik.
Namun, pengunjung harus berhati-hati saat berkunjung ke Pantai Padang Padang karena ombak yang besar dan berbahaya, terutama pada musim penghujan.
Pantai ini juga cukup ramai pada musim liburan, jadi disarankan untuk datang lebih awal agar dapat menikmati pantai dengan lebih tenang dan nyaman.
Harga Tiket, Peta Lokasi Dan Informasi Penting Mengenai Pura Luhur Uluwatu Terbaru Tahun 2026
Dibawah ini ada beberapa informasi penting yang mungkin berguna untuk kunjungan ke tempat wisata ini:
Lokasi Pura Uluwatu
Lokasinya berada di Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai tempat ini bisa melewati Jalan Raya Uluwatu Pecatu atau lewat Jalan Raya Labuan Sait – Jalan Raya Pantai Suluban
Jam Buka Pura Luhur Uluwatu Di Tahun 2026
07.00-19.00 WITA ( untuk area pura ), 17.00-19.00 WITA ( Jam buka untuk area pertunjukan tari kecak ).
Harga Tiket Masuk ke Pura Luhur Uluwatu Di Tahun 2026
IDR 20.000 (dewasa), IDR p10.000 (anak-anak). Untuk melihat tari kecak di kawasan ini harus membayar lagi IDR 100.000.
Cara Pergi Ke Pura Luhur Uluwatu
Untuk menuju ke Pura Uluwatu, terdapat beberapa pilihan transportasi yang dapat dipilih.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari pusat kota Denpasar, dapat diikuti jalan tol Bali Mandara menuju Nusa Dua, kemudian keluar di pintu tol Nusa Dua – Ungasan.
Dari situ, ikuti jalan raya menuju Uluwatu hingga sampai ke area Uluwatu Temple.
Selain itu, terdapat juga opsi menggunakan taksi, baik taksi online maupun taksi konvensional, atau menggunakan transportasi umum seperti bemo atau bus.
Namun, untuk menggunakan transportasi umum, biasanya dibutuhkan sedikit pengetahuan tentang rute yang harus diambil dan perlu memastikan tujuan yang benar.
Untuk menuju ke area Uluwatu Temple, disarankan juga untuk memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat karena Pura Uluwatu merupakan salah satu tempat suci di Bali.
Juga disarankan membawa air minum dan topi untuk melindungi diri dari terik matahari karena area Pura Uluwatu cenderung terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung.
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berkunjung Ke Tempat Wisata Pura Populer Di Bali Ini!?

Pura Uluwatu adalah salah satu tempat wisata yang sangat populer di Bali.
Jika Kamu berencana mengunjungi tempat ini, ada beberapa tips yang perlu Kamu ketahui untuk membuat kunjungan Kamu lebih nyaman dan menyenangkan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan waktu kunjungan.
Jika Kamu ingin menikmati keindahan pemandangan sunset dan menonton pertunjukan tari Kecak, waktu terbaik berkunjung adalah di sore hari sekitar pukul 16.30.
Namun, jika Kamu ingin menghindari keramaian, disarankan untuk datang di pagi hari sekitar pukul 07.00.
Selain itu, kunjungan saat musim kemarau juga sangat disarankan.
Selama musim kemarau di Bali, peluang untuk melihat keindahan pemandangan samudra Hindia dan sunset Pura Uluwatu lebih tinggi.
Kamu juga dapat menghindari cuaca hujan yang bisa mengganggu kunjungan Kamu.
Pastikan Kamu juga mempersiapkan diri dengan baik sebelum berkunjung ke Uluwatu Temple.
Seperti memakai pakaian yang sopan, membawa topi dan kacamata hitam, serta membawa air minum yang cukup.
Dengan memperhatikan tips ini, kunjungan Kamu ke Pura Uluwatu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Tips Penting Berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu : Memperhatikan Kera dan Tata Cara Berbusana

Jika Kamu sedang merencanakan liburan ke Bali, jangan lupa untuk mengunjungi Pura Uluwatu, salah satu pura terkenal di Bali yang menawarkan keindahan panorama alam serta budaya Bali yang kental.
Namun, sebelum Kamu mengunjungi tempat suci tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kunjungan Kamu menjadi lancar dan menyenangkan.
Pertama, Kamu harus berhati-hati dengan kera di area hutan di Uluwatu.
Monyet jenis kera abu-abu ekor panjang yang mirip dengan kera di Ubud Monkey Forest banyak ditemukan di sekitar area hutan di jalan setapak menuju ke area depan pura.
Meskipun kera tersebut sudah terbiasa dengan keberadaan manusia, Kamu tetap perlu berhati-hati agar tidak merasa terganggu dengan keberadaan mereka.
Salah satu hal yang bisa Kamu lakukan adalah dengan tidak membawa barang-barang berharga atau benda yang menarik perhatian mereka, seperti anting-anting mahal, kalung, gelang atau kacamata hitam.
Jika barang-barang Kamu diambil oleh kera, cobalah menukarnya dengan kacang atau pisang yang kadang-kadang berhasil.
Namun jika tidak, Kamu bisa meminta bantuan kepada pawang atau penjaga pura.
Selain itu, hindari mengepalkan tangan dan menjulurkan tangan kepada monyet karena kera akan beranggapan di dalam tangan Kamu ada makanan.

Kedua, perhatikan cara berpakaian saat Kamu mengunjungi pura di Bali, termasuk Pura Uluwatu.
Mengenakan kain sarung dengan selendang yang diikatkan pada bagian pinggang adalah tata cara berpakaian yang harus Kamu patuhi ketika memasuki area pura.
Jika Kamu tidak membawa kain sarung atau selendang, jangan khawatir karena tersedia di konter tiket masuk Pura Uluwatu.
Selain itu, jangan berfoto di area tebing tanpa tembok pembatas karena sangat berbahaya.
Pura Uluwatu juga terbagi dalam tiga area, yaitu area paling luar, tengah, dan dalam.
Bagi pengunjung yang datang untuk liburan bukan untuk bersembahyang, batas terakhir yang dapat Kamu lewati adalah area paling luar dan tidak diizinkan untuk memasuki area tengah Pura Uluwatu.
Dengan memperhatikan tips-tips tersebut, kunjungan Kamu ke Pura Uluwatu akan menjadi lebih lancar, aman, dan menyenangkan.
Jangan lupa untuk mengabadikan momen indah Kamu di sana!
Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

S7umpah malesin banget monyet2 nya, perna kunci mobil di rebut dan gw takutnya malah di lempar ke laut nya. Itu seriusan bikin deg2an dan akhirnya nebus kena 20 ribu ama pawang nya
ada gosing yang bilang kalau monyet nya itu “manut” sama si pawang :D coba pake baju pawang ke sana biar aman :p
Yang bikin gemes itu rumor eh fakta dink, bahwa ada anak kecil lokal yang sekongkolan dengan si monyet. Jika lihat monyet trus diikuti anak kecil melintas di depan tamu biasanya nggak lama kemudian si monyet udah bikin heboh karena kacamata/ topi tamu udah disamber. Trus si anak nawarin bantuan dengan syarat kudu kasih imbalan berupa uang sekian puluh ribu rupiah, ehh nggak lama kemudian si monyet dengan nurutnya balikin barang tsb ke anak kecil tadi. Nyebelin bangett lihat pelaku kecil udah nggak jujur gitu :-|
hahaa, well trained monkey :D belum pernah kena sih tapi :D
Wah puncak bukit di uluwatu itu emang keren. Dulu waktu SMP kesana sama teman2. Iseng2 ngikutin bule yg dipandu sama guidenya ke puncak itu. Emang disana sepi pengunjung tapi pemandangannya keren. Ada juga warung kecil (dulu sih masih berdinding bambu/gedek).
Kalau monyetnya itu ada kabar emang dilatih pawang2 disitu buat ambil barang pengunjung. Jadi nanti pengunjung yg merasa barangnya diambil harus nebus ke pawangnya. Gak tau itu kabarnya bener/gak. Hehehe
nah iya, enak duduk duduk disitu~ udaranya seger :D kalau monyetnya denger – denger gitu~ cuma ga tau juga aselinya gimana ^^
Uluwatu sama pantai dreamland sama nggak sih? Selama ini aku kira sama.. Tapi nggak tau juga deh, waktu dulu ke Dreamland di sebelahnya juga ada bukit gitu sih, tapi nggak tau juga itu tempatnya sama.. Jadi pengen ke Uluwatunya liatin monyet nakal hahaha
bedaa, di uluwatu itu nggak bisa turun sampe ke pantainya, sementara di dreamland bisa turun ke pantai tapi gak ada monyet disana :D
Uluwatu sama pantai dreamland sama nggak sih? Selama ini aku kira sama.. Tapi nggak tau juga deh, waktu dulu ke Dreamland di sebelahnya juga ada bukit gitu sih, tapi nggak tau juga itu tempatnya sama.. Jadi pengen ke Uluwatunya liatin monyet nakal hahaha
Yana Fajriyana | @yannafa
Kemarin kesana, sampe lepas kacamata, dan ternyata nggak ada monyetnya. Cuma nemu beberapa di parkiran. Tapi didalamnya nggak ada sama sekali :p
iya, kayaknya dah pada ilang, karena banyak villa dibangun di uluwatu. nggak sebanyak dulu euy :( pada kabur kali :|
Pura Uluwatu ini keren banget tempatnya, apalagi pas sunset sambil nonton tarian kecak.
Memang sih monyet di Uluwatu ini gak lugu, perlu hati-hati sama barang bawaan.
Bila perlu siap kacang atau makanan tertentu biar klo dikerubutin monyet bisa ada pengalih perhatian. hehee
Bagus mas dan emang uluwatu selain tempat yang keren juga penghuninya juga usil hehehe
Di Uluwatu saya pertama kali lihat monyet minum coca-cola. :D
astaga, kasihan monyetnya dong :| itu kan bukan makanan asli mereka.