Pura Uluwatu Dan Monyetnya Yang Tidak Lugu

Sudah pernah berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu? Kamu harus berhati-hati kalau main kesitu. Ada banyak orang yang bilang kalau monyet yang ada di Pura Uluwatu itu nakal – nakal. Kadang iseng ambil kacamata, kamera atau semacamnya. Tetapi menurut saya mereka hanya penasaran karena kita terlalu dekat dengan mereka. Atau malah mereka mengajak kenalan sebenarnya?

Pertama kali saya berkunjung ke Pura Uluwatu adalah ketika mengantarkan seorang teman dari Malaysia yang kebetulan liburan ke Bali. Karena beberapa tujuan sebelumnya sudah pantai melulu, jadi saya tidak ingin teman yang datang jauh – jauh dari Malaysia ini bosan. Pura Uluwatu adalah pilihan selanjutnya, lagi pula saya tidak mau kalau dimata teman saya image Pulau Bali itu hanyalah pantai saja!

Jadi apa sih sebenarnya yang ada di Pura Uluwatu ini? Bukit, Monyet, Pura, dan saya :D *kebetulan lagi liburan sih hehee*. Ketiga hal kecuali saya yang menarik di Pura Luhur Uluwatu ini. Sebuah alternatif yang bagus jika ingin mengunjungi destinasi destinasi dengan suasana yang berbeda di Bali. Bukit sendiri merupakan ciri khas lansekap Bali bagian selatan, yang langsung berbatasan Samudra Indonesia.

Di Pura Uluwatu, monyet juga merupakan salah satu atraksi yang menarik. Tapi monyet disini lebih terkenal bukan karena kelucuannya, mereka lebih terkenal dengan kenakalannya sih. Baru saja masuk ke area Pura Luhur Uluwatu, pemandu yang berada di depan pintu masuk sudah mengingatkan saya kalau para monyet itu senang mengambil barang – barang pengunjung, entah itu kamera atau kacamata.

“Hati – hati dengan kacamatanya mas” Kata seorang pemandu memperingatkan saya ketika saya berkunjung kesana.

Kalau enggak lagi iseng, sebenarnya monyet di Pura Luhur Uluwatu ini lucu loh~ Apalagi kalau lagi pasang muka melas gini :D
Kalau enggak lagi iseng, sebenarnya monyet di Pura Luhur Uluwatu ini lucu loh~ Apalagi kalau lagi pasang muka melas gini :D

Sebenarnya khawatir juga sih kalau tiba – tiba ada monyet iseng nyomot kacamata minus saya. Bisa bikin masalah, Bisa – bisa saya naik sepeda motor tanpa kacamata? Padahal saya minus 5++ loh! Kalau lepas kacamata jalanan pasti terlihat buram agak ngeblur. Serem kan kalau kacamata saya sampe diambil sama monyet iseng di Pura Luhur Uluwatu ini.

Tetapi memang dasar saya, bukannya takut, saya malah lebih penasaran senakal apa sih monyet – monyet yang ada di Pura Uluwatu ini? Tawaran guide Pura Luhur Uluwatu untuk memandu pun saya tolak, meskipun tip untuk para guide itu sebenarnya tidak terlalu mahal sekitar  Rp 10.000 – 50.000 saja.

Dari pintu masuk Pura Uluwatu, setelah berjalan beberapa puluh meter akan terlihat tangga menuju Pura Luhur Uluwatu disebelah kanan. Di sekitar tangga itu pula terlihat beberapa ekor monyet yang sedang asik bermain dan beberapa sedang makan buah – buahan. Buah yang dimakan para monyet tadi pemberian dari pengunjung Pura Uluwatu, dan mungkin karena itu pula para monyet jadi nakal. Mereka dengan sengaja merampas barang – barang pengunjung agar ditukar dengan buah – buahan hemm, cerdik atau nakalkah para monyet itu? Menurut saya sih mereka rakus :D

Mau pemandangan yang bagus? Berjalanlah kearah tepi bukit, dari tepi bukit itu akan terlihat Samudera Indonesia yang seakan tanpa batas. Dari sini pula saya akan bisa menikmati pemandangan sunset yang cantik jika kebetulan datang ke Pura Uluwatu pada waktu menjelang matahari terbenam.

Ada satu sudut di Pura Uluwatu, yang harus melewati jalan seperti ini.
Ada satu sudut di Pura Uluwatu, yang harus melewati jalan seperti ini.

Tidak berhenti disitu saja, ada beberapa tempat yang agak tersembunyi di Pura Uluwatu. Waktu saya kesana saya penasaran dengan jalan setapak yang berada ditepi bukit. Karena itu, saya mencoba mengikuti jalur tersebut. Akhirnya saya malah sampai ke tempat yang lebih sepi dan terbuka. Tentunya setelah sedikit berjibaku melewati hutan kecil.

Eh, enggak bisa disebut hutan sih, kebun punya orang kali ya? Uniknya, di tempat terbuka itu hanya ada satu warung yang menjual souvenir dan minuman ringan. Nah! Disini saya tidak menemukan monyet seekorpun, yang ada malah beberapa sapi yang sedang merumput sambil leyeh – leyeh. Jadi bebas dari gangguan monyet nakal :D

Entah karena banyak yang tidak tahu atau takut melewati hutan kecil tadi ya, salah satu bagian dari Pura Luhur Uluwatu yang cukup terbuka ini terbilang sepi. Padahal menurut saya spot suasana disini lebih menyenangkan. Uluwatu bukan hanya lokasi yang berada di dekat pura  saja lho! Disitu sih, malah sering terlalu penuh dengan puluhan turis.

Apalagi kalau mereka sedang berlomba – lomba mengabadikan kunjungan mereka. Males lah, bersaing dengan puluhan turis lainya untuk sekedar berfoto. Saya sih lebih seneng foto di tempat ini, lebih sepi, pemandangannya lebih bagus, Hehe! Jadi spot fotonya nggak cuma di Pura Luhur Uluwatu saja ya!

Untuk bisa menyaksikan Salah satu <em>best part</em>-nya Pura Uluwatu :D Bukan monyetnya ya. Disini gak ada monyet satu pun, tidak seperti di dalam Pura Luhur Uluwatu :p
Untuk bisa menyaksikan Salah satu best part-nya Pura Uluwatu :D Bukan monyetnya ya. Disini gak ada monyet satu pun, tidak seperti di dalam Pura Luhur Uluwatu :p

Sejarah Pura Luhur Uluwatu, Sejarah Pura Uluwatu

Ada beberapa pendapat mengenai sejarah berdirinya pendirian Pura Uluwatu. Salah satunya ada yang mengatakan kalau pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Kerajaan Daha (Kediri) di Jawa Timur. Seorang Dang Hyang Nirartha datang ke Bali pada tahun 1546 M, pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sang Pedanda kemudian mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu.

Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali, Dang Hyang Nirartha kembali ke Pura Uluwatu. Di pura inilah Sang Pedanda ‘moksa’, meninggalkan ‘marcapada’ (dunia) menuju ‘swargaloka’ (surga). Upacara atau ‘piodalan’ peringatan hari jadi pura jatuh pada hari Anggara Kasih, wuku Medangsia dalam penanggalan Saka. Biasanya upacara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu ini berada pada lahan di sebuah tebing yang tinggi.
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu ini berada pada lahan di sebuah tebing yang tinggi.

Untuk yang belum tahu, Pura Luhur Uluwatu ini berada pada lahan di sebuah tebing yang tinggi yang menjorok ke Samudera Indonesia di Bali Selatan. Dengan ketinggiannya sekitar 70 m di atas permukaan laut, dan berada persis di tepi laut. Untuk sampai ke lokasi Pura Uluwatu pengunjung harus berjalan mendaki tangga batu yang cukup tinggi. Bangunan pura ini menghadap ke arah timur, berbeda dengan pura lain di Bali yang umumnya menghadap ke arah barat atau ke selatan. Uniknya lagi, pada sepanjang jalan tepi luar pura terdapat ratusan kera yang berkeliaran. Seperti yang juga saya ceritakan diatas. Harap berhati-hati, karena kera tersebut kadang suka usil mengambil barang kepunyaan para pengunjung. (sumber)

Fakta Dan Tips Wisata Ke Pura Uluwatu Atau Pura Luhur Uluwatu

Berikut dibawah ini adalah tips penting untuk kamu yang ingin mengunjungi Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu ini agar kunjunganmu kesini makin asik. Beberapa tips tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tempat Menikmati Pemandangan Sunset Di Bali Terbaik!

Dari Pura Uluwatu ini kamu bisa menikmati salah satu pemandangan sunset di Bali terbaik. Jika ingin melihat pemandangan tersebut, sebaiknya berkunjung ketika sore hari menjelang matahari akan terbenam. Pemandagngan matahari terbenam dari Pura Luhur Uluwatu ini adalah salah satu yang paling keren di Bali lho!

2. Bisa Menyaksikan Pertunjukan Tari Kecak!

Di Pura Luhur Uluwatu kamu juga bisa menikmati pertunjukan Tari Kecak Bali yang diadakan secara rutin. Tari Kecak Bali sendiri adalah salah satu tarian bali yang unik dan keren, yang sayang kalau dilewatkan ketika liburan ke Bali. Pertunjukan dari Tari Kecak Bali ini diadakan di dekat area Pura Uluwatu berlangsung selama sekitar 1 jam setiap harinya. Pertunjukan Tari Kecak Bali ini dimulai dari jam 17.00-18.00 WITA. Pertunjukan dilakukan setiap hari, kecuali saat Nyepi dan Pengerupukan.

3. Tempat Yang Pas Untuk Berburu Foto Instagram

Pura Uluwatu yang lokasinya berada di dekat tebing adalah tempat yang pas untuk latar berburu foto. Bahkan tak jarang ada turis yang berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu ini memang untuk berburu foto Instagram. Jika kamu ingin berkunjung ke salah satu pura di Bali ini hanya untuk berburu foto, kamu bisa datang kapan saja. Namun biasanya waktu terbaik untuk berburu foto di Bali adalah ketika pagi hari atau sore hari.

Kawasan tempat wisata ini adalah tempat Yang Pas Untuk Berburu Foto Instagram.
Kawasan tempat wisata ini adalah tempat Yang Pas Untuk Berburu Foto Instagram.

4. Datang Sore Hari Jika Ingin Melihat Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, waktu dimulainya pertunjukan Tari Kecak Bali adalah sore hari. Sebaiknya datang saja lebih awal untuk berburu foto terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menikmati pertunjukan tari kecak yang sakral di Pura Uluwatu ini. Untuk waktu terbaik mengunjungi tempat wisata di Bali Selatan ini ya pagi hari atau sore hari sekalian!

5. Kalau Beruntung, Kamu Bisa Melihat Para Surfer Beraksi Tak Jauh Dari Pura Luhur Uluwatu

Ombak di bagian bawah tebing Pura Uluwatu ini memang dahysat dan menantang untuk para surfer professional. Makanya tak jarang dibagian bawah tebing ada para peselancar yang mencoba menaklukkan ombak bali selatan tadi. Dari bagian atas pura, kamu bisa deh menikmati kehandalan mereka bermain-main dengan ombak.

6. Banyak Monyet Liar, Hati Hati Dengan Barang Selama Berkunjung Ke Pura Uluwatu

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ada banyak monyet liar yang suka usil di Pura Uluwatu ini. Kadang mereka suka tertarik dengan barang yang berkilau juga makanan. Saran saya kalau sedang berkunjung kesini, jaga jarak saja dengan mereka. Daripada kamu jadi korban keusilan mereka. Kan rugi banget kalau sampai ada barang berharga diambil sama monyet itu?

Bisa Menyaksikan Pertunjukan Tari Kecak di pura ini.
Bisa Menyaksikan Pertunjukan Tari Kecak di pura ini.

7. Wanita Yang Sedang Berhalangan Dilarang Masuk Ke Kawasan Pura

Untuk menjaga kesucian pura, Wanita yang sedang dalam kondisi berhalangan atau menstruasi memang dilarang untuk masuk ke dalam pura. Jadi buat pengunjung wanita, jika mau main ke Pura Luhur Uluwatu pastikan dulu ketika datang kesini tidak sedang berhalangan atau datang bulan.

8. Ikuti Petunjuk Pemandu Dan Gunakan Pakaian Yang Sopan Selama Berkunjung Ke Kawasan Pura

Berlakulah sopan dan mengikuti petunjuk dari pemandu selama mengunjungi pura ini. Meski sebuah tempat wisata, namun Pura Luhur Uluwatu masih merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Hindu. Karena itu, kenakan pakaian yang sopan untuk menghormatinya. Pengunjung Wanita bisa mengenakan celana atau rok panjang. Selain itu gunakan juga lengan panjang atau tutupi dengan selendang kalau lengannya pendek.

9. Mengunjungi Pura luhur Uluwatu Wajib menggunakan Kain Sarung Dan Selendang

Selama memasuku Pura Uluwatu pengunjung memang diwajibkan menggunakan sarung dan selendang khsusu yang disediakan di pintu masuk. Nama dari kain sarung dan selendang berwarna kuning itu bernama salempot. Dengan mengenakan sarung dan selendang ini memperlihatkan penghormatan terhadap kesucian pura, juga mengandung makna sebagai pengikat niat-niat buruk dalam jiwa.

Tempat Wisata Dekat Pura Uluwatu

Jika kamu mengunjungi tempat wisata Pura Luhur Uluwatu, kamu juga bisa sekalian datang ke tempat wisata lain di dekatnya seperti :

Nemu tempat rahasia untuk melihat sunset di Bali Selatan! Lokasinya nggak jauh dari Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu.
Nemu tempat rahasia untuk melihat sunset di Bali Selatan! Lokasinya nggak jauh dari Pura Uluwatu atau Pura Luhur Uluwatu.

1. Pantai Suluban Atau Pantai Blue Point

Pantai Suluban ini berada sebelum area pura jika datang dari arah Jalan Labuan Sait. Biasanya kalau tidak menikmati sunset dari area Pura Uluwatu, banyak yang menikmati sunset dari sini.

2. Sunset Point Uluwatu

Tempat wisata Sunset Point Uluwatu ini sebenarnya berada di sebelah persis tebing Uluwatu, namun belum banyak yang tahu. Ini adalah sebuah pekarangan yang telah diubah menjadi sebuah outdoor cafe sederhana berbatasan langsung dengan tebing Bali Selatan yang curam. Pada siang hari, tempat ini akan begitu sepi, namun ketika sore hari akan tempat ini akan cukup ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati suasana sunset.

3. Pantai Nyang Nyang

Pantai Nyang Nyang ini adalah salah satu pantai tersembunyi di Bali yang berada satu jalur menuju ke Pura Uluwatu. Lokasinya nggak begitu jauh dari pura, hanya beberapa menit sebelum ke arah pura. Namun perlu dicatat, akses menuju ke Pantai Nyang Nyang sangat menguras tenaga. Jadi sebaiknya menuju ke Pantai Nyang Nyang ini setelah berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu saja.

Informasi Penting Mengenai Pura Luhur Uluwatu

Dibawah ini ada beberapa informasi penting yang mungkin berguna untuk kunjungan ke tempat wisata ini:

  • Lokasi Pura Uluwatu : Lokasinya berada di Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai tempat ini bisa melewati Jalan Raya Uluwatu Pecatu atau lewat Jalan Raya Labuan Sait – Jalan Raya Pantai Suluban
  • Jam buka: 07.00-18.30 WITA (untuk area pura), 17.00-18.00 WITA (untuk area pertunjukan tari kecak).
  • Tiket masuk: IDR 20.000 (dewasa), IDR p10.000 (anak-anak). Untuk melihat tari kecak di kawasan ini harus membayar lagi IDR 100.000.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
13 Responses
  1. S7umpah malesin banget monyet2 nya, perna kunci mobil di rebut dan gw takutnya malah di lempar ke laut nya. Itu seriusan bikin deg2an dan akhirnya nebus kena 20 ribu ama pawang nya

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      ada gosing yang bilang kalau monyet nya itu “manut” sama si pawang :D coba pake baju pawang ke sana biar aman :p

  2. Halim

    Yang bikin gemes itu rumor eh fakta dink, bahwa ada anak kecil lokal yang sekongkolan dengan si monyet. Jika lihat monyet trus diikuti anak kecil melintas di depan tamu biasanya nggak lama kemudian si monyet udah bikin heboh karena kacamata/ topi tamu udah disamber. Trus si anak nawarin bantuan dengan syarat kudu kasih imbalan berupa uang sekian puluh ribu rupiah, ehh nggak lama kemudian si monyet dengan nurutnya balikin barang tsb ke anak kecil tadi. Nyebelin bangett lihat pelaku kecil udah nggak jujur gitu :-|

  3. Arif San

    Wah puncak bukit di uluwatu itu emang keren. Dulu waktu SMP kesana sama teman2. Iseng2 ngikutin bule yg dipandu sama guidenya ke puncak itu. Emang disana sepi pengunjung tapi pemandangannya keren. Ada juga warung kecil (dulu sih masih berdinding bambu/gedek).

    Kalau monyetnya itu ada kabar emang dilatih pawang2 disitu buat ambil barang pengunjung. Jadi nanti pengunjung yg merasa barangnya diambil harus nebus ke pawangnya. Gak tau itu kabarnya bener/gak. Hehehe

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      nah iya, enak duduk duduk disitu~ udaranya seger :D kalau monyetnya denger – denger gitu~ cuma ga tau juga aselinya gimana ^^

  4. Uluwatu sama pantai dreamland sama nggak sih? Selama ini aku kira sama.. Tapi nggak tau juga deh, waktu dulu ke Dreamland di sebelahnya juga ada bukit gitu sih, tapi nggak tau juga itu tempatnya sama.. Jadi pengen ke Uluwatunya liatin monyet nakal hahaha

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      bedaa, di uluwatu itu nggak bisa turun sampe ke pantainya, sementara di dreamland bisa turun ke pantai tapi gak ada monyet disana :D

  5. Uluwatu sama pantai dreamland sama nggak sih? Selama ini aku kira sama.. Tapi nggak tau juga deh, waktu dulu ke Dreamland di sebelahnya juga ada bukit gitu sih, tapi nggak tau juga itu tempatnya sama.. Jadi pengen ke Uluwatunya liatin monyet nakal hahaha

    Yana Fajriyana | @yannafa

  6. Pura Uluwatu ini keren banget tempatnya, apalagi pas sunset sambil nonton tarian kecak.
    Memang sih monyet di Uluwatu ini gak lugu, perlu hati-hati sama barang bawaan.
    Bila perlu siap kacang atau makanan tertentu biar klo dikerubutin monyet bisa ada pengalih perhatian. hehee

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: