Review: Pengalaman Terbang Dengan KLM Royal Dutch Airlines

Oke, seharusnya tulisan ini saya publish bulan Februari 2017 lalu sepulang dari New Zealand, tak lama setelah naik KLM Royal Dutch Airlines. Cuma karena kesibukan (kerjaan) akhirnya saya baru sempat selesai menuliskan pengalaman terbang dengan KLM Royal Dutch Airlines kelas ekonomi dari Kuala Lumpur ke Jakarta sekarang.

Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali bukan?

Saya naik maskapai ini karena tiketnya waktu itu lumayan kompetitif dibandingkan dengan Air Asia ataupun Garuda. Apalagi sudah termasuk bagasi 1 pcs hingga 23 KG tanpa perlu beli lagi. Selain itu, untuk penerbangan ke Jakarta dari Kuala lumpur sengaja saya pilih yang agak nyaman, apalagi setelah melakukan long flight dari Auckland – Kuala Lumpur transit di Gold Coast selama lebih dari 10 jam dengan Air Asia.

Naik maskapai full board sesekali nggak ada salahnya dong. Nggak harus selalu naik budget Airlines. Terutama ketika harga budget airlines ditambah harus beli bagasi lagi cuma beda 100 ribuan saja. Waktu itu saya dapat harga tiket KLM Royal Dutch Airlines ini dengan harga yang oke, 256 RM atau IDR 800 ribuan. Sementara Air Asia diangka 700 ribuan kalau sama bagasi, dan garuda di angka 900 ribuan.

Pertama kali ke KLIA dan nyasar waktu nyari boarding gate. Sumpah bandara ini lebih membingungkan dan tampak ruwet dibanding CGK. lebih enak nyari gate di KLIA2~
Pertama kali ke KLIA dan nyasar waktu nyari boarding gate. Sumpah bandara ini lebih membingungkan dan tampak ruwet dibanding CGK. lebih enak nyari gate di KLIA2~

Tentu saja saya milih KLM tanpa pikir panjang. Yah itung itung cobain salah satu maskapai dari eropa sebelum nantinya beneran bisa terbang kesana untuk napak tilas sejarah Perang Dunia ke II. Singkatnya, setelah saya pindah dari KLIA2 ke KLIA yang tampak ruwet itu, saya bisa naik ke pesawat Boeing 777-300 tanpa halangan yang berarti.

Sebelum masuk ke pesawat saya sempat memperhatikan logo SKYTEAM dan tulisan AIRFRANCE KLM. Terus terang tulisan itu awalnya membuat saya bingung sih. Seharusnya KLM ini maskapai nasional atau National Flag Carrier Belanda. Tapi kenapa ada tulisan Air France nya?

Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines terparkir manis di KLIA
Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines terparkir manis di KLIA
Logo SkyTeam tertoreh di body pesawat KLM Royal Dutch Airlines
Logo SkyTeam tertoreh di body pesawat KLM Royal Dutch Airlines

Namun ternyata setelah membaca di wikipedia, maskapai ini memang satu grup dengan Air France dan sama-sama termasuk SkyTeam seperti Garuda Indonesia. Kalau nggak salah, harusnya bisa dapet GarudaMiles juga. Cuma saya kelupaan klaim :|

Terus setelah membaca-baca informasi di internet, ternyata KLM yang pertama kali didirikan pada tahun 1919 ini adalah salah satu airline tertua di dunia, dan masih beroperasi dengan nama yang sama lho! Terus saya merasa senang udah nyobain airline tertua di dunia ini.

Persiapan sebelum terbang ke Jakarta dari Kuala Lumpur
Persiapan sebelum terbang ke Jakarta dari Kuala Lumpur

Sekarang kita kembali ke pesawat KLM. Penerbangan ini sempat delay sekitar setengah jam akibat cuaca buruk di sekitar KLIA, namun setelah pesawatnya siap tak perlu lama kok untuk menaikkan penumpang. Sebagian dari mereka tampak lelah dan kusut karena memang mereka terbang dari daratan eropa.

Saya juga sih, abis terbang dari Auckland, sampai jam 5 pagi, baru terbang lagi jam 5 sore lebih dikit. Padahal dari Auckland saya terbangnya juga sore. Itu berarti saya sudah dijalanan selama hampir 24 jam. Gila gak? *Lakukan apa saja demi hemat budget~*

Muka kusut setelah 30 hari di New Zealand dan diakhiri dengan 24 jam di jalan~
Muka kusut setelah 30 hari di New Zealand dan diakhiri dengan 24 jam di jalan~
Foto bagian dalam pesawat Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines
Foto bagian dalam pesawat Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines

Pun begitu, pramugari KLM yang terlihat Eropa banget tetap berusaha dengan segar untuk melayani tiap penumpangnya. Bahkan ada satu pramugari yang tampak ceria ketika melayani tamunya. Usut punya usut, ternyata mereka adalah kru baru pengganti dari Kuala Lumpur, bukan yang sebelumnya terbang dari eropa.

Tidak seperti budget airlines, pramugari KLM ini tidak melakukan demonstrasi prosedur keselamatan penerbangan secara langsung. Petunjuk cara pemakaian seat belt, menggunakan fasilitas tabung oksigen dan prosedur lainnya cukup dilihat di layar video yang ada di tiap kursi. Mirip seperti di Garuda Indonesia, tapi ditunjukkan dalam film animasi seperti dibawah ini.

Biasanya saya nggak begitu memperhatikan demonstarsi keselamatan penerbangan ini, kecuali kalau unik seperti KLM atau pramugarinya keliatan kece. Setelah video tersebut selesai dipertunjukkan, tak lama kemudian pesawat Boeing 777-300 ini take off dengan mulus menuju Jakarta.

Meski capek, saya tak bisa tidur sepanjang penerbangan yang cuma memakan waktu 2 jam saja ini. Selain itu, saya memang ingin iseng utak atik layar video berukuran cukup besar didepan saya. Iya, itu adalah AVOD yang terpasang di pesawat Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines.

Mau pake bahasa apa? Perancis, inggris, belanda?
Mau pake bahasa apa? Perancis, inggris, belanda?
Layarnya lebih besar, touchscreen lebih responsif
Layarnya lebih besar, touchscreen lebih responsif

Ukuran fasilitas AVOD ini cukup besar, sehingga cukup nyaman untuk menonton film. Touchscreen juga lebih responsif dibanding dengan yang terpasang di beberapa pesawat yang pernah saya coba seperti Garuda Indonesia. Terus pilihan film, games dan menu lainnya lebih banyak. Mungkin karena pesawat long haul atau jangkauan terbangnya jauh, jadi fasilita AVOD ini sengaja dibikin bagus biar penumpangnya tidak bosan ketika terbang.

Menyenangkannya, saya menemukan film yang ingin saya tonton di Indonesia. Judulnya Ki Mi No Na Wa. Namun waktu itu terlewat karena saya sedang berada di Australia dalam rangka WHV selama setahun. Sudah pasti, saya tak akan tidur selama penerbangan Kuala Lumpur – Jakarta dengan KLM Royal Dutch Airlines ini.

Akhirnya bisa nonton film anime Ki Mi No Na Wa, bagus euy ceritanya!
Akhirnya bisa nonton film anime Ki Mi No Na Wa, bagus euy ceritanya!

Sementara itu untuk interior kelas ekonomi yang saya coba tidak berbeda jauh seperti maskapai yang lainnya. Desainnya tampak minimalis, dilengkapi satu bantal kecil tiap kursi dan cukup nyaman untuk diduduki. Tapi nggak tau lagi ya kalau buat terbang long haul seperti ke Eropa misalnya.

Kursinya berwarna biru, tiap kursi dapat satu bantal kecil
Kursinya berwarna biru, tiap kursi dapat satu bantal kecil
Holland Herald, inflight magazine KLM Royal Dutch Airlines
Holland Herald, inflight magazine KLM Royal Dutch Airlines

Saya belom pernah coba sih terbang long haul sampe Eropa. Untuk bagian First Class atau Kelas Bisnis jangan tanya juga ya, mungkin nanti kalau ada rejeki lebih, saya akan menambahkan reviewnya disini. Ya siapa tahu kan tiba-tiba ada rejeki buat beli tiket bisnis, first class atau malah dibeliin?

Awalnya saya mengharap dikasih makanan karena durasi terbang sekitar 2 jam. Namun ternyata untuk durasi segitu nggak dapet makanan full course. Namun hanya dikasih semacam snack yang mirip pastel tapi isinya sayuran dan sepertinya ada rasa kejunya sedikit.

Tapi ternyata snacknya enak lho
Tapi ternyata snacknya enak lho

Saya nggak tau apa, yang jelas dibungkusnya tertulis “Veggie” atau aman buat vegetarian.Karena saya lagi kelaparan, saya pun menghabiskan snack tadi dengan lahap. Rasanya lumayan enak, dibanding saya harus menahan lapar selama dua jam penerbangan.

Secara umum naik maskapai KLM Royal Dutch Airlines ini nggak terlalu buruk lah. Apalagi kemarin saya mendapatkan harga yang nggak berbeda jauh dibanding Air Asia dengan bagasi 20KG. Namun sampai sekarang ini untuk kelas ekonomi, menurut saya yang paling menyenangkan adalah ketika naik Japan Airlines.

Wastafel di dalam toilet Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines
Wastafel di dalam toilet Boeing 777-300 KLM Royal Dutch Airlines
Ada colokan di toilet, untuk pencukur jenggot
Ada colokan di toilet, untuk pencukur jenggot

Kenapa saya bilang begitu? Tunggu saja di review berikutnya. Setelah cobain naik Japan Airlines sekali lagi pada akhir bulan Agustus 2017 ini, nanti saya bakal nulis reviewnya juga! Ditunggu saja ya~

Yang Banyak Dicari

  • pengalaman naik KLM
  • dari mana ke mana kita bisa naik pesawat klm di indonesia
  • Naik KLM ekonomi dari jakarta ke kuala lumpur
  • pengalaman terbang ke AS
  • review naik KLM
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

120 Responses
  1. telusuRI

    Seru ya. Pernah juga naik KLM dari KL ke Jakarta. Flight attendants-nya hampir sebagian besar senior, paling mudah sekitar umur 30-an. Tapi mereka profesional sekali dan benar-benar total melaksanakan tugas. Pas saya naik KLM waktu itu, ada orang yang kehilangan buku catatan–dicarikan sampai ketemu. Mereka juga tak ragu-ragu mengangkat koper ke bagasi kabin, walaupun yang berat. Dan mereka ketat sekali mengatur penumpang, misalnya soal siapa yang duduk di dekat pintu darurat, mereka juga memastikan kalau semua tas besar ditaruh di kabin dan tidak dipangku, juga soal sabuk pengaman. Mereka cukup repot mengatur penumpang saat pesawat mendarat di CGK karena orang-orang sudah mulai membuka bagasi kabin padahal tanda sabuk pengaman belum dimatikan.

    Tapi yang paling saya suka dari KLM adalah makanan dan minumannya. Makanannya mengenyangkan dan kita bisa memilih banyak di antara minuman yang tersedia. (Anggur merah dan putih juga disediakan.)

  2. Hi bro. Enak kok yang jarak jauh. Aku pernah dari Amsterdam – Osaka dan baliknya juga pakai KLM lagi Osaka – Amsterdam. Pas Amsterdam – Osaka dapat rejeki pula dipindah ke kelas bisnis gara2 ada orang Israel numpahin cider ke bajuku Yang jarak dekat pernah dari Amsterdam – Bristol dan sebaliknya.

    Kalau makanan, aku selalu pesen khusus (muslim food) dan itu enak

  3. Jujur, dibanding qatar aku suka naik klm. Qatar udah yg terbaik, smcm gak ada celah utk diperbaiki. Tp klm itu, staffnya baik2 mau ngobrol,makanan juga enak. Dan terbang ke amsterdam, byk cemilan biskuit belanda di galley. Yummmm. Sayangnya, masih pesawat tua ya? Naik 3 thn lalu masih 747.

  4. Pernah nyoba beberapa kali. Jakarta – Amsterdam. Kondisi interior pesawat lbh ok dr Garuda atau JAL. Makanan enak enak dan dijamin halal kata pramugarinya. Mereka juga nyedian cokelat banyak dan juice di dapur. Tinggal ambil. Beda sama penerbangan lain kudu minta dulu (gak enak kalau terus terusan minta). Diantara airlines yg pernah saya naiki KLM paling ok

  5. aku pernah naik ini JKT-KL waktu itu dapat promo. Harganya hanya selisih lebih tinggi 50rb dengan AA tapi maakkk fasilitas & servicenya jauuhhh.. TOP MARKOTOP Bangaadd.. Pramugarinya biar kata senior tapi so far menurutku lebih ramah

  6. Pernah coba cgk-ams-bru, klo menurut saya kurang nyaman, pesawat besar tapi terlalu crowded, 3-4-3 seat, kursinya sempit, tapi makanan dan minuman dikasih terus2an, flight ams-bru pake city hopper klm, pesawat kecil, hand carry musti yg kecil, klo besar ga muat dikabin city hopper, dan klo nabrak awan kerasa banget ngeri. Kalo ke eropa saya lebih milih pesawat yg sedang kayak Turkish airlines, klo ga salah 2-3-2 seat. Makin banyak seats artinya antri masuk ato keluar pesawat Makin lama.

  7. oke kok *pramugari pramugara mmg tampak sudah pada berumur tp sejak awal masuk kabin..spanjang perjalanan rajin2 dan ramah bgt *long haul..makanan, snack, minum melimpah *bangku untuk saya cukup lega…nyaman

  8. Pernah punya pengalaman naik dari dari Amsterdam-Munich, cukup oke untuk short trip. pelayanan baik, pramugari dan pramugaranya nya ramah-ramah. Dapet snack juga. Bagasi hanya dapat 23kg aja. cuma seatnya kurang nyaman karena keras. Over all sih Oke.

  9. Terbang cgk-kul-ams vv lumayan kok, tapi kalo saya prefer ME3 seperti qatar emirates atau etihad karna entertainment systemnya masih limited. Makanannya dapat 2x (3x kalau dari cgk). Pramugari/a senior tapi baik. Gak tau kenapa di leg cgk kul selalu ketus mugara/i nya tapi kalau kul ams baik2 semua. Mereka ganti kru di kul

    1. Setuju. Saya naik klm udah sering bgt tapi utk rute cgk-kul bolak balik. Dan saya memang kurang seneng klm krn pramugara/i judes. Saya jg bingung knp diatas org2 pada bilang ramah ya. Krn pengalaman ini, saya klo ke eropa gak mau pilih klm.

  10. AMS-JKT return naek maskapai ini, duh first and last time aja deh… Long haul utk kelas Ekonomi krg nyaman. Apalagi suami aku bule yg punya kaki panjang bener2 ga comfort selama perjalanan terlebih penumpang di depan kita maunya recline kursinya terus sampe ribut krn ga ada rasa kasian sama penumpang yg di belakangnya. Pesawatnya tua banget kerasa klo pas turbulence. Makanan n servicenya kurang. Kalah jauh sama Garuda deh, better naek Garuda atau maskapai Timur Tengah dr Ams-JKT.

  11. Servicenya oke…orgnya ramah2 tp kalau u perjalanan jauh..gak deh..cukup sekali nyobain naik klm dr jkt transit kl – amsterdam lanjut london balik dr manchester vka amsterdam-kl baru jkt…duduknya krg lega…thn 2015 -2016 awal nyobain klm

  12. Aku prnh naik dr KL JKT thn baru sm bayi usia 4bln ku.. aku ga dpt seat dpn utk baby cot nya. Pdhl yg duduk org dewasa smua. Aku dtrh pas di dpn wc dan kebetulan bau wc sgt pekat. Krn aku bw bayi yg rentan dgn hygiene aku blg sm stewardess apa blh aku dipindahkan ke seat lain yg kosong. Stewardessnya blg seat penuh. Aku mnta tlg beliau menanyakan apakah ad yg mau tukar seat krn aku bw baby dan bth tmpt hygiene sedikit tdk lsg d dpn toilet. Stewardessnya jutex sm aku dan aku blg aku mau bcara sm Captainnya. Captainnya jg ga ad toleransi dan dgn arogannya memaksa aku utk ttp keep my seat. Aku blg aku menolak utk trbng dan akan give up my flight kl mmg tdk ad seat yg agak jauh dr toilet. Captainya enga peduli dan bodo amat. Beruntung ad 2 pria yg baik hati ddk dpn menyamperi aku dan mnawarkan tukar tmpt duduk dgn aku. Aku pun tdk jd off board dan duduk dgn dijuteki stewardess tsb. Aku merasa flight ini krg toleransi dan krg kasih. Itu adalah prjalanan trkhrku brsama KLM dan smpai skr anakku sdh usia 8th aku sdh say goodbye sm persh penerbangan tsb. Demikian pengalamanku.

    1. Kmrn jg waktu saya naik ada 1 stewardess yg agak “rasis” deh..sebab kl yg masuk tampang asia.. senyum aja nga.. trus kl yg masuk bule ramahnya minta ampyun.. parah..tp sisanya sie cukup baik..

    2. Kalo rasis saya rasa nggak.. Karna beberapa pramugara/i bahkan captan atau copilotnya ada yg kulit hitam koq.. Belum pernah sih ngalamin ngga disenyumin ramah2 koq merela mungkin krn sudah berumur

    3. Setuju. Saya naik klm udah sering bgt tapi utk rute cgk-kul bolak balik. Dan saya memang kurang seneng klm krn pramugara/i judes. Saya jg bingung knp diatas org2 pada bilang ramah ya. Krn pengalaman ini, saya klo ke eropa gak mau pilih klm. Saya hanya milih klm karena murah tapi at least jam terbang on time, bagasi gak ada mslh (pernah kehilangan sama lion) jadi klo pny connecting flight di KL gak perlu was2.

  13. Pernah pakai KLM, Jkt-Copenhagen..entertainment nya kurang jd lmyn boring selama penerbangan..dan, transit di KL jg lmyn takes time..krn hanya turun, tunggu di ruang tunggu dan abis itu masuk pesawat lagi..kira2 skitar 2 jam transitnya..lbh prefer emirates kalau untk long haul..

  14. Pernah pake KLM rute Kualalumpur jkt , anak2 dikasi mainan, trus tiap org di kasi earphone, bisa minta wine botol kecil , heineken juga dapat. Sejauh ini sih bagus menurut saya

  15. Pengalaman pake KLM oke koq
    Emang pesawatnya agak tua sih
    Pramugari/pramugaranya bule tapi ramah2
    On time banget juga
    30menit sebelum jadwal terbang, pintu pesawat udah ditutup
    Jadi saranin mending jangan telat boarding deh kalo naek pesawat begini

  16. Udah lebih dari 30x naik pesawat ini untuk terbang > 23 jam CGK – AMS – PBM. setahun terakhir lebih sering ganti GA untuk CGK- AMS… untuk kelas Economy GA lebih nyaman dan makanan GA lebih terasa nendang di lidah… pramugari GA juga lebih fresh dari pada Nyonya2 meneer di KLM :-)

  17. Pernah cobain waktu ke amsterdam trus balik jkt nya pake klm lg tp apes…koper nya gak kebawa ama klm akhirnya aku complain trus 2 minggu koper ku balik …langsung di kirim ke rumah… gak ada barang yg hilang

  18. Kemaren baru pulang naek KLM dr Kuala Lumpur ke CKG. Ternyata kalo minta red wine di kasih sebotol kecil gni. Kiraen sy di kasih di gelas ky minuman soda ini, kalo tau di botol gtu mending minta red wine aja dh biar bisa di bawa pulang :)

  19. Big NO untuk KLM, saya pake cuma kepaksa aja pas dinas. Pengalam bolak balik jakarta brussels atau jakarta peru (43jam).

    Makanan gak enak, kalo pilih moslem meal isinya kari semua tapi rasanya plain (aneh kan?)
    Mending pilih kosher meal.

    Tempat duduk biasa banget, long haul fligth siap siap tepos.

    Inflight entertainment lumayan tapi gak sehebat emirates.

    Flight attendant rasis dan jutek. Betul komen diatas kalo bilang ke asia gak ada senyumnya. Walo attendant yang bukan asli belanda sih oke ya, ramah suka ngajak ngobrol. Kuncinya saya tegas aja. Jangan berani usik, saya juga gak ngarep disenyumin.

    Pernah karena penumpang gak full, saya minta dibooked kursi di sebelah (seat 2 agak dibelakang) supaya bisa breastpumping. Dan banyak belanda-ers yang dikasih kursi lapang atau minimal sebelahnya kosong. Begitu take off, ada bapak belanda nenteng sepatu dan tasnya mau pindah ke sebelah saya. Saya bilang “siapa yang nyuruh kamu pindah kesini?” Dia jawab pramugari karna dia gak mau duduk di sebelah orang belanda di depan. Saya bilang “no, get back to your seat, i have booked this for particular reason”. Dia lapor pramugari, dateng kesaya malah saya omelin. Trus datanglah senior flight attendant sambil bawa list penumpang, dia buka percakapan dengan kalimat yang sangat gak sopan menurut saya. Habis saya omelin sampe minta minta maaf. Saya bilang saya terima maafnya tapi persoalan akan sampe ke manajemen KLM dengan komplain resmi. Dia trus aja berdiri di sebelah kursi dengan berulang ngomong “please do not miss understanding bla bla. Sampe saya bilang “ada lagi yang mau kamu omongin? Kalo gak silahkan pergi. Saya mau istirahat”

    Poin milesnya pun gak bisa kepake, padahal mayan setahun bolak balik jakarta peru, hehehe.

    So buat saya KLM NO.

  20. Amsterdam jakarta stop sebentar di KL. Pesawat nya full bgt, masukin koper buat cabin yg diatas rebutan, makanan biasa bgt, ruang kaki kecil, bikin pegel. Plg ok sih qatar emirates lah…

  21. Saya pernah pake KLM rute Amsterdam – Abu Dhabi. Untuk short haul pernah 5 kali utk penerbangan dalam Eropa. Yang paling saya suka dari KLM itu flight attendant-nya. Meskipun udah berumur, keliatan jutek, dll tapi mereka kerjanya benar-benar cekatan. Untuk in flight entertainment KLM menurut saya nggak update seperti Emirates dan Singapore Airlines. Makanan menurut saya enakan Garuda Indonesia/ Emirates/ Etihad.

  22. Naik klm kalo dari belanda na enak na yg skyteam yg bekerja sama dgn garuda. Jadi booking tiket garuda tapi pas terbang saat klm sykteam yg beroperasi .. kenapa? Ga begitu penuh dan bisa dpt bangku sendiri2 jadi bsa tidur rebahan, & pegawai na ramah2 apalagi sama anak2. Makanan na menurut saya biasa aja.. garuda juga ga enak ( inti na makanan di pesawat ga enak ) based on my experienced. Penerbangan jauh sangat amat dan tempat duduk na lebih lega dibanding garuda & fiture lebih modern.

  23. Yang saya maksud itu skyteam klm yah yg bekerja sama dgn klm, jadi bukan KLM airlines na sendiri! Klo KLM airlines na blm pernah naikin dari amsterdam ke jakarta.. cmn dari brussel ke amsterdam. Dari semua yg paling ok menurut saya etihad airlines ( dari segi bawa bagasi, makanan, tmpt duduk, flight attendant na) tapi klo skyteam klm karena org belanda saya lebih comfort jadi bisa ngomong dgn bahasa na… pengalaman terakhir naik garuda pas balik na jakarta- amsterdam tdk menyenangkan! Pegawai na dipanggil berkali2 ga nongol2 padahal anak saya muntah2. Minta teh datang na lama bgt.

  24. KLM gak enakkkk. Pramugari ga seramah maskapai asia/timteng, makanan biasa aja, seat ekonomi sempit dsn kalau landing di Schipol, imigrasinya reseh dan antrian panjang cuman satu utk non eropa. Mending Garuda, Qatar, Emirates, SQ kemana2. Jauhhh. Kalau terpaksa harus milih pun mending Etihad.

  25. Udh nyobain Qatar, Emirates, Garuda, KLM, China, ama Oman airlines rute cgk-amsterdam so far yg paling nyaman memang Qatar dan Emirates menurut saya KLM so so lah untuk long haul..kalo untuk makanan hambar standar dutchie banget mmg cuma pake garem dikit sama blackpaper makanya ga cocok ama lidah kita yg sarat akan bumbu ..bulan ini mau flight pake Etihad blm pernah coba mudah2an oke

  26. Pramugara pramugari sepuh tapi good handling … makanan memang not too good…LED waktu itu jg kecil…Tapi yang paling seru saat minta foto bersama mbak Pramugari…Dia bilang..Well sir, am i still good looking enough for u Sir…Wkwkwkkw Penumpang yang denger sampai ketawa….

  27. pernah, amsterdam-barcelona, pramugarinya tuir dan gendud namun ramah..

    makanan biasa saja, ya maklum standar lidah orang indonesia sudah terbiasa makanan spicy kalo suruh makan makanan dalam pesawat luar ya ga ada yang enak.
    makanan selinganya cup noodle dan itu luar biasa menurutku. pas, anget dan ada dikit pedes2nya..

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: