Saya, Air Asia, Dan Luar Negeri Pertama

Siapapun bisa terbang sekarang. Terbang bukan barang mewah lagi. Tidak seperti dulu, membayangkan naik pesawat saja rasanya hanya mimpi yang tidak akan pernah bisa tersentuh untuk orang seperti saya. Di masa kecil, saya hanya bisa berteriak kegirangan jika kebetulan ada pilot khilaf yang mengendalikan pesawatnya melintas di atas rumah saya.

“Ada pesawat, ada pesawat, pak pilot minta uangnya dong~ Loh…”

Sambil terus mendongak keatas, tidak akan berkedip sampai pesawat yang lewat tadi tidak terlihat lagi di cakrawala. Dari situ, sedikit demi sedikit saya termotivasi. Ada keinginan kuat dari dalam diri ingin melihat dunia luar, dunia yang berbeda, jauh dari rumah saya.

Ehem… Siapa sih, yang enggak mau melihat dunia?

Siapa juga yang enggak mau melakukan perjalanan keliling dunia?

Bisa terlihat bukan? Wajah - wajah bahagia pertama kali ke luar negeri :)

Kelihatan enggak? Wajah – wajah bahagia pertama kali ke luar negeri :)

Dulu sepertinya itu adalah hal yang mustahil, meskipun kalau diingat lagi, sejak kecil saya memang suka dengan jalan – jalan. Entah sekedar blusukan di sekitar rumah saya, atau nekat bersepeda ke kota sebelah demi melihat stasiun kereta api atau main ke mall terdekat dari rumah saya.

Iya, tidak seperti Jakarta yang jalan dikit ketemu mall, kampung saya yang ada di perbatasan Kota Kediri – Blitar itu jauh dari mall. Bahkan sampai sekarang ini mall satu – satunya hanya ada di kota sebelah, Kota Kediri. Selebihnya jika beruntung, saya akan diajak oleh ibu saya, untuk ikut study tour di sekolahnya. Dimana destinasinya pasti selalu menuju Yogyakarta disekitarnya.

Sekarang…

“Now Everyone Can Fly,- Air Asia”

Itu adalah kata – kata magis, tagline Air Asia, yang tentunya selalu didengungkan setiap kali Air Asia sedang berpromosi penawaran terbarunya. Entah sekedar diskon besar – besaran, atau hingga kursi gratis. Buat saya, itu bukan cuma tagline untuk penerbangan murah, tetapi setiap orang punya kesempatan untuk melihat hal yang baru. Termasuk saya tentunya :)

Siapa pula yang tidak tergoda kursi gratis coba? Entah sudah berapa kali saya rela begadang, demi mendapatkan satu kursi gratis untuk saya. Bahkan, sering saya didaulat beberapa teman untuk mencarikan kursi gratis untuk mereka.

“Titip cariin promo Air Asia ya mi, yang kursi gratis itu lho” Lha kok enak, saya saja belom pasti dapat kursi gratisnya kok! Hehee!

Saya  memang tidak menolak, juga tidak mengiyakan permintaan mereka. Wajar sih, itu semua terjadi setelah saya berhasil mendapatkan beberapa kursi gratis di promo air asia sebelumnya (red: tahun 2012). Gara – gara itu, sepertinya saya bisa langsung buka agen pemesanan tiket pesawat deh. Lumayan, komisinya bisa buat modal traveling :D

Selamat datang di Singapura! *wajib berfoto disini* XD

Selamat datang di Singapura! *wajib berfoto disini* XD

Keberhasilan saya mendapat tiket promo di tahun 2012, memungkinkan saya  menginjakkan kaki di luar negeri pertama kali. Pasti bisa ditebak kan? Luar negeri pertama saya sama dengan kebanyakan orang indonesia. Negeri singa, Singapura! Iya benar, negeri yang mempunyai ikon singa yang memuntahkan air atau lebih dikenal dengan Merlion park itu memang destinasi favorit orang Indonesia.

Kebanyakan suka pergi kesana untuk belanja, haha-hihi foto sana sini di kawasan mewah Orchard Road atau berfoto ala merlion yang memuntahkan air. Eh, foto dengan latar belakang merlion sih wajib kan ya? Sebagai pelengkap dan agar lebih seru. Pengalaman luar negeri pertama saya dibumbui perburuan kuliner khas Malaysia dan Singapore di Woodland Center, Masakan India di Little India, juga mencoba naik kereta dari Singapura ke Malaysia.

Ceritanya saya ingin membandingkan bagaimana rasanya naik kereta api di negara orang dengan di Indonesia sih. Eh, tapi saya enggak perlu cerita banyak tentang Singapura kan? Soalnya gara – gara Air Asia, pasti kalian semua sudah pernah pergi kesana.

Tapi…, kalau orang ketemu orang India yang lancar ngomong Bahasa Jawa bagaimana?

Jadi begini ceritanya, saya dan kedua orang teman saya yang bareng traveling ke Singapura, dari awal memang sudah kekeuh harus mencoba masakan India. Dan waktu itu setahu saya, untuk cari masakan India paling gampang ya harus pergi ke Little India. Setelah bosan keliling Mustafa Centre yang ternyata cuma shopping mall yang itu – itu saja, saya beranjak ke restoran yang berada di pojokan jalan dekat situ.

Saya sudah siap, dengan Bahasa Inggris alakadarnya untuk memesan makanan yang sepertinya asli bikinan orang india. Bukannya rasis, tapi sekilas terlihat pelayan restoran itu berkulit gelap, seperti kebanyakan polisi India yang selalu datang belakangan setelah sang jagoan menghajar semua penjahat. Hal itu meyakinkan saya, kalau restoran ini menjual masakan khas India asli.

“Hello, I want this, this.. and… thi…”

“Piro? Siji? Loro?” Tiba – tiba si pelayan resto nyamber dengan semangatnya.

Belum sempat menyelesaikan pesanan saya, si pelayan tadi malah menjawab dengan bahasa jawa yang artinya kira – kira menanyakan saya mau berapa potong ayamnya. Oh my god! Katakan kalau saya masih berada di Singapura? Bukan lagi nyasar di Yogyakarta atau Solo?

“Siji wae mas” 

Dengan sedikit menahan tawa, sekalian saja saya menyahut dengan Bahasa Jawa, yang artinya kurang lebih saya mau ayamnya satu potong saja. Lalu kami pun tertawa terbahak – bahak. Entah si pelayan ini sebenarnya orang India karbitan, atau memang dia punya pacar TKI yang berasal dari Jawa. Saya tidak mau ribet cari tahu, lebih baik saya ngeloyor pergi ke kasir untuk membayar pesanan saya.

Berpose di bawah menara petronas

Berpose di bawah Menara Petronas, Kuala Lumpur

Agak unik memang, pengalaman tidak terlupakan di Singapura tidak saya dapatkan dari gemerlap mewahnya jalanan Orchard Road, tepat waktuya MRT negeri singa atau foto wajib bersama merlion. Malah tragedi di Little India ini yang membuat saya yakin, kalau saya harus meneruskan perjalanan saya untuk melihat dunia.

Sebelumnya saya percaya kalau buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya, cerita tentang traveling bisa mengubah sebagian hidup saya. Sekarang saya makin percaya jalan – jalan adalah untuk melihat dunia yang sebenarnya, mengalaminya sendiri akan membawa saya ke pengalaman yang tidak terduka.

“Belive It Or Not, Traveling Is A Life-Changing Experience” ,- Unknown

Sekarang, saya sangat berterima kasih kepada figur yang telah menginspirasi saya, membuat saya berani bermimpi untuk mulai melihat dunia lebih banyak. Seperti Andrei Budiman dengan Travelous-nya, Jeffrey Polnaja yang membuat saya ketagihan touring, juga mbak Trinity dengan Naked Traveler-nya yang sukses menjadi inspirasi lahirnya kedua buku saya The Traveler Notes.

Terakhir untuk Air Asia, selamat sudah mengudara selama 10 tahun untuk Indonesia. Semoga selalu bisa memberi kesempatan untuk traveler lain yang mulai beranjak mengenal dunia dengan berbekal tiket promo. Jangan kecewakan mereka, juga saya yang sedang ingin pergi ke Nepal ini. Hehee! :)

Oleh - oleh buat saya selain cerita adalah boarding pass Air Asia. Psst, lihat yang paling bawah, itu boarding pass kali kedua saya pergi ke Singapura. Entah kenapa, kebetulan tanggalnya sama persis dengan yang pertama :)

Oleh – oleh buat saya selain cerita adalah boarding pass Air Asia. Psst, lihat yang paling bawah, itu boarding pass kali kedua saya pergi ke Singapura. Entah kenapa, kebetulan tanggalnya sama persis dengan yang pertama. Padahal tidak direncanakan sama sekali lho :)

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

44 Responses

  1. Tapi sekarang promo air asia mahal2 kak … Aku kecewa ;-( dia tak seperti dulu lagi ihik ihik tp jujur air asia membuka jalan buat gw makin eksis kelayapan hahaha

  2. momtraveler says:

    Aku belum pernah dapet yg gratis mas..tapi kalo yg promo udah beberapa x. Penasaran bgt sama kursi gratis ini :)

    • Rijal Fahmi says:

      aku juga masih dua kali dapet sih, sekarang makin susah >,< soalnya saingan pemburu tiket gratis juga makin banyak :| gak kayak dulu carinya gampang~ T_T

  3. Nunung Yuni A says:

    Wiiy…tulisannya keren banget. Aku juga beberapa kali dapat tiket gratis dulu

  4. dedysireng says:

    Belum pernah naik pesawat gan, tapi ok deh :)

  5. Beby says:

    Naik Air Asia emang asik. Dulu waktu rute Medan – Banda Aceh masih ada, aku sering naik AA. PP cumak 500rb. Bedanya dikit sama naik bus :D

    • Rijal Fahmi says:

      Asik karena terjangkau yaa? Heheeee iya, kalau di indonesia itu salah satu pilihan maskapai yang nyaman tapi terjangkau ya Air Asia ini :))

  6. Rijal Fahmi says:

    Wind rider lid? iya keren itu masnya, terus aku jadi pingin kayak dia hehee :D salaman dulu sebelum jadi saingan :p

  7. buzzerbeezz says:

    Pengalaman pertama selalu menyenangkan ya Fahmi. Good luck buat kompetisinya :D

  8. Faizal Indra Kusuma says:

    I just wanna say, kapan aku bisa ke Negeri Orang. Pasalnya, masih takut aja nyasar padahal niat udah ada. Kapan bakalan tour ke Luar lagi mas, jadi gaet lah buat aku hahahaha.

    Kalo ada rencana, tawarin saya yah yang masih canggung ini. Ini alamat email saya: [email protected]

  9. christina says:

    nanya ndunk kalo mau ke singapura
    apa aja yg hrs di siapkan .. baru pemula nich hehehe

  10. Bobby Ertanto says:

    Kenangan masa kecilnya sama kak kalo liat pesawat, pasti buru-buru keluar rumah trus liatin pesawat sampe hilang, padahal ukurannya kecil minta ampuun dah. hahaha

  11. bpras says:

    beneran itu, siji loro ?? hahah kocak !!

    • Rijal Fahmi says:

      yoi, beneran! makanya kalau main ke singapore gak perlu bahasa inggris yang lancar sih aslinya :p xixix siapa tahu malah nemu kejadian seperti saya :D

  12. Lusi says:

    Sama! Aku pertama kali ke luar negeri ke SGP tapi naik kapal ferry dari Batam, urusan kerjaan. Naik pesawatnya keluar negeri pertama ke Malaysia dari PEkanbaru tapi nggak puas karena cuma 25 menit heheheee…

    • Rijal Fahmi says:

      Naik kapal laut juga seru tuh sepertinya, pengen cobain dari batam hehee :D pekanbaru – malaysia sih deket kan ya? :D

  13. angkisland says:

    wah kudu siap” punya pasport juga nie say mas smga bisa nyususl ams Fahmi dah ^-^

  14. kereeen gan…

    semoga setelah bisa mengelilingi indonesia, saya juga bisa mengelilingi Dunia

  15. Kebanyakan foto narsis mas (komentar bermanfaat). Muehhehe

  16. karina says:

    melenceng dikit ya bang hehe
    travel blogger indonesia, komunitas gitu bang ?

  17. ini tulisan Kak Fahmi yang paling asik yang pernah kubaca. hhihi.. gudlak kak :))

  18. awan says:

    Kirain harus lancar berbahasa inggris tk bisa ke luar negri

    Pke bahasa jawa trnyata cukup ya
    Wis kepingin cepet ring luar negri dadine

  19. setuju ama qoute ini “Belive It Or Not, Traveling Is A Life-Changing Experience” ,- Unknown

    good luck ya bro, semoga menang…

    Salam

  20. Cecilia Tan says:

    Kaaaaa jam berapa aja si kalo promo kursi gratis gitu dptnya ?

  21. wibawanti says:

    untuk pembayaran free seats mesti menggunakan kartu kredit atau rekening BCA ya?bisa yg lain nggak?

  22. dara chairiyah says:

    Keren ;-)

  23. Alghi fahri liwan says:

    Bagus bgt tulisannya.sebenarnya aku mau sih kesana,cuman perginya repot bgt soalnya aku tinggal di sulawesi trus kalau mau kesana pertama naik pesawat ke jakarta tapi masih transit 5 jam di makassar.trus emang sih biaya jkt-sgp murah tetapi biaya dari kota aku ke jakarta mahal bgt tiket pesawat sekali jlan harganya 1,5 juta.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: