Review Pengalaman Terbang Ke Jepang Dengan Japan Airlines!

Sebenarnya saya sudah lama banget pengen menulis pengalaman saya terbang ke Jepang dengan Japan Airlines. Cuma waktu itu saya mikir. Baru sekali naik Japan Airlines masak langsung nulis review? Nanti kurang akurat dong jadinya. Jadilah saya menunggu sampai ada kesempatan lainnya untuk naik maskapai ini. Toh saya bakal beberapa kali liburan ke Jepang nanti.

Hingga kemudian beberapa kesempatan itu datang. Sampai sekarang ini saya sudah lebih dari 3 kali naik Japan Airlines. Bahkan selain mencoba kelas ekonomi, saya juga sempat merasakan naik Japan Airlines kelas Premium Ekonomi. Gara-gara itu juga saya bisa mampir ke Sakura Lounge sambil menunggu boarding pesawat.

Ada yang pernah naik JAL juga, share pengalaman nya di kolom komentar ya!
Ada yang pernah naik JAL juga, share pengalaman nya di kolom komentar ya!

Karena itu, sekarang saya mau berbagi review pengalaman saya terbang ke Jepang dengan Japan Airlines. Siapa tahu ada yang lagi bingung ke Jepang naik pesawat apa, dan mungkin akan memilih terbang ke Jepang dengan Japan Airlines. O iya, untuk tujuan ke Jepang sendiri, saya baru sempat cobain rute Jakarta (CGK) – Tokyo (Narita) ya. Jadi belom pernah cobain rute lain. Terus untuk rute domestik, saya pernah cobain rute Nagoya – Narita.

Ini saya dapet tiket kelas ekonomi. Lain kali pengen cobain yang business atau firstclass dong~
Ini saya dapet tiket kelas ekonomi. Lain kali pengen cobain yang business atau firstclass dong~
Dapat kesempatan cobain kelas Premium Ekonomi waktu pulang dari Jepang di musim panas 2017
Dapat kesempatan cobain kelas Premium Ekonomi waktu pulang dari Jepang di musim panas 2017

Nah, kira-kira seperti dibawah ini pengalamanan saya terbang dengan Japan Airlines. Baca sampai selesai ya!

Kesan Pertama Naik Japan Airlines

Dibanding dengan beberapa penerbangan lainnya ke Tokyo, jam terbang Japan Airlines ini paling favorit. Maskapai ini terbang pagi dari Jakarta, dan sampai di Jepang sore hari sekitar jam 4 sore waktu Jepang. Jadi begitu sampai di Jepang nanti, saya bisa langsung cek in ke penginapan. Terus, staf cek in di bandara juga ramah.

Yang bikin saya makin seneng dengan maskapai ini adalah crisis handling mereka yang bagus. Jadi waktu itu sempat ada engine trouble dengan pesawat rute Jakarta – Tokyo yang akan saya tumpangi. Dan, hal itu menyebabkan penerbangan rute tersebut dibatalkan untuk hari itu. Saya langsung mikir dong. “Wah, bisa berantakan nih jadwal trip di Jepang nanti”

Ada hiu nempel di badan pesawat JAL. Saya foto di Nagoya International Airport.
Ada hiu nempel di badan pesawat JAL. Saya foto di Nagoya International Airport.

Tapi ternyata acara saya nggak berantakan sama sekali, karena semua penumpang penerbangan itu dialihkan ke maskapai lain dan terbang pada hari itu juga. Bahkan waktu sampai di Jepang pun juga tidak berbeda jauh dengan jadwal aslinya. Lebih cepat malah. Padahal sudah sempat khawatir aja kalau acara bakal berantakan. Untung saja naik Japan Airlines deh!

Saya juga cocok dengan jam terbangnya. Kalau mau terbang siang, saya bisa memilih berangkat dari Jakarta jam 06:45 dengan pesawat Boeing 767, atau berangkat malam hari di Jam 21:25. Tapi kalau berangkat, saya lebih suka berangkat pagi, karena begitu sampai di Jepang langsung bisa cek in penginapan. Kalau berangkat malam, sampai jepang pagi sekitar jam 7.

Saya pertama kali naik Japan Airlines pada tahun 2017, langsung suka sama maskapai ini!
Saya pertama kali naik Japan Airlines pada tahun 2017, langsung suka sama maskapai ini!
Sore hari di Bandara Narita
Sore hari di Bandara Narita
Pesawat Japan Airlines di Bandara Narita ketika sedang hujan.
Pesawat Japan Airlines di Bandara Narita ketika sedang hujan.

Jadilah harus menungu sampai siang sebelum bisa cek in. Jam kepulangannya pun juga cukup enak, jam 10:55 dan 18:00 dari Tokyo. Sampai sekarang ini, saya sudah mencoba semua jam kepulangan, dan sekali jam kepergian. Favorit saya sih, tetap terbang siang. Karena jam dikasih makan waktu di pesawat pas banget.

Kelas Ekonomi Japan Airlines

Setiap terbang ke Jepang, saya memang selalu naik kelas ekonomi. Belom kuat kalau selalu naik bisnis. Toh sama-sama sampai di Jepang juga. Meski gak nolak juga kalau ada kesempatan ngerasain terbang ke Jepang dengan kelas bisnis atau bahkan, First Class!

Abaikan muka kucel saya! Kelas ekonomi Japan Airlines emang oke punya!
Abaikan muka kucel saya! Kelas ekonomi Japan Airlines emang oke punya!

Menurut saya, setelah bolak-balik ke Jepang 6 kali dengan beberapa maskapai berbeda, kelas ekonomi Japan Airlines adalah yang paling nyaman.  leg room paling lega, dan hiburan di pesawat nggak ngebosenin. Terbang sekitar 7 jam gak bikin badan pegel deh pokoknya. Nggak salah kalau kelas ekonomi mereka salah satu yang terbaik.

Kofigurasi kursinya untuk kelas ekonomi pun juga 2-4-2 atay 2-3-2. Jadi saya bisa milih duduk di barisan kursi yang cuma dua baris. Soalnya saya paling gak suka duduk di tengah. Semacam bikin mati gaya kalau terbang 7 jam. Apalagi kalau pas pengen ke toilet, dan orang di sebelah lagi tidur. Tau sendiri kan rasannya?

Kabin kelas ekonomi sangat lega, paling lega dibanding beberapa maskapai yang pernah saya coba. Ini Boeing 767, dengan pengaturan kursi 2-3-2.
Kabin kelas ekonomi sangat lega, paling lega dibanding beberapa maskapai yang pernah saya coba. Ini Boeing 767, dengan pengaturan kursi 2-3-2.
Tempat barang di kursi kelas Ekonomi bisa buat nyimpen laptop kecil saya. Lega sekali ruangan tempat menyimpan barangnya kan?
Tempat barang di kursi kelas Ekonomi bisa buat nyimpen laptop kecil saya. Lega sekali ruangan tempat menyimpan barangnya kan?
Headset kelas ekonomi untuk dipakai di pesawat satu colokan seperti ini. Jadi bisa pakai headset sendiri juga deh kalau misal kurang puas dengan headset yang ini.
Headset kelas ekonomi untuk dipakai di pesawat satu colokan seperti ini. Jadi bisa pakai headset sendiri juga deh kalau misal kurang puas dengan headset yang ini.
Di kelas ekonomi, bisa naroh air minum disini, jadi gak harus nyelipin di bawah kayak maskapai lainnya.
Di kelas ekonomi, bisa naroh air minum disini, jadi gak harus nyelipin di bawah kayak maskapai lainnya.

Kelas Premium Ekonomi Japan Airlines

Kalau leg room kelas ekonomi saja sudah lega, kelas Premium Ekonomi Japan Airlines ini bikin saya yang kakinya panjang ini makin bahagia. Saya bahkan bisa naruh koper saya di depan kaki dan masih sisa banyak kalau boleh. Tapi karena ada ruangan diatas kabin yang khusus untuk menyimpan bagasi, ya sudah saya taruh disitu aja.

Kabin kelas ekonomi sangat lega, paling lega dibanding beberapa maskapai yang pernah saya coba. Ini Boeing 767, dengan pengaturan kursi 2-3-2. Leg room jauh lebih lega lagi, terus headphone di kelas ini lebih bagus dibanding kelas ekonomi.
Kabin kelas ekonomi sangat lega, paling lega dibanding beberapa maskapai yang pernah saya coba. Ini Boeing 767, dengan pengaturan kursi 2-3-2. Leg room jauh lebih lega lagi, terus headphone di kelas ini lebih bagus dibanding kelas ekonomi.

Saya merasakan terbang di kelas Premium Ekonomi ini waktu terbang dengan pesawat Boeing 787 Dream Liners yang berbadan gede. Akhirnya saya bisa ngerasain naik 787 juga. Untuk fasilitas di kelas Premium Ekonomi sebenarnya hampir mirip dengan ekonomi. Tapi yang membedakan selain leg room lebih lega, saya bisa mampir ke Sakura Lounge untuk menunggu boarding, dan ada fasilitas priority bagage handling. Jadi waktu mendarat nanti, dipastikan lebih cepat mendapatkan bagasi dibanding kelas ekonomi.

Comfort set Premium Ekonomi ini lengkap banget.
Comfort set Premium Ekonomi ini lengkap banget.
Leg room Japan Airlines premium ekonomi jauh lebih lega.
Leg room Japan Airlines premium ekonomi jauh lebih lega.
AVOD Set di kelas Premium Ekonomi.
AVOD Set di kelas Premium Ekonomi.
Leg room yang lega ini penyelamat untuk yang kakinya panjang kayak saya
Leg room yang lega ini penyelamat untuk yang kakinya panjang kayak saya

Kelas Bisnis Dan First Class Japan Airlines?

Pengennya mau review juga, tapi karena saya belum pernah coba, ya saya bagikan aja fotonya. Siapa tahu nanti saya ada kesempatan untuk terbang di kelas bisnis atau first class! Amin!

Kalau ada kesempatan, saya pengen cobain Business Class dan First Class deh XD
Kalau ada kesempatan, saya pengen cobain Business Class dan First Class deh XD

Inflight Meal Atau Makanan Di Pesawat

Banyak yang bilang kalau semua makanan di pesawat itu selalu gak enak. Well, nggak semuanya sih menurut saya. Makanan di pesawat Japan Airlines ini adalah salah satu yang enak dan menjadi favorit saya. Selama terbang dengan Japan Airlines, saya belum pernah nemu makanan yang tidak cocok.

Kalau ada kesempatan, saya pengen cobain Business Class dan First Class deh XD
Kalau ada kesempatan, saya pengen cobain Business Class dan First Class deh XD

Terus, untuk kamu yang ingin pesan makanan khusus seperti menu vegetarian atau makanan halal, bisa dilakukan pemesanan sebelumya. Jadi nggak usah khawatir lagi dengan makananmu. Menariknya, setiap terbang dari Jakarta ke Tokyo, dalam menu makanan di pesawat, selalu ada dua botol Yakult. Terus, pernah ada sambal pedas dari Indofood di menunya. Tau aja kalau orang Indonesia suka dengan sambal :D

Mau makan aja dibikin meleleh dulu~
Mau makan aja dibikin meleleh dulu~
Inflight meal set dari Narita Tokyo Ke Jakarta.
Inflight meal set dari Narita Tokyo Ke Jakarta.
Inflight meal Japan Airlines waktu terbang dari Jakarta ke Narita Tokyo. Boleh minta wine juga~
Inflight meal Japan Airlines waktu terbang dari Jakarta ke Narita Tokyo. Boleh minta wine juga~
Inflight meal dari Jakarta - Tokyo waktu saya terbang dengan JAL di musim panas 2017.
Inflight meal dari Jakarta – Tokyo waktu saya terbang dengan JAL di musim panas 2017.
Salah satu menu main course ketika naik JAL, seafood!
Salah satu menu main course ketika naik JAL, seafood!
Nasi dengan seafood.
Nasi dengan seafood.
Waktu terbang dari Jakarta, ada sambal ini di Inflight mealnya XD
Waktu terbang dari Jakarta, ada sambal ini di Inflight mealnya XD
Snack dikasih sesaat setelah terbang. Biasanya isinya kacang.
Snack dikasih sesaat setelah terbang. Biasanya isinya kacang.
Selalu minta ocha hangat kalau terbang pake JAL
Selalu minta ocha hangat kalau terbang pake JAL
Desertnya cokelat kayak gini, favorit!
Desertnya cokelat kayak gini, favorit!
Suka sama packagingnya.
Suka sama packagingnya.

Fasilitas Di Pesawat

Untuk fasilitas di pesawat sebenarnya standard dengan maskapai lainnya. Seperti di kamar mandi ada sikat gigi yang bisa digunakan. Terus headphone untuk menikmati hiburan di pesawat, informasi panduan dalam keadaan darurat, hingga comfort set yang saya temui ketika terbang dengan kelas Premium Ekonomi.

Tapiii….. fasilitas favorit saya kalau terbang dengan Japan Airlines adalah wifi onboard!

Mata saya langsung berbinar ketika lihat logo Wifi di kabin pesawat. Harganya wifi di JAL 18.8 USD untuk 24 jam, unlimited data!
Mata saya langsung berbinar ketika lihat logo Wifi di kabin pesawat. Harganya wifi di JAL 18.8 USD untuk 24 jam, unlimited data!

Sebagai travel blogger, wifi dan koneksi internet kan sudah menjadi kebutuhan pokok ya. Keberadaan wifi di pesawat terbang akan sangat membantu. Entah sekedar untuk membalas email, live di Instagram seperti yang selalu saya lakukan kalau terbang dengan Japan Airlines, hingga ngeblog di ketinggian lebih 30 ribu kaki. Saya pernah lakukan itu, selesai satu tulisan ketika terbang dari Jakarta ke Tokyo!

Yang jelas, kalau ada wifi on board, terbang 7 jam itu beneran nggak kerasa. Begitu nyadar, sudah mau sampe saja. Akibat terlalu sibuk online, saya nggak begitu memperhatikan sekarang lagi berada dimana. Harganya sih ya nggak terlalu mahal menurut saya. Saya selalu beli yang USD 18.8 untuk paket 24 jam. Meski ada harga yang lebih murah di USD 10.15 untuk satu jam, dan USD 14.40 di 3 jam.

Dapat kesempatan mengabadikan Gunung Fuji dari ketinggian 30 ribu kaki karena naik JAL.
Dapat kesempatan mengabadikan Gunung Fuji dari ketinggian 30 ribu kaki karena naik JAL.
Salah satu fasilitas favorit saya ketika naik Japan Airlines adalah wifi on board!
Salah satu fasilitas favorit saya ketika naik Japan Airlines adalah wifi on board!

Bahkan untuk penerbangan domestik, fasilitas wifi on board ini gratis. Saya pernah mencobanya ketika terbang dari Nagoya ke Tokyo Narita. Gara gara terbang di rute ini juga saya bisa mengabadikan keindahan Gunung Fuji dari ketinggian 30 ribu kaki. Selain itu tidak seperti wifi on board maskapai lainnya yang pernah saya coba, tidak ada batasan besarnya jumlah data yang bisa dipakai. Jadi bisa dibilang fasilitas wifi on board Japan Airlines itu unlimited! Asal waktu penggunaan masih ada ya! Lebih detail mengenai wifi di JAL bisa klik disini.

Sementara itu untuk fasilitas lainnya di penerbangan Japan Airlines adalah sebagai berikut…

Beragam pilihan hiburan selama penerbangan.
Beragam pilihan hiburan selama penerbangan.
Hiburan film di JAL updated, dan ada beberapa film jadi favorit saya.
Hiburan film di JAL updated, dan ada beberapa film jadi favorit saya.
Misalnya film Doraemon ini. Meski gak ada subtitle english atau bahasa indonesianya sih!
Misalnya film Doraemon ini. Meski gak ada subtitle english atau bahasa indonesianya sih!
Kalau bosan nonton film, bisa main game! Biasanya saya main game golf!
Kalau bosan nonton film, bisa main game! Biasanya saya main game golf!
Majalah inflight JAL.
Majalah inflight JAL.
Di kamar mandi ada sikat gigi, setelah mendarat pun mulut akan tetap segar!
Di kamar mandi ada sikat gigi, setelah mendarat pun mulut akan tetap segar!
Emergency equipment di pesawat JAL.
Emergency equipment di pesawat JAL.

Sakura Lounge Japan Airlines

Enaknya kalau naik kelas Premium Ekonomi keatas, saya bisa menunggu di Sakura Lounge sebelum terbang. Jadi saya gak perlu bingung lagi menunggu dimana kalau waktu boarding masih lama. Apalagi Sakura Lounge Japan Airlines ini sangat berkelas, dan tentunya snack dan minuman bisa ngambil sesukanya.

Sakura lounge, di Bandara Narita. Fotonya kurang kece saya, padahal loungenya bagus. Free flow drinks! #EH!
Sakura lounge, di Bandara Narita. Fotonya kurang kece saya, padahal loungenya bagus. Free flow drinks! #EH!
Kira-kira seperti ini suasana Sakura Lounge Japan Airlines di Bandara Narita.
Kira-kira seperti ini suasana Sakura Lounge Japan Airlines di Bandara Narita.

Kalaupun mau menunggu sambil bekerja juga bisa. Saya pun gak perlu takut ketinggalan pesawat. Karena ketika waktu boarding sudah dekat, akan diberitahu lewat pengumuman. Jadi saya bisa menunggu dengan santai di Sakura Lounge deh! Nah, gimana? Penasaran pengen terbang ke Jepang bersama Japan Airlines gak sekarang?

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
6 Responses
  1. iya, penasaran, BANGET. Atuhlah kapan bisa ada kesempatan naik JAL. Tapi karena saya orangnya sangat percaya sama mimpi, jadi boleh mimpi dulu deh sekarang. Pas maskapai merah buka rute baru Jakarta-Narita dengan harga yang sangat terjangkau, entah kenapa saya masih enggan buat beli. Oh God, masih bayangin penerbangan Jakarta-Macau yang 6 jam itu sumpah bikin pegel, karena kan kursinya luruss doang dan leg room sempit. Maklum maskapai LCC. Nah, mimpi saya bisa ke Jepang tapi naik JAL ini. Semogaaaa bisa :)

  2. Semakin kesini, aku juga mulai menghindari low cost maskapai :p. Kalo mampu yg full service, udh lbh milih ksana. Hahahah. JAL ini oaking srg promo ama bank tempat aku kerja, HSBC. Tp sayangnya blm beruntung aja dpt tiket yg cocok. Kmrn dpt tiket ke jepang utk january thn dpn, tp harga yg paling oke dr MAS dapatnya. Ya sudah aku pilih itu. Yg ptg pokoknya full service :p

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: