Mengenal Cantigi Dari Gunung Papandayan

Asiknya mendaki gunung itu, enggak cuma bisa menghirup udara segar, atau narsis sambil foto – foto pemandangan cakep saja. Tetapi kadang juga bisa mengenal lebih dekat dengan alam, juga mengetahui apa saja yang bisa dimanfaatkan darinya untuk survival (red : bertahan hidup di alam). Seperti perkenalan saya pada Cantigi (red: bukan nama orang) ketika hiking ke Gunung Papandayan kemarin. Ternyata tumbuhan yang kelihatannya tidak terlalu menarik ini mempunyai banyak sekali manfaat.

Berkenalan Dengan Si Manis Cantigi

Daun muda si cantik Cantigi yang merah merona
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Daun muda si cantik Cantigi yang merah merona

(Baca Juga : Cerita Papandayan : Lets Go Papandayan!)

Buah cantigi yang warnyanya hitam ini bisa dimakan loh, rasanya agak manis, dan bisa menambah stamina ketika mendaki :)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Buah cantigi yang warnyanya hitam ini bisa dimakan, rasanya agak manis, dan bisa menambah stamina ketika mendaki :)

Buah yang warnanya hitam ini bisa dimakan lho, daunnya juga bisa, mau coba?” Kata teteh Ajeng, seorang ranger Gunung Papandayan yang kebetulan saya temui di Tegal Alun.

Sebelumnya saya enggak tahu sama sekali, kalau tumbuhan yang bernama Cantigi ini ternyata bisa di konsumsi, terutama untuk tujuan survival selama di gunung. Sebagai pendaki pemula abal – abal, selama ini kalau naik gunung saya cuma tertarik dengan yang namanya Edelweis atau yang juga dikenal sebagai bunga abadi. Sekilas memang Edelweis lebih menarik dari pada Cantigi, terutama untuk yang belum tahu manfaatnya.

Populasi pohon Cantigi sebenarnya bisa ditemukan di hampir semua gunung di Indonesia, cuma kebetulan saya bertemu pohon ini pertama kali ketika hiking ke Gunung Papandayan kemarin. Cantigi ( Vaccinium varingiaefolium ) yang memiliki beberapa julukan seperti Manis Rejo (Jawa), Cantigi (Sunda), Delima Montak (Kaltim) merupakan tumbuhan yang tahan terhadap asap belerang dan tanah kawah beracun. Bisa dibilang juga tumbuhan ini bisa hidup dalam kondisi yang ekstrem. Entah angin kencang, udara dingin ataupun panas.

(Baca Juga : Cerita Papandayan : Malam Terakhir Yang Kacau, Berburu Sunrise Di Hutan Mati)

Pohon Cantigi bisa dimanfaatkan mulai dari ujung daun, hingga bagian akarnya.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pohon Cantigi bisa dimanfaatkan mulai dari ujung daun, hingga bagian akarnya.

Menurut saya seorang pendaki harus mengenal dekat dengan tumbuhan yang satu ini, karena bisa digunakan untuk bertahan hidup jika kebetulan kehabisan perbekalan selama pendakian. Saya sendiri kemarin sempat mencoba memakan buah dan daun Cantigi. Yah, dalam kondisi survival, rasanya masih lumayan bisa diterimalah. Buah Cantigi yang berwarna hitam rasanya sedikit manis, ada rasa pahit sedikit dan berserat.

Sedangkan daunnya berasa sedikit asam dan berserat. Selain untuk tujuan survival, buah dan daun muda Cantigi bisa dimakan untuk menambah stamina serta nutrisi bagi para pendaki. Ada juga yang bilang kalau Cantigi juga berkhasiat sebagai obat demam dan penyegar badan. Hemm… Saking banyaknya manfaat dari tumbuhan ini, boleh dong kalau saya menyebut si Cantigi ini adalah pelindung para pecinta alam? Menurut kalian bagaimana?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

6 Responses

  1. OOOhhh…bisa dimakan toh…

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      iyaa, aku juga baru tau kemarin :D dikasi tau sama rangernya papandayan. *maklum pendaki pemula abal – abal sih* hehee

  2. nofantoro says:

    Sepertinya hampir di semua gunung terdapat tumbuhan semacam itu deh mas,

  1. September 25, 2013

    […] – gara suhu yang begitu dingin, saya hampir saja melewatkan pemandangan cantik pagi hari Gunung Papandayan. Untungnya bayangan pemandangan matahari terbit dari hutan mati di angan – angan, membuat […]

  2. September 27, 2013

    […] sebuah pos awal pendakian, fasilitas yang ada di pos pendakian awal Gunung Papandayan ini termasuk mewah dan lengkap. Ada beberapa warung yang siap memanjakan perut, ada juga listrik […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: