Ini Dia Cara Nge-Warnet Di Jepang!

Melanjutkan tulisan “Mau Hemat Traveling Di Jepang? Menginaplah Di Warnet!” yang saya tulis sebelumnya, menyewa ruangan atau satu kubikal di warnet Jepang itu tidak sesederhana seperti warnet yang ada di Indonesia. Kalau di warnet yang ada di Indonesia kan biasanya kita tinggal datang, tanya ke penjaga warnetnya ada yang kosong atau enggak, terus tinggal duduk dan berselancar di dunia maya deh! Gampang banget kan?

Nah, kalau untuk warnet yang ada di Jepang itu beda banget caranya! Agak ribet sedikit karena harus mengisi sebuah form tertentu, sebelum saya bisa menggunakan room atau komputer. Repotnya lagi, semua form tadi rata – rata berbahasa Jepang! Nah, saya kan enggak bisa bahasa Jepang banget, jadinya saya ngisi form pasti tanya – tanya ke petugasnya yang juga enggak bisa banget bahasa inggris. Untungnya sih mereka masih bisa bahasa tarzan! Hahaa!

Beberapa kartu angota warnet yang saya kunjungi selama di Jepang akhirnya malah bisa buat kenang - kenangan :)

Beberapa kartu angota warnet yang saya kunjungi selama di Jepang akhirnya malah bisa buat kenang – kenangan :)

Dari beberapa bacaan di internet, sebenarnya dulu kalau mau memakai room di warnet Jepang ini enggak terlalu ribet. Hanya saja karena kemudian ada yang menjadikan warnet ini untuk bersembunyi pembunuh dan orang jahat lainnya, maka setiap warnet di Jepang diwajibkan untuk mendata pelanggannya. Nah, karena itulah setiap pelanggan warnet harus mempunyai kartu keanggotaan, tidak terkecuali orang asing yang hanya numpang mimpi di Jepang selama 13 hari seperti saya.

Meskipun terkesan agak ribet, tetapi warnet di Jepang adalah salah satu penyelamat untuk bertahan hidup dengan hemat disana. Bahkan ada juga lho orang Jepang yang tinggalnya di warnet tiap hari. Ada yang karena rumahnya hancur pasca tsunami Jepang, ada juga yang karena harga properti di Tokyo mahal sekali harganya. Atau yang seperti saya, nekat backpacking ke Jepang selama 13 hari dengan dana yang minim!

Nah, kira – kira begini deh prosedur menjadi anggota warnet di Jepang sebelum bisa menggunakan fasiltasnya :

  1. Datang ke warnet dengan senyum ya! Jangan marah – marah atau sambil bawa senjata. Bukannya diperbolehkan menjadi anggota warnet, malah ditangkap polisi Jepang nanti!
  2. Bilang mau make Internet, dan tanyakan paket mereka apa saja. Sebodo amat enggak bisa bahasa Jepang, ngomong aja pake bahasa inggris, kayak gini misal “I want to use Internet here, what package this net cafe offer?”. Kalau mereka bingung dengan pertanyaan kalian, mereka pasti akan menyodorkan daftar paket dengan daftar harga dalam yen dan lawa waktu dalam jam yang lebih mudah dipahami. Langkah selanjutnya tinggal tunjuk aja paket dengan jam paling banyak dan paling murah tentunya. Namun, kalau mereka enggak menyodorkan paket apapun dan masih bingung, manfaatkan bahasa tarzan dengan sebaik mungkin ^^.
  3. Sampai disini saya menganggap petugas warnet sudah paham dan menyodorkan form untuk diisi. Nah, sayangnya semua form pasti dalam bahasa Jepang yah! Yang paling penting bilang aja “Name where?”, “My Passport number where?”, grammar atau structure bahasa inggris sudah enggak penting lagi disini. Yang penting you understand, and I understand! Lagi – lagi penjaga warnet disana akan menunjukkan dengan bahasa tarzan, bagian mana aja yang bisa di isi.
  4. Nah, setelah mengisi form, menunjukkan passport, dan membayarnya, kemudian saya menerima yang namanya member card atau kartu anggota! Yah meskipun bakal kepakai ketika di Jepang saja, paling enggak kartu anggota tadi bisa buat kenang – kenangan deh.
  5. Kalau udah beres semua, nanti pasti ada yang mengantarkan ke room yang sudah disediaakan, dan menjelaskan dimana saya bisa baca komik, mengambil minuman yang bisa diminum secara gratis, dan dimana saya bisa menggunakan kamar mandi. Begitu saja sih, mudah kan? Selamat mencoba ^^

Kartu Anggota Manboo Cafe!

Kartu anggota manboo cafe yang ada di Shibuya, Tokyo, Japan (bagian depan).

Kartu anggota manboo cafe yang ada di Shibuya, Tokyo, Japan (bagian depan).

Kartu anggota manboo cafe yang ada di Shibuya, Tokyo, Japan (bagian belakang).

Kartu anggota manboo cafe yang ada di Shibuya, Tokyo, Japan (bagian belakang).

Peta Lokasi Manboo Net Cafe

Kartu Anggota Comic Buster

Kartu anggota net cafe comic buster yang ada di Akita, Japan (bagian depan).

Kartu anggota net cafe comic buster yang ada di Akita, Japan (bagian depan).

Kartu anggota net cafe comic buster yang ada di Akita, Japan (bagian belakang).

Kartu anggota net cafe comic buster yang ada di Akita, Japan (bagian belakang).

Peta Lokasi Comic Buster Net cafe

Kartu Anggota Topscafe

Kartu anggota topscafe yang ada di Kyoto, Japan (bagian depan).

Kartu anggota topscafe yang ada di Kyoto, Japan (bagian depan).

Kartu anggota topscafe yang ada di Kyoto, Japan (bagian depan).

Kartu anggota topscafe yang ada di Kyoto, Japan (bagian depan).

Peta Lokasi Topscafe

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
IkutiĀ travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakanĀ kerjasama.

Yang Banyak Dicari

21 Responses

  1. Belum bisa ke Jepang, keliling Indonesia saja belum keturutan…

  2. Serius nginep di warnet ???? trus bisa numpang mandi ????

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      seriuus :D di warnet yang pertama bisa, tetapi yang kedua dan ketiga enggak tau, soalnya cuma sebentar, ngejar kereta :D

  3. Badai says:

    Gara-gara postingan ini jadi tertarik mau coba wisata warnet kalo ke Jepun ;)

  4. menginap di warnet sudah jadi budaya di Jepang, bahkan sudah menjadi semacam subkultur. Biasanya dilakukan oleh mereka yang jobless/homeless. atau mereka para pekerja paruh waktu dengan gaji minim dan tidak sanggup menyewa apartemen. akhirnya mereka tinggal di warnet-warnet.
    di Jepang sendiri ini sudah masuk ke dalam penyakit sosial, disebut net cafe refugee/cyber homeless dan sebenarnya ini adalah fenomena sosial yang cukup menyedihkan di Jepang. digolongkan jadi satu dengan hikikomori,
    dan Mc Refugee ( mereka yang tinggal di Mc D, saya ketemu mereka di Osaka) karena merupakan simbol kekalahan ekonomi masyarakat dengan tuntutan biaya hidup di Jepang yang makin tinggi.
    oia, ada lagi mereka penganut Public Space Sleeping yang tua biasa di Ueno, mereka adalah lansia yang tidak punya rumah, sering ditemukan meninggal di taman karena kedinginan, yang muda saya sempat bareng mereka di Shinjuku. Tidur di emper-emper stasiun seadanya.

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      wah, keren kalau yang di net cafe sama mc refugee sih udah sering denger, tapi kalau yang lain semacam public space sleeping belom pernah tau :D kemarin bawa sleeping bag juga sih, niat tidur di taman atau apa gitu, biar bisa hemat buat nginep di ryokan hahaa. tapi enggak jadi gara2 suhu nggak naik dari 5 derajat ==” ampun deh.

  5. asiiikkkk ne tips n triknya….yaaa begini lah kalao orang-orang setengah gila jalan ke negeri orang hehe,..anyway thank tipsnya

  6. Lian says:

    Nice experience to share!
    Saya sarankan kalau lain kali mau traveling ke Jepang lagi, nginep aja di mesjid. At least, kota-kota besar kayak Tokyo, Kyoto, Osaka dan Hokkaido ada mesjid yang bisa ditumpangi. GRATIS lagi! warnet kan bayar :D Apalagi kebanyakan mesjid dikelola orang Indonesia, jadi lebih gampang. Mesjid di Jepang juga bentuknya rumah yang ada kamar mandi dan kamar tidur (karena sering menerima tamu dan bikin acara). Oya, ada tempat karaoke yang harganya sama aja kayak warnet juga lho. Di sana paket karokean semalam suntuk lebih murah soalnya (bisa di bawah 1000yen) dan yang jelas karaoke room jauh lebih gede dan nyaman dari warnet. Selamat mencoba. Salam :)

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      kemarin sekalian mau cobain rasanya warnet di jepang sih, sekalian ngerasain internet yang kenceng :D makasih udah nambahin tipsnya :D

  7. fuzi awalia says:

    berapa tuh harga sewa warnetnya mas?

  8. okamura silitonga says:

    lah itu ga ada deposit yah buat kartunya ? enak bener

  9. Haidra Zearth says:

    mas, untuk biaya visa, travel, sama biaya hidup 13 hari di sana (di luar jajanan) kira2 habis berapa ya ?

    • Rijal Fahmi says:

      saya pernah menuliskannya kok, di tulisan backpacking ke jepang itu mahal tapi bukan tidak mungkin. coba dibongkar2 lagi :)

  10. yosef krisnadi says:

    ribetnya mas…. pengen nke jepang hehehhe…sementara keliling yogya dl…

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: