Ikutan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure, Apa Saja Sih Yang Saya Lakukan?

Mungkin banyak yang belum tahu, atau malah penasaran? Kira-kira apa saja sih yang saya lakukan ketika ikutan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure? Yang jelas nih ya, ada banyak banget yang saya lakukan disini, meskipun ini adalah kali kedua saya ikutan ekspedisi jelajah keunikan Indonesia yang didakan oleh Daihatsu Indonesia.

Pertama kali saya ikut ekspedisi Terios 7 Wonders adalah tahun 2014 lalu, menjelajah tanah Celebes sejauh 3000 KM lebih dari Manado hingga kendari. Tahun ini jalur ekspedisi memang sedikit lebih pendek, tetapi tantangan selama di jalan bukan berarti lebih mudah.

Rute perjalanan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure!
Rute perjalanan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure!

Nah, buat yang penasaran, apa saja yang dilakukan selama ekspedisi Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure tahun 2015, baca ini ya! Yang jelas, Terios 7 Wonders ini nggak cuma sekedar jalan-jalan,  atau konvoi naik mobil keren New Terios saja.

1. Jelajah Jalur Darat Borneo Sejauh 2058 KM

Totalnya ada 7 New Terios yang diberangkatkan dari Kota Palangkaraya, tepatnya dari Dealer Daihatsu Tri Mandiri. Dari sini tim terios 7 wonders menjelajah Borneo lewat jalur darat melewati rute sebagai berikut : Palangkaraya – Kruing – Pulau Kaget Dan Kandangan – Amuntai – Balikpapan – Samarinda – Samarida – Taman Nasional Kutai – Berau- Pulau Maratua.

Saya dan seluruh tim ekspedisi Terios 7 Wonders
Saya dan seluruh tim ekspedisi Terios 7 Wonders

2. Melihat Kebakaran Hutan Disana-Sini

Kalimantan memang sedang mengalami kemarau berkepanjangan, dan sayangnya banyak orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan musim kering kerontang ini. Hasilnya, kebakaran hutan terlihat pada hampir sepanjang jalur yang dilewati oleh tim Terios 7 Wonders, dari Palangkaraya hingga Berau.

Api masih menyala di Kabupaten Passer, ketika baru saja memasuki Kalimantan Timur
Api masih menyala di Kabupaten Passer, ketika baru saja memasuki Kalimantan Timur

Di kiri-kanan jalan, terlihat bekas kebakaran hutan dan bahkan juga terlihat hutan yang masih terbakar dengan bara api yang menyala. Di beberapa kota juga terlihat asap kebakaran hutan mengepung kota seperti Kota Palangkaraya, Banjarmasin, Amuntai dan Berau.

Gara-gara kebakaran hutan ini pula yang menyebabkan seluruh Tim Terios 7 Wonders harus pulang melalui Tarakan, dari jadwal sebelumnya pulang lewat Berau. Itu karena karena, bandara di Berau ditutup hingga waktu tidak ditentukan akibat dikepung asap.

Berhenti sejenak untuk melihat kebakaran hutan
Berhenti sejenak untuk melihat kebakaran hutan
Wajah asli hutan Borneo...
Wajah asli hutan Borneo…

3. Naik Turun New Terios Untuk Berburu Foto Dan Video Keren Borneo Juga New Terios Sedang Beraksi

Sebagai seorang blogger, berburu konten adalah hal yang wajib! Dan, acara seperti ekspedisi Terios 7 Wonders ini adalah yang paling menyenangkan untuk berburu konten. Di acara ini saya nggak cuma bisa berburu konten berupa destinasi wisata yang dikunjungi selama ekspedisi, tetapi juga aksi cantik dari New Terios yang sedang melibas jalanan Borneo!

Dua kali ikut ekspedisi Terios 7 Wonders, makin yakin kalau Terios memang tangguh!
Dua kali ikut ekspedisi Terios 7 Wonders, makin yakin kalau Terios memang tangguh!
New Terios melibas jalur kerikil dan berdebu
New Terios melibas jalur kerikil dan berdebu
New Terios Melewati jalanan longsor
New Terios Melewati jalanan longsor

4. Belajar Banyak Ilmu Baru,Dan Ketemu Teman Baru

Pada awal perjalanan saya sempat dibuat bingung dengan kode-kode seperti “awas jangkrik di kiri”, “awas ada kulkas dari depan”, dan “awas ada setrikaan mau lewat”. Seiring berjalannya waktu, saya baru tahu kalau itu adalah kode yang dipakai tim ini selama konvoi untuk mengidentifikasi tiap kendaraan yang ada di jalan.

“Jangkrik” itu berarti sepeda motor, “Kulkas” berarti truk, dan “Setrikaan” berarti mobil. Nggak cuma itu saja, berada di tim yang selalu ceria dan berbagi yang positif juga merupakan pengalaman tersendiri. Jadinya, ekspedisi sejauh 200o kilometer lebih ini jauh dari melelahkan. Malah… sepanjang perjalanan adalah kegiatan yang menyenangkan!

Teman-teman yang seru selama Ekspedisi Terios 7 Wonders
Teman-teman yang seru selama Ekspedisi Terios 7 Wonders
Masih belum bisa move on dari ekspedisi ini~
Masih belum bisa move on dari ekspedisi ini~
Banyak belajar dari perjalanan keren ini!
Banyak belajar dari perjalanan keren ini!

5. Melakukan CSR Bersama Daihatsu Indonesia

Iya, saya dan Tim Terios 7 Wonders lain nggak cuma konvoi atau kebut-kebutan di jalan. Karena Daihatsu Indonesia dalam ekspedisi ini juga berbagi dengan masyarakat sekitar melalui acara CSR atau Corporate Social Responsibility.

Dengan tagline utamanya, Daihatsu Sahabatku, mereka nggak cuma mengambil keuntungan saja, tetapi mereka juga berbagi dengan masyarakat lewat  4 pilar merka yaitu : Pintar Bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, Sejahtera Bersama Daihatsu, Hijau bersama Daihatsu.

Bedah perpustakaan di SDN Maratua 03
Bedah perpustakaan di SDN Maratua 03

Secara nyata, yang Daihatsu Indonesia lakukan adalah :

  1. Donasi 3 unit engine untuk praktek SMK Muhammadiyah 3, SMK Bhakti, dan SMK Negeri 10 Loa Janan. Nggak cuma itu saja, Daihatsu Indonesia juga berbagi ilmu safety driving dan aerial fotografi di SMK Bhakti Loa Janan, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kab Kutai Kartanegara (Pilar Pintar Bersama Daihatsu).
  2. Daihatsu Indonesia bersama tim Terios 7 Wonders melakukan penanaman 700 pohon. Menurut saya, Borneo perlu lebih banyak yang peduli mengenai rebosiasi! Apalagi setelah mengetahui kalau di sepanjang perjalanan banyak sekali hutan yang sudah gundul. Kalau tidak ada yang segera memulai, anak cucu kita mau dikasih lihat hutan yang mana? Bener kan? (Pilar Hijau Bersama Daihatsu).
  3. Daihatsu juga menggelar acara Donor Darah selama acara ini yang dilakukan oleh anak-anak SMK dan warga sekitar tempat dilangsungkannya Donor Darah (Pilar Sehat Bersama Daihatsu).
  4. Perjalanan ekspedisi Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure yang berdekatan dengan Idul Adha, Daihatsu Indonesia juga ikut menyumbangkan 7 ekor kambing kurban ke Mesjid Nurul Jannah yang ada di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kab Kutai Kartanegara.
  5. Di ujung perjalanan, Daihatsu Indonesia juga melakukan Bedah Perpustakaan di SD 3 Maratua dan menyumbang buku ke beberapa SD di Maratua seperti SDN 1, 2, 3, dan 4. Terlihat kalau Daihatsu Indonesia peduli dengan kemajuan anak bangsa. (Pilar Pintar Bersama Daihatsu)
Menyumbang 7 ekor Kambing untuk kurban
Menyumbang 7 ekor Kambing untuk kurban
Daihatsu menyumbangkan 3 mesin untuk praktek
Daihatsu menyumbangkan 3 mesin untuk praktek
Daihatsu Indonesia bersama tim Terios 7 Wonders menanam 700 pohon
Daihatsu Indonesia bersama tim Terios 7 Wonders menanam 700 pohon

6. Menulis Minimal 14 Artikel Plus Membuat Satu Video

Menulis catatan perjalanan ekspedisi Terios 7 Wonders
Menulis catatan perjalanan ekspedisi Terios 7 Wonders

Nggak perlu banyak dibahas lagi, totalnya akan ada sekitar 14 artikel dan satu video (atau lebih) yang akan saya tulis dari ekspedisi Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure ini. Beberapa yang sudah saya tulis bisa dibaca disini ya :

Pssst! jangan lupa baca dan tinggalkan komentar ya! *nodong nih*

7. Bersenang-Senang Di Kepulauan Derawan

Akhirnya bisa berenang bareng ubur-ubur!
Akhirnya bisa berenang bareng ubur-ubur!

Kepulauan Derawan sebenarnya adalah wonders ke tujuh dari ekspedisi Terios 7 Wonders ini. Namun, bisa diangap kalau disini adalah bonus, karena ada banyak hal yang bisa dilakukan disini. Mulai bersantai di Maratua Paradise Resort, melihat rumah para penyu bertelur di Pulau Sangalaki, mengunjungi Gua Haji Mangku di Maratua, hingga berenang dengan Ubur-ubur lucu di Danau Kakaban!

***

Nah, kira-kira itu yang saya lakukan selama mengikuti ekspedisi Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure. Sedih karena acara tahun ini sudah selesai, namun senang karena acara berjalan dengan begitu lancar. Semoga tahun depan diajak lagi deh sama Daihatsu Indonesia! (#KodeKeras) XD

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
55 Responses
  1. Sedih melihat kebakaran hutan :( Waktu saya di Kalimantan jaman bahela dulu juga bawaannya mau nangis melihat penggundulan hutan sana sini dan lahan terbakar. Gak berubah juga dari tahun ke tahun :( – maaf fokus komentarku kok lain..lagi melankolis niih..
    Ok, balik ke review Terios-nya :) acaranya terlihat seru ya Mas, bisa mengunjungi lokasi yg gak biasa di kunjungi wisatawan :) salut banget!!

  2. kereeen memang daihatsu acara CSR nya… ;) Adikku kerja di Daihatsu jg… dan srg cerita ama kegiatan2 perusahaannya ini.. kmrn dia malah smpet dikasih kesempatan utk belajar di Pusat daihatsu di shiga jepang slama 6 bulan.. envy bgt itu :D

  3. Muhammad Akbar

    Wajah Hutan Kalimanta yang sebenarnya, tahun lalu yang sudah menjadi saksi kebakaran hutan dimana hampir 1 bulan menikmati gepulan asap di Bontang, Kaltim,

    Wooww, 14 Tulisan..memang benar yah, tidak ada jalan-jalan yang benar-benar gratis.

  4. Keren banget perjalanannya. Ngomong-ngomong soal kebakaran hutan, di Batam kasusnya juga sama niih.. Jadi Batam dapet kiriman kabut asap gara-gara pembakaran hutan di Sumatra, ditambah juga ada kurang kerjaan bakar hutan di Pulau Galang. Jadilah Batam diserbu kabut asap… :( #kokakujadicurcoldimariyak? :D

  5. Seru banget ini heeee, semalam dapat cerita dari om Cumi tentang kegiatan di Kalimantan, aku ketawa-ketawa waktu pada jalan kaki di gambut heeee. Seru banget mas :-D

  6. tulisan ini sekaligus membuktikan kalau yang diajak gak cuma blogger yang bisa menulis tapi juga harus yang tangguh, ya. Karena kebayang banget capenya. Tapi momen berharganya juga pasti lebih banyak didapat.

    Itu yang hutan tebakar sedih banget lihatnya. Kalimantan kan paru-pru dunia. Membayangkan aja kalau paru-paru rusak :(

  7. Miris ngelihat hutannya kebakar gitu hiks.

    Wow, perjalanannya jauh banget tuh tapi destinasinya menarik banget. 14 tulisan? Hahhaa ditunggu brarti cerita2 menariknya. Kira2 tahun depan masih ada gak ya? Semoga destinasinya lebih menarik lagi

  8. mysukmana

    wah asiknya bisa ikutan jalan-jalan selama 12 hari ya mas? gratis semuanya itu?
    ijinkan saya membaca-baca ya mas hihihi , traveller sejati bener nih :)

  9. Badai

    Kalo aku ikut kesana trus liat hutan kebakar2 gitu kayaknya bakal nangis deh. Serius T_T

    *malah bahas hutannya, maap ya kak, lagi sedih liat paru2 bumi kena kanker asap*

    1. nggak papa kak, aku juga sedih liatnya langsung. Dulu cuma pernah liat di berita, tapi liat langsung kebakaran hutan dan sisa-sisanya di kalimantan itu rasanya gimana gitu. Kok ada ya manusia yang tega sampai kayak gini :|

    1. hahah, taun depan aku ke ostrali loh, ada kemungkinan kursiku perlu digantiin :P pasti lah, bakal ada wajah-wajah baru~~ huehuehue coba ikutan lagi aja :D eh, btw, aku juga pengen ikutan ekspedisimu itu~ yang berlayar kan? Keren tuh! :D

  10. Keren lah pengalaman going wild bareng Daihatsu ini :)
    Hmm.. Lumayan jauh ya perjalanan dari Palangkaraya ke Berau. Sepanjang jalan mulus atau masih banyak yang rusak, mas? Dan pas di Berau ada kapal nggak yang bisa angkut ke Samarinda atau Bontang? Rencana kalau senggang mau ngonthel dari Banjarmasin ke Teluk Sumbang heheh :D Nunggu skripsi kelar tp :D

    1. lumayan~ CUMA 2000 km-an XD dengan jalanan yang mulus, bergelombang, bolong-bolong, ancur~ lengkap lah pokoknya hafidh :D dari berau kita sewa kapal sih, jadi ada. Eh, btw, seru juga itu sepedaan dari banjarmasin ke teluk sumbang! kalau lagi main ke samarinda lagi, ikutan dong :D

  11. Jejaklangkahku

    Wow keren banget petualangan dgn Daihatsunya ya… Jadi mupeng pengen ikutan tapi kayanya 2000 km lama amat yaaa bisa bisa dipecat dr kerjaan gue hahaha….btw nambah ceritanya sampe 20 dong kk…hehehehe

  12. Gilak! itu hampir separuh Kalimantan sudah dilalui. Memang gitu ya, pengalaman traveling pakai mobil itu memberikan rasa yang berbeda. Lebih personal jadinya. Apalagi ada yang memfasilitasi. #eh

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: