Bertamu Ke Rumah Orang Utan Di Kalimantan, Taman Nasional Sebangau

Bertamu Ke Rumah Orang Utan Di Kalimantan, Taman Nasional Sebangau
5 (100%) 16 votes

“Buat ke camp Taman Nasional Sebangau, cuma trekking satu jam kok”

Mungkin kata-kata ini nggak akan pernah terlupakan. Karena, ini adalah trekking yang paling menyenangkan, sekaligus menegangkan. Ini adalah cerita petualangan terbaru saya di Taman Nasional Sebangau, yang ada di Kalimantan, dalam rangkaian Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure.

Jadi ceritanya, setelah acara pelepasan tim Terios 7 Wonders di Dealer Daihatsu Tri Mandiri Sejati, Palangkaraya berjalan dengan lancar, seluruh tim segera bergegas menuju Kruing. Meskipun agak berlawanan dengan rute selanjutnya yaitu Banjarmasin, tetapi destinasi yang ada di Kruing, Palangkaraya ini tidak bisa dilewatkan sama sekali.

Jika kalian ingin melihat Orang Utan di Taman Nasional Sebangau, kalian harus naik perahu dari Dermaga Baun Bango, yang ada di Kecamatan Kamipang, Desa Katingan, Kalimantan Tengah ini!
Jika kalian ingin melihat Orang Utan di Taman Nasional Sebangau, kalian harus naik perahu dari Dermaga Baun Bango, yang ada di Kecamatan Kamipang, Desa Katingan, Kalimantan Tengah ini!

Di Kruing ini ada sebuah taman nasional yang juga merupakan rumah Orang Utan di Kalimantan. Iya, selain Tanjung Puting, di Kalimantan ada yang namanya Taman Nasional Sebangau yang masih terdapat Orang Utan hidup secara liar lho! Kapan lagi bisa melihat dari dekat salah satu fauna yang katanya masih kerabat dekat manusia ini? Iya kan?

Saya sangat excited! Apalagi dari semua destinasi yang ada di rangkaian petualangan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure, Taman Nasional Sebangau ini adalah salah satu yang membuat hati saya membuncah. Karena disini saya bisa melihat alam liat Kalimantan yang sebenarnya. Selain itu, berkunjung kesini juga bisa sedikit mengobati rasa ingin tahu akan habitat hidup Orang Utan, yang selama ini hanya saya kenal lewat cerita atau ensiklopedia saja.

Maka, hutan mana lagi yang ingin kau hancurkan! Apa kalian nggak sayang hei manusia!
Maka, hutan mana lagi yang ingin kau hancurkan! Apa kalian nggak sayang hei manusia!

Pun untuk menuju tempat dimana si Orang Utan ini hidup memerlukan perjuangan yang lumayan berat ketika musim kemarau sedang berlangsung seperti sekarang ini. Camp WWF, titik awal pengamatan Orang Utan yang ada di tengah Taman Nasional sebangau menjadi cukup susah diakses ketika air sungai sedang surut. Dibandingkan dengan ketika musim hujan, untuk menuju ke camp WWF tadi hanya tinggal naik perahu dengan estimasi perjalanan sekitar 1 jam dari dermaga terdekat.

Nah, sialnya ketika musim kemarau seperti ini air sungai kering kerontang, sehingga perahu dari Dermaga Baun Bango, yang ada di Kecamatan Kamipang, Desa Katingan, Kalimantan Tengah hanya bisa mengantarkan sampai muara Sungai Punggu Alas yang merupakan muara sungai tempat perjalanan menuju camp WWF Kawasan Danau Punggu Alas yang berada sekitar 4 km dari Sungai Katingan. Akhirnya, mau tidak mau, dari sini saya harus melanjutkan trekking selama satu jam versi porter, atau 2 hinga 3 jam perjalanan versi manusia kota seperti saya. Asik kan? :D

Dermaga muara Sungai Punggu Alas titik awal untuk masuk menuju camp WWF Punggu Alas
Dermaga muara Sungai Punggu Alas titik awal untuk masuk menuju camp WWF Punggu Alas
Menyusuri sungai, lalu masuk ke hutan untuk menuju camp WWF
Menyusuri sungai, lalu masuk ke hutan untuk menuju camp WWF
Sebentar lagi hutan lebat!
Sebentar lagi hutan lebat!

Tunggu dulu, itu masih belum ada apa-apanya, karena saya juga harus trekking di hutan hingga malam hari karena tim Terios 7 Wonders datang terlalu sore di Desa Baun Bango. Hasilnya, selama kurang lebih 1 jam saya harus meraba-raba di tengah hutan rimba dengan cahaya penerangan seadanya hingga ke camp WWF Punggu Alas. Entah berapa kali saya mendengar lolongan hewan malam yang kadang membuat bulu kuduk merinding, dan membuat saya selalu waspada.

Sepanjang perjalanan hingga sampai ke camp WWF Punggu Alas saya hanya berharap tidak bertemu binatang buas atau menginjak ular yang sedang malam mingguan saja. Manusia yang bisa berpikir saja bisa begitu galak kalau diganggu waktu malam minggu-nya. Bagaimana jika ular yang taunya cuma bisa cari makan dan tidur itu terganggu malam minggunya? Ahh, sudahlah! Yang jelas, perjalanan menembus hutan Taman Nasional Sebangau ini ternyata berjalan dengan aman hingga pulang.

Camp WWF Punggu Alas ini sebenarnya adalah rumah untuk para peneliti yang ingin meneliti kehidupan flora dan fauna yang ada di dalam Taman Nasional Sebangau. Karena, Selain Orang Utan, Taman Nasional Sebangau yang luasnya sekitar 568.700 hektar ini juga memiliki banyak penghuni lain. Namun, selain peneliti dan petugas dari WWF, pengunjung awam untuk tujuan wisata edukasi seperti saya juga diperbolehkan dengan persyaratan khusus.

Camp WWF Punggu Alas benar-benar berada di tengah hutan!
Camp WWF Punggu Alas benar-benar berada di tengah hutan!
Pemandangan di dekat camp WWF Punggu Alas yang begitu memukau
Pemandangan di dekat camp WWF Punggu Alas yang begitu memukau

Mengenai flora dan fauna yang ada disini, dari wikipedia sih saya mendapatkan informasi kalau ada sekitar 808 jenis tumbuhan, 15 jenis mamalia, 182 jenis burung, dan 54 spesies ular yang menjadikan Taman Nasional Sebangau sebagai rumah idaman mereka. Meskipun saya kurang tahu data pastinya, namun sepertinya data ini bisa dipercaya.

Karena selama blusukan ke dalam hutan lebat Taman Nasional Sebangau, saya banyak menemukan tanaman yang belum pernah saya ketahui juga beberapa hewan yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di ensiklopedia saja. Tentunya tidak ketinggalan pula, saya akhirnya bisa bertemu dengan Orang Utan di alam liar seperti yang diinginkan dong! Meski hanya melihatnya dari jauh :)

Memang untuk menemui Orang Utan di Taman Nasional Sebangau ini lumayan susah. Kata bapak-bapak dari WWF, biasanya mereka mulai mencari dan mengikuti Orang Utan mulai dari Jam 4 pagi hingga menjelang siang. Karena biasanya pada jam-jam segitu mereka mulai mencari makan. Bapak-bapak dari WWF ini memang berpengalaman, karena itu mereka juga tahu dimana lokasi Orang Utan mencari makanan.

Perjalanan untuk mengamati Orang Utan dimulai!
Perjalanan untuk mengamati Orang Utan dimulai!
Kembali menembus hutan belantara demi bertemu dengan Orang Utan di Taman Nasional Sebangau
Kembali menembus hutan belantara demi bertemu dengan Orang Utan di Taman Nasional Sebangau

Beruntung karena saya dan tim Terios 7 Wonders yang lain adalah tamu spesial, jadi kami nggak perlu lagi mencari Orang Utan dari pagi buta. Kami hanya tinggal pergi ketika orang utan sudah diketemukan. Dan, kira-kira tepat jam 8 pagi waktu Kalimantan Tengah, kami baru mulai trekking menuju tempat orang utan berada yang berjarak sekiar 900 meter dari Camp WWF Punggu Alas.

Iya, lagi-lagi saya harus trekking melewati jalur yang didominasi oleh akar pepohonan khas hutan tropis yang cukup menyusahkan untuk berjalan. Namun, saya malah begitu menikmatinya, karena trekking di hutan kalimantan itu serasa sedang berada di film Jurrasic Park dimana saya harus berhati-hati dengan dinosaurus yang bisa menerkam kapan saja. Bedanya, kalau di Taman Nasional Sebangau ini saya hanya harus berhati-hati agar tidak menganggu Orang Utan yang sedang makan.

Julia dan Juliana adalah dua Orang Utan yang berhasil ditemui oleh saya dan Tim Terios 7 Wonders yang lain di Taman Nasional Sebangau. Mereka adalah Orang Utan yang kebetulan posisinya paling dekat dari camp WWF Punggu Alas tempat kami menginap semalam. Mereka berada hanya berjarak 900 meter dari camp, atau sekitar 30-an menit jalan kaki menembus hutan tropis taman nasional ini.

Dia sedang makan loh~~
Dia sedang makan loh~~
Buah Karipak, salah satu makanan kesukaan Orang Utan
Buah Karipak, salah satu makanan kesukaan Orang Utan
Mas-mas dari WWF sedang menjelaskan tetang Buah Karipak yang merupakan salah satu makanan Orang Utan
Mas-mas dari WWF sedang menjelaskan tetang Buah Karipak yang merupakan salah satu makanan Orang Utan

Waktu pertama kali saya lihat, mereka berdua terlihat sedang asik makan ujung pepohonan. Nampaknya mereka sedang makan dengan bahagia karena di pohon itu sedang ada banyak Buah Karipak yang merupakan salah satu makanan kesukaan mereka. Karena penasaran, saya juga mencoba mencicipi buah ini dong! Ternyata rasanya pahit, entah kenapa mereka begitu suka! Mungkin kalau rasanya manis, bakal rebutan juga deh sama manusia.

Meskipun terlihat tenang, mereka berdua seperti terganggu dengan kehadiran kami. Seakan kami adalah penjajah yang ingin merebut daerah kekuasaan mereka. Karena itu sesekali mereka menggoyang-goyangkan pohon tempat mereka berada, sebagai rasa ketidaksukaan mereka dengan kehadiran kami.

Beginilah aksi para fotografer ketika bertemu Orang Utan di Taman Nasional Sebangau
Beginilah aksi para fotografer ketika bertemu Orang Utan di Taman Nasional Sebangau

Puncaknya adalah, ketika si ibu Orang Utan yang ukurannya lebih besar dari manusia dewasa meloncat pergi dari pohon ke pohon. Entah bermaksud untuk mengalihkan perhatian agar anaknya tidak diganggu, atau memang dia sengaja kabur karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan kami. Yang jelas, dengan cepat dia melompati pepohonan, dan kemudian menghilang hingga tidak terlihat lagi.

Sudah cukup dokumentasi yang didapatkan, jadi tim Terios 7 Wonders memutuskan untuk kembali ke camp untuk sarapan, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya. Dan… itu berarti saya harus kembali trekking selama kurang lebih 3 jam, menyusuri jalur hutan yang menegangkan! Duh!!! Ada yang mau ikutan? Hehee!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
140 Responses
  1. Muhammad Akbar

    Teringat perjalanan menyusuri hutan Taman Nasional Kutai di Sangatta Kab. Kutai Timur, demi melihat langsung orang utan. Ada rasa senang bisa melihat langsung dari habitat aslinya.

    Tempat ini memang tidak setenar Tanjung Puting,

    1. beneeer, rasanya berbeda dengan liat yang di kebun binatang. Tapi yang tanjung puting aku belom pernah sih, masih pengen kesana euy! Mungkin karena taman nasional sebangau ini memang benar-benar buat penelitian dan konservasi, jadi memang sebaiknya perlu izin khusus untuk masuk ke dalamnya deh :D Biar tetep terawat taman nasionalnya :)

  2. Gara

    Kegiatan yang seru dan sangat bermanfaat. Perasaan penasaran yang berpuncak pada kenikmatan bahagia ketika tahu satwa terkenal itu masih ada dan berusaha lestari tentunya membuat semangat pelestarian dan penjagaan dari kepunahan makin besar ya, Mas. Salut dengan abang-abang WWF yang mengabdikan hidupnya buat kelestarian hutan dan alam ini, semoga kerja mereka sepadan dengan hasil yang diperoleh dan semoga alam di sana bisa selalu terjaga dan laju kerusakan bisa ditahan sampai nol, bahkan minus :hihi.

  3. Bener sekali mas gara! Saya setuju, karena blusukan ke taman nasional seperti taman nasional sebangau ini nggak cuma sekedar piknik sebenarnya. Karena ada banyak nilai positif yang bisa didapatkan. Seperti belahar betapa pentingnya untuk menjaga hutan juga seisinya. Salut sekali sama abang-abang wwf yang mau berjuang untuk kelestarian alam. Semoga mereka selalu diberi kesehatan ya mas :)

    1. camp ini punya wwf, jadi kayaknya harus kontak wwf dulu buat ijin main kesini. ntar deh coba aku tanyain gimana daihatsu bisa dapet ijin. Aksesnya sih nggak susah-susah amat sih Taman Nasional Sebangau ini. Bisa landing palangkaraya, terus lanjut jalur darat sama nyusuri sungai aja :D

  4. Fazlur Rahman El Islamy

    Wah.. pasti seru ngeliat orang utan di habitat aslinya..
    btw, usia orang utan rata-rata sampe berapa tahun mas?
    Terus mereka itu berkembang biaknya susah/lama gak sih?

  5. rainyranny

    how lucky u are! ;) bikin envy deh tripnya, bisa nikmatin hutan sekaligus Orang Utan. Sering sekali baca cerita tentang Orang Utan tapi gak ada kesempatan untuk lihat langsung.
    Ditunggu post berikutnyaaa

    1. hahah, iya jadi harus jalan kaki dulu ke wwf camp yang ada di Taman Nasional Sebangau 3 jam, terus dari situ masih jalan lagi sekitar sekilo buat liat orang utan yang lagi makan di habitat aslinya :D kebayang nggak jauhnya seberapa? masih mau nyobain? :D

      1. habitat asli orang utan sumatera katanya sudah ada di daerah Lauser Bang. tapi saya sendiri masih kurang yakin itu habitat asli aceh atau hanya sebuah penangkaran :)

  6. Perjalanan yang menyenangkan. Tapi saya malah takut kalau kehutan, soalnya kebanyakan menghayal tentang hewan buas… Apalagi di hutan sana menjadi tempat tinggal ular… kalau orang hutannya sih tidak takut.

  7. mysukmana

    seru banget, apalagi aku kemarin ketemu sama Mas Toro (cumilebay) di solo, beliau sempet cerita-cerita banyak tentang 7 wonder mas..keren dah

          1. mysukmana

            loh mas fahmi asli solo emang, kok mau balik ke solo..klo kmrn di Wedangan radjiman mas, tiga ceret, cafedangan dll banyak ..tak bisa di sebutin satu persatu hahah

          2. mysukmana

            weits..kapan kerjaan di solo mas, nginep dimana.. inshaAllah klo longgar ntar bisa meet up kita…kabar2 ya..via twit aja ngabarinya :))

  8. Jadi pemenang terios wonder daihatsu ya? :D wiiiiii, hadiahnya keren, jalan2 ke kalimantan nelusuri hutan dan orang hutan. Seru banget tuh bisa tracking ke hutan, pengen ikutan, tapi harus menang lomba dulu

  9. Asik ya jalan-jalan ke rumahya orang utan, sudah tau dari lama tentang lokasi ini tapi belum kesampean bisa kesana hihi

    Oya btw saya baru tau ternyata pemenang kuis #enjoyjakarta yang wisata kuliner bareng pan bondan waktu dulu adalah pemilik blog ini. Dan saya baru tau kalo Fahmi ini adalah temannya Ardhisa.

    Sempit ya mas :D

    1. hahah, trekkingnya lumayan loh kalau ke hutan taman nasional sebangau. Mending pas musim ujan aja, airnya lagi pasang, jadi nggak pake jalan kaki, tinggal naik perahu :D dulu menang kuis #enjoyjakarta yang bareng pak bondan :D Namanya juga dunia~ xixixi nggak terlalu lebar~

  10. Jadi kepingin kesana heuheu. Masuk dan menerobos ke dalam hutan dan melihat flora dan fauna yang ada di dalamnya dengan berbagai macam jenis dan species sepertinya cukup mengasyikan. Apalagi untuk orang kota kayak gue gini jarang bepergian ke tempat wisata seperti taman nasional ini :(

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: