Eh! Ternyata, Bekantan Pulau Kaget Itu Pemalu Loh! Errr, Benarkah Begitu?

Eh! Ternyata, Bekantan Pulau Kaget Itu Pemalu Loh! Errr, Benarkah Begitu?
5 (100%) 20 votes

Trekking menuju rumah Orang Utan di Kalimantan memang menyenangkan, namun tentu saja ekspedisi Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure masih memiliki beberapa wonders sebagai destinasinya. Untuk kali ini saya dan tim Terios 7 Wonders berkendara jauh-jauh dari Palangkaraya, menuju Banjarmasin hanya karena ingin berkunjung ke Pulau Kaget yang ada di Muara Sungai Barito yang juga merupakan salah satu destinasi terbaik di Kalimantan.

Kenalan dulu dong sama Bekantan di Pulau Kaget! Sayang saya sedang nggak beruntung, karena nggak banyak Bekantan yang memperlihatkan diri :|
Kenalan dulu dong sama Bekantan di Pulau Kaget! Sayang saya sedang nggak beruntung, karena nggak banyak Bekantan yang memperlihatkan diri :|

Buat kalian yang baru dengar nama pulau ini, atua bahkan baru kali ini tahu, Pulau Kaget adalah rumah para Bekantan, salah satu binatang endemik Borneo. Penasaran seperti apa sih si Bekantan dari Pulau Kaget ini? Nah, untuk yang belum familiar dengan bekantan, coba deh mengingat – ingat maskot salah satu taman hiburan terkenal yang ada di Jakarta. Iya, kalau kalian pernah pergi ke Dunia Fantasi, Ancol, itulah Bekantan, si monyet berhidung panjang yang menggemaskan.

Tentu kunjungan ke Pulau Kaget kali ini maksudnya adalah untuk bertemu dengan si monyet hidung panjang ini. Kalau enggak, ngapain susah susah datang kesini dengan menempuh jarak 300-an kilometer dari Palangkaraya? Pulau Kaget yang berada di muara Sungai Barito ini bisa diakses dari pusat kota Banjarmasin dalam waktu kurang dari satu jam.

Terios ini tetap tangguh meski digeber ratusan kilometer!
Terios ini tetap tangguh meski digeber ratusan kilometer!

Karena malam sebelumnya saya dan tim Terios 7 Wonders sudah sampai di Banjarmasin, jadi nggak terlalu repot lagi untuk menuju Pulau Kaget. Bahkan saya dan tim Terios 7 Wonders juga sempat mencicipi Kuliner Khas Banjarmasin yaitu Lontong Orari yang terkenal enak itu. Dari pusat Kota Banjarmasin, saya dan tim hanya tinggal bergegas ke Desa Aluh-Aluh yang merupakan tempat memulai berlayar dan mendekat ke Pulau Kaget tempat tinggal si Bekantan.

Kami datang sekitar jam 10 siang, disana Pak Kursani, yang merupakan ketua RT Desa Aluh-Aluh sudah menunggu untuk menjadi pemandu dan mengantarkan kami menuju rumah para Bekantan dengan perahu nelayan. Iya, ke pulaunya harus naik perahu, karena tentunya Daihatsu New Terios yang tangguh nggak akan bisa mengantarkan hingga Pulau Kaget kan?

Di Dermaga Aluh-Aluh memang banyak terdapat kapal nelayan yang bisa disewa seharga sekitar IDR 250.000 per perahu untuk mengantarkan mendekati Pulau Kaget, untuk pulang dan pergi. Perjalanan dari Dermaga Aluh-Aluh hingga Pulau Kaget sendiri hanya akan memakan waktu sekitar 40 menitan jika kondisi angin sedang tenang. Perjalanan akan memakan waktu lebih lama jika gelombang dan angin sedang kencang seperti ketika yang saya alami ketika kembali dari pulau. (Peta Lokasi Dermaga Aluh-Aluh bisa ditemukan disini)

Untuk menuju ke Pulau Kaget harus menggunakan perahu seperti ini
Untuk menuju ke Pulau Kaget harus menggunakan perahu seperti ini

Bekantan ini memang salah satu spesies langka yang agak berbeda dengan jenis monyet yang lain. Cirinya yang paling khas adalah hidungnya yang besar, jauh lebih besar dari hidung saya, perutnya juga jauh lebih buncit daripada saya, dan mukan si bekantan ini berwarna merah. Saya sih… cokelat. Weits, bukan maksud saya membandingkan diri sendiri dengan Bekantan, karena kami jelas berbeda. Dia Bekantan saya manusia, dia suka makan saya…. ahh sudahlah!

Sementara itu, mengenai tempat tinggalnya si Bekantan, tidak ada sejarah atau data resmi yang mencatatkan kenapa tempat ini dinamakan dengan Pulau Kaget, namun yang jelas Pulau Kaget ini sebenarnya adalah sebuah delta sungai yang terbentuk secara alami dari endapan lumpur di muara Sungai Barito. Akibat endapan yang berlangsung dalam waktu yang lama, makanya menjadi sebuah pulau. Nggak heran kalau tepian pulau ini terlihat begitu berlumpur meski tidak terlalu dalam.

Wajar jika Pulau Kaget ini dijadikan sebagai rumah oleh para bekantan, karena tanahnya memang terlihat subur, tidak ada yang mendiami dan pulau ini juga dipenuhi oleh pepohonan yang rimbun hingga mendekati lebat. Yah, paling enggak mereka bisa dengan bebas bergelantungan. Coba kalau mereka tinggal di jakarta? Mana tahan, sudah macet, apa-apa mahal, mending tinggal di Pulau Kaget saja toh? #sedikitcurcol

Pak Kursani mencoba memanggil kawanan Bekantan agar muncul ke tepian Pulau Kaget.
Pak Kursani mencoba memanggil kawanan Bekantan agar muncul ke tepian Pulau Kaget.

Selain itu, di Pulau Kaget ini ada sebuah pohon yang sangat diperlukan si Bekantan. Disana ada Pohon Rambai yang selain mereka gunakan sebagai rumah untuk bertenger dan bergelantungan, disitulah mereka mencari nafkah dan makan. Kadang juga ibu-ibu bekantan ngerumpi sambil momong bekantan kecil disini loh!

Selain perutnya yang buncit, dan hidungnya yang panjang, si Bekantan juga punya kelebihan lain. Mereka adalah para peloncat ulung, mungkin juga mereka adalah salah satu pesaing spiderman kalau saja spiderman juga tinggal di hutan. Atau jangan-jangan bekantan ini yang melatih tarzan ya? Pantas saja para fotografer di tim Terios 7 Wonders kesusahan untuk mendapatkan foto yang bagus dari si Bekantan.

Bekantannya malu, jadi nggak banyak yang nongol deh :| Pada kemana ya mereka?
Bekantannya malu, jadi nggak banyak yang nongol deh :| Pada kemana ya mereka? Apa sedang bobok siang semua?

Disebutkan juga, kalau meloncat dari ketinggian hingga sekitar 15 meter adalah hal yang biasa untuk Bekantan. Meloncat dari ranting ke ranting Pohon Rambai seperti tarzan, atau meloncat menuju air dan daratan adalah hal kecil buat si Bekantan. Kalau saya, si cuma bisa loncat-loncat di hati kamu… iya kamu… hehee!

Kehebatan dari loncatan Bekantan ini tentu merepotkan para fotografer yang ingin mengabadikan dong? Apalagi ketika datang di jam yang salah. Iya, jadi kali ini saya dan tim Terios 7 Wonders datang agak terlalu siang, jadinya para bekantan sudah selesai sarapan, dan nggak muncul di tepian Pulau Kaget seperti biasanya.

Padahal, kata Pak Kursani, ketika pagi hari, puluhan dari Bekantan ini banyak yang bergelantungan di tepi pulau untuk sarapan Pohon Rumbai. Kali ini, akhirnya hanya terlihat satu dua Bekantan yang terlihat berloncatan di pepohonan yang berada agak di tengah pulau. Saya pun tidak berbuat apa-apa, karena saya bukan tarzan teman makhluk hutan, atau spiderman yang suka bergelantungan.

Selfie dulu biar tetep hepi. Para bekantan sudah selesai sarapan, jadi mereka lagi bobok siang semua XD
Selfie dulu biar tetep hepi meski Pulau Kaget lagi sepi. Para Bekantan sudah selesai sarapan, jadi mereka lagi bobok siang semua XD

Akhirnya, yang saya lakukan hanya mengamati mereka yang sesekali berloncatan dari kejauhan, di atas goyangan perahu yang terkena hembusan angin. Yah, mau bagaimana lagi, mungkin ada kesempatan lain kali, karena Pulau Kaget juga nggak akan pergi kemana bukan? Yang jelas, saya sudah sangat senang bisa memandang mereka dari kejauhan.

Saya juga nggak bisa seharian di dekat Pulau Kaget, karena nampaknya angin semakin kencang, dan ombak di muara Sungai Barito semakin menggoyang perahu. Akhirnya, kembali ke dermaga dan melanjutkan perjalanan adalah pilihan yang tidak bisa dihindarkan.

Bahkan fotografer yang juga travel blogger kawakan sepeti Wiranurmansyah (wiranurmansyah.com) pun cuma dapet foto seperti ini :O
Bahkan fotografer yang juga travel blogger kawakan sepeti Wiranurmansyah (wiranurmansyah.com) pun cuma dapet foto seperti ini :O

Tips Berkunjung Ke Pulau Kaget, Rumah Para Bekantan :

  1. Lebih baik datang pagi hari, sekitar jam 7-an pagi, dan sudah sampai di dekat Pulau Kaget. Karena selain karena kesempatan melihat Bekantan lebih besar, pulangnya akan aman dari angin besar dengan ombak yang cukup mengkhawatirkan.
  2. Pilih perahu yang besar agar lebih aman dan nyaman ketika berlayar menuju pulau. Pun Pulau Kaget berada di Muara Sungai, tetapi efek gelombang dari lautan masih cukup terasa seperti yang saya alami kemarin.
  3. Hindari musim angin tenggara, karena ombak akan semakin kencang ketika musim ini.
  4. Peta lokasi Pulau Kaget di Google Maps bisa ditemukan disini.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
103 Responses
  1. Gara

    Semoga mereka selalu lestari sampai nanti-nanti ya Mas :hehe. Mungkin namanya Pulau Kaget karena munculnya kagetan, e.g. karena terbentuk dari endapan lumpur dan bukan sesuatu yang sudah ada sejak lampau :hehe. Tapi seru banget bisa bertemu dengan keluarga bekantan itu, dengan mobil tangguh yang bisa dipakai untuk hampir semua situasi :hehe. Sip!

    1. hahaa, bisa jadi seperti itu mas gara. Karena memang terbentuknya nggak sengaja, bida dibilang juga “kaget”. :D Kemarin sayang cuma bisa liat dikit euy, karena mereka pada di dalam hutan semua. kalau di lombok ada banyak monyet juga kalau nggak salah? iya kan?

          1. Wah banyak bangeet pengennya. Pengen diving di Derawan. Pengen main air di Labuan Cermin. Pengen ke Tanjung Puting liat orang utan. Pengen ke Bulungan. Asiiik mau diajakkin ya kak? #eeaa #ngarep

  2. yang saya suka adalah ini perjalanan bener2 adventure, untuk menempuh pulau kaget aja rasanya bikin deg-degan kalau buat saya soalnya takut air haha, tapi kalau Bekantan bukan hewan endemis kan ya?

  3. Kalau lihat monyet ini ingetnya ya tempat hiburan di jakarta itu doang mas. :D
    Tadi tuh saya kirain dia ini kagetan dan pemalu ternyata di pulau kaget itu pemalu. Malu sama dirimu yang bawa tongsis kali mas. :D

  4. Ah… seru sekali ya.. 300-an Km ituuu… *elus-elus pinggang*
    Oh ya, 250.000 untuk 40 menit perjalanan laut itu lumayan murah lho… kemarin saya nyebrang 20 menitan bayarnya 250.000 juga, tapi mending sih, dari pada disuruh mengayuh sendiri kan? Hehe…

  5. Perjalanan yang melelahkan ya. harus menempuh jarak 300km, gg kebayang tuh capeknya kayak apa. Tapi mungkin rasa capeknya akan langsung hilang ketika melihat bekantan secara langsung

  6. Udah kebingungan takut gak bisa komen karena liat diatas mesti log in fb, pas liat kebawah ooooh bisa deng hahahaha. Maklum gak mainan fb soalnya :p

    Bekantan nya lucuk, sayang fotonya sedikit. Malah banyak foto mas nya #eh

  7. Waaah masuk tim Terios 7 Wonders itu ya, kereeen.

    Pengalaman keren. BLog keren. Foto2 keren.
    Baru tahu nama Pulau Kaget. Daaan ternyata bekantannya “berwarna” gitu ya?

  8. Fredeva

    Hi there! Duh, blogger macam apa aku baru bisa main kesini. Rame juga ya. Dan kerennya ternyata traveler juga. Huuuh selalu ngiri sama yang punya hobi keren itu. :(( Mau dong diajak kesiniiii :((

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: