Unik! Enggan Di Kandang, Kerbau Rawa Danau Panggang Ini Lebih Suka Berenang!

“Yok, berangkat sekarang! 5 menit ya!!”

Kata-kata itu seakan menjadi alarm peringatan terakhir untuk saya di Hotel Lambung Mangkurat di Amuntai. Meskipun mata seakan sedang diberi beban puluhan ton, saya tetap harus bergegas bangun. Karena hari ini adalah hari dimana tim Daihatsu Terios 7 Wonders harus menuju wonders ke empat, yaitu mengunjungi rumah Kerbau Rawa Danau Panggang yang unik di Amuntai.

Dengan cekatan dan tanpa berpikir panjang saya segera bangun, mengumpulkan kesadaran yang ada dan segera mengambil gadget yang sedang berceceran. Kamera, power bank dan Go Pro tidak bisa saya tinggalkan karena itu yang akan membantu saya mengabadikan semua yang bisa saya lihat di wonders ke empat ini. Kurang dari lima menit, gadget bisa saya kumpulkan. Namun mandi tentu adalah satu hal yang pasti saya lupakan.

Lagi pula, buat apa mandi kalau saya akan mendekat ke Kerbau Rawa Amuntai yang mungkin sedang asik berkubang? Iya kan?

Yak, ini dia kalau Kerbau Rawa Danau Panggang sedang berenang
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Yak, ini dia kalau Kerbau Rawa Danau Panggang sedang berenang Photo By Barry Kusuma (alambudaya.com)

Kerbau Rawa Amuntai yang unik ini bisa ditemukan di tepian Paminggir tepatnya adalah di rawa-rawa Danau Panggang, terdapat kerbau-kerbau yang suka berendam di rawa. Tidak semuanya sih, karena mungkin puluhan lainnya sedang bergerombol di dekat tumbuhan yang rindang. Iya, Danau Panggang dengan rawa-rawanya yang berair adalah rumah dan habitat hidup dari Bubalus Bubalis, atau Kerbau Rawa khas Kalimantan Selatan.

Dari penginapan, Dermaga Kecamatan Danau Panggang, Kab Hulu Sungai Utama adalah tempat yang pertama kali dituju tim Terios 7 Wonders. Karena dari dermaga inilah perjalanan akan dilanjutkan dengan perahu bermotor, menyusuri rawa-rawa Danau Panggang hingga kemudian sampai di peternakan Kerbau Rawa. Perjalanannya sendiri akan memakan waktu sekitar satu jam perjalanan.

Dermaga untuk menuju area peternakan Kerbau Rawa
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Dermaga untuk menuju area peternakan Kerbau Rawa

Air rawa-rawa terlihat begitu surut ketika kami datang, belum lagi kabut tebal menyelimuti, dengan hawa dingin yang cukup menusuk tulang. Sebuah kapal bermesin diesel dengan kapasitas sekitar 15 orang sudah menunggu untuk mengantarkan saya dan tim Terios 7 Wonders menuju area peternakan.

Pun normalnya akan memakan waktu hingga satu jam perjalanan, tapi kali ini sepertinya akan memakan lebih dari itu. Karena kondisi air rawa begitu surut, perahu pun pasti nggak bisa dikebut. Namun itu berarti juga akan tetap menyenangkan. Karena saya bisa sambil mengamati kehidupan di sepanjang sungai hingga rawa-rawa Danau Panggang.

Di kiri – kanan sungai hingga rawa-rawa tempat peternakan berada memang dipenuhi oleh rumah penduduk. Mayoritas adalah rumah panggung dengan kayu sebagai penopangnya. Beberapa adalah jenis rumah yang bisa mengapung diatas air. Sesekali, perahu yang saya tumpangi berpapasan dengan perahu lainnya. Jalur sungai hingga rawa-rawa ini bak jalanan yang tak pernah sepi dari lalu lintas kendaraan.

Rumah apung bisa ditemui dengan mudah di Danau Panggang
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Rumah apung bisa ditemui dengan mudah di Danau Panggang

Perahu adalah moda transportasi utama mereka disini
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Perahu adalah moda transportasi utama mereka disini

Selain sebagai peternak Kerbau Rawa, sebagian pekerjaan mereka adalah mencari ikan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Selain sebagai peternak Kerbau Rawa, sebagian pekerjaan mereka adalah mencari ikan

Pun kehidupan mereka di tengah rawa, tetapi ada masjid dan sekolah juga disini
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Pun kehidupan mereka di tengah rawa, tetapi ada masjid dan sekolah juga disini

Perkampungan di Danau Panggang ini berjajar cukup rapi. Banyak rumah panggung berdiri tegak dan layak, terhubung satu sama lain dengan jembatan kayu yang panjang. Bahkan ada juga rumah ibadah dan sekolah disini. Sementara untuk transportasi utamanya, rata-rata mereka menggunakan perahu motor milik pribadi. Listrik juga sudah masuk ke perkampungan ini, karena ketika disana saya melihat ada banyak tiang-tiang tinggi dengan kabel terpancang memanjang di dekat perkampungan.

“Wah, itu kerbaunya!”

Dengan setengah berteriak, tapi kemudian saya tahan, ketika saya mulai melihat beberapa ekor kerbau sedang bersantai di bagian tepi rawa-rawa dan beberapa sedang berendam tak jauh di dekatnya. Kamera kesayangan pun segera saya bidikkan, agar bisa segera mengabadikan moment langka ini. Saya takjub! Tak hanya satu, tapi ada puluhan kerbau yang sedang bersantai disini.

Beruntung saya masih bisa melihat satu kerbau sedang berendam
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Beruntung saya masih bisa melihat satu kerbau sedang berendam

Kerbau dengan berbagai ukuran itu terlihat sedang asik berdiri dan bergerombol, mungkinkah mereka sedang mengobrol?. Beberapa dari mereka ada yang sedang duduk santai, ada juga yang sedang makan, sementara beberaa Kerbau sedang asik berkubang di rawa. Kerbau Rawa ini memang unik, mereka jauh lebih suka berlama-lama menghabiskan waktu di rawa-rawa daripada berdiam diri di kandanganya.

Dari informasi yang saya dapatkan, disebutkan kalau mereka mulai turun ke rawa-rawa ketika matahari terbit, dan baru kembali ke kandangnya yang berupa rumah panggung atau rumah apung ketika senja tiba. Makanan utama mereka memang gampang ditemukan disini, yaitu Padihiyang. Padihiyang ini adalah sejenis tanaman yang biasa tumbuh di rawa-rawa ini, selain tanaman lain seperti enceng gondok.

Pantas saja hampir tidak ada kerbau yang kurus disini. Karena makanan dengan gampangnya ditemukan oleh mereka hanya dengan sedikit berjalan dan berenang. Pun, jika rerumputan yang ada di lokasi mereka nanti habis, para Kerbau Rawa gemuk berwarna cokelat kehitaman dengan berat rata-rata sekitar 100 kilogram ini akan bergeser ke tempat yang lain dengan berenang. Hal ini akan terus mereka lakukan, bahkan kadang mereka akan berenang ke bagian rawa yang lain kepala dan sebagian punggungnya tampak di permukaan air.

Kerbau Rawa gemuk ini dihargai hingga puluhan juta per ekor
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kerbau Rawa gemuk ini dihargai hingga puluhan juta per ekor

Selain mencari ikan, memelihara Kerbau Rawa menjadi pekerjaan pokok bagi sebagian besar masyarakat di sekitar Danau Panggang. Usaha memelihara Kerbau Rawa ini memang cukup menguntungkan, karena harga satu kilogram daging kerbau bisa mencapai 100 ribu. Anggap saja satu ekor kerbau rawa dewasa beratnya sekitar 100 Kg, itu berarti satu ekor bisa dijual seharga IDR 14 juta.

Waow! Berarti penduduk sekitar Danau Panggang ini kaya-kaya ya?! Karena paling tidak ada puluhan hingga ratusan Kerbau Rawa yang diternakkan di sekitar sini. Namun, sekelompok kerbau tadi tidak dimiliki oleh satu orang saja, melainkan dimiliki oleh satu keluarga.

Saking banyaknya Kerbau Rawa yang diternakkan di Danau Panggang, ada satu metode diterapkan untuk membedakannya. Cara membedakan tiap Kerbau Rawa yang pemiliknya berbeda, adalah dengan cara menandainya, pada bagian telinga. Disebutkan kalau sebagian dari telinga kerbau tadi akan diberi sayatan khas, sebagai penanda kepemilikan seorang peternak kerbau rawa.

Kerbau Rawa Danau Panggan yang sedang bergerombol
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kerbau Rawa Danau Panggan yang sedang bergerombol

Kerbau hanya perlu diawasi dari jauh, sementara mereka mencari makan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kerbau hanya perlu diawasi dari jauh, sementara mereka mencari makan

Kandang Kerbau rawa
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kandang Kerbau rawa Photo By Barry Kusuma (alambudaya.com)

Ketika Kerbau Rawa Danau Panggang dilepas dari kandangnya
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Ketika Kerbau Rawa Danau Panggang dilepas dari kandangnya Photo By Barry Kusuma (alambudaya.com)

Berkunjung ke Danau Panggang ini memang menyenangkan, pun kemarin ternyata saya sedang kurang beruntung. Saya belum bisa melihat atraksi Kerbau Rawa yang sedang berenang. Entah karena mereka sedang malas, atau Kalimantan sedang kering kerontang. Hal ini menjadikan air rawa-rawa surut cukup parah. Akhirnya saya harus puas dengan hanya menyaksikan beberapa ekor kerbau yang asik berendam saja.

Pun, itu sudah cukup menyenangkan, paling tidak saya bisa menyaksikan salah satu sudut Indonesia dengan keunikannya yang khas. Atau, ini adalah pertanda saya harus kembali lagi kesini ketika air rawa-rawa sudah naik? Ketika itu, merak pasti akan lebih senang berenang di rawa. Nah, siapa coba yang ingin ke Danau Panggang lagi bareng saya?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

103 Responses

  1. Evi says:

    Unik benar pengembalaan kerbaunya. Karena tiap hari berenang ditanggung kerbau-kerbau di sini tidak bau :)

  2. Renggo says:

    Haha, ketemu trus gak mau mandi. Kebo aja mandi tiap hari.
    Seru ya, tapi kok sebagian fotonya rada gak jelas? Itu asap, ya?

  3. Kalo aku suka nya berenang di hatimu kak :-)

  4. mas fahmi ikutan mandi sama kerbau nggak? hhaha

  5. Yudi says:

    walah masih berkabut aja bang?
    btw, harga sekilo daging kerbaunya mirip2 harga di aceh bagian barat bang. disini lebih mahal 30 ribu dalam sekilonya hehe

  6. masiih, sedih nih langitnya abu-abu mulu. wah, emang kalau harga daging kerbau di aceh berapa mas yudi?

  7. aku malu sama kebo hkssss

  8. Alris says:

    Cakep, kandang kerbau di tengah danau. Kaya nih yang punya kerbau.

  9. Dita says:

    kerbaunya lucuuuuu, ginuk2 gituuu kaaak :3

  10. irfanifan says:

    Loh udah musim hujan ya? aku ke sana pas kering. jadi padang savananya luas banget

  11. kasih hashtag #asalusulkumpulkebo ya @Fahmi

  12. Sati says:

    Didaerah saya kerbaunya berendam di muara pertemuan sungai dan laut. Malah kalau siang , kerbau kerbau tersebut berenang ke daerah seberang, karena diseberang itu lebih teduh banyak pohon-pohonnya, sorenya balik berenang lagi.. Sepertinya sudah teratur sekali.

    Tapi view yang ini saya suka sekali.. Boleh saya download ya mas? :)

    https://catperku.com/wp-content/uploads/Yak-ini-dia-kalau-Kerbau-Rawa-Danau-Panggang-sedang-berenang.jpg

  13. Sati says:

    Di daerah Sumbar, Khususnya Kabupaten Padang Pariaman, kecamatan Ulakan Tapakis mas.. Saya belum sempat ambil gambarnya.. Nanti kalau ada kesempatan saya upload juga :)

  14. @cizzos says:

    Widihh..kerbau aja suka mandi. Kerbau metropolitan. Tapi kok nggak diikat ya…nggak takut lepas dan kabur atau dicuri orang?

  15. Rullah says:

    Unik banget heeee, Foto kerbau yang dari atas itu keren haaaa

  16. dari dulu tempat ini salah satu yang pengen gw kunjungin, tapi belum kesampaian sampai sekarang….

  17. btw btw, kolom comment-nya ada yang dari FB dan kolom yang ini, ya, baru ngeh hahaha…
    tadi nulisnya di atas yang kolom FB.

  18. Ini foto-fotonya yang selain yang dikasih credit, itu milik pribadi? Dikasih watermark atuh, nanti ada yang kopas trus nggak nyantumin sumber. Atau sampe diakuin miliknya mereka.

    • hahah, dulu sering dikasih kredit, tapi lama-lama diikhlasin aja, kalau memang bermanfaat buat orang lain ya nggak apa :D alhamdulillah kalau dikasih linkback, kalau enggak pun, nggak apa, nanti pasti ada yang bales kok kalau memang fotonya bermanfaat buat orang lain. :D

  19. ndop says:

    Iyak betuuul… Walaupun tempat tinggalnya begitu (((BEGITU))) namun mereka kaya raya. Karena memang mereka mungkin gak begitu kedonyan. Alias gak duniawi banget hahaha..

    Makanya aku gak setuju kalau ada survey kekayaan yg dilihat dari rumahnya. Eeeeh… Kurang representative nantiiii..

  20. azizrubangi says:

    Gile gemuk-gemuk banget tuh keboo…

    Kalimantan indah ya, apalagi kalau bisa mandi bareng keboonya..

  21. puputs says:

    itu yg bikin foto keren abis sumpah, keliatan bulen jauh kayak mainan jadinya si kerbau

  22. yunior usop says:

    Sumpah keren banget ambil fotonya…
    lagian itu kerbau gak pengen dibilang bau yah hahah..

  23. astarianadya says:

    masnya nggak ikut berenang jugaaa mas???
    btw, kabut asapnya bikin sedih deeeeh :'( .

  24. evisrirezeki says:

    Foto-fotonya bagus. Jadi pengin lihat sendiri, tapi agak ngeri karena nggak bisa berenang hehe

  25. Ila Rizky says:

    semuanya serba pakai perahu ya. ya berangkat sekolah, ya menggembala kerbau. unik banget :D

  26. caf says:

    itu kabut asap? sedih banget yah… lumayan pekat asapnya

  27. Wah, di sana anak2 sekolah juga naik perahu ya? salut.
    kalau segitu banyaknya kerbau punya keluarga. berarti kaya2 ya di sana?

  28. Andika Priastana says:

    Keren gan. saya asli bali dan juga traveler.
    Jadi kalau ke bali jangan sungkan2 saya akan perkenalkan wisata yang unik yang jarang orang ketahui
    saya lagi belajar jadi travel blogger
    ditunggu kunjungan baliknya di http://likeabigtravel.blogspot.com

  29. Yoga Akbar S says:

    Gimana rasanya sekolah naik perahu, ya? Pengin! Hahaha.
    Itu satu ekornya 14 juta? Wow. Tapi emang enak apa daging kebo? :/

  30. bersapedahan says:

    bener2 unik …. kebo amphibi ini
    btw .. foto2 kerbau di kandang perahunya .. kerennnn ..

  31. Arie Haryana says:

    Kangen suasana di Kampung tempo dulu, tepatnya 15 tahun yang lalu. Hehe
    Tapi jujur, keindahan berkurang karena Asap! :(

  32. Irly says:

    eng ing engg.. komenku tadi ilang..huhu

    sebenarnya bisa tuh gak melukai fisik hewan ternak dengan memberi tanda dengan cat.

    amazing banget lihat kandangnya di tengah rawa gitu..

  33. duniaely says:

    Wow .. keren ya si kebo suka berenang, pasti sehat kebonya .

  34. Ahmed Tsar says:

    untung nggak ada yg iseng ya, naruh Buaya , kan juga senengnya hidup di Rawa.

  35. Danau Panggang, Amuntai, Kalimantan Selatan. Kerbau rawa ya. Anyway, mas Fahmi tahu penduduk lokal menyebut kerbau rawa ini sebagai apa? :))
    Hadangan! Yup masyarakat kalsel terbiasa menyebut kerbau dengan nama HADANGAN. (apapun jenisnya mau rawa, darat, laut, udara) *loh ngaco

    Biasanya orang membeli kerbau ini untuk dihidangkan saat acara nikahan/kawinan. Soalnya dagingnya lebih endeus daripada daging sapi. :D

  36. novaviolita says:

    fotonya bagus-bagus….
    eh, bener gasih..katanya kalu rawa ada kerbaunya banyak lintah gitu….

  37. Itu fotonya om berry bagus bener ya, yang pake drone.. Kandang kerbaunya dikelilingin air rawa. Cuma ada disana doang nih yang begini :D

  38. Rico Sinaga says:

    Lokasi kerbau Rawa ini adalah salah satu tempat impian ku dari dulu. Smoga kesampaian segera kak! Entah kenapa, suasana disini slalu dramatis buatku. Mungkin karena rawa yg luas dan sepi. Entahlah, yg pasti suka banget setiap kali ada postingan foto kerbau Rawa ini :))

  39. cK says:

    Wah ini shio aku! Terus jadi inget pas ke Toraja sempet nyoba daging kebo. Agak alot nyahaha~

    Btw itu fotonya mas Barry bagus banget ya warna ijo-nya terang. O_o

  40. Salman Faris says:

    Bagus banget ya pemandangan danaunya, masih alami dan yang paling unik adalaaahhhh kerbaunya hahaha

  41. @bangsaid says:

    Kerbaunya ngga berenang bareng buaya kan ya?
    :-D

  42. winnymarch says:

    tumben kerbaunya mau mandi fahmi :D

  43. alannobita says:

    kebo yg hobi mandi :)))
    kabutnya bikin syahdu :D

  44. Ayumna says:

    indahnya Indonesiaku..

  45. Yusuf Ahmad says:

    Kerbau aja jago renang, lah saya malah ga bisa : malu

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: