Flashpacker, Traveling Seperti Apa itu?

Flashpacker sendiri adalah suatu istilah baru dalam dunia jalan-jalan atau travelling, yang baru saja populer  dalam beberapa tahun terakhir. Yang pertama Flashpacker adalah seorang backpacker yang selalu membawa banyak gadget (baca : peralatan elektronik) seperti handphone, kamera, laptop, mp3 player dsb ketika berpergian, sedangkan yang kedua seorang flashpacker adalah backpacker yang memiliki anggaran lebih dalam berpergian.Hanya saja, baik itu seorang backpacker, flashpacker, peserta tour ataupun pejalan bisnis, jaman sekarang?, siapa sih yang tidak membawa setidaknya 1 dari barang-barang berikut ketika pergi jalan-jalan : handphone, kamera, iPod, mp3 player atau laptop? Ngaku aja deh.

What is Flashpacker !!??

Siapa lebih suka traveling dengan ala flashpacker?
Siapa lebih suka traveling dengan ala flashpacker?

Adakah yang tidak mau mengambil foto untuk kenang-kenangan ketika jalan-jalan? Siapa juga yang ngak inginlangsung pasang status di facebook atau upload photo-photonya di blog seketika untuk pamer ( baca : berbagi cerita dan berbagi informasi ) tentang perjalanan kamu ? dan yang lebih penting lagi, siapa sih yang mau pergi “menghilang” dari radar keluarga dan teman-teman dengan tidak membawaalat komunikasi atau tanpa mengakses email sama sekali?

Siapa sih yang tidak berpikir untuk mendengar sedikit musik selama dalam perjalanan untuk mengusir rasa bosan? Not me.Tanpa kita sadari, dan juga harus diakui, peralatan elektronik pribadi seperti handphone, kamera, mp3 player bahkan laptop sudah tidak lagi merupakan sebuah kemewahan, tetapi lebih merupakan kebutuhan yang semakin penting sebagai wujud eksistensi di zaman modern ini, apalagi bagi orang yang memang secara ekonomi sanggup berpergian.

Terus apabila Flashpacker didefinisikan sebagai Backpacker dengan peralatan elektronik berjubel, lantas apa bedanya dengan Backpacker pada umumnya? kalau Backpacker sekarang memang sudah seperti itu?. Berbicara masalah anggaran, bagaimana pula yang dikatakan memiliki anggaran lebih? Apakah hanya karena seorang backpacker yang mencintai privasi yang kemudian memilih untuk mengambil kamar sendiri daripada berdesak-desakan dengan 4 sampai 6 orang lainnya dalam 1 kamar lantas disebut memiliki anggaran lebih?

Bisa jadi sang traveler tersebut memilih untuk mengambil kamar sendiri karena memiliki gejala insomnia sehingga membutuhkan keheningan total untuk jatuh tertidur, atau karena menyadari dirinya selalu ”ngorok” kalau sudah tertidur pulas sehingga tidak mau mengganggu teman seperjalanan lainnya, atau bahkan punya kebiasaan nyentrik untuk menyetel lagu rock sebelum tidur. Terlalu banyak alasan, tetapi tidak serta merta menunjukkan bahwa mereka memiliki anggaran lebih.

Alih-alih menitiberatkan definisi pada gadget dan anggaran, Wikipedia yang merupakan kiblat informasi sejuta umat mendefinisikan Flashpacker secara lebih mengena, yakni backpacking with flash, or style, atau orang yang melakukan perjalanan backpacking dengan gaya sendiri nah kalau yang ini sih gua banget, karena dalam ketika travelling gua selalu pengen keliat beda, pokoknya no ordinary travelling dah.

Terus, bagaimana lagi yang dinamakan backpacking dengan gaya sendiri? Jawabannya bisa beragam, tergantung preferensi dan gaya, tetapi intinya adalah pilihan.

Flashpacker lebih tepat disebut kaum penggila jalan-jalan yang memposisikan diri di tengah 2 ekstrem, yakni Backpacker dan Turis. Kaum Flashpacker lebih moderat dari Backpacker dalam hal pengontrolan anggaran karena lebih berorientasi kepada tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak dicari, sehingga anggaran bukanlah yang terpenting.

Akan tetapi, Flashpacker tetap berbagi prinsip dan semangat yang sama dengan Backpacker untuk mengeksplorasi dan mendalami suatu destinasi dengan sebaik-baiknya tanpa harus terlena dalam kenyamanan ekstra ala turis tetapi terjebak dalam kekakuan jadwal yang serba mengikat. Satu karakteristik utama paling menonjol yang membuat kaum Flashpacker menyandang kata “Flash” (baca : gaya) adalah karena prinsip untuk selalu memilih apa yang mereka inginkan ketika berpergian, tanpa perlu harus terjebak ke dalam aturan, gengsi, status, paham, penampilan atau identitas kelompok, sehingga anggaran seringkali bukan suatu hal yang terlalu diambil pusing.

Berpergian dengan full service airlines, LCC (Low Cost Carrier), ferry, cruise ship, kapal laut, kereta api, bus, mobil, sepeda motor bahkan sepeda atau jalan kaki, semuanya bisa dipertimbangkan kalau diperlukan apabila memang sesuai dengan tujuan berpergian, pengalaman yang hendak didapatkan, ataupun cuma hanya diinginkan secara spontan.

Pakai baju yang fancy atau malah yang gembel sekalian asik-asik aja. Tinggal di hotel berbintang, hostel, losmen atau malah camping, semuanya sah-sah saja kalau memang itu yang diinginkan atau memberikan pengalaman yang hendak dicari. Singkatnya, flashpacker itu berpergian ala gue, atau, traveling yang gue banget !

Seorang Flashpacker bisa merasa nyaman saja untuk tinggal di hostel seharga USD 10.- per malam yang dekat dengan Taj Mahal supaya subuh paginya bisa mengambil foto Taj Mahal dengan latar matahari terbit, kemudian siang harinya terbang dengan Singapore Airlines dari New Delhi menuju Bangkok dan menginap di Hotel Sheraton Bangkok untuk mendapatkan kenyamanan beristirahat yang lebih setelah stamina fisiknya terkuras habis akibat melewati medan perjalanan yang berat di India selama berhari-hari. Begitu sudah cukup beristirahat, ia bisa melanjutkan perjalanan ke Chiangmai lewat jalan darat dengan bus non AC hanya untuk dapat menyaksikan secara dekat kehidupan wilayah pedesaan di Thailand. See? Semuanya adalah mengenai pilihan.

Menurut definisi umum yang beredar, profil kaum Flashpacker dideskripsikan sebagai kaum pelancong independen yang memiliki pekerjaan tetap dengan tingkat penghasilan menengah keatas, sehingga mereka memiliki waktu libur yang singkat tetapi sebaliknya memiliki anggaran yang lebih longgar. Karena memiliki pekerjaan tetap yang sibuk, maka kebutuhan untuk berkomunikasi selama perjalanan menjadi teramat penting yang mana menjelaskan kebutuhan untuk selalu membawa tech gear berjubel ke mana pun mereka pergi.

Bagi rata-rata Flashpacker, tujuan atau pengalaman yang didapat dari suatu perjalanan adalah segala-galanya, sekalipun itu berarti harus memilih pesawat terbang yang mahal untuk mempersingkat waktu, atau mungkin harus tinggal di hotel berbintang supaya kualitas istirahat lebih baik. Sekali lagi, selama semua pilihan tersebut sejalan dengan tujuan perjalanan.

Bagi kaum Flashpacker, you are how you travel, jalan-jalan bukan hanya sekedar jalan-jalan, tetapi juga merupakan wujud ekspresi diri, seperti halnya penampilan, gaya berbusana, buku yang dibaca atau gadget yang dipakai.

Termasuk Flashpacker Manakah Kamu ?

Sekalipun pengertian Flashpacker beredar dalam 2 aliran utama, yakni Backpacker beranggaran lebih dan Backpacker dengan seisi tas penuh tech gear, sebenarnya jauh lebih tepat untuk mengatakan bahwa kedua pengertian yang beredar tersebut hanyalah dua diantara beberapa tipe kaum Flashpacker yang bisa diamati.

Dari berbagai sumber, ada beberapa tipe Flashpacker yang dirangkumkan
sebagai berikut :

1. The Geeky Flashpacker
Bagi golongan ini, terkoneksi dengan dunia setiap saat sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok seperti oksigen, sehingga tidak mungkin untuk berpergian kemana-mana tanpa menenteng setas penuh gadget dari yang paling umum seperti handphone, blackberry, mp3 player, kamera, laptop sampai yang dipakai technogeek seperti telepon satelit dan GPS keluaran terbaru. Mimpi buruk terbesar selama perjalanan adalah ketika mendapatkan baterai habis ketika peradaban terdekat berada 50 km jauhnya, dan kiamat tiba ketika mereka “hilang” sama sekali dari radar dunia dikala semua gadget mereka tidak dapat berfungsi.

2 .The Minted Flashpacker
Golongan ini adalah Flashpacker yang mengutamakan kenyamanan berpergian diatas segala-galanya dan tidak pernah ragu untuk menghabiskan dana ekstra untuk mendapatkan kenyaman dan kemudahan lebih dalam perjalanan mereka.

Ketika dihadapkan pada pilihan pergi ke suatu destinasi dengan kereta api selama 5 jam atau terbang selama 1 jam walaupun akan menghabiskan dana 2 – 3 kali lebih besar, mereka memilih terbang.

Bagi golongan ini, anggaran selalu bukan suatu masalah. Sebaliknya, waktu dan kenyamanan itu maha penting. Tinggal sekamar bersempit-sempitan dengan pelancong lain atau berbagi toilet dan dapur umum? Oh that is so not us menurut golongan ini.

3.The Savvy Flashpacker
Golongan ini adalah yang paling mewakili kaum Flashpacker sejati yang berorientasi kepada tujuan perjalanan dan pengalaman, dan berani mencoba apa saja selama pengalaman itu adalah memang yang diinginkan,tanpa harus terjebak dalam aturan, gengsi, status atau identitas kelompok.

Tujuan perjalanan atau pengalaman yang dicari adalah segala-galanya bagi golongan ini, walaupun harus menghabiskan waktu atau dana ekstra. Sebuah perjalanan baru dikatakan sukses kalau tujuan atau pengalaman yang mereka cari sudah tercapai, sekalipun itu berarti harus berdesak-desakan dalam bus rakyat non AC yang dipenuhi oleh petani hanya untuk merasakan kehidupan pedesaan atau malah menginap di hotel berbintang dengan harga sedikit lebih mahal per malam hanya supaya lebih mudah mencapai lokasi sebuah tempat wisata keesokan subuhnya untuk mengambil foto matahari terbit. Bagi golongan ini, waktu bisa diatur, dana bisa diusahakan, tapi tujuan dan pengalaman tidak bisa ditawar-tawar.

4.The Minted Geek

Perpaduan dari tipe The Minted & The Geeky. Golongan ini adalah yang menenteng gadget berjubel dan juga sangat mengutamakan kenyamanan dan kemudahan dalam berpergian.

5. The Savvy Geek

Perpaduan dari tipe The Savvy & The Geeky. Bagi golongan ini, tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak didapat adalah sama pentingnya dengan kebutuhan untuk terkoneksi dengan dunia setiap saat.

Jadi? termasuk flashpacker yang manakah kamu?

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
6 Responses
  1. Acer Iconia PC tablet dengan Windows 8, Travel Blogger Harus Punya!

    […] Flashpacker, Backpacker ataupun Bikepacker akan sangat menyukai daya tahan baterai (18 Jam) si Acer Iconia PC […]

  2. okamura

    gue termasuk savvy flashpacker, terkoordinir dan ga mau rugi :p

    waktu bisa diatur, dana bisa diusahakan, tapi tujuan dan pengalaman tidak bisa ditawar-tawar (keren neh quotesnya)

  3. Intan Komala Dewi

    Sepertinya the savvy flashpacker itu saya banget, haha. karena membuat pengalaman dan cerita baru dalam hidup itu adalah salah satu tujuan hidup saya.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: