Hiruk Pikuk Asian African Carnival Bandung

“Yuk, kita berangkat mas. Bus sudah menunggu di depan hotel

Ajakan dari seorang tim indonesia.travel yang meng-handle kami membuyarkan niat saya untuk menambah makanan waktu itu. Saya sedang makan siang bersama blogger dan influencer lain di Straits Kitchen Trans Studio Mall setelah beberapa jam bermain di Trans Studio Bandung. Kali ini saya diajak lagi untuk kembali mempromosikan Indonesia lewat sebuah famtrip yang diadakan dalam rangka meramaikan Asian African Carnival yang diadakan di Bandung.

Famtrip kali ini agak berbeda dari biasanya yang saya habiskan dengan lebih banyak mengabadikan moment. Saya tidak cuma harus sekedar menikmati, jepret foto sana – sini lalu mempromosikan Bandung lewat semua channel social media saya, baik di twitter @catperku, instagram @catperku atau yang lainnya. Iya, karena kali ini pihak indonesia.travel tidak hanya mengundang beberapa blogger lokal saja. Mereka juga mengajak beberapa blogger dan influencer luar negeri. Karena itu secara tidak langsung saya juga diminta untuk menemani dan menjamu tamu negara itu dengan baik. Ceritanya sih jadi diplomat lewat pariwisata gitu~

Famtrip kali ini bareng sama mereka :D

Famtrip kali ini bareng sama mereka :D

“Kalian harus jagain ya, itu travel blogger luar negeri. Kalau ada apa – apa bilang sama panitianya” Saya teringat kata – kata Bu Ratna pada briefing singkat sesaat setelah saya tiba di Bandung. Oke, kalau ngejagain mereka di tempat seperti Trans Studio bandung gitu sih gampang. Apalagi jagain di rumah hantu kemarin~ *ehem*. Masalahnya habis ini kan kita bakal jalan – jalan di Asian African Carnival yang ramainya minta ampun. Saya cuma berharap, tidak ada satu dari mereka yang nyasar atau malah nyelip di antusiasme Asian African Carnival yang penuh dengan manusia itu.

Tidak begitu lama setelah berangkat dari Ibis Trans Studio Hotel, kami sampai Grand Royal Panghegar Hotel Bandung. Bus hanya bisa sampai tempat ini untuk parkir. Tidak bisa lebih mendekat lagi karena diinformasikan kemacetan terjadi dimana – mana, akibat penutupan beberapa jalanan utama Bandung. Sepertinya setelah ini kami akan jalan kaki menuju ke pusat keramaian Asian African Carnival. Karena memang lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel ini.

Dianterin pake bajaj ke Gedung Media Center.

Dianterin pake bajaj ke Gedung Media Center.

Tetapi… tebakan saya salah, sudah ada deretan Bajaj berbahan bakar gas sudah menunggu dan akan mengantarkan kami ke Gedung PGN yang ada di Jalan Braga sebelum melanjutkan dengan jalan kaki ke Jalan Asia Afrika. Selama acara peringatan KAA, gedung PGN disulap menjadi media center. Di media center kami di berikan media name tagbriefing singkat mengenai acara, juga informasi kalau kami sudah ketinggalan parade. Tidak cuma itu saja kami diberitahu kalau selama di lapangan akan ada beberapa volunteer yang menemani kami.  Oke, saya sedikit lebih tenang, karena ada yang menemani kami. Karena selama perjalanan menuju media center tadi, sudah tergambar dengan jelas bagaimana keramaian acara ini.

Media center rangkaian acara Peringatan KAA 2015 di Bandung.

Media center rangkaian acara Peringatan KAA 2015 di Bandung.

Bandung Lautan Manusia

Dengan ditemani beberapa volunteer, kami mulai bergerak menuju Jalan Asia Afrika yang menjadi tempat berlangsungnya acara dengan jalan kaki. Jalan Braga terlihat banyak berubah dibanding ketika saya tinggal di bandung Januari 2015 lalu. Ketika itu Braga masih banyak berbenah disana sini, tetapi sekarang jadi terlihat rapi dan trotoarnya sudah enak untuk jalan kaki.

Jalan Braga yang sekarang makin bersih dan asik buat jalan kaki.

Jalan Braga yang sekarang makin bersih dan asik buat jalan kaki.

Saya begitu bersemangat, melihat banyak yang begitu antusias pada acara ini. Mulai dari jalan Braga, Jalan Naripan, hingga Jalan Asia Afrika masih dipenuhi oleh lautan manusia. Pun sebenarnya puncak acara yaitu karnaval yang seharusnya juga kami ikuti telah selesai beberapa waktu yang lalu. Namun tetap saja masih banyak manusia yang berkumpul untuk selfie sana sini atau sekedar menikmati keramaian.

Tidak ketinggalan Ju Won Park, seorang instagrammer yang kebetulan bersama saya juga begitu asik dengan smartphone-nya. Mungkin ada banyak sekali yang unik di mata dia, dan tidak bisa dilihat setiap hari di Korea Selatan. Ada buah segar difoto, ada anak kecil berpakaian adat bali foto bareng ada bunga di tepi jalan pun juga difoto dong. Yah, begitulah instagrammer, layaknya blogger, kalau ada yang unik pasti di foto deh. Beruntung mas – mas volunteer tetap menemani kami dengan sabar menembus lautan manusia di Jalan Asia Afrika.

Ju Won, my new friends, Korean Instagrammer. Inget saya pernah bilang tahunnya instagrammer dan blogger kan.

Ju Won, my new friends, Korean Instagrammer. Inget saya pernah bilang tahunnya instagrammer dan blogger kan.

O iya, pada Asian African Carnival ini disebutkan kalau yang mengikuti parade totalnya mencapai 14 negara dengan jumlah delegasi luar negeri sebanyak 20 orang lho! Banyak juga ya! Itu pun belum termasuk dari Indonesia dan beberapa undangan dari sekitar Kota Bandung. Apalagi saya dengar kalau beberapa hari sebelumnya juga terjadi pemecahan rekor pemain Angklung terbanyak di Stadion Siliwangi Bandung. Kalau prediksi saya sih, pasti ada ribuan orang yang ikut meramaikan seluruh rangkaian acara peringatan KAA kemarin.

Salah satu di baliho itu adalah pemimpin favorit saya. Sudah pada tahu kan?

Salah satu di baliho itu adalah pemimpin favorit saya. Sudah pada tahu kan?

Naik Bandros Pertama Kali

Dari itinerary yang dibagikan, saya sudah tahu kalau kami ada acara naik bandros selama mengikuti parade. Namun, karena kami datang terlambat, saya sempat khawatir tidak bisa merasakan naik Bandros. Pun ternyata saya tetap bisa naik bandros yang telah diparkir di dekat panggung utama. Yah, meskipun Bandros-nya dalam keadaan berhenti sih. Tidak mengapa deh, yang penting masih bisa merasakan nai Bandros :D

Untuk yang belum tahu apa itu Bandros, Bandros ini sebenarnya adalah kepanjangan dari Bandung Tour on The Bus. Wujud fisiknya adalah sebuah bus tingkat dengan atap terbuka yang disediakan oleh pemerintah Kota Bandung bagi para wisatawan seperti saya yang hendak berkeliling kota Bandung. Dalam rangka Asian African Carnival kemarin Bandros juga turut diikutkan dalam parade. Sementara untuk yang ketinggalan acara seperti saya, Bandros dipergunakan untuk yang punya media name tag. Harapannya sih agar bisa mendapatkan moment acara dari sudut yang lebih baik untuk keperluan publikasi.

Pemandangan lebih jelas dan baik dari atas Bandros.

Pemandangan lebih jelas dan baik dari atas Bandros.

Kemarin ada dua buah Bandros yang diparkir di dekat alun – alun Bandung untuk kami naiki. Satu bandros berwarna merah dan satunya berwarna biru. Agak kaget juga kalau ternyata bandros ini berwarna warni, karena yang saya tahu Bandros berwarna merah lebih sering muncul di social media. Karena enggak mau rugi, saya pun mencoba dua duanya, pun isinya ternyata sama saja sih.

Memang dari atas Bandros saya bisa mendapatkan pemandangan yang lebih jelas. Terlihat dari ujung ke ujung, Jalan Asia Afrika dipenuhi oleh manusia. Sementara tidak begitu jauh dari Bandros terdapat panggung yang menghibur dengan beberapa pertunjukan seni dan musik. Sepanjang pengamatan saya, sepertinya semua menikmati Asian African Carnival di Bandung ini.

Teman - teman yang bawa banner hijau, I Love You All!

Teman – teman yang bawa banner hijau, I Love You All!

Saya pun juga dengan senang menikmatinya, pun terlewat paradenya sih~ Semoga saja acara seperti ini rutin dilakukan setiap tahun. Lumayan kan, selain bikin senang masyarakat sekitar bandung, acara seperti ini sekaligus untuk meningkatkan kunjungan pariwisata ke Indonesia, khususnya Bandung. Nah, semua pada setuju kan? Jadi siapa saja yang kemarin datang ke Bandung untuk melihat acara ini? Atau malah ada yang terlewat? Bagi pengalaman teman – teman di Asian African Carnival di komentar yak! :D

Mz.. mz kamen rider ini Bandung, bukan Jepang~ Nggak ada monster disini XD

Mz.. mz kamen rider ini Bandung, bukan Jepang~ Nggak ada monster disini XD

Foto – Foto Parade Asian African Carnival Bandung

Bisa tebak ini siapa?

Bisa tebak ini siapa?

Duh mbak...

Duh mbak…

Jogja.... Istimewa!

Jogja…. Istimewa!

Kostum pakaiannya keren!! :D

Kostum pakaiannya keren!! :D

Sang Jawara dari Indonesia

Sang Jawara dari Indonesia

Bandros kebanggaan bandung ikut meramaikan Parade Asian African Carnival.

Bandros kebanggaan bandung ikut meramaikan Parade Asian African Carnival.

Bendera dari berbagai negara Asia dan Afrika.

Bendera dari berbagai negara Asia dan Afrika.

Bisa kelihatan kan kalau masyarakat Bandung dan sekitarnya begitu antusias?

Bisa kelihatan kan kalau masyarakat Bandung dan sekitarnya begitu antusias?

Terimakasih sudah mengajak saya ikut meramaikan Asian African Carnival di Bandung :)

Terimakasih sudah mengajak saya ikut meramaikan Asian African Carnival di Bandung :)

*Terimakasih untuk tim indonesia.travel karena boleh dipinjam fotonya :D

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

33 Responses

  1. mawi wijna says:

    Eh itu Bajaj gas ada cuma pas KAA doang atau memang Bajaj sudah masuk Bandung?

    Pengalaman ikut acara pawai kayak gini di Jogja dan Jakarta desak-desakan bukan main. Jadi susah nyari posisi pewe buat motret. Taktik lain motret peserta pawai pas mereka lagi dandan sebelum pawai dimulai.

  2. Alris says:

    Ramenya. Saya merasakan kegembiraan di festival itu. Keren.

  3. Wah. Keren mas acaranya. Asik banget bisa bareng blogger luar juga. Jadi semangat nulis kalau kayak gini yak.

  4. Wida Zee says:

    Sayang banget ga datang ke bandung waktu perayaan KAA padahal acaranya ramai banget dan sampe macet gitu sama orang-orang :(

  5. Agung Kurnia says:

    Wih mas.. asik banget bisa ngikutin acara KAA.. pengen banget ikut tapi ga bisaaaa… T_T…

  6. Firman says:

    Rugi banget gak bisa dateng ke acara sekeren ini. Bandung rasa Eropa, padat merakyat.

  7. kebayang macetnya tuh Bandung dah, ga ada event aja padat merayap yah:))

    good idea tuh bajaj rasa eco!

    * * *

    New Blog : Traveling Mudah dan Aman di Negara Baltic dengan Menggunakan Bus

  8. Mumun says:

    Ga. Suka. Bar. Atas. :((

  9. Saya mau dijagain juga donk Mash Fahmiii Hahhaah

  10. Lusi says:

    Selamaat udah jadi duta wisata Indonesia heheee…. Tapi aku kalau ditempat ramai macam karnaval gini suka panik, selalu menghindari tempat full manusia.

  11. Minggu kemarin mampir di Bandung walaupun cuma bentar doang.
    saya sempatkan jalan kaki ke Gedung Merdeka via Jalan Merdeka-Braga-Asia Afrika. Sumpah ramai banget, saya sempat pusing melihat lautan manusia.
    Aura KAA masih terasa, terlihat dari baliho,banner dan pernak-pernik masih terpasang semua.

  12. Jefry Dewangga says:

    Emang pas KAA dulu jalan asia afrika ramai banget ya,,,, Gitu mas juga tamasya ke bandung, pas deh. :D

  13. Gara says:

    Wow, perayaan yang megah nan meriah. Berada di tengah-tengah semua euforia itu pasti bisa merasakan betul atmosfer perayaan Konferensi Asia Afrika! Keren sekali. Apalagi dengan parade itu, banyak negara yang berpartisipasi, terus semua unik-unik. Dan fotonya juga keren pakai banget!
    Perayaan yang sangat megah. Sayang saya tidak ada di sana :haha *siapa saya juga sih :haha*.

  14. wah seru banget ya eventnya. sayang waktu itu gak bisa lihat parade ini pas lagi di bandung :(

  15. ndop says:

    aku pingin piknik ning Bandung. Pas study tour jaman kuliah biyen, Bandung cuma digawe tempat singgah belanja2 panganan hahaha..

  16. donna says:

    waduh yang mau naik bis wisata ramenyaaaaa….
    seru ya tapi AA Carnival. Momen yang jarang-jarang

  17. bandung. kota syahdu yang membuat org selalu rindu. btw nice artikel. Salam jalan

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: