Rame – Rame Ke Gunung Tangkuban Perahu

Baru kali ini saya melihat puncak gunung ramainya hampir mengalahkan suasana pertandingan sepak bola. Entah saking terkenalnya si Gunung Tangkuban perahu, atau memang tiap peak season di gunung ini selalu dipadati oleh pelancong, traveler, backpacker dan turis seperti saya *sekarang lagi jadi turis nih ceritanya*.

Ternyata ada juga yang lebih ramai dibandingkan dengan Gunung Bromo di Jawa Timur ketika peak season. Kunjungan saya ke Gunung Tangkuban Perahu ini dalam rangka mengisi edisi bukan mudik Jakarta – Bandung yang tanpa persiapan rencana, dan melengkapi kunjungan dua destinasi wisata berupa gunung di sekitar Bandung setelah Kawah Putih Ciwidey yang berada di selatan Kota Bandung.

Ini adalah salah satu tujuan wisata Bandung yang populer, selain Bukit Moko dan Tebing Keraton. Setiap musim liburan sepertinya tempat wisata ini bakalan penuh sesak seperti ini. Saya sampai heran, memangnya tidak ada tempat wisata lain di Bandung apa ya? Sepertinya sih ada, tapi memang ada banyak orang yang suka mengunjungi tempat wisata dekat Bandung yang juga dikenal dengan Gunung Tangkuban Parahu ini.

Gunung Ini Tujuan Wisata Dekat Bandung Yang Populer

Wow! Ramenya si Gunung Tangkuban Perahu!!
Wow! Ramenya si Gunung Tangkuban Perahu!!

(Baca Juga : Bukit Moko, Bandung Punya!)

Sudah pada tahu kan lokasi dari Gunung Tangkuban Perahu ini? Buat yang belum tahu, gunung yang satu ini gampang sekali di temukan kok. Apalagi kalau lagi cerah, gunung yang kata orang puncaknya mirip dengan perahu terbalik ini bisa terlihat dari kota Bandung. Ini juga merupakan gunung yang masih aktif. Jadi ya bisa meletus kapan saja dia mau.

Banyak yang tahu kalau lokasi dari gunung ini berada di Bandung, namun sebenarnya gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Yah, dimanapun lokasi pastinya, gunung ini hanya berjarak sekitar 20 Km dari kota Bandung. Tidak terlalu jauh kalau mau liburan kesini.

BACA JUGA :  Video On Vimeo : A Spanish Roadtrip

Dalam kondisi lancar tanpa macet, seharusnya Gunung Tangkuban Perahu bisa dicapai dari Bandung dalam waktu kurang dari satu jam. Namun jangan harap bisa mencapai gunung ini dalam waktu kurang dari satu jam ketika peak season seperti kemarin. Pokoknya siap-siap saja kena macet di jalan. Terutama kalau kamu naik mobil.

Soalnya, ketika musim liburan atau peak season, jalur Bandung – Lembang sebagai jalur utama menuju Gunung Tangkuban Perahu pasti akan dipenuhi oleh lautan mobil. Bahkan saya yang menggunakan sepeda motor memerlukan waktu hampir dua jam untuk menuju pintu masuknya. Apalagi kalau naik mobil? Sudah tentu bakalan lebih lama.

(Baca Juga : Tebing Keraton Atau.. Tebing Karaton Sih!?)

Seperti ini, antrean di pintu masuknya!
Seperti ini, antrean di pintu masuknya!

Serunya lagi, ternyata enggak cuma di jalur menuju Gunung Tangkuban Perahu saja yang rame. Di jalur menuju puncak gunung dan di puncak gunung pun enggak mau kalah dengan ramainya pasar. Seumur – umur baru kali ini melihat puncak gunung yang tidak hanya dipenuhi oleh lautan manusia, tetapi juga dipenuhi dengan motor dan mobil yang di parkir.

Mungkin karena di gunung ini tidak diberlakukan peraturan mobil dan motor dilarang naik ke puncak seperti di Kawah Putih Ciwidey, jadinya semua beramai – ramai menuju puncak dengan kendaraan pribadi. Ya, mungkin karena memang enggak ada transportasi umum yang bisa diandalkan untuk pergi kesini sih. Jadinya pada naik kendaraan pribadi semuanya.

Sebaiknya Jangan Naik Mobil Kesini, Macet!

Sebenarnya yang rugi para traveler sendiri sih, karena nekat naik ke puncak dengan mobil, karena tempat parkir di puncak Gunung Tangkuban Perahu pasti terbatas. Jarak dari parkir bawah ke puncak yang seharusnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar setengah jam, jadi harus ditempuh ber-jam-jam karena nekat naik dengan mobil.

Bahkan ketika saya turun dari puncak pada jam 17:00, dimana puncak sudah akan ditutup, antrian mobil yang naik pun masih mengular hingga ke parkiran bawah. Ini orang-orang niatnya mau liburan atau menikmati kemacetan sepanjang jalan sih? Bingung saya. Apa enaknya menghabiskan waktu kena macet di jalanan.

BACA JUGA :  VAASTU: A Way to be Found

Oke, lupakan sejenak dengan para turis yang nekat naik ke puncak dengan menggunakan mobil tadi. Saya lebih tertarik dengan mitos terbentuknya gunung di dekat Bandung ini yang konon katanya hasil dari tendangan anak Dayang Sumbi yang bernama Sangkuriang. Wah, sekuat apa ya si Sangkuriang ini bisa menendang sampai jadi gunung.

Berdasarkan mitosnya, gunung ini terbentuk karena si Sangkuriang murka setelah merasa di tipu oleh Dayang Sumbi, hingga dia menendang perahu yang telah dibuatnya sampai terbalik dan menjadi sebuah gunung. Eh, setelah dilihat – lihat lagi, kok gunungnya enggak keliatan kayak perahu ya? ada yang tahu kenapa? :D

(Baca Juga : Seru – Seruan Di Trans Studio Bandung Bareng Travel Blogger Internasional!)

Untuk destinasi berupa gunung, yang satu ini fasilitasnya cukup lengkap dan terawat. Malah menurut saya cenderung sangat bersih jika dibandingkan dengan destinasi di sekitar Bandung yang lain. Buat yang suka belanja pun juga ada tempat untuk beli oleh – oleh di sini. Uniknya tempat untuk beli oleh – oleh itu berada dekat sekali dengan kawah Gunung Tangkuban Perahu.

Hemm… sepertinya mereka tidak takut jika sewaktu waktu gunung meletus ketika sedang jualan ya! Yang suka sama kuliner juga enggak ketinggalan!! Terutama jangan sampai enggak nyobain minuman yang namanya Bandrek ketika datang ke sini, karena rasanya bener – bener khas! Khas Gunung Tangkuban Perahu!

Bisa Lihat Apa Saja Di Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Perahu Ini?

Ada beberapa point of interest atau tempat yang menarik bisa kamu kunjungi kalau kesini. Yang paling populer tentu saja Kawah Ratu yang menjadi salah satu daya tarik utama tempat wisata gunung di dekat Bandung ini. Terus adalagi beberapa seperti :

  1. Kawah Domas. Lokasinya sebenarnya tidak terlalu jauh dengan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu. Namun tak banyak yang mengunjungi lokasi Kawah Domas. Mungkin karena tak banyak orang yang tahu lokasi tepatnya. Padahal disini terdapat mata air panas juga lho. Konon katanya mata air panas tersebut bagus untuk menyembuhkan penyakit kulit.
  2. Kawah Upas. Daya tarik dari tempat ini mugkin adalah lembah dengan banyak kayu pohon yang mati. Agak mirip dengan yang ada di Gunung Papandayan kali ya. Untuk menuju kesini kamu harus berjalan kaki agak jauh, sekitar 3 jam melewati jalur Parongpong. Jadi pastikan berangkat pagi saja kalau mau mampir ke Kawah Upas.
BACA JUGA :  Pengen Ngerasain Liburan Yang Berbeda Di Bandung? Berarti Kalian Harus Cobain Ini!

Tiket Masuk Ke Gunung Tangkuban Perahu Berapa?

Harga tiketnya cukup murah sih, untuk tiket masuk turis lokal atau wisatawan domestik IDR 13.000 saja. Sementara itu untuk turis asing atau wisatawan asing harus membayar tiket masuk ke Gunung Tangkuban Perahu seharga IDR 50.000 per orang. Lalu untuk tiket masuk kendaraan adalah dari IDR 5.000 – IDR 25.000. Perlu dicatat, harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ya.

Bagaimana Cara Pergi Ke Tangkuban Perahu?

Ada beberapa cara untuk pergi ke Gunung Tangkuban perahu. Dari Jakarta kamu bisa menuju ke Bandung, atau bisa juga lewat Subang. Lalu kalau kamu sudah di Bandung, kamu bisa langsung pergi kesini lewat Lembang. Untuk rutenya kurang lebih sebagai berikut.

1. Dari Jakarta Lewat Pasteur

Ke Arah Bandung Lewat Tol Jakarta – Cikampek – Tol Purbaleunyi – Keluar Pasteur – Terusan Pasteur Atau Dr. Djunjunan – Jalan Pasirkaliki – jalan Setiabudhi – Jl. Raya Lembang – Jl. Tangkuban Parahu – Gerbang Atas – Tangkuban Perahu.

2. Dari Jakarta Lewat Subang

Ke Arah Subang Dari Jakarta – Cikampek – Purbaleunyi – Exit Sadang – Sadang – Purwakarta – pasawahan – Wanayasa – Sagalaherang – Jalan cagak – Ciater – Gerbang Atas – Kawasan wisata Tangkuban Parahu.

3. Dari Kota Bandung

Dari Kota Bandung arahkan kendaran ke jalan Setiabudhi – Jl. Raya Lembang – Jl. Tangkuban Parahu – Gerbang Atas – Gunung Tangkuban Perahu.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.


Fahmi (catperku.com)

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
http://catperku.com


Comments

  1. Pingback: Mencari Bukit Moko, Bandung Punya! - @catperku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *