Filipina Foodventure!

Filipina Foodventure!

Disclaimer : Nama beberapa makanan adalah bukan nama aslinya, karena penulis cuma tahu yang namanya makanan enak dan enggak. Jadi kalau ada yang tahu dimohon bantuannya untuk mengkoreksi ya ^^

Saya diterbangkan ribuan kilometer dari Jakarta oleh Cebu Pasific Air, dengan penerbangan langsung malam harinya yang hanya memakan waktu 4 Jam itu. Setelah Sampai di Ninoy Aquino Internasional Airport saya masih harus melanjutkan penerbangan dengan connecting flight yang tidak bikin repot Cebu Pasifik ke Puerto Princessa.

Semua itu demi sebuah pengalaman baru di negara yang ada di tepi pasifik ini. Terutama pengalaman pertama… kulinernya dong :D. Soalnya berkunjung ke sebuah negara, tanpa mencicipi makanan khasnya itu bagai makan tanpa lauk atau jejaka nge-jomblo seumur hidup yang enggak nemu – nemu pasangan. Begitu~

Nah, dari petualangan kecil saya selama beberapa hari di Filipina kemarin, kira – kira 7 makanan dan minuman ini yang kalau teman – teman nanti liburan kesana, wajib banget di coba. Terutama untuk beberapa makanan yang endemik atau hanya bisa ditemukan di Filipina.

Oke, ini dia~

1. Pinoy Halo – Halo

Pinoy Halo-halo rasa nano - nano ^^
Pinoy Halo-halo rasa nano – nano ^^

Saya pernah tahu yang namanya halo – halo di salah satu mini market di Jakarta. Tapi katanya sih asli dari Filipina ya? Dan, kata pemandu perjalanan saya selama di Palawan, Filipina, Pinoy Halo – Halo ini spesial. Oke, namanya pemandu wisata seringnya pasti menceritakan yang bagus – bagus dong? Lebih baik langsung saya coba saja.

Halo-Halo atau kadang ada yang bilang “halu-halo”. Maklum, lidah sering terpeleset kan waktu mengucapkan sesuatu? Halo dalam bahasa Tagalog sendiri artinya campur, dan secara harfiah berarti Halo-halo adalah.. Es Campur dari Filipina.

*ngok*…

Jauh – jauh ke filipina naik Cebu Pasifik Air beberapa jam cuma buat makan es campur? Oke, saya terkejut! Tapi, memang Es Campur khas Filipina ini berbeda jauh dengan es sampur Indonesia. Terutama isi dari Halo-Halo yang lebih ramai nano-nano. Mulai dari pisang, nata de coco, kelapa, kacang, bahkan umbi manis dan beberapa bahan makanan yang tidak bisa saya kenali.

Sudah keliatan ramai belum? Tenang, masih ada susu yang dituang diatas isi Halo – Halo tadi, plus eskrim sebagai topping. Rasanya enak, karena ini pertama kali saya mencobanya, manis tapi masih lebih manis kamu kok tenang saja :)

2. Kalui Resto Desert

Kalui resto desert, coconut plus - plus!
Kalui resto desert, coconut plus – plus!

Kalau ada yang tahu nama aslinya, kasih tahu saya ya! Karena kebiasaan buruk saya, jadinya saya lupa nama aslinya. Namun, karena ini adalah makanan penutup setelah dinner di restoran bernama Kalui, jadi sebut saja namanya Kalui Resto Desert. *namain seenak jidat*

Kalui Resto Desert ini bukanlah makanan yang aneh sebenarnya. Isinya adalah buah – buahan berupa pepaya, semangka dan kelapa muda yang hanya setengah. Yang menjadikan makanan ini unik adalah adanya taburan gula kelapa diatas buah buahan tadi. Buah yang rasanya sudah manis, jadi makin manis dengan sedikit taburan gula kelapa. Mau coba? Terbang saja ke Palawan pake Cebu Pasifik Air!  *iklan dulu ye*

3. Pisang Karamel Ala Pinoy

Sebenarnya cuma Pisang bakar berlapis karamel. Tapi entah kenapa rasanya terasa lebih enak. Harganya 120 piso!
Sebenarnya cuma Pisang bakar berlapis karamel. Tapi entah kenapa rasanya terasa lebih enak. Harganya 120 piso!

Pertemuan saya dengan Pisang Karamel Ala Pinoy ini dalah ketidak sengajaan. Awalnya saya kira ini adalah sosis yang sedang dipanggang. Namun begitu mendekat, tercium bau manis pisang yang sedang dibakar. Bukan sosis yang saya dapati, ternyata malah pisang bakar yang dilapisi karamel.

Mungkin yang seperti ini ada di indonesia. Tetapi dalam hidup saya, ini adalah pengalaman saya mencicipi pisang bakar lapis karamel ala Filipina. Mumpung saya lagi lapar setelah menjelajah gua bawah tanahnya Palawan, tidak apa lah norak sedikit mencicipi si Pisang Karamel Ala Pinoy ini! Mau?

4. Tamilok

Tamilok, makanan paling menjijikan yang pernah saya coba! Tapi katanya sih bagus untuk "daya tahan" pria dewasa XP
Tamilok, makanan paling menjijikan yang pernah saya coba! Tapi katanya sih bagus untuk “daya tahan” pria dewasa XP

Tamilok… makanan paling menjijikan yang pertama kali saya makan dalam hidup saya. Itupun sebenarnya enggak benar – benar tertelan, karena Tamilok yang saya makan masih nyangkut di tenggorokan sampai kemudian saya muntahkan lagi. Keberanian saya mencoba tamilok bukanlah tanpa alasan. Semua karena ada yang sempat beli Tamilok ini untuk difoto, dan kemudian saya nimbrung untuk mencobanya dengan gratis. Iya, saya lemah sama gratisan :(

Untuk yang belum tahu apa itu Tamilok, bisa saya jabarkan sedikit. Makanan lokal Palawan yang mempunyai nama ilmiah Toredo navalis ini sebenarnya masih termasuk spesies kerang laut. Cuma, meskipun disebut sebagai spesies kerang laut, bagaimanapun juga wujudnya adalah cacing. Cacing yang digemari untuk disantap bersama cabe, bawang dan dengan air cuka atau jeruk nipis! Yucks! Enggak percaya saya pernah makan si Tamilok ini.

5. Casa Roces Malacanang Desert

Untuk yang ini, saya suka manis bercampur rasa karamelnya.
Untuk yang ini, saya suka manis bercampur rasa karamelnya.

Maaf, yang ini saya benar – benar lupa namanya juga, jadi saya sebut saja Casa Roces Malacanang Desert. Mengikuti nama restorannya, Casa Roces yang berada didekat istana Malacanang. Hidangan penutup yang satu ini adalah susu atau semacam Yoghurt yang diatasnya dilapisi karamel. Rasanya manis, dan membuat saya nambah hingga dua sendok lagi ^^

6. Mang Inasal Chicken

Kalau ada modal, mau deh buka cabang Mang Inasal di Indonesia :D
Kalau ada modal, mau deh buka cabang Mang Inasal di Indonesia :D

Selama beberapa hari berkeliling Filipina, saya sering melihat restoran cepat saji yang bernama Mang Insal. Dimanapun, restoran cepat saji yang satu ini selalu penuh. Dan, dikamus saya kalau ada sebuah warung/resto yang selalu penuh berarti dua hal. Restoran tadi murah meriah harga menunya, atau yang kedua makanannya enak.

“Mang Inasal is one of famous local restaurant in Philippines” Kata Tony seorang pemandu saya selama di Filipina.

Dari percobaan saya, ternyata masakan restoran cepat saji Mang Inasal yang mengkhususkan diri ke ayam bakar ini memang enak rasanya. Bumbunya bahkan meresap dari gigitan pertama hingga ke tulang ayam-nya. Pantas, dimanapun saya melihat, Mang Inasal selalu ramai dipenuhi pelanggan. Mirip dengan beberapa restoran cepat saji yang ada di Indonesia. Bedanya, Mang Inasal mungkin hanya bisa ditemui di Filipina.

7. Balut

Percaya atau tidak, rasa balut ini tidak seburuk tampilannya :D
Percaya atau tidak, rasa balut ini tidak seburuk tampilannya :D

Kalau traveling ke Filipina, pasti makanan yang bernama Balut ini yang paling sering dicari. Padahal Balut ini bukan asli Filipina loh! Konon balut ini asalnya dari China, yang ide pembuatannya dibawa ke asia tenggara, salah satunya sampe ke Filipina. Pun, tetap saja mencoba Balut di Filipina adalah wajib hukumnya :p. Tenang, meskipun bentuknya agak mengerikan, tetapi rasanya enak kok. Mirip telur rebus dengan sensasi “krenyes – krenyes” tulang ayam belum jadi…

Mau coba makanan – makanan diatas? Cek dibawah ini deh~

The Philippines’ largest airline, Cebu Pacific Air flies from Jakarta to Manila four times weekly, and from Denpasar to Manila  twice weekly. Lowest year-round fares to to Manila start at USD 99. From the same Manila Airport Terminal 3, passengers can easily connect to any of 33 other destinations in the widest network in the Philippines.  For more details, visit www.cebupacificair.com or follow @CebuPacificAir on Facebook, Twitter and Instagram.

***

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

  • makanan pelik di manila
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
23 Responses
    1. Rijal Fahmi

      tamilok.. ndak bakal ngulangin buat yang kedua :p balut aslinya enak sih, tapi ya jangan bayangin ayam pas makan. krenyes – krenyes gimana gitu :p kalau bulu ayam, ada dikit :D

    1. Rijal Fahmi

      Puerto Princessa emang lagi di promosikan dengan serius oleh pemerintahan setempat sepertinya. Dan merupakan destinasi yang lumayan buat disamperin kok :D

  1. Halim Santoso

    Tamilok mungkin doyan… tapi kalo lihat wujud Balut kok udah bikin perut mules. Rasanya seperti lihat gambar “baby dumpling” makan janin manusia yang belum jadi yang sempet menghebohkan media di Tiongkok *huekkk*

  2. pas ke manila kmrn, tujuanku emg cuma utk kuliner, plus datang ke vila escudero nya yg ada waterfall restaurant itu mas..
    dan kalo mau jujur, aku ga cocok sprtinya ama makanan Filipina ;p.. Rata2 kalo ga manis, ya asem.. dari sekian bnyk restoran dan makanan yg aku coba dan aku review di blog waktu itu, aku cm lumayan suka ama Mang inasal (itupun cabe rawitnya aku ambil lbh bnyk spy pedes), pisang karamel, dan halo-halo.. lainnya ampun deh… :D

    btw mas, giliiing itu tamilok jijik bgt ngeliatnya…aku kira itu semacam bubur apalah..pas tau cacing makin ga napsu mw nyoba ;p

    1. Rijal Fahmi

      wakakak, cobain tamilok deh, wajib! sayang banget kalau gak coba :P btw emang rasanya nanggung masakan philipine itu, kurang berbumbu. Mungkin apa karena kepengaruh sama spanyol ya?

  3. Sebenernya masih banyak makanan filipina lainnya, tapi terbatas krn disana banyak mengandung babi, hiks. yang paling aman waktu disana ya makan seafood sih atau makan di restoran middle east.
    makanannya pun banyak yang mirip dengan di indonesia. satu yang pasti, ikan teri disana enakkkk bingitsss. nyokap sampe nyetok berbungkus2 dan dimasak balado sampe jakarta, :))

    1. Rijal Fahmi

      Ahahah! bener, yang nggak bisa makan babi kayak aku harus hati – hati~ tapi karena kemaren diundang kementrian pariwisata filipina, dan target market mereka turis muslim juga, jadi diajakin ke restoran yang nyediain makanan halal ;D Waduh, aku nggak tau kalau ikan teri disana enak :( aku paling suka sama ikan teri padahal :|

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: