8 Aktivitas Seru Ketika Liburan Ke Kobe, Jepang!

Tahu nggak apa yang pertama kali terpikirkan ketika saya tahu bakalan ada waktu buat liburan ke Kobe? Makan Kobe Beef! Kalau mengenai Kota Kobe, saya sih belum banyak tahu ya. Tapi kalau yang namanya Kobe Beef, saya sudah sering sekali mendengarnya. Malah kalau ada kesempatan liburan ke Kobe, hal yang pasti saya lakukan adalah makan Kobe Beef!

Katanya sih Kobe Beef itu salah satu daging terenak didunia. Saya penasaran, sama New Zealand Beef dan Hida Beef enak mana? Tenang saja, saya bakalan nulis perbandingannya di tulisan lainnya. Untuk kali ini, saya mau berbagi pengalaman saya selama liburan ke Kobe. Baru denger? Padahal kota ini hanya berjarak 1 jam dari Osaka loh.

Ya, saya pun langsung pergi ke Kota Kobe langsung setelah mendarat di Osaka. Nggak pake mandi dulu, dan nggak peduli rasa capek karena saya transit  cukup lama sekitar 5 jam di Denpasar. Sudah pengen banget makan Kobe Beef soalnya! Eh, enggak sih, karena memang sudah dijemput saja, jadi saya tidak bisa bersantai-santai di Kansai International Airport.

Kota Kobe ini termasuk kota yang padat penduduk.
Kota Kobe ini termasuk kota yang padat penduduk.

Nggak sampai sejam, saya sudah sampai di Kota Kobe. Jadi ternyata Kobe ini memang benar-benar sebelahan sama Osaka. Padahal supirnya yang orang Kobe asli sempat bilang kalau kemungkinan bakal sampai agak lama karena macet. Ternyata jalanan lancar, jadi nggak perlu waktu lama, saya sudah sampai di Kota Kobe.

Sebenarnya saya pengen berada lebih lama di Kobe, karena dari hasil pencarian informasi, sebenarnya ada banyak tempat menarik disini. Cuma sayangnya kali ini saya hanya bisa berada 2 malam di Kobe. Pun begitu, selama 2 malam disini saya sempat berkujung dan mencoba banyak hal disini. Seperti misalnya beberapa aktifitas dibawah ini…

8 Aktivitas Seru Ketika Liburan Ke Kobe, Jepang!

Nah, Apa saja kira kira yang bisa saya lakukan selama liburan ke Kobe? Simak saja tulisan saya ini sampai selesai ya!

1. Makan Kobe Beef

Sejak menerima itinerary liburan ke Kobe, cobain yang namanya Kobe Beef masuk ke list teratas saya kalau sudah sampai di Kobe. Sebagai pecinta daging, apalagi beef steak, rugi banget kalau gak cobain. Apa lagi yang namanya Kobe Beef ini adalah salah satu daging yang terkenal di dunia. Bahkan saya sempat mendengar mitos, agar daging sapinya terasa lebih enak, setiap hari sapi untuk Kobe Beef ini dipijat-pijat agar tidak stress.

Kobe Beef ini salah satu beef steak yang sangat terkenal! Wajib Coba kalau lagi liburan ke Kobe! One of the best beef I ever eat lah!
Akhinya, Kobe Beef! Ini salah satu beef steak yang sangat terkenal! Wajib Coba kalau lagi liburan ke Kobe! One of the best beef I ever eat lah!
Untuk dagingnya pun ada halal certificatenya! Jadi ini beneran Halal Kobe Beef gitu!
Untuk dagingnya pun ada halal certificatenya! Jadi ini beneran Halal Kobe Beef gitu!

Katanya, kalau si sapi tidak stress, rasa daging akan terasa lebih enak.  Saya gak tau beneran seperti itu atau engak, tapi setelah mencobanya, Kobe Beef ini memang enak sih. Tapi ya itu, harganya lumayan bikin nyesek kantong. Karena penasaran, dan gak tau kapan bisa cobain Kobe Beef lagi, yadah, sikat aja. Demi pengalaman tak terlupakan gitu!

Semua bahan dijamin halal sama chefnya.
Semua bahan dijamin halal sama chefnya.
Saya dikasih lihat ada logo halal di dagingnya.
Saya dikasih lihat ada logo halal di dagingnya.

Memang Kobe Beef halal ya? Well, pada dasarnya daging sapi itu halal sih. Tapi biar lebih aman, saya kemarin makan di restoran yang namanya Tukiusagi (Peta Lokasi Disini). Disana menyediakan Kobe Beef yang dijamin halal. Mulai dari bahan masakan yang digunakan, hingga alat untuk memasaknya pun khusus. Tidak dicampur dengan masakan lainnya. Kerennya lagi, Kobe Beef di restoran ini ada sertifikat halalnya. Jadi aman deh, kalau mau makan disini. Gak usah khawatir lagi masalah halal atau tidaknya.

2. Cobain Onsen Di Arima Onsen

Arima Onsen (有 馬 温泉) ini sebenarnya adalah adalah kota yang terkenal dengan banyak pemandian air panas tak jauh dari Kota Kobe. Lokasinya tak jauh dari Gunung Rokko, terletak di lingkungan pegunungan yang alami. Biasanya tempat ini ramai di akhir pekan. Selain untuk menikmati kenyamanan mandi di Onsen, bisa juga sekedar berkeliling untuk menikmati keunikan arsitektur di Arima Onsen Town. Kalau alasana saya kesini sudah jelas, pengen ngerasain mandi di Onsen untuk pertama kali!

Suasana Kobe Arima Onsen Town!
Suasana Kobe Arima Onsen Town!

Iya, meski beberapa kali bolak-balik ke Jepang, saya belom pernah sekalipun mencoba untuk mandi di Onsen. Alasannya, karena saya belum sanggup untuk menerima culture shock mandi di Onsen. Soalnya, kalau mandi di Onsen itu beneran harus lepas semua pakaian gitu. Beneran naked, nude dan kalau cowok, gondal-gandul deh. Wakakaka! Ketawa saya kalau mengingatnya.

Mandi di Onsen itu harus totally naked, dan ternyata aktifitas mandi di Onsen ini populer banget lho. Kalian berani coba mandi di Onsen.
Mandi di Onsen itu harus totally naked, dan ternyata aktifitas mandi di Onsen ini populer banget lho. Kalian berani coba mandi di Onsen.

Baru kemarin ketika liburan ke Kobe, saya memberanikan diri untuk mencoba mandi di Onsen. Iya, rasa penasaran saya mengalahkan segalanya. Saya siap menerima konsekuensi yang namanya culture shock. Kemarin, saya mencoba mandi di Arima Onsen, salah satu Onsen yang cukup terkenal di Kobe. Tentu saja saya mencoba Onsen khusus cowok yang isinya cowok semua. Isinya seperti apa? Bayangin sendiri deh.

Kalau foot onsen gini gratis, gak perlu bayar, gak perlu naked~
Kalau foot onsen gini gratis, gak perlu bayar, gak perlu naked~

Setelah mencoba mandi di Onsen, ternyata nggak seaneh yang saya kira. Begitu masuk ke dalam Onsen, semua mikirin diri sendiri. Kasarnya, bahkan semuanya nggak merasa kalau kamu ada. Saya pun ya begitu, mandi-mandi aja, gak perlu mikirin yang lainnya ada disamping saya. Wong mandi air hangat itu enak, apalagi yang bagian outdoor bath. Berendam di air hangat ketika suhu udara sedang berada pada minus beberapa derajat itu begitu nikmat! O iya, mengenai cara mandi di Onsen, nanti saya ceritakan di tulisan terpisah ya!

3. Mengunjungi Mount Rokko

Baik di Indonesia atau di negara lain, saya selalu suka menikmati keindahan gunung. Di Jepang sendiri saya sudah pernah berkunjung ke Tateyama Kurobe. Nah, kalau di Kobe, saya mampir ke Gunung Rokko. Memang ada apa di gunung ini?

Kota Kobe dan Osaka terlihat dari atas Gunung Rokko.
Kota Kobe dan Osaka terlihat dari atas Gunung Rokko.

Ada beberapa aktifitas menarik yang bisa dicoba kalau pergi ke Gunung Rokko. Seperti bisa naik Rokko Arima Ropeway sambil menikmati pemandangan Kota Kobe dari ketinggian, menikmati pemandangan Kota Kobe dan Osaka sambil makan siang.

Paling seru waktu cobain Rokko Arima Ropeway ini.
Paling seru waktu cobain Rokko Arima Ropeway ini.
Kota Kobe terlihat dari dalam Rokko Arima Ropeway.
Kota Kobe terlihat dari dalam Rokko Arima Ropeway.
Turunnya baru pake Rokko Cable car.
Turunnya baru pake Rokko Cable car.

Atau kalau datang di musim dingin seperti saya kemaren, kamu bisa mampir ke Rokko Snow Park dan main salju sampe bosan. Tapi gak yakin sih bisa bosan main salju disana. Paling ya cuma kedinginan. Anginnya lumayan kenceng euy!

4. Main Salju Di Rokko Snow Park

Yang namanya liburan ke Jepang waktu musim dingin, pastinya kurang afdol tanpa bermain-main salju. Asiknya, di Kobe itu ada Rokko Snow Park. Isinya apa? Ya, yang jelas isinya ada banyak salju. Dan, dari beberapa tempat bermain salju di Jepang yang pernah saya kunjungi, ini adalah salah satu yang menarik dan ramah untuk pemula juga anak-anak.

Rokko Snow Park ini ramah anak dan pemula seperti saya.
Rokko Snow Park ini ramah anak dan pemula seperti saya.

Soalnya biasanya tempat yang banyak saljunya itu rata-rata khusus untuk para pemain ski yang udah mahir. Nah, di Rokko Snow Park ini untuk pemula seperti saya yang nggak punya skill main ski atau snowboard pun juga cocok. Bisa main lempar bola salju atau perosotan di salju. Pun, kalau mau belajar ski dan Snowboard di Rokko Snow Park juga bisa.

Karena saya tidak bisa Ski atau Snowboarding, jadi main perosotan di salju saja deh.
Karena saya tidak bisa Ski atau Snowboarding, jadi main perosotan di salju saja deh.
Disediakan tempat untuk beribadah di Rokko Snow Park.
Disediakan tempat untuk beribadah di Rokko Snow Park.

Dari kecuraman tebing salju disana, tempat ini malah asik kayaknya untuk berlatih saju. Tidak terlihat susah dan menakutkan seperti di beberapa tempat lainnya yang pernah saya kunjungi. Rokko Snow Park juga muslim friendly, karena ada mushola dan menu makanan halal di restoran Rokko Snow Park. Jadi kalau liburan ke Kobe, saya rekomendasikan deh buat mampir kesini.

5. Berkunjung Ke Tempat Pembuatan Sake

Saya udah sempet cobain yang namanya Sake (sedikit). Berkunjung ke tempat pembuatannya pun juga pernah waktu di Hachinohe. Tapi, kalau mengunjungi Museum Sake yang menunjukkan cara pembuatan Sake secara tradisional baru ketika liburan ke Kobe deh. Karena disini ada tempat yang namanya Nada Sake District yang merupakan salah satu area dimana banyak tempat pembuatan Sake berada.

Hakutsuru Sake Brewery Museum.
Hakutsuru Sake Brewery Museum.

Kalau kemarin, saya mampir ke Hakutsuru Sake Brewery Museum. Karena disini adalah salah satu museum Sake di Kobe yang mempunyai diorama lengkap cara pembuatan Sake secara tradisional. Disini dipertunjukkan 10 proses pembuatan sake secara tradisional. Kalau cerita detail mengenai Hakutsuru Sake Brewery Museum, nanti akan saya ceritakan di tulisan lainnya ya! Subscribe aja travel blog catperku agar tidak ketinggalan!

Disini bisa melihat diorama cara pembuatan Sake secara tradisional.
Disini bisa melihat diorama cara pembuatan Sake secara tradisional.
Try at your own risk~
Try at your own risk~

6. Menikmati Hari Di Meriken Park

“Apa? Amerikan Park?” Tanya saya kepada guide yang menemani selama di Kota Kobe. Karena waktu itu Kobe sedang dingin parah, saya suka nggak fokus. Padahal suhunya masih diatas nol derajat. Kemarin waktu di Shirakawa Go malah udah minus, tapi saya masih baik-baik saja. Mungkin karena lokasinya di tepi laut, dan anginnya cukup kencang, jadilah makin dingin rasanya.

Lantas, ada apa aja sih di Meriken Park ini? Pertama, ada beberapa tempat ikonik yang bisa digunakan untuk berfoto disini. Seperti tulisan “Be Kobe” dengan latar belakang laut. Terus di Meriken Park ini juga ada sisa-sisa cerita dari Great Hanshin Earthquake atau gempa besar yang menyerang Kota Kobe di tahun 1995. Ada sebagian dari sisa gempa tersebut dibiarkan disini untuk peringatan kalau disini pernah terdampak gempa dahsyat.

Meriken Park dari Kobe Port Tower.
Meriken Park dari Kobe Port Tower.

Tapi tenang saja, bagian yang rusak itu hanya sebagian kecil. Karena area disekitar Meriken Park sudah diperbaiki sejak lama. Bahkan hampir tak terlihat lagi kalau ditempat ini pernah diserang gempa hebat. Sempatkan juga mampir ke Kobe Port Tower kalau berkunjung kesini. Karena dari atas Kobe Port Tower tadi saya bisa menikmati keindahan Kota Kobe.

Di dekat Meriken park ini juga ada Kobe Harborland dimana terdapat beberapa pusat perbelanjaan. Jadi setelah jalan-jalan di Meriken Park, bisa langsung shopping sampai pusing disana ya. Ada beberapa toko disini yang bisa memuaskan hasrat belanja kalian. Tapi siapin uang YEN yang banyak dulu ya!

Spot foto wajib kalau liburan ke Kobe! Lokasinya ada di Meriken Park ya!
Spot foto wajib kalau liburan ke Kobe! Lokasinya ada di Meriken Park ya!
Merry Go Round di dekat Meriken Park.
Merry Go Round di dekat Meriken Park.

7. Mampir Ke Masjid Kobe

Masjid Kobe ini juga dikenal sebagai Masjid Muslim Kobe (Masjid Agung Kōbe), salah satu masjid tertua di Jepang. Faktanya, ini malah merupakan masjid pertama yang ada di Jepang. Masjid Kobe ini didirikan pada bulan Oktober 1935. Masjid ini dibangun dengan gaya tradisional India oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr. Jadi bangunan masjidnya ada sedikit arsitektur India meski yang merancang orang Ceko!

Masjid Kobe ini adalah masjid pertama yang berdiri di Jepang.
Masjid Kobe ini adalah masjid pertama yang berdiri di Jepang.

Pembangunannya didanai oleh sumbangan yang dikumpulkan oleh Komite Islam Kobe dari tahun 1928 sampai waktu dibuka pertama kali pada tahun 1935. Masjid Kobe sempat dikuasai oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1943. Pun begitu, masjid tersebut terus berfungsi sebagai masjid sebagaimana mestinya sampai hari ini. Saya pun kemarin menyempatkan diri untuk beribadah Dzuhur disini.

Bagian dalam Masjid Kobe. Kalian bisa mampir kesini kalau liburan ke Kobe.
Bagian dalam Masjid Kobe. Kalian bisa mampir kesini kalau liburan ke Kobe.
Masjid Kobe selamat dari gempuran bom sekutu dan gempa hebat Kobe di tahun 1995.
Masjid Kobe selamat dari gempuran bom sekutu dan gempa hebat Kobe di tahun 1995.

Lokasinya berada di tempat yang cukup strategis. Terletak di distrik Kitano-cho di Kobe. Ada banyak cerita menarik dari keberadaan Masjid Kobe ini. Seperti bagaimana masjid tersebut selamat dari serangan udara pasukan sekutu yang membakar sebagian besar kotaan Kobe pada serangan udara tahun 1945. Atau bagaimana Masjid Kobe ini mampu bertahan melewati gempa besar Hanshin yang meluluh lantakkan Kota Kobe pada tahun 1995. Jadi kalau kalian lagi di Kobe, boleh kok mampir ke Masjid Kobe!

8. Belajar Menghias Lilin Di Kitano Meister Garden dan Merakit Music Box Sendiri Di Music Box Museum

Mari membuat prakarya dulu.
Mari membuat prakarya dulu.

Selain menikmati pemandangan, dan kuliner Kobe Beef, ada beberapa aktifitas seru lainnya. Seperti menghias lilin di Kitano Meister Garden dan merakit yang namanya Music box sendiri di Music Box Museum. Kalau aktifitas menghias lilin, nggak cuma menghias saja sih. Tapi saya juga membuat lilin dari awal, baru setelah itu dicat sesuai imajinasi. Awalnya saya pengen menghias lilin saya dengan lukisan Gunung Fuji. Eh, kok jadinya malah wajah saya sendiri. Gagal maning, gagal maning~

Sementara itu, kalau merakit music box ini saya lakukan di Rokko International Musical Box Museum. Jadi selain menikmati koleksi kotak musik di museum ini, saya juga bisa merrasakan pengalaman untuk merakit kotak musik sendiri. Sebenarnya bisa juga milih lagunya apa, namun kemarin saya dapat kotak musik yang memainkan lagu Beauty And The Beast. Padahal kalau saya tau ada lagu Yume wo Kanaete yang menjadi OST Doraemon Movie, saya pasti deh pilih yang ini. Tapi nggak apa lah, next time saya bisa balik kesini lagi, dan merakit sendiri kotak musik yang isinya lagu Yume wo Kanaete :D

Merakit kotak musik sendiri nih!
Merakit kotak musik sendiri nih!
Niatnya mau melukis Gunung Fuji, kok jadinya malah wajah saya.
Niatnya mau melukis Gunung Fuji, kok jadinya malah wajah saya.

Bikin ginian bayar 1600 JPY

Yume wo Kanaete Doraemooon~

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
38 Responses
  1. Hallo, salam kenal Fahmi. Saya sudah sering baca2 catperku, tapi baru sekarang beneran njejak. Jepang ini negara impian saya, tapi netah mengapa masih menjadi impian saja, hahaha. Seluruh info ttg Jepang di catperku pastinya sangat bermanfaat untuk yang udah ngebet banget sama Jepang.Misalnya saya. Terus berbagi ya :)

  2. wahhh pengen ke Mt. Rokko tapi gak sempat….kemaren cuma day trip jadi cuma ke Meriken Park sama Masjid Kobe aja, makan kobe beef juga gak nih, abisnya mahal hihihi

  3. kenapa videonya ngga bisa dibuka ya mas? Padahal pengen nonton. Jepang masih ada di bucket list dan belum kecoret hahaha karena belum kesampaian. Masih nabung. Semoga tahun ini beneran bisa main salju di Jepang.

  4. Bagus banget yaaa… Hmm kamar mandi di sana gimana ya? Ada yg model kuno berupa jeding kayak di Indonesia gak sih? hahaha kampungan banget ya aku. Maklum diriku gabisa pipis di tempat sembarangan ixixixixix.

  5. Ah gue juga jadi penasaran sama Kobe Beef. Seenak apa sih. Onsen itu salah satu hal wajib yang bakal gue lakukan di Jepang, anaknya hobi telanjang sih hahaha.

    Mas, gue lebih enjoy saat lo nulis secara naratif / runut / kronologis. Lebih dapet sentuhan personalnya :)

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: