13 Hal Seru Yang Bisa Dilakukan Ketika Liburan Ke Okayama

Kalian pernah liburan ke Okayama? Atau malah baru dengar tentang Okayama.  Kalau saya baru kemarin ada kesempatan untuk merasakan suasana liburan ke Okayama. Ternyata Okayama ini salah satu daerah di Jepang yang asik juga loh untuk jalan-jalan. Ada banyak banget tempat menarik yang bisa dikunjungi ketika liburan disini.

Misalnya, kalau di musim dingin seperti waktu saya kunjungi, saya bisa bermain-main salju di Hiruzen. Selain salju, disana juga ada Snow Festival. Atau, kalau mau datang ke Okayama ketika musim semi, kalian bisa main ke Korakuen Garden. Ini adalah salah satu kebun terindah di Jepang. Apalagi pas musim semi disini bakalan ada banyak sakura bermekaran.

Dari Osaka kalian bisa pergi liburan ke Okayama dengan JR-WEST Raill Pass.
Dari Osaka kalian bisa pergi liburan ke Okayama dengan JR-WEST Raill Pass.

Sudah jelas bukan, kalau di musim Sakura, Okayama ini juga merupakan salah satu destinasi untuk melihat Bunga Sakura di Jepang. Kalau ada kesempatan lagi sih, saya mau juga berkunjung ke Okayama untuk melihat bunga Sakura. Nah, sudah penasaran belum, disini itu bisa melihat apa saja sih!? Bisa ngelakukan apa saja sih?

13 Hal Seru Yang Bisa Dilakukan Ketika Liburan Ke Okayama

Simak dan baca sampai selesai ya!

1. Cobain Hiruzen Snow Shoe Trekking

Hiruzen yang ini bukan Hiruzen Sarutobi, salah satu Hokage di film animasi Naruto. Namun merupakan salah satu dataran tinggi yang ada di Okayama. Kebetulan, pada musim dingin di Jepang tahun 2018 kemarin saya sempat liburan ke Okayama dan mampir ke Hiruzen. Nah salah satu aktivitas yang sempat saya coba selama disana adalah Hiruzen Snow Shoe Trekking.

Trekking di tengah badai salju itu seru!
Trekking di tengah badai salju itu seru!

Iya, trekking dengan sepatu khusus untuk berjalan diatas salju. Saya sih memang senang trekking, tapi kalau cobain trekking dengan sepatu khusus untuk berjalan di salju ya baru waktu ketika di Hiruzen kemaren. Nggak lama sih, cuma trekking selama 3 jam menuju ke salah satu puncak perbukitan di Hiruzen pada suhu minus beberapa derajat.

Beristirahat sejenak sambil menikmati seteguk minuman cokelat panas.
Beristirahat sejenak sambil menikmati seteguk minuman cokelat panas.

Untungya pake baju khusus musim dingin. Jadi meski suhu sedang minus, saya tetap nyaman ketika trekking menyusuri padang salju. Serunya lagi, selain trekking sambil menikmati pemandangan sekitar (yang penuh salju), saya juga bisa belajar beberapa flora dan fauna yang ada di sekitar jalur trekking. Pemandu saya bahkan juga menjelaskan mengenai beberapa jejak hewan liar yang hidup disana. Terus, menjelang istirahat, saya dikasih segelas cokelat panas untuk menghangatkan diri! Terbaek dah pokoknya!

2. Bermain Salju Di Hiruzen Kids Snow Park

Sebenarnya saya sudah beberapa kali main salju di Jepang. Pertama kali ketika saya berkunjung ke Tateyama Kurobe, terus selanjutnya di Shirakawa Go, Jigokudani Yaen-KoenRokko Snowpark dan paling baru di Hiruzen Kids Snow Park! Yang terakhir ini yang paling seru. Soalnya pas lagi disana, salju sedang turun dengan deras. Ini juga kali pertama saya merasakan hujan salju setelah beberapa kali bolak-balik ke Jepang.

Bersiap dulu sebelum main salju di Hiruzen Snowpark.
Bersiap dulu sebelum main salju di Hiruzen Snowpark.

Saya sangat senang sekali. Akhirnya saya bisa merasakan sensasi hujan salju. Rasanya gimana?  Ya hampir mirip kayak hujan biasa sih. Tapi gak langsung basah, dan jauh lebih dingin. Butiran hujan salju itu halus banget, sehalus tepung lah kira-kira. Sebalnya, karena saya pake kacamata, gak berapa lama kacamata langsung buram.

Hujan salju pertama selama liburan ke Okayama! I am so happy!
Hujan salju pertama selama liburan ke Okayama! I am so happy!

Tapi saya nggak peduli, wong mainan salju di Hiruzen Kids Snow Park itu seru. Saya jadi lupa umur deh begitu main disini. Karena saya bisa mencoba beberapa permainan yang berhubungan dengan perosotan diatas salju disini. Terus, yang nggak boleh ketinggalan itu, mainan lempar bola salju! Saya memang sudah lama banget pengen ngerasain mainan lempar bola salju kayak Nobita.

3. Melihat Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival

Sebenarnya salah banget berkunjung ke  Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival ini gak sama pasangan. Karena memang festival ini diset dengan suasana yang romantis. Mulai dari keberadaan rumah iglo dari salju dengan pintu berbentuk hati, hingga ratusan kamakura (iglo atau rumah es khas khas Jepang) dengan lilin menyala didalamnya. Pokoknya kalau malam bakalan romantis banget, dingin pula! Kalau berdua bawaanya kan pengen peluk-peluk. Kalau sendirian, ya peluk boneka salju! Brrr, makin dingin yang ada!

Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival.
Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival.
Iglo mini di Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival yang didalamnya ada lilin sedang menyala!
Iglo mini di Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival yang didalamnya ada lilin sedang menyala!

4. Membuat Es Krim Sendiri!

Lagi musim dingin kok malah makan es krim? Ya gak apa kalau sekalian belajar bikin eskrim. Jadi ceritanya kemarin sesaat setelah sampai di Okayama, kegiatan pertama adalah makan siang, lalu belajar bikin es krim sendiri! Gara-gara liburan ke Okayama ini, saya jadi tahu kalau sebenarnya cara buat es krim sendiri itu mudah banget.

ini dia cara bikin es krim sendiri!
ini dia cara bikin es krim sendiri!

Saya cuma perlu bahan seperti kuning telur, susu, whipping cream, dan gula. Udah, itu bahan dicampur begitu saja dan dimasukkan ke alat yang berbentuk bulat dengan dua ruangan. Nah, bahan-bahan tadi dimasukkan ke dalam ruangan yang pertama, yang berukuran kurang lebih setengah dari volumenya.

Sementara itu di ruangan kedua, diisi es dan garam. Setelah semua bahan dimasukkan, dan tempat membuat es tadi ditutup rapat, langkah selanjutnya adalah menggelindingkan alat berbentuk bulat tadi selama 10 menit. Lumayan lama sih, tapi karena seperti sambil bermain, jadinya gak capek. Baru setelah sekitar 10 menit semua selesai, dan es krim buatan sendiri pun siap disantap! Enak kok ternyata, abis ini mungkin saya bakalan jualan es krim aja deh.

Masukkan semua bahan es krim kesini
Masukkan semua bahan es krim kesini
Lalu gelindingkan sampai 10 menit. Voila, jadilah es krim lezat!
Lalu gelindingkan sampai 10 menit. Voila, jadilah es krim lezat!

5. Jalan Jalan Di Yubara Onsen Town

Karena kondisi geografisnya yang banyak geotermal, jadilah banyak bermunculan kota onsen di Jepang. Di Okayama Prefecture ini ada salah satu kota onsen yang namanya Yubara Onsen Town. Walau kemarin saya tidak sempat mandi di Onsen yang ada disini, tapi saya sempat berkeliling kota onsen ini, melihat-lihat suasana disana, dan tentunya mencoba merendam kaki dan tangan di sebuah onsen kecil yang ada di luar. Mumpung gratis :D Oiya, disini kemarin saya sempat nemu hotel yang namanya “Gamelan”. Ternyata di Yubara Onsen ini ada yang tahu nama alat musik tradisional Indonesia yang namanya Gamelan ya! Keren!

Nemu Gamelan di Yubara Onsen town.
Nemu Gamelan di Yubara Onsen town.
Onsen untuk kaki dan tangan ini gratis, siapa saja boleh coba.
Onsen untuk kaki dan tangan ini gratis, siapa saja boleh coba.

6. Membuat Selai Blueberry

Kalau ngerjain sesuatu yang berhubungan dengan Blueberry gini saya jadi ingat pengalaman kerja di Bakery selama di Australia kemaren deh. Tapi kali ini saya nggak bikin kue sih. Tapi bikin selai blueberry sendiri untuk dipadukan dengan roti yang biasa dimakan ketika sarapan pagi. Siapa sangka kalau ternyata bikin selai sendiri itu mudah. Jadinya, pulang dari liburan ke Okayama kemarin saya bisa bawa setoples kecil selai Bluberry deh! Ada yang mau coba selai Blueberry buatan saya?

Yak, chef Fahmi lagi beraksi bikin selai Blueberry! Kalau liburan ke Okayama, bisa cobain aktivitas kayak gini!
Yak, chef Fahmi lagi beraksi bikin selai Blueberry! Kalau liburan ke Okayama, bisa cobain aktivitas kayak gini!

7. Makan Stroberi Sepuasnya Di Strawbery Farm

Kalau di Indonesia, saya jarang makan yang namanya Stroberi. Soalnya saya jarang nemu stroberi yang manis dan berukuran besar. Rata-rata sih agak asam, dan saya kurang suka buah yang asam. Makanya saya senang sekali ketika kemarin diajak ke Kota Kibi Chuo untuk aktivitas memetik Stroberi sendiri. Cukup bayar 1400 YEN per orang, saya bisa memetik Stroberi sendiri dan kemudian makan sepuasnya selama 30 menit. Hasilnya, saya kekenyangan deh kemarin :D

Makan buah Stroberi sepuasnya itu asik!
Makan buah Stroberi sepuasnya itu asik!

8. Membuat Sushi Sendiri Untuk Makan Malam

Sebenarnya saya paling malas untuk memasak makan malam sendiri. Biasanya saya selalu beli di luar. Entah cuma mie ayam, atau Nasi Goreng abang-abang di perempatan. Cuma buat kali ini beda! Karena saya akan membuat Sushi untuk makan malam saya sendiri, saya malah bersemangat. Udah cukup lama saya penasaran dengan cara membuat makanan khas Jepang bernama Sushi. Mumpung yang ngajarin chef berpengalaman kerja 40 tahun euy! Pun akhirnya Sushi buatan saya nasinya agak kebanyakan, jadi bentuknya kegedean. Gak apa, yang penting perut lebih kenyang :D

Kali ini chef Fahmi membuat Sushi sendiri~
Kali ini chef Fahmi membuat Sushi sendiri~
Not bad lah ya, udah bisa buka restoran Sushi di Indonesia kan.
Not bad lah ya, udah bisa buka restoran Sushi di Indonesia kan.

9. Melihat Proses Pembuatan Kibi-Dango

Tahu nggak apa yang selalu bikin saya takjub dengan Jepang meski berkali-kali liburan kesana? Salah satunya adalah bagaimana mereka memadukan teknologi dengan keahlian manusia. Mulai dari yang paling kompleks seperti masinis kereta, hingga yang terlihat sederhana membuat kue tradisional Jepang bernama Kibi-Dango.

Senang sekali bisa berkesempatan untuk melihat cara pembuatan Kibi-Dango secara tradisional.
Senang sekali bisa berkesempatan untuk melihat cara pembuatan Kibi-Dango secara tradisional.
Kibi-Dango buatan tangan ini terlihat lezat~
Kibi-Dango buatan tangan ini terlihat lezat~

Kemaren saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pabrik pembuatan Kibi-Dango di Okayama. Jadi di perusahaan ini untuk membuat adonan hingga menjadi sebuah kue Kibi-Dango, dibantu dengan mesin berteknologi tinggi. Namun pada proses tersebut, meski sebagian besar otomatis, beberapa proses tetap tidak lepas dari tanga manusia sebagai kontrolnya.

Packingnya yang lucu juga bikin gak tega buat memakannya~
Packingnya yang lucu juga bikin gak tega buat memakannya~

Misalnya, pada bagian Quality Control, tetap dilakukan secara manual dengan bantuan manusia. Atau untuk Kibi-Dango jenis tertentu, proses pembuatanya tetap dilakukan secara tradisional. Ya, begitulah Jepang. Dari pengamatan saya selama ini, seberapapun maju negara tersebut, mereka tidak melupakan budaya. Yang ada mereka memadukan teknologi dengan budaya tradisional.

10. Belajar Membuat Kerajinan Dari Kulit

Biasanya saya paling gak bisa kalau disuruh bikin kerajinan tangan. Tapi waktu ditawarin buat coba bikin kerajinan tangan dari kulit waktu liburan ke Okayama, ya saya mau saja. Kapan lagi bisa bikin gantungan kunci sendiri. Pake lapis kulit lagi. Cukup bayar 2500 YEN, saya bisa belajar bikin gantungan kunci sendiri! Ternyata hasilnya gak jelek juga sih.

Yuk bikin gantungan kunci dari kulit sendiri!
Yuk bikin gantungan kunci dari kulit sendiri!
Setelah jadi, seperti ini hasilnya!
Setelah jadi, seperti ini hasilnya!

11. Keliling Korakuen Garden Dengan Kimono

Pake baju Kimono ketika musim dingin itu sebenarnya enggak banget. Tapi demi foto kece di Korakuen Garden, suhu dibawa 5 derajat pun harus ditahan. Untung Korakuen Gardennya cakep, dan saya juga dapat foto kece. Nggak rugi menahan suhu udara yang dingin kalau bisa dapet foto bagus :D Kalau mau coba juga, lebih baik waktu musim semi sih. Suhunya gak terlalu dingin, dan buga sakura di Korakuen Garden sudah bermekaran. Cukup bayar 3500 Yen saja jika ingin cobain baju kimono di Okayama ini.

Rela menahan dingin demi foto seperti ini~ wkwkwkw!
Rela menahan dingin demi foto seperti ini~ wkwkwkw!

12. Membuat Lonceng Angin Di Okayama Castle

Biasanya kalau ke kastil di Jepang itu cuma lihat-liat bagian dalam saja. Nah, kalau di Okayama Castle ini ternyata agak berbeda. Selain melihat-lihat, saya juga bisa ikut aktivitas untuk membuat lonceng angin. Memang lonceng angin itu seperti apa? Biasanya sih lonceng ini diganung di dekat jendela rumah ketika musim panas. Dan kalau kena angin, lonceng akan berbunyi “Tingg…Ting…Ting”. Kalau kata orang Jepang, bunyi tersebut bisa bikin suasana adem meski cuaca sedang panas. Pas banget buat dibawa ke Indonesia karena setiap hari adalah musim panas~

13. Belajar Membuat Contoh Makanan Dari Lilin

Saya pernah mencoba aktivitas membuat contoh makanan dari Lilin ini ketika berkunjung ke Shoryudo kemarin. Namun yang di Okayama ini sedikit berbeda. Karena saya hanya tinggal mewarnai contoh makanan tadi. Kebetulan kemarin saya mencoba membuat contoh makanan berupa Sushi Tuna dan Sushi Udang! Gampang-gampang susah sih~

Sampel makanan dari lilin! Udah mirip sushi aslinya kan?
Sampel makanan dari lilin! Udah mirip sushi aslinya kan?
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
17 Responses
  1. Endah Kurnia Wirawati

    Wahhh banyak banget yang bisa dilakukan di Okayama yaa..
    mesti meluangkan banyak waktu nih di kota cantik ini..

  2. Iglo mini di Hiruzen Yuki-Koi Snow Festival yang didalamnya ada lilin sedang menyala!

    Serius itu bang di alam terbuka dgn cuaca dingin lilin bisa nyala..
    Duh norak bgt gue..

  3. Omg, aku lgs mau ganti itin ke jepang utk january thn depan hahahaha… Kyknya lbh bgs masukin okayama ini aja deh. Mas, utk ke hiruzen yg shoe trekking, itu bayar pemandunya berapa? . Aku lbh tertarik wisata begitu . Ama yg snow kid resortnya jg sepertinya seruuuuuu

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: