Cerita Kuliner Solo Yang Bikin Melongo

Sebenarnya masih banyak draft artikel yang belum selesai. Seperti cerita perjalanan saya selama di Wakatobi, Bali dan Tanjung Puting. Namun cerita kuliner Solo ini kalau nggak segera saya tulis, kayaknya bakal cepet lupa gimana rasanya beberapa makanan khas yang sempat saya coba selama di sana kemarin. Maklum, sebenarnya saya lebih pinter makan daripada menuliskannya.

Kalau Ngobrolin tentang kuliner di Solo, sudah lama sekali saya ingin secara khusus melakukan review mendalam mengenai Kuliner Solo. Hanya saja, saya belum mendapatkan kesempatan yang pas. Kalaupun ada kesempatan berkunjung ke Solo, biasanya jadwal sudah begitu padat. Sehingga tidak sempat untuk menjelajah sendiri.

Baru kemarin, karena sekalian ada pekerjaan yang cukup santai di Solo, jadilah saya mendapat kesempatan untuk mencoba survey sekaligus mencicipi kuliner Khas Solo. Masalahnya, waktu saya lumayan terbatas. Apalagi ternyata kuliner Solo itu ada buanyak banget. Bahkan sepertinya jauh lebih banyak dibanding Yogyakarta ya? CMMIW ya!

Saya baru tahu kalau kuliner Solo itu banyaknya gak kira-kira! Karena sempat nanya rekomendasi kuliner Solo di akun instagram @catperku (Jangan lupa follow ya!) dan personal facebook saya dibawah ini. Puluhan jawaban saya dapatkan mengenai rekomendasi kuliner khas Solo yang bisa saya coba selama 4 malam disana. Saking banyaknya, sampai bingung deh saya milihnya.

Karena waktu saya di Solo terbatas, jadi saya memilih mengutamakan untuk mencoba beberapa kuliner khas yang memang hanya dengan mudah ditemukan di Kota Solo saja. Bukan kuliner yang memang dari Solo, tapi mungkin bisa dengan mudah saya temukan di kota lain.

Untuk kuliner Solo yang sempat saya coba selama disana kemarin adalah berikut!

Oke, dari sekian banyak kuliner Solo yanga ada, saya baru sempat mencoba beberapa saja. Yang jelas semua yang saya coba ini rasanya enak, dan beberapa rasanya asli hanya bisa ditemukan di Solo! Yuk, mau tahu apa saja kuliner khas Solo yang saya coba!

1. Selat Bestik di Warung Selat Mbak Lies

Selat Bestik Warung Selat Mbak Lies
Selat Bestik Warung Selat Mbak Lies

Dari semua rekomendasi di media sosial, paling banyak saran saya dapatkan untuk mencoba yang namanya “Selat”. Terus saya langsung mikir.

“Memang di Solo ada laut ya? Kok ada selat disana?”  *joke receh, dijitak deh!* Hehee, becanda!

Sebelumnya saya memang pernah dengar kuliner khas Solo yang satu ini. Cuma saya memang belum pernah mencobanya sama sekali. Baru kali ini saya mencoba dan sempat mencari sedikit informasi mengenai kuliner “Selat Khas Solo” ini.

Dari hasil bertanya sama om Google, selat ini ternyata hidangan khas Solo yang sudah terpengaruh oleh hidangan Eropa. Wajar sih, dulu pengaruh Kolonial Hindia Belanda di Solo kan lumayan kuat. Kalau sampai makanan disini sedikit terpengaruh ya gak kaget lagi.

Kemarin saya memesan Selat Bestik di Warung Selat Mbak Lies. Sekilas pada pandangan pertama, Selat ini adalah makanan berkuah yang berwarna cokelat. Saya tebak itu adalah kuah yang dicampur kecap dan rempah lainnya. Sementara isi Selat Bestik yang saya pesan kemaren adalah Telor, Daging Sapi, dan sayur mayur.

Unik sih. Menurut saya Selat ini beneran kuliner original dari Solo. Karena setelah mencoba, saya belum menemukan rasa seperti ini sebelumnya. Manis, gurih segar bercampur jadi satu. Paling enak dimakar siang hari deh. Kalau dari wikipedia, makan ini bahkan disebut sebagai percampuran antara bistik, salad dan sup. Menurut kalian gimana?

2 Stup Makaroni di Warung Selat Mbak Lies

Setup Makaroni di Warung Selat Mbak Lies.
Setup Makaroni di Warung Selat Mbak Lies.

Makaroni sih sudah sering makan ya. Biasanya kalau lagi makan pasta atau semacamnya. Nah, saya baru tahu kalau di Solo ada masakan berbasis makaroni yang namanya “Setup Makaroni”. Rasanya gimana? Kalau menurut saya setelah mencicipi, rasanya lebih mirip mie instant yang banyak mecinnya tapi mie diganti dengan makaroni. Bedanya dengan mie instan biasa, Setup Makaroni ini lebih terasa kejunya. Cheesy banget gitu! Tapi enak kok, lumayan lah buat generasi penyuka mecin~

3. Es Dawet Telasih Pasar Gedhe

Es Dawet Telasih Pasar Gedhe. Kuliner Solo ini paling asik dicoba pas lagi panas cuacanya.
Es Dawet Telasih Pasar Gedhe. Kuliner Solo ini paling asik dicoba pas lagi panas cuacanya.

Yang merekomendasikan Es Dawet Telasih ini juga nggak kalah banyak dengan yang merekomendasikan “Selat”. Apalagi Es Dawet Telasih Pasar Gedhe yang katanya langganan Mr Presiden Jokowi. Waktu beli saya ditanya “Isinya nopo wae mas?”.

Karena ternyata untuk paket lengkap isinya adalah dawet, ketan hitam, tape ketan, jenang sumsum, dan biji telasih. Karena saya lagi nggak pengen kekenyangan, saya cuma pesen yang isinya dawet dan telasih aja. Cobain deh dawet ini pas hari lagi panas-panasnya. Setelah satu teguk, segar langsung melanda.

4. Tengkleng Di Warung Mbak Diah

Tengkleng Mbak Diah Solo
Tengkleng Mbak Diah Solo.

Kalau Tengkleng, saya sudah penasaran sejak lama. Apalagi meski saya orang Jawa, sering salah mengucapkan nama kuliner Solo yang satu ini. Maklum Bahasa Jawa dari Jawa Timur memang ada yang beda dengan Bahasa Jawa dari Solo. Atau memang saya yang sudah mulai gak bisa ngomong pake Bahasa Jawa? Kalau menurut wikipedia, ejaannya adalah thengklèng.

Bahan dasar masakan Tengkleng tentu saja dari Kambing. Namun Tengkleng yang asli bahannya bukan bagian daging. Tapi tulang yang dagingnya masih nempel dikit, dan jeroan Kambing. Buat yang gak suka jeroan, kalau gak salah ada versi dagingnya (koreksi saya kalau salah ya, karena saya gak coba kemaren). Rasanya lumayan enak sih, cuma karena sepertinya ini masakan dengan kolesterol tinggi, saya gak berani nambah lagi. Hehee!

5. Nasi Liwet Yusani

Nasi Liwet Yusani. Kayaknya kuliner khas Solo yang ini jadi favorit banget ya! Mau pesan saja antriannya ramee!
Nasi Liwet Yu Sani. Kayaknya kuliner khas Solo yang ini jadi favorit banget ya! Mau pesan saja antriannya ramee!

Nasi liwet saya sudah sering makan sih, tapi bukan di Solo. Cuma kalau nasi liwet di Solo yang terkenal, saya belum pernah coba. Makanya kemarin waktu di Solo saya cobain salah satu yang terkenal, Nasi Liwet Yu Sani. Saya tahu tempat ini dari rekomendasi teman-teman di media sosial. Terimakasih banyak ya, rekomendasinya enak! Oiya, lokasinya berada di tepi jalan besar, namun antriannya rame luar biasa.

Antrian panjang di Nasi Liwet Yusani.
Antrian panjang di Nasi Liwet Yu Sani.

Saya nggak akan membahas bagaimana cara membuat Nasi Liwet disini, karena ini travel blog, bukan blog resep masakan. Yang Jelas, Nasi Liwet Yu Sani ini saya rekomendasikan untuk dicoba kalau lagi mampir di Solo. Selain rasanya memang enak, saya paling senang dengan suasana makan di pinggir jalan, dengan tempat makan ala “pincuk” pula.

Sudah lama saya nggak makan dengan cara seperti ini deh! Jawa banget pokokya! Sebagai orang Jawa asli, saya bangga kalau “pincuk” masih digunakan. Lebih ramah lingkungan dibanding dengan menggunakan styrofoam! Kalau lagi disini, wajib banget cobain kuliner Solo yang satu ini ya!

Entah di Jogja atau Solo Paling demen makan ngemper gini. Apalagi makanya di "pincuk" seperti ini.
Entah di Jogja atau Solo Paling demen makan ngemper gini. Apalagi makanya di “pincuk” seperti ini.

6. Sate Kere Yu Rebi

Sate Kere Yu Rebi
Sate Kere Yu Rebi.

Namanya yang unik menarik perhatian saya untuk mencobanya. Saya penasaran, seperti apakah sebenarnya wujud dari Sate Kere ini. Apalagi sebagai penggemar berat masakan sate, tentu gak akan melewatkannya. Setelah mencobanya, ternyata Sate Kere ini terbuat dari tempe gambus atau tempe yang dibuat dari ampas tahu. Saya sering makan tempe ini sih sebenarnya. Namun biasanya digoreng, dimakan langsung ketika hangat dengan cabe mentah.

Namun ternyata di Solo lebih kreatif dengan dibuat menjadi Sate Kere. Jadi tempe gambus tadi dibumbuin layaknya sate pada umumnya. Lengkap dengan bumbu kacang dan kecap. Selain tempe gambus, bahan dasar dari Sate Kere ini adalah jeroan sapi.

Dari wikipedia disebutkan kalau Sate Kere ini ada sejarahnya. Pada zaman dahulu, sate ini merupakan makanan termewah yang hanya bisa dimakan oleh kalangan menengah ke atas. Nah karena itulah kalangan bawah membuat bentuk lain sate dengan bahan dasar tempe gambus, dan jeroan sapi.

Selain itu bentuk sate ini juga dibuat menyerupai sate seperti pada umumnya. Bisa dibilang pada jaman dulu, Sate Kere adalah versi ekonomis dari sate yang biasa. Namun, kalau sekarang siapa saja tanpa memandang kalangan juga menyantap makanan ini. Apalagi Sate Kere ini sekarang menjadi Kuliner Khas Solo yang harus dicoba!

7. Es Nini Thowong

Es Nini Thowong
Es Nini Thowong

Kalau nggak salah, saya pernah dengar nama Es Nini Thowong ini di Jakarta. Karena depot yang menjual Es Nini Thowong ini juga buka cabang di Jakarta. Namun karena asalnya dari Solo, ya saya mencobanya di Solo saja. Ternyata setelah mencobanya, Es Nini Thowong ini mirip dengan es campur.

Tapi menurut saya rasanya lebih khas, nggak seperti es campur yang biasa saya beli. Saran saya, biar lebih nikmat, cobalah Es Nini Thowong ini ketika hari sedang panas. Bukan ketika hujan seperti saya. Udah dingin, minum es, frozen deh! Untung enak, jadi saya nggak pake komplain!

8. Bakmi Ketoprak

Bakmi Ketoprak
Bakmi Ketoprak

Bakmi saya sering coba. Ketoprak, tentu makanan setiap hari mantan anak kost seperti saya. Siapa sih yang nggak kenal dua makan itu? Namun, kalau Bakmi Ketoprak bagaimana?  Awalnya saya kira kalau Bakmi Ketoprak khas Solo ini ya campuran kedua masakan itu.

Tapi ternyata berbeda lho. Bukan kuah kacang kental ketoprak yang saya dapati, namun makanan dengan kuah gurih encer, plus dengan bakmi melengkapinya (semoga deskripsi saya gak salah). Yang jelas ini adalah salah satu kuliner khas Solo yang saya rekomendasikan untuk dicoba.

***

Secara umum, nggak ada kuliner Solo yang nggak enak. Namun dari semua kuliner khas Solo yang saya coba, hampir semuanya bukan berupa makanan pedas. Mungkin kebanyakan orang Solo memang gak suka masakan pedas ya? Mungkin iya, bisa jadi tidak, saya harus banyak riset lagi. Karena ada yang tiap kali beli makan selalu order cabe rawit potong sebagai pengganti masakan pedas.

Anyway, terimakasih ya buat siapa saja yang membantu saran mengenai kuliner yang harus saya coba selama di Solo. Terus juga yang membantu saya selama bertualang kuliner di Solo! Karena masih banyak yang belum saya lihat, baik tempat wisata ataupun kulinernya, saya pasti balik lagi menjelajah Solo! Semoga masih berjodoh lagi dengan kota ini!

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
9 Responses
  1. riry

    kemarin aku cobain tengkleng yang beda ama tengkleng biasanya, rasanya lebih segar, gak terlalu berempah. Tengkleng yuk Tentrem. boleh lah dimampirin sebagai variasi rasa tengkleng

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: