Liburan Ke Banyuwangi Pertama Kali? Cobain Saja Ini!

Kadang, tempat yang deket itu malah sering dilewatin begitu aja, nggak dijelajahi. Kalau buat saya misalnya, Banyuwangi. Padahal dulu waktu tinggal di Bali, sering banget main ke Taman Nasional Bali Barat, snorkeling ke Pulau Menjangan. Padahal dari Taman Nasional Bali Barat ke Banyuwangi itu dekat, tinggal nyeberang saja dari Pelabuhan Gilimanuk.

Dulu saya juga sering road trip dengan sepeda motor kesayangan dari Denpasar hingga Blitar, kampung halaman saya. Namun lagi-lagi, Banyuwangi cuma saya lewati, tanpa mampir untuk menjelajah. Meskipun saya pernah sekali bermalam di Banyuwangi, itu juga karena saya harus transit untuk mengejar Kereta Api Tawang Alun yang berangkat pagi buta.

Teluk Ijo di Taman Nasional Meru Betiri ini adalah salah satu tempat wisata favorit saya di Banyuwangi

Teluk Ijo di Taman Nasional Meru Betiri ini adalah salah satu tempat wisata favorit saya di Banyuwangi

Mungkin juga beberapa orang beranggapan kalau Banyuwangi itu kota transit. Meskipun padahal sebenarnya nggak begitu. Saya percaya, kalau sebenarnya potensi wisata Banyuwangi ini banyak. Karena itu Banyuwangi ini tetap saya masukkan ke salah satu kota yang ingin saya jelajahi dari sejak lama.

Beruntung kemarin akhirnya kesempatan itu datang. Untuk pertama kalinya tahun ini saya diajakin lagi oleh Kementrian Pariwisata untuk menjelajah Banyuwangi. Temanya sudah tentu Pesona Banyuwangi. Dan yang dijelajahi adalah wisata alam, wisata budaya dan tentunya gak boleh ketinggalan, wisata kuliner Banyuwangi. Jadi untuk yang mungkin pertama kali liburan ke Banyuwangi, saya rekomendasikan untuk mencoba beberapa hal ini:

1. Hiking Ke Kawah Gunung Ijen

Hiking Ke Kawah Gunung Ijen

Hiking Ke Kawah Gunung Ijen

Sudah dari lamaa banget saya pengen hiking ke Gunung Ijen. Soalnya dari yang saya dengar, hiking ke Gunung Ijen itu nggak terlalu susah. Dan setelah saya coba kemarin, ternyata ya sebelas dua belas dengan naik Gunung Papandayan. Tapi kalau cuma sampe Pondok Saladah camping ground aja ya. Terus pendakian Gunung Ijen itu dimulai dari Pos Paltuding yang berada di ketinggian 1850 Mdpl. Udah sekitar setengah jalan lebih deh.

Setelah itu baru memerlukan waktu sekitar 1,5-2 jam perjalanan untuk menuju ke Puncak Ijen. Sayang kemarin agak kesiangan sampai Paltuding, sekitar jam 4.30 pagi. Jadinya nggak dapet foto Blue Fire yang fenomenal itu. Padahal cuacanya lagi cerah banget lho. Rada nyesel, tapi nggak apa deh, mungkin ini artinya saya harus beneran balik menjelajah Banyuwangi sekali lagi.

2. Trekking Ke Teluk Ijo

Trekking Ke Teluk Ijo

Trekking Ke Teluk Ijo

Sebenarnya untuk menuju ke Teluk Ijo ini bisa nggak perlu repot-repot trekking. Karena sebenarnya bisa naik perahu sejenis jukung dari Pantai Rajegwesi dengan biaya IDR 35.000 per orang pergi-pulang. Namun tentu ketersediannya tergantung berapa tinggi gelombang laut. Kalau lagi tinggi, nggak akan ada kapal yang bisa mengantarkan ke Teluk Ijo meski hanya berjarak 20 menit menyusuri pesisir selatan Pulau Jawa.

Namun tentu saja ada alternatif lain yang juga menjadi favorit saya. Trekking dari Pantai Rajegwesi hingga ke Teluk Ijo. Namun saya nggak tau memerlukan berapa lama kalau trekking dari Pantai Rajegwesi. Soalnya kemarin saya trekking dari tempat parkir terakhir, dan memerlukan waktu sekitar 30 menit saja. Gak pake lama, akhirnya saya pun sampai di Teluk Ijo yang masih masuk ke area Taman Nasional Meru Betiri itu.

3. Main ke Pantai Pulau Merah

Main ke Pantai Pulau Merah

Main ke Pantai Pulau Merah

Iya, cuma main sebentar liatin sunset yang kece di Pantai Pulau Merah. Pantai ini mengingatkan saya dengan Pantai Seminyak yang ada di Bali. Ada banyak kursi malas yang berjejer di pantai, yang siap memanjakan para pengunjungnya menikmati suasana. Beneran pantai yang cocok untuk bersantai leyeh-leyeh seharian.

Sayang saya dapat informasi dari guide kalau ada kemungkinan area sekitar pantai bisa berubah menjadi tambang emas karena tak jauh dari sana ada tambang emas (google: “tambang emas di pantai pulau merah” atau baca tulisan di kompas ini). Semoga nggak beneran terjadi sih. Sayang banget kalau pantai secakep ini rusak.

4. Berkunjung Ke Pulau Tabuhan Banyuwangi

Berkunjung Ke Pulau Tabuhan Banyuwangi

Berkunjung Ke Pulau Tabuhan Banyuwangi

Pulau Tabuhan ini sebenarnya adalah pulau kecil yang terletak di sebelah Utara Banyuwangi.Tepatnya berada di sebelah utara Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo. Kemarin saya nyeberang ke Pulau Tabuhan ini lewat Pantai Bangsring.

Pulau Tabuhan ini tampaknya adalah salah satu pulau yang cukup populer, terlihat dari banyaknya kapal yang bersandar ketika saya baru sampai kemarin. Bisa jadi karena Pulau Tabuhan ini lebih dekat ke Banyuwangi daripada ke Pulau Menjangan yang juga masih terlihat dari sini.

O iya, sayangnya nggak ada perahu umum reguler ke Pulau Tabuhan. Jadi untuk bisa pergi ke Pulau Tabuhan harus menyewa kapal sendiri seharga IDR 600.000 untuk kapasitas 8-10 orang(informasi dari guide). Lumayan mahal jika pergi sendiri, namun bisa lebih murah jika pergi berkelompok

Di pulau ini kalian bisa berenang, snorkeling bahkan camping. Kalau buat saya, penasaran banget pengen camping disini. Pastinya langit di pulau yang minin cahaya ini oke banget. Terutama pas musim berburu foto milkyway seperti bulan-bulan ini. Next time balik lagi kesini pasti deh saya camping!

5. Berkunjung ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Berkunjung ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Berkunjung ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Meski kotanya ngak terlalu besar, tetapi ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Pendopo Sabha Swagata Blambangan, yang juga merupakan rumah tinggal dari Bupati Banyuwangi.

Meskipun begitu, pendopo ini terbuka untuk umum. Pengunjung seperti saya hanya lapor saja ke penjaga di bagian pintu masuk. Nanti akan ada seseorang yang menemani berkeliling sekaligus menjadi guide untuk menjelaskan tentang sejarah dan informasi tentang Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Gratis, nggak dipungut biaya.

Ada replika rumah Suku Osing di Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Ada replika rumah Suku Osing di Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Kemarin saya berkunjung ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan ini dalam grup. Meskipun sebenarnya nggak ada batasan minimal berapa orang boleh berkunjung. Meski satu orang bakal tetap diantarkan berkeliling untuk melihat-lihat bagian dalam Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi ini.

6. Melihat Pertunjukan Tari Gandrung

Melihat Pertunjukan Tari Gandrung

Melihat Pertunjukan Tari Gandrung

Tari Gandrung ini adalah salah satu tarian di Indonesia yang berasal dari Banyuwangi loh. Dan kemarin saya berkesempatan untuk menyaksikan pertunjukan tari ini di Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi.

Dari informasi yang saya dapatkan, Tarian Gandrung Banyuwangi biasanya dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Namun pada sekarang ini tarian ini sering dipertunjukkan kalau ada acara resmi dan juga untuk tujuan pariwisata.

7. Menikmati Pertunjukan Barong Banyuwangi

Menikmati Pertunjukan Barong Banyuwangi

Menikmati Pertunjukan Barong Banyuwangi

Barong Kemiren atau di sebut juga Barong Banyuwangi adalah kesenian kuno asal Banyuwangi, merupakan bentuk seni pertunjukan rakyat yang menggunakan media barong. Meski terlihat mirip dengan Barong yang ada di Bali, namun sebenarnya Barong ini berbeda. Ukurannya lebih kecil daripada Barong yang ada di Bali.

Kesenian ini diyakini sangat sakral, sehingga ada perlakuan khusus. Konon Barong Kemiren berhubungan dengan Buyut Cili, yang diyakini penduduk setempat sebagai cikal bakal desa. Disaat-saat tertentu barong harus diupacarai, diberi sesaji, serta dirawat dengan hati-hati.

8. Mencicipi Wisata Kuliner Banyuwangi

Mencicipi Wisata Kuliner Banyuwangi

Mencicipi Wisata Kuliner Banyuwangi

Mengunjungi suatu daerah tanpa mencicipi kulinernya itu serasa hambar. Makanya berburu kuliner selalu menjadi itinerary wajib buat saya. Makanya saya juga menyempatkan diri untuk mencicipi wisata kuliner Banyuwangi. Ada banyak lho ternyata yang bisa dicoba. Mulai dari Nasi Tempong, Pecel Pitik, Pecel Rawon, Nasi Cawuk dan yang gak boleh kelewatan, Rujak Soto!

***

Iya, itu baru sebagian dari Pesona Banyuwangi yang saya jelajahi dalam 4 hari. Aslinya, masih banyak banget yang menarik dari Banyuwangi. Misalnya saja masih ada Taman Nasional Alas Purwo yang masih bikin saya penasaran. Mungkin lain kali, kalau ada kesempatan, saya pasti kembali untuk menjelajah dan berlibur ke Banyuwangi. Ada yang mau ikutan?

Yang Banyak Dicari

25 Responses

  1. boleh lah joint klo ada trip

  2. aku mau dong ikutaaan hahaha.
    Teluk Ijo, Ijen, Pulau Merah, sama Tabuhan itu udah inceran dari lama.
    awal tau Tabuhan dari adik kelas yang kuliah di jember main ke sana. sepi banget gak ada orang cuma dia sama temen-temennya. aku langsung masukin wishlist hahaha. nggak tau sekarang kayaknya Tabuhan udah mulai rame.

    Kalo GreenBay karena sepi dan bersihnya itu asoy banget haha.

    semoga bisa ke sana suatu saat lagi deh.

    • pengen ke pulau tabuhan lagi, tapi kemping semalem gitu :D kayaknya bakal asik banget! Terus ngulang ke Ijen lagi, belom dapet blue fire :( Ke Banyuwangi naik kereta murah kayaknya, dulu naik tawang alun beli 4 kursi gak sampe 100 ribu. e tapi kalau sekarang ndak tau~

      • tiket kereta masih lumayan mas. Tawangalun kayaknya masih 70rb. Kalo dari surabaya, ambil Probowangi sekitar 70rb juga, atau Sri Tanjung 94 rb.
        kalo yang bisnis ekse ada Mutiara Timur jelas lebih mahal.

        ah iyaaa. asik banget buat ‘merenung’ #halah

  3. Weni Darweni says:

    Pantai teluk hijau, pantai sukamade buat liat penyu yg btelur

  4. D'mumun Tyo says:

    Pantai wedi ireng dekat pulau merah, rumah pohon pinus songgon, teluk biru, air terjun telunjuk raung

  5. bungananda says:

    Mau dong ikutan kalau kesana lagi. Wkwkwkwkwk….
    Februari lalu udah sempat kesana sih, alhamdulillah dapat blue fire walah harus nunggu lama dan sedikit samar. Tapi nggak dapet sunrise, karena memang sedang berkabut dan hujan. Padahal kalau lagi wisata alam gitu yg paling kucari sunrise. Ceritanya guide lokal sana, bule aja yang dua kali ke ijen nggak dapet blue fire, bakalan kesana ketiga, keempat, dst sampai dia dpt. Intinya, jangan nyerah Mas Fahmi walau belum bisa lihat blue fire di kunjungan pertamamu.

  6. adelescarlet says:

    wah keren yaa,, ngak kalah bagusnya sama Bali dan Lombok :D

  7. khairulleon says:

    Pengen banget ke Kawah Ijen.
    Pengen coba backpackeran kesana, tapi masih nunguu waktu liburan yang cocok huu :(
    AKu juga baru tau kalo Banyuwangi ternayata punya banyak banget destinasi menarik pas nonton youtube siapa gitu ya.
    ah next harus kesini :)

  8. sabiladam13 says:

    Wah boleh juga ini, nambah referensi buat perjalanan berikutnya.

  9. Danang says:

    Cobain k pantai plengkung mas. Salah satu spot terbaik surfing dunia. Sunset d camping ground sebelum plengkung juga one of the best for me. Ijen aku 3x kesana cuma dapat blue fire sekali. Baluran meski gak masuk banyuwangi (masuk situbondo) juga bagus klo pas musim kemarau. Julukan nya africa nya jawa.

    • wah :O 3 kali baru dapat blue fire? emang harus beberapa kali ya! Kemarin sebenarnya mau ke baluran juga,tetapi ternyata waktunya ndak cukup :|

      • Danang says:

        Blue fire nya dapat pas yg kedua kali k ijen. Yg ketiga kali kesiangan dan hiking agak lambat soale bawa temen2 yg baru pertama kali manjat. Klo k baluran usahakan pas musim kemarau, jadi bener2 kerasa sabana nya.

  10. nofant says:

    salah satu destinasi wisata yang paling seru ya ke kawah ijen, bisa lihat kawah gunung dengan perjuangan yang gak terlalu ngos-ngosan…
    makasih untuk testimoninya,, hehe…

  11. Kiki Pinem says:

    wahhh pas banget nemu pos ini.
    udah rencana entar ke kawah ijen bulan agustus, tp masih ada sisa 2 hari lagi, boleh nih jadi destinasi selama ke banyuwangi :D

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: