Bertualang Di Dunia Lukisan, Museum Pasifika Bali

Hari minggu biasanya tempat – tempat wisata yang ada di Bali selalu dipadati dengan lautan manusia. Tetapi untuk tempat yang satu ini tampaknya bukan merupakan destinasi populer di pulau ini. Hanya terlihat dua orang satpam yang sedang ngobrol di depan gerbang Museum Pasifika Bali ketika saya menanyakan tempat untuk memarkir sepeda motor. “Langsung parkir di dalam mas” kata seorang bapak satpam tadi.

Oke, museum ini tampak terlalu sepi untuk sebuah destinasi wisata yang berada di pulau internasional seperti Bali. Sesaat setelah memasuki Lobi Museum Pasifika saya di sambut oleh seorang resepsionis, dia memberitahukan dimana tempat membeli tiket setelah saya menanyakan lokasi loketnya. “Di sebelah situ mas, masuk aja. Ada yang jaga kok” kata mas – mas yang juga resepsionis.

Perlu kamu ketahui, Bali ini tidak cuma dikenal memiliki destinasi wisata alam yang cantik, tetapi juga memiliki beberapa museum yang didalamnya menyimpan banyak karya seni, salah satunya Museum Pasifika Bali ini. Jadi selain mengunjungi Pantai Di Bali yang super seksi, atau tempat wisata di Bali Selatan lainnya, kamu harus banget mampir ke museum keren di Nusa Dua ini!

(Baca Juga : Tari Kecak, Tarian Sakral Di Atas Bara Api)

Berpetualang Di Dunia Lukisan, Museum Pasifika Bali!
Berpetualang Di Dunia Lukisan, Museum Pasifika Bali!

Museum Pasifika Bali Terkenal Dengan Ratusan Koleksi Lukisannya

Kunjungan ke Museum Pasifika Bali adalah pertamakalinya buat saya, juga buat adik saya. Memang adik saya cukup suka dengan lukisan, jadinya liburan ke Bali tanpa mengunjungi museum kurang afdol katanya, beda dengan saya yang selalu beach oriented dan sunset oriented. Yah, sesekali mencoba menikmati destinasi yang berbeda seperti Museum Pasifika Bali, enggak ada salahnya juga sih. Sekalian mencoba belajar mengagumi ratusan lukisan yang dipamerkan di museum ini.

Harga yang tertera di tiket masuk Museum Pasifika Bali adalah Rp. 70.000 per orang, meskipun ternyata kami hanya membayar Rp. 70.000 untuk dua orang. Ternyata harga tadi adalah harga bule, untuk orang lokal cukup membayar setengahnya saja. Nah, sekarang ketahuan penyebab Museum Pasifika Bali terlihat begitu sepi.

Harga tiketnya terlalu mahal, untuk kantong orang lokal. Apalagi biasanya orang Indonesia itu paling malas main ke Museum. Seingat saya harga tiket masuk museum yang ada di Kota Tua Jakarta tidak pernah ada yang lebih dari Rp. 10.000. Yah, tapi tetap saja ada harga ada rupa. Museum yang satu ini ternyata masih sangat terawat, dengan ratusan lukisan cantik didalamnya.

Koleksi Museum Pasifika Bali juga ada yang berupa artefak - artefak unik.
Koleksi Museum Pasifika Bali juga ada yang berupa artefak – artefak unik.

(Baca Juga : Mesin Waktu Itu Bernama Ullen Sentalu)

Uniknya lagi, Museum Pasifika Bali dibagi menjadi beberapa ruangan untuk mengklasifikasikan asal dan jenis lukisan itu dibuat. Saya hitung totalnya ada sebelas ruangan dengan ciri khasnya masing – masing. Jadi memang ada banyak sekali koleksi menarik yang ada di museum ini. Kalau berkunjung cuma sebentar rasanya pasti kurang deh. Kalau benar-benar menyukai seni, paling tidak perlu seharian penuh untuk menikmati museum yang berlokasi di Nusa Dua ini!

Ruangan Yang Ada Di Museum Pasifika Bali

Di Museum Pasifika Bali ini ada beberapa ruangan yang dikategorikan berdasarkan koleksinya. Beberapa ruangan tersebut adalah : Room I : Indonesian Artist, Room I : Indonesian Artist, Room III: Dutch Artists in Indonesia, Room IV: French Artists in Indonesia, Room V: Indo-European Artists in Indonesia, Room VI: Temporary Exhibition, Room VII: Artists on Indochina Peninsula: Laos, Vietnam, and Cambodia, Room VIII: Artists on Polynesia and Tahiti, Room IX: Premier Art of Vanuatu and the Pacific Islands Paintings of Aloi Pilioko and Nicolai Michoutouchkine, Room X: Tapa of Oceania and Pacific, dan terakhir adalah Room XI: Asia: Several artworks on Japan, China, Thailand,Malaysia, and Myanmar and the Philippines.

Room I : Indonesian Artist

Pada bagian dalam ruangan ini dipamerkan puluhan lukisan yang dilukis oleh pelukis Indonesia. Dan sebagian besar lukisan adalah berasal dari Bali. Yah, tau sendiri kan kalau Bali itu gudangnya seni, sudah tidak heran lagi deh.

Room II: Italian Artists in Indonesia

Di bagian ruangan Museum Pasifika Bali yang ini dipamerkan hasil lukisan orang – orang itali yang kebetulan lagi nyasar ke Bali. jadi mayoritas objek lukisannya adalah Bali, terutama yang menarik perhatian saya adalah lukisan para penari Bali.

Room III: Dutch Artists in Indonesia

Ruangan ini hampir sama dengan koleksi yang berada di room II cuma yang dipamerkan di room ini adalah hasil lukisan orang belanda :)

Room IV: French Artists in Indonesia

Nah diruangan ke empat Museum Pasifika Bali ini saya menemukan objek yang tidak melulu tentang Bali, saya melihat ada lukisan dengan objek penari Jawa. Sepertinya sih, orang perancis ga cuma doyan keliling Bali saja, tetapi juga nyasar ke Jawa.

Room V: Indo-European Artists in Indonesia

Diruangan ini dipamerkan lukisan hasil kolaborasi pelukis indonesia dengan pelukis eropa. Beberapa obyek lukisannya adalah aktifitas upacara adat yang ada di pulau bali.

(Baca Juga : Rekam Jejak Sang Maestro Di Museum Affandi)

Koleksi Museum Pasifika gak melulu lukisan, ada yang seram seperti ini juga :D
Koleksi Museum Pasifika gak melulu lukisan, ada yang seram seperti ini juga :D

Untuk beberapa room selanjutnya, yaitu room VI – XI saya kurang begitu  memperhatikannya, selain karena capek, saya lebih sibuk untuk membuat karya seni sendiri (baca : sibuk mengambil foto). Untuk list room selanjutnya adalah sebagai berikut.

  • Room VI: Temporary Exhibition
  • Room VII: Artists on Indochina Peninsula: Laos, Vietnam, and Cambodia
  • Room VIII: Artists on Polynesia and Tahiti
  • Room IX: Premier Art of Vanuatu and the Pacific Islands Paintings of Aloi Pilioko and Nicolai Michoutouchkine
  • Room X: Tapa of Oceania and Pacific
  • Room XI: Asia: Several artworks on Japan, China, Thailand,Malaysia, and Myanmar and the Philippines

Meskipun ukuran Museum Pasifika Bali tidak terlalu besar, ternyata berkeliling disemua ruangannya bisa bikin capek. Untungnya ditengah – tengah museum terdapat taman untuk beristirahat, sayangnya kurang lengkap dengan tidak ada satu kios pun yang menjual minuman atau pun makanan ekonomis disini. Jadi sangat direkomendasikan membawa bekal sendiri ketika berkunjung ke Museum Pasifika Bali.

Selesai mengelilingi sebelas ruangan yang ada di Museum Pasifika Bali kami dicegat si resepsionis sebelum keluar. Ternyata kami disuruh mengisi buku tamu dan memberi sekecap dua kecap komentar. Benar saja, dari puluhan orang yang mengisi buku tamu, sebagian besar adalah orang bule. Terlihat dari komentar yang dituliskan dalam bahasa inggris. Yah, karena saya lupa bawa kamus, jadinya saya isi saya ngasal, “Excellent collection, nice one to visit again” *moga gak salah tulis ya! Hehee!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
9 Responses
  1. Nina Iskandar

    Makasih rekomendasinya, Mas Fahmi! Seru juga wisata museum sebagai alternatif kegiatan kalo lagi ke Bali, ya. Karena diorganisir berdasarkan asal pelukis, aku jadi penasaran sama pelukis Italia di Indonesia. Soalnya jarang denger.

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: