Mangut Lele Mbah Marto: Kelezatan Kuliner Istimewa Yogyakarta

Kabupaten Bantul, wilayah yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, memang kaya akan berbagai macam kuliner lezat. Salah satu kuliner legendaris yang telah ada sejak tahun 1960-an dan masih menjadi primadona hingga kini adalah Mangut Lele Mbah Marto.

Mangut Lele Mbah Marto: Makanan Legendaris dengan Cita Rasa Menggugah di Bantul

Kuliner khas Bantul ini telah mengundang decak kagum banyak orang dengan cita rasa menggugah dan proses pembuatannya yang masih mempertahankan keaslian tradisional.

Misalnya, Dapur asli Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jl. Sewon Indah RT 04, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk menuju ke sana dari Kota Yogyakarta, kamu dapat mengikuti petunjuk arah di Jalan Parangtritis.

Meskipun dapurnya berada di tengah kampung, ketika tiba di lokasi, kamu akan disambut dengan suasana yang hangat dan ramah.

Dapur asli salah satu wisata kuliner legendaris ini memiliki sentuhan tradisional yang kental.

Semua olahan makanan, termasuk mangut lele dan beberapa lauk pendukung seperti gudeg, opor, trancam, dan sayur tempe-krecek, dan berbagai menu lain dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

Keunikan ini membuat pengalaman menyantap hidangan di sini semakin istimewa meskipun dimasak dengan dapur yang sederhana.

Baca Juga: 33+ Kuliner Yogyakarta Yang Enak Ini Bikin Saya Pengen Kesana Lagi!

Kisah Penerus Mangut Lele Mbah Marto: Mengungkap Kenyataan Dapur Asli, Sekarang Ada 3 Rumah Makan Penerus Resep asli

Rumah makan Mangut Lele Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo, merupakan salah satu dari tiga rumah makan yang mengklaim diri sebagai penerus dari warisan lezat Mangut Lele Mbah Marto.

Terletak di Jalan Sewon Indah, dekat kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tempat ini dianggap sebagai bangunan rumah makan pertama yang didirikan oleh sosok legendaris, Mbah Marto.

Dapur di rumah makan Mangut Lele Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo dipercaya sebagai dapur asli yang digunakan oleh Mbah Marto saat ia masih aktif memasak.

Itulah alasan mengapa rumah makan ini disebut “Dapur Asli” dalam namanya.

Sejumlah tanda dan tulisan di sekitar lokasi juga menegaskan bahwa rumah makan ini tidak memiliki cabang di tempat lain, sehingga menguatkan klaimnya sebagai yang pertama.

Namun, sebuah kebingungan muncul ketika sekitar 50 meter dari rumah makan tersebut muncul rumah makan lain dengan nama “Warung Mangut Lele Mbah Marto, Mak Badar”.

Warung ini dikelola oleh Mak Badar (60), istri dari anak pertama Mbah Marto. Menurut Mak Badar, rumah makan ini dibuka pada tahun 2011 dengan seizin dari Mbah Marto sendiri.

Meski ada tiga rumah makan yang mengklaim diri sebagai penerus resep Mangut Lele, Mak Badar berpendapat bahwa tidak ada yang bisa disebut asli atau palsu.

Mak Badar mengatakan bahwa ia belajar dan meneruskan resep yang sama seperti Mbah Marto.

Perbedaannya hanya terletak pada tangan yang mengolah, meracik, dan memasak hidangan.

Tidak hanya Mak Badar, anak bungsu Mbah Marto bernama Kasilah (48) juga membuka rumah makan sendiri dengan nama “Mangut Lele Mbah Marto” pada tahun 2018.

Lokasinya berada di Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Bantul, berjarak sekitar 15 kilometer dari dua rumah makan penerus lainnya.

Pada tahun 2020, Kasilah berhasil memperoleh sertifikat merek Mangut Lele Mbah Marto dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga menambah kompleksitas klaim sebagai penerus warisan kuliner ini.

Meskipun ketiga rumah makan ini mungkin memiliki klaim dan tanda yang berbeda, satu hal yang pasti adalah semangat dan dedikasi untuk meneruskan kelezatan Mangut Lele Mbah Marto yang legendaris.

Walaupun ada perbedaan tangan yang memasak, rasa dan cita rasa istimewa dari hidangan ini terus diwariskan, memikat lidah para pengunjung dan memperkaya warisan kuliner khas Bantul yang tidak terlupakan.

Jika Kamu ingin mencicipi kenikmatan lezat dari mangut lele ini, Kamu dapat menemukannya di salah satu dari tiga rumah makan penerus yang berlokasi di sekitar Yogyakarta.

Untuk informasi alamat lengkapnya, baca saja tulisan ini sampai selesai, selamat menikmati!

Baca Juga: Alkisah “Warung Jawa”, Tempat Makan Halal Di Pulau Bali

Berciri Khas, Menggunakan Lele Asap, Bukan Lele Biasa

Mangut lele di warung ini bukanlah lele goreng biasa, melainkan lele diasap.

Proses pengasapan lele dilakukan untuk membuatnya lebih tahan lama dan menghindari aroma tengik.

Bumbu utama dalam mangut lele terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, dan jahe yang diulek secara tradisional menggunakan cobek batu.

Proses ulekan ini menghasilkan bumbu yang beraroma khas dan mengeluarkan minyak alami dari bahan-bahan mentah yang menambah kenikmatan hidangan.

Setelah bumbu halus siap, proses selanjutnya adalah menumis bumbu dengan tambahan gula merah, cabai merah besar, daun salam, daun jeruk, serai, serta lengkuas.

Begitu wangi bumbu menyebar, santan ditambahkan bersama lele yang telah diasap.

Dengan terus dipanaskan di atas luweng, kuah ditunggu hingga mengental sehingga bumbu dapat meresap sempurna ke dalam lele.

Rasa Masakan Yang Lezat Ini Hasil Dari Ketelatenan Dan Pengalaman Panjang Mbah Marto

Kesempurnaan cita rasa mangut lele ini adalah hasil dari ketelatenan dan pengalaman panjang Mbah Marto dalam meracik bumbu-bumbu yang tepat.

Kisah Mbah Marto dimulai sejak tahun 1960-an ketika beliau berjualan berkeliling hingga ke Pasar Beringharjo.

Berbekal semangat dan dedikasinya, ia menyajikan mangut lele yang lezat dan menggugah selera.

Pengalaman berjualan di Pasar Beringharjo membawa Mbah Marto pada keputusan untuk membuka warung di rumahnya pada tahun 1986.

Warung Mangut Lele Mbah Marto pun semakin berkembang dan terus ramai pembeli hingga kini.

Setiap harinya, beliau melayani pelanggan dengan ramah dan bahkan sering diminta untuk berfoto bareng oleh para penggemar kuliner khas Bantul ini.

Pengunjung Datang Dari Berbagai Daerah, Mulai Dari Orang Biasa Hingga Artis

Tidak hanya diminati oleh penduduk setempat, Mangut Lele Mbah Marto juga menjadi incaran para artis ibukota yang datang ke wilayah Yogyakarta.

Kemasyhuran kuliner ini tidak lepas dari perpaduan cita rasa yang menggugah hati.

Gabungan rasa pedas dan gurih dari mangut lele, ditambah dengan manisnya gudeg, gurihnya opor, dan pedasnya sayur tempe-krecek, semakin memperkaya kenikmatan hidangan.

Harga yang terjangkau menjadi nilai tambah bagi warung yang menjadi salah satu tujuan wisata kuliner legendaris di Yogyakarta ini.

Menu mangut lele dengan lauk pendukung seperti nasi, sayur gudeg, opor, dan tempe-krecek dijual dengan harga Rp25.000.

Selain itu, warung ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, sehingga kamu dapat menikmati kuliner legendaris ini kapan saja.

Tentunya, warung Mangut Lele ini menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi ketika berada di Bantul.

Dengan cita rasa yang menggugah dan suasana tradisional yang hangat, pengalaman menyantap mangut lele di warung ini akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kuliner khas Bantul yang legendaris ini.

Selamat menikmati kenikmatan cita rasa makanan khas Jogja, ya!

Baca Juga: Cerita Kuliner Solo Yang Bikin Melongo Dan Rekomendasi Tempat Makan Disana

Daftar Menu di Mangut Lele Mbah Marto dan Harganya Lengkap Terbaru Tahun 2024

Tiba di daerah Bantul, khususnya di wilayah Yogyakarta, Kamu tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner legendaris yang telah ada sejak tahun 1960-an ini.

Memasuki area dapur, Kamu akan disambut oleh berbagai baskom berisi hidangan lezat yang diletakkan di atas Amben (Balai-Balai Bambu).

Masakan Mangut Lele khas Mbah Marto tentu saja menjadi menu hidangan utama yang tak boleh dilewatkan kalau kamu mampir kesini.

Disajikan dengan cita rasa gurih dan menggugah, mangut lele ini telah menjadi primadona di kalangan wisatawan dan penduduk setempat.

Selain itu, warung ini juga menyajikan berbagai menu lain yang tak kalah menggoda.

Misalnya seperti menu Garang Asem, Gorengan, Sambal, Oseng Teri Daun Pepaya, Opor, dan Tempe Bacem.

Di tempat ini Kamu bebas memilih menu favorit Kamu untuk disantap.

Menikmati kuliner di Mangut Lele Mbah Marto sangat terjangkau.

Untuk seporsi Mangut Lele, Kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar IDR 25.000.

Jika Kamu menginginkan tambahan sayur, harga tambahan hanya sekitar IDR 30.000.

Selain itu, jika Kamu ingin menambahkan lauk lainnya, seperti tahu atau gorengan, Kamu dapat langsung menuju kasir untuk membayar makanan terlebih dahulu.

Salah satu Warung Mangut Lele terbaik di Jogja ini juga menyediakan fasilitas tempat makan di area rumah dan teras.

Kamu dapat menikmati hidangan lezat ini di tempat dengan suasana yang hangat dan ramah.

Namun, bagi Kamu yang ingin membawa Mangut Lele pulang, pilihan ini juga tersedia.

Tidak hanya menghadirkan cita rasa yang lezat, destinasi kuliner ini juga menawarkan pengalaman unik dengan suasana tradisional dan layanan yang ramah.

Dapatkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di tempat ini dan rasakan kenikmatan wisata kuliner legendaris yang memikat hati dan lidah.

Peta Lokasi dan Rute Cara Pergi Ke Menuju Mangut Lele Mbah Marto

Karena ada 3 rumah makan penerus resep asli, tentu saja ada 3 alamat yang bisa kamu kunjungi.

Bebas mau memilih yang mana, yang pasti semuanya enak kok!

Mangut Lele Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo

Kuliner legendaris di daerah Bantul, menjadi destinasi wajib bagi para pecinta kuliner yang ingin mencicipi cita rasa lezat yang telah terkenal sejak tahun 1960-an.

Berlokasi di Jalan Sewon Indah No.RT.04, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul, warung makan ini menawarkan hidangan mangut lele yang menggugah selera serta berbagai menu lain yang tak kalah menggiurkan.

Bagi Kamu yang berasal dari Kota Yogyakarta, rute terbaik untuk mencapai Mangut Lele Mbah Marto adalah melalui Jalan Parangtritis menuju arah Sewon.

Dari area Malioboro, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai warung ini, sementara dari wilayah Sleman, waktu tempuhnya sekitar 1 jam.

Patokan utama untuk menuju warung ini adalah dari kampus ISI (Institut Seni Indonesia).

Kamu dapat masuk ke area belakang kampus dan akan menemukan petunjuk arah yang mengarahkan Kamu ke Warung Lele Mbah Marto.

Kini, warung ini telah lebih mudah ditemukan berkat adanya petunjuk arah yang jelas.

Warung Mangut Lele Mbah Marto buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

Waktu terbaik untuk mengunjungi warung ini adalah saat jam makan siang, sehingga Kamu dapat menikmati hidangan lezat ini dalam suasana yang nyaman.

Namun, saat memasuki musim liburan atau momen-momen tertentu, warung ini mungkin akan lebih ramai dan dapat menyebabkan antrian panjang bagi pengunjung yang ingin mengambil makanan di dapur.

Mangut Lele Mbah Marto Patalan Jetis Bantul

Lokasi:

Gaduh, Jl. Parangtritis No.KM. 4, Panjangjiwo, Patalan, Kec. Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warung Mangut Lele Mbah Marto, Mak Badar

Lokasi: Nengahan, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

***

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner legendaris ini.

Segera kunjungi destinasi kuliner ini dan nikmati hidangan lezat yang tak terlupakan di tengah suasana tradisional yang hangat dan ramah.

Selamat menikmati cita rasa khas Bantul yang menggugah selera di warung Mangut Lele Mbah Marto!

Baca Juga: Kuliner Bakso Di Indonesia Dan Beragam Jenisnya


Rijal Fahmi Mohamadi

Rijal Fahmi Mohamadi

Fahmi adalah seorang Digital Marketer, Travel Enthusiast, Geek Travel Blogger dari Indonesia penulis catperku.com, Penulis Buku perjalanan Traveling The Traveler Notes Bali The Island Of Beauty dan The Traveler Notes Bersenang-Senang di Bali, Bertualang di Lombok. Pernah disebutkan, mentioned in Lonely Planet Indonesia 2019 as Best in Blogs. Mau menyapa saya? Kunjungi media sosial pribadi saya, atau hubungi lewat email [email protected] jika Anda ingin mengajak saya bekerja sama dan berkolaborasi.
https://catperku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *