Serunya Jadi Tukang Kue Di Australia

Sebagai seorang pemegang Working Holiday Visa Australia, saya bisa liburan sambil bekerja di Australia. Jadi ceritanya, saya bisa bekerja secara legal di Australia untuk mendanai liburan saya disini. Banyak yang bilang, mencari pekerjaan di Australia itu gampang. Namun faktanya, mencari pekerjaan di Australia itu nggak semudah membalik telapak tangan. Paling ngak, perlu *sedikit* perjuangan.

Iya, Saya harus melewati beberapa halang rintangan, mulai dari jadi tukang kebon hingga jadi tukang cuci mobil tanpa dibayar sepeserpun. Cerita pengalaman mencari kerja di Australia itu sudah saya tuliskan disini. Di akhir cerita tersebut, saya menuliskan kalau saya sedang ada panggilan interview untuk sebuah pekerjaan dengan posisi all rounder.

Singkat cerita, saya pun mendapatkan pekerjaan itu. Terimakasih kepada siapapun yang mendoaakan saya agar saya mendapatkan pekerjaan ya :). Sekarang saya sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang saya inginkan. Sesuai apa yang saya harapkan sebelum tiba di Australia sebelumnya.

Caramel Kiss, salah satu produk yang laris di Mondo Kitchen
Caramel Kiss, salah satu produk yang laris di Mondo Kitchen

Saya mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik kue, yang tiap harinya memproduksi ratusan kue. Dan, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, posisi saya adalah all rounder, yang berarti saya bisa terlibat pada hampir sebagian besar proses pembuatan kue disana.

Ketika diwawancara, saya sempat ragu. Apakah saya yang nggak punya pengalaman bikin kue ini bisa survive dengan pekerjaan ini? Pun, begitu karena bayarannya juga menarik, saya nekat saja. Berbekal pengalaman jadi anak kost yang mandiri selama bertahun-tahun, saya nekat buat jadi karyawan sekaligus belajar jadi tukang kue di Mondo Kitchen.

Jam kerja saya disini adalah dari jam 11 siang sampai pabrik tutup. Biasanya sih tutup jam 6 sore, atau kalau lagi rame bisa sampai jam 8 malam. Saya sih nggak masalah lembur, karena pekerjaan ini dibayar per jam. Jadi makin lama kerja, makin banyak juga dolar yang bisa saya dapatkan.

Apple Crumble, produk yang sepenuhnya saya bikin. Tentunya dengan arahan chef :P
Apple Crumble, salah satu karya saya. Produk yang sepenuhnya saya bikin. Tentunya dengan arahan chef :P

O iya, proses interview pekerjaan casual di Australia itu nggak ribet. Nggak perlu kasih liat ijazah atau apapun. Saya sendiri cuma diinterview selama lima menit, dan langsung diterima bekerja di Mondo Kitchen. Iya, saya langsung disuruh bekerja saat itu juga, dengan pekerjaan awal yang nggak terlalu berat. Yak, hari pertama saya bekerja di Mondo Kitchen, yang saya kerjakan adalah membungkus kue dan packing sampai pabrik tutup.

Gampang, nggak ribet! Asiknya, ternyata saya langsung dibayar, nggak seperti beberapa pekerjaan sebelumnya, yang memperlakukan saya seperti romusha, kerja berjam-jam tanpa dibayar! Hahaha! Tiga jam setengah bekerja, saya mendapatkan uang setara dengan tiket mudik dari Jakarta ke Kampung halaman, atau cukup buat traktir makan 4 orang di Hollycow :))

Sejak saat itu juga, saya memutuskan untuk bekerja disini saja sampai batas waktu yang ditentukan habis. Saya yang awalnya berencana untuk pindah-pindah kota, memutuskan untuk menjadi Sydneysider hingga waktu yang tidak ditentukan. Singkat kata, saya merasa betah bekerja disini.

Produk yang iseng saya bikin karena lagi nyantai~ Vanila cupcake saya celupin coklat :3
Produk yang iseng saya bikin karena lagi nyantai~ Vanila cupcake saya celupin coklat :3

Sampai sekarang, saya cukup menikmati pekerjaan sebagai all rounder di Mondo Kitchen. Tentu saya juga menikmati hasilnya seperti disini. Apalagi ternyata pekerjaan saya di Mondo Kitchen ini nggak sekedar bungkus kue, sama packing. Ada banyak pekerjaan menarik lainnya.

Seiring berjalannya waktu, saya juga bertanggung jawab untuk membuat adonan kue, membantu chef menghias kue, mencuci perlengkapan bikin kue, dan salah satu pekerjaan favorit saya adalah melayani pelanggan yang mengambil pesanan kuenya.

Yah, soalnya selama ini saya selalu bekerja dibalik layar, dibalik komputer. Jadi, melihat senyum pelanggan yang bahagia dengan kue pesanannya memberikan rasa senang tersendiri buat saya. Apalagi kalau kebetulan pelanggannya mbak-mbak yang cakep. #eh

Mud cupcake, untuk yang suka banget sama cokelat
Mud cupcake, untuk yang suka banget sama cokelat

Jujur, bekerja sebagai tukang kue di Australia ini tak pernah terpikirkan sebelumnya. Apalagi latar belakang saya adalah Software Engineer (yang lagi istirahat), dan Travel Blogger (yang masih aktif). Disini saya menemukan, kalau belajar bikin kue itu ternyata asik juga. Sambil belajar bikin kue, sesekali saya mencobanya.

Saya juga jadi tahu, bikin kue itu ternyata sama menyenangkannya dengan menulis atau coding berjam-jam di depan laptop. Saya juga jadi tahu beberapa bahan kue yang nggak familiar, atau ada beberapa bahan kue ada yang diimport dari Indonesia.

Sebagai all rounder di bakery, saya dituntut untuk bekerja cepat. Pun menurut saya, saya ini sudah bekerja cukup cepat. Saya selalu kelabakan kalau kerja tandem sama chefnya. Namanya Kamal, dari Bangladesh, kalau di dalam game, agilitynya mungkin diangka 99%. Bisa jadi karena pengalaman puluhan tahun menjadi chef, mengerjakan apapun jadi super cepat.

Kalau ini Carrot Cupcake
Kalau ini Carrot Cupcake

Selain bayaran yang lumayan, dan pekerjaan yang nggak terlalu berat, yang membuat saya betah disini adalah suasana bekerjanya. Sanae, salah satu owner Mondo Kitchen ini adalah orang yang suka ngobrol. Sesekali dia ngajak ngobrol, ngomongin tentang hobinya mancing ikan, atau nanya sesuatu tentang Indonesia. Tentu dengan senang hati saya cerita tentang keindahan Indonesia yang nggak ada habisnya. Sekalian promosi gitu :)

Sebelum masa berlaku Working Holiday Visa saya habis, saya ingin belajar banyak hal. Belajar bikin kue mungkin adalah salah satunya. Namun, saya masih penasaran dengan beberapa hal yang lain. Mungkin, kalau tabungan saya sudah menumpuk, dan saya sudah bosan dengan Sydney, saya akan kembali berkelana. Karena, bagaimanapun juga, saya masih penasaran untuk menjejakkan kaki di Perth atau Melbourne :)

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
60 Responses
  1. Wuiiihhh enak bgt keliatannya kue nya. Harganya berapaan cup cake nya? ???? Emang asik ya kerja disana dapetnya lumayan untuk dipake jalan2 lagi!!

  2. Waaah! Selamat Mas! Btw kue-kuenya beneran bikin ngiler!
    Kayakya seru pengalaman kerjanya ya Mas ditempat ini.. Mupeng bantuin chef hias-hias kuenya itu

  3. Weh, malah ingin seperti kak Fahmi,,, bekerja di luar Indonesia kalau begitu caranya,,,, nggak ribet tetek benget bisa langsung kerja… btw ntar kalau tabungannnya sudah menumpuk terus pulang ke Indo dan buka warung kue disini kak, selamat menikmati pekerjaannya kak :-)

  4. Sakinah

    wah enaknya kerja di toko kue. bisa icip2 #eh :D
    berarti udah banyak ilmunya ya tentang kue? bisa tuh kalau udah balik ke Indonesia buka toko kue. hehe

  5. wah enak nya mas,sambil jalan – jalan bisa menghasilkan dollar,kue – kue nya bikin ngiler aja..btw share info dong bagaimana cara nya bisa cepat ter approve utk working holiday visa nya,terima kasih sebelum nya

  6. baru mau tanya,, itu blog yang lain dikemanain.. ternyata berhenti dulu dan menikmati jadi tukang kue ya bang?
    tapi malam2 tetep ol kan ya? :D

  7. Nathalia

    Halo Ka Fahmi. Permisi tanya Ka, dengan rate spt itu di Sydney, kira2 bisa save skitar 15k aud tdk selama 6 bln? Thanks ya Ka. Good luck!

  8. Harry cahyadi

    Bang mau tanya, aku tertarik banget, kebetulan aku lagi kuliah tata boga di bali, terus ada agent yang nawarin buat kerja di australia tapi kita harus nyiapin dana kira” 130jt, tolong pencerahannya yaa bang, thanks

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: