Tebing Keraton Atau.. Tebing Karaton Sih!?

Ada banyak yang menanyakan lokasi dan cara menuju Tebing Keraton ketika beberapa waktu lalu saya pergi kesana dan mengunggah beberapa foto selfie dengan latar belakang pemandangan sekitar Tebing Keraton ke akun social media saya.

Yah, begitulah namanya social media, bisa bikin rame apapun. Memang karena kekuatan social media juga, Tebing Keraton ini langsung menjadi primadona wisata di Kota Bandung. Hingga kini menjadi salah satu destinasi favorit para pelancong yang sedang berlibur ke Bandung.

Saya pun mengunjungi tempat ini ketika ada kesempatan tinggal di Bandung beberapa bulan. Selain penasaran dengan si Tebing Keraton yang begitu fenomenal, saya juga pengen selfie disana sih. Katanya, mengunjungi Tebing Keraton tanpa selfie itu belum sahih. Entah, siapa yang pertama kali mengeluarkan pernyataan seperti itu. Meski sebenarnya terdengar absurd dan mainstream, tapi kenyataanya saya ikut – ikutan selfie juga :P

Selfie at Tebing Keraton Accomplished!
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Selfie at Tebing Keraton Accomplished!

Di Zaman serba teknologi ini menemukan lokasi Tebing Keraton tidak terlalu susah, saya hanya tinggal googling sebentar dengan kata kunci “Tebing Keraton”, dan… voila! Saya tinggal mengikuti petunjuk si GPS, hingga bertemu dengan lokasi si Tebing Keraton. Petunjuk utama saya adalah mencari ke arah Taman Hiburan Rakyat Ir H Juanda, kalau sudah ketemu taman itu menuju ke Tebing Keraton adalah hal yang mudah, karena ada banyak petunjuknya.

Dulu mungkin untuk masuk ke Tebing Keraton gratis gak pake bayar atau hanya bayar seikhlasnya. Namun sekarang ini, dengan semakin ramai dan populernya destinasi ini, setiap pengunjung harus membayar parkir dan tiket masuk. Kebetulan karena saya membawa sepeda motor ke Tebing Keraton, jadi saya harus membayar IDR 5000 untuk satu sepeda motor.

Untuk tiketnya sendiri adalah IDR 11.000 bagi wisatawan lokal, dan IDR 76.000 untuk wisatawan asing. Beda harganya cukup lumayan juga sih. Pun secara pribadi, menurut saya harga tiket masuk ke Tebing Keraton masih masuk akal untuk wisatawan lokal, tapi agak keterlaluan untuk wisatawan asing. Mungkin jika dibawah IDR 50.000 masih masuk akal.

Tiket masuk ke Tebing Keraton IDR 11.000 untuk orang lokal plus parkir sepeda motor IDR 5000.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Tiket masuk ke Tebing Keraton IDR 11.000 untuk orang lokal plus parkir sepeda motor IDR 5000.

Jalan menuju tebing sudah diberi setapak yang lebih layak.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Jalan menuju tebing sudah diberi setapak yang lebih layak.

Beberapa orang sempat bilang kalau lebih suka dengan kondisi Tebing Keraton yang seperti dulu, natural tanpa adanya sentuhan dan campur tangan manusia. Namun karena sekarang masuknya saja sudah bayar, jadinya ada beberapa perubahan yang signifikan. Seperti gerbang masuk menuju tebing sedang dalam pembuatan, terus sudah dibuatkan juga jalan setapak menuju tebing yang terbuat dari semen.

Sekarang sekeliling Tebing Keraton juga sudah dipagari. Meski hal itu membuatnya menjadi tidak natural, tetapi mungkin untuk alasan keamanan pengunjung jadi dibuatlah pagar. Pun sebagian besar dari pengunjung seperti saya tetap melompati pagar demi selfie di ujung tebing keraton. Sebenarnya itu sangat berbahaya, saya tidak menyarankan untuk ikut – ikutan, karena kalau terjadi sesuatu kalian akan menanggung sendiri akibatnya.

Meskipun weekday, pengunjung Tebing Keraton lumayan banyak.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Meskipun weekday, pengunjung Tebing Keraton lumayan banyak.

Kebetulan saya berkunjung ke Tebing Keraton pada hari biasa (weekday) di siang hari, karena terlalu malas untuk bangun pagi. Namun, saking terkenalnya meski hari biasa, tempat ini cukup sesak dan untuk berfoto selfie di ujung tebing pun harus mengantri beberapa lama.

Entah bagaimana kondisinya kalau hari libur atau long weekend. Sudah jelas saya pasti menghindari untuk datang kesini. Jadi saya sarankan untuk datang di pagi hari kalau ingin suasana Tebing Keraton yang sepi dan atau ingin melihat sunrise.

O iya, jangan takut kelaparan meski datang ke Tebing Keraton terlalu pagi, di depan loket ada beberapa warung yang menjual beberapa makanan. Ada yang jualan mie rebus hingga makanan yang namanya “seblak”. Karena penasaran, kemarin saya pun membeli dan mencoba seblak untuk pertama kali disana. Eh ternyata enak juga deh :D

Kalau kesini jangan lupa cobain seblak juga ya :D
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Kalau kesini jangan lupa cobain seblak juga ya :D

***

Sedikit Sejarah Tebing Keraton :

Biasanya saya akan banyak nanya tentang bagaimana sejarah suatu destinasi. Senangnya di Tebing Keraton ini malah ada tulisan lengkap mengenai sejarahnya. Tulisan yang terpasang dengan jelas di sebuah papan dan tertulis dengan logat sunda itu kira – kira seperti ini isinya :

Sejarah dan asal usul Tebing Keraton.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sejarah dan asal usul Tebing Keraton.

Sedikit cerita tentang Tebing Karaton, mula-mula nama Tebing Karaton muncul pada awal Mei 2014 tepatnya pulul 24.00. Pada saat itu pula saya langsung menulis nama Tebing Karaton, lalu keesokan harinya saya simpan didepan rumah dilengkapi petunjuk arah, dan setelah nama tersebut dipasatn setiap harinya pengunjung mulai berdatangan. Terkadang ada 2 motor, 3 motor, 5 motor dan seterusnya.

Maka Sayapun punya inisiatip untuk memebersihkan halaman rumahku, lalu diperlebar. Sedikit demi sedikit semakin lama semakin banyak pengunjung yang datang. lau saya punya ide untuk membuat kotak uang dengan dalih untuk kebersihand an perawatan jalan yang sampai saat ini kotak tersebut masih tersimpan dengan rapi sebagai saksi dan bukti yang nyata.

Maka dengan hati yang tulus sayapun membuat jalan setapak ke tempat tujuan berikut lahan parkir tanpa seorangpun yang membantu, akhirnya Tebung Karaton terkenal kemana mana. Namun disisi lain banyak orang bertanya-tanya, kenapa sih namanya Tebing Karaton? Tebing(sunda) gawir, Karaton adalah sebuah kemewahan alam, kemegahan alam dan keindahan alam yang bisa kita nikmati bersama.

Maka saya tidak menulis keraton yang identik dengan gedung yang layaknya istana tetapi karaton Sunda banget. Dan sejak dulu memang sudah ada, cuman anamanya bukan Tebing Keraton melainkan Cadas Jontor yang artinya Cadas tersebut menonjol kedepan dan mempunyai ketinggian yang berbeda diantara cadas – cadas lainnya, itulah sedikit tentang riwaya Tebing Karaton, semoga pengunjung puas.

Jangan pernah kotori tempat menyenangkan seperti ini ya teman - teman
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Jangan pernah kotori tempat menyenangkan seperti ini ya teman – teman

Marilah kita nikmati, marilah kita jaga bersama kebesaran ayang telah Allah berikan kepada kita semua, semoga anda tidak bosan untuk datang dan mentaati semua aturan.
1. Buanglah sampah pada tempatnya yang telah kami sediakan
2. Jaga diri masing-masing/hati – hati.
3. Jangan gaduh, jangan berdesak-desakan.
4. Jangan melewati pagar, ikuti aturan pemandu.
5. Batas Waktu jam 05.000 s/d jam 18.00.

Terimakasih atas kunjungannya,

Bandung, 1 Mei 2014
Kampung Ciharegem Puncak, Rt 03/20, Desa Wisata Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten bandung 40198

Jadi disebutkan namanya dalam bahasa sunda adalah Tebing Karaton yang artinya adalah kemewahan dan kemegahan alam. Memang pemandangan dari Tebing Keraton ini begitu menyenangkan sih, begitu hijau sepanjang mata memandang. :)

Peta Lokasi Dan Cara Menuju Tebing Keraton :

Mau tahu cara menuju Tebing Keraton dengan pemandangan sekitarnya yang cantik seperti ini?
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Mau tahu cara menuju Tebing Keraton dengan pemandangan sekitarnya yang cantik seperti ini?

Sebenarnya cara untuk menuju Tebing Keraton ini tidak terlalu susah kok, bahkan buat orang yang baru pertama kali ke Bandung sekalipun. Asal bisa baca peta dan engak buta arah. Untuk yang perlu panduan menuju Tebing Keraton Bisa mengikuti petunjuk dibawah ini. Saya buat start awal dari Stasiun Bandung karena paling mudah dikenali dan sebagian besar orang datang ke Bandung dari Stasiun.

  • Dari stasiun Bandung bisa melawan arus dengan belok ke kanan setelah dari puntu keluar, atau memutar. Jika memutar akan melewati Jalan Kebon Kawung – Jalan Hos Tjokro Aminoto – Jalan Pajajaran – Jalan Cicendo. Sementara Jika melawan arah akan langsung bertemu dengan pertigaan ujung Jalan Cicendo.
  • Ikuti saja jalur Jalan Aceh (belok Kanan) – Jalan Kebon Jukut – Jalan Perintis Kemerdekaan (belok Kiri masih di Jalan perintis Kemerdekaan) hingga melewati Balai Kota Bandung.
  • Kuncinya adalah menuju Jalan IR H Juanda, Ikuti saja jalan tadi menuju arah ITB, hingga melewati Jalan Layang Pasopati hingga berteu Terminal Dago.
  • Setelah melewati Terminal Dago, masih lurus hingga ketemu jalan bercabang kekiri dan ke kanan. Ambil yang kanan dan sedikit menanjak ke atas hingga bertemu indomaret di kiri jalan. Tidak lama setelah itu akan ada pertigaan, belok kiri menuju THR Ir. H Juanda.

    Petunjuk utama menuju Tebing Keraton setelah melewati THR IR H Juanda.
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest

    Petunjuk utama menuju Tebing Keraton setelah melewati THR IR H Juanda.

  • Setelah melewat THR Ir. H Juanda, lurus saja sebentar hingga bertemu pertigaan kearah kanan dengan banyak papan bertuliskan “Bukit Pakar Utara” dan petunjuk Tebing Keraton 5KM. 

    Bahkan di jalan menuju Tebing Keraton juga bisa melihat pemandangan Kota Bandung dari atas. Kalau malam pasti cakep nih!
    • Facebook
    • Twitter
    • Google+
    • Pinterest

    Bahkan di jalan menuju Tebing Keraton juga bisa melihat pemandangan Kota Bandung dari atas. Kalau malam pasti cakep nih!

  • Setelah ini beberapa bagian jalanan akan sedikit rusak, namun masih manusiawi. Lurus ikutin jalan saja, setelah ini mulai banyak petunjuk yang memandu menuju Tebing Keraton.
  • Setelah berada di Jalan Bukit Pakar, kira – kira rutenya begini : Jalan Bukit Pakar Utara – Jalan Bukit Pakar Barat – Sekejolang – Cihargem – Cihargem Puncak. Pintu masuk dan loket Tebing Keraton sendiri berada di Jalan Cihargem Puncak

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

56 Responses

  1. Noted.
    Imformatif banget artikelnya, nanti mau kesini juga.

  2. Lagi ngehitz banget tempat ini, tapi aku blm minat datang hehehe
    Eh aku kmrn nyobain selbak di pasar cisangkuy, agak2 aneh rasa nya tapi kata temen gw enak banget hehehe

  3. walley says:

    dulu tempat ini sama sekali nggak hype, gegara tiap ada yang poto selfies di RT sama account @infobdg tiba-tiba aja nama tebing keraton dan selfienya mendunia…..

  4. Zaman sekarang, emang the power of social media gede banget ya hehehe. Tapi emang keren banget sih tebing keraton, plus lokasinya yang cocok buat getaway dari hiruk pikuknya kota bandung :)

  5. kangdede says:

    Widiiih lengkap banget artikelnya Bro.., banyak banget lho tempat wisata di bdg yang belum diekpos padahal ga kalah keren seperti bbrp waktu lalu saya sempat jalan2 ke Batukuda, lumayan keren buat ngadem, teringat waktu dilembur.. BTW, Kalo Judul artikel ini mempertanyakan Karaton atau Keraton, saya malah jadi punya pertanyaan, THR = Taman Hutan Raya atau Taman Hiburan Rakyat sih yang betul?

    • Rijal Fahmi says:

      Wah, iyakah? Batu kuda pernah denger sih, tapi belom pernah kesana :D kalau THR yang sering denger sih Taman Hutan Raya, tapi kalau salah mohon dikoreksi ya :D

  6. Wah skrg ud rapi ya, september kmrn kesana pembatasnya cuma dari tambang yang diiket ke bambu. Hororr banget

  7. Evi says:

    Tempatnya emang keren untuk selfie ya Mas..Untung lah sudah dikelola dengan baik..Ada yang mengawasi dan menjaga sehingga pengunjung pun takan semena-mena buang sampah sembarangan

  8. Elangg says:

    Jadi tebing karaton ini baru dibuka 2014 kemarin ya mas? Kece badai pemandangannya! Nama Karaton jadi inget waktu jalan-jalan ke Tangkuban Perahu, eh ternyata sampai di sana namanya Tangkuban Parahu. Hehehe..

    Saya kemarin baru jalan-jalan ke Telaga Sarangan, Magetan. Pemandangan waktu perjalanan naiknya, gila keren! Pasti mas Fahmi sudah pernah kesana..

    Oiya, buku Traveler’s Note plus tanda tangan dari penulisnya langsung sudah sampai di tangan dengan selamat mas, terima kasih banyak! Sukses terus buat sampeyan :)

    • Rijal Fahmi says:

      Ini beda, baru ngehits sih emang si tebing keraton ini :D Kalau telaga sarangan sudah pernah, tapi masih kecil dulu, ada tante yang rumahnya di madiun soalnya. Rumah saya sendiri di blitar :P Semoga bukunya bisa bermanfaat ya ^^

  9. Meidi says:

    Sekarang masih tetap jadi tempat wisata favorit yahh, untung pas kamu dateng ga rame banget mii, temen aku cerita waktu dia ke sana penuh banget.
    itu namanya jadi Tebing Karaton di papan situ pasti gara-gara bahasa Sunda heheheh

  10. ndop says:

    Hmm.. ntar aja deh ke sininya. masih ngidam ke bromo dulu bhahahhaa..

  11. Asih Rahayu says:

    Ada niat pengen ke tebing keraton tapi waktunya yang belum siap. Open trip kak wkwkwk (*saran)

  12. selbak itu apa rasanya mas? manis, gurih?

    Tau tempat ini pertamakali dr blognya pergidulu tuh, tp blm pernah datangin juga :D… cakep bgt sih kliatannya, jd penasaran seserem apa mw foto di pinggirnya itu ;)

  13. Ahmed Tsar says:

    nama Aslinya. Cadas Jontor juga catchy tuh, unik. Itu kalau ditelusurin, Tebing Keraton masih terusan patahan lembang ya yg katannya berpotensi Gempa?

    oia, semoga di atas Tebingnya tidak menjamur warrung-warung tenda seberti di Bukit Dago…

  14. Salman Faris says:

    salah satu alternatif wisata alam terutama dataran tinggi di Bandung, nice banget, jadi pengen kesana kalau kebandung

  15. blognya informatif banget..
    tp kesananya penuh perjuangan kah?

  16. bpras says:

    Wah, lagi hits nih Tebing Keraton. Btw jadi pingin coba ngerasain makan seblak .. :)

  17. Rinrin says:

    Baru tahu ada Tebing Keraton di Bandung. Emang cocok buat selfie

  18. ded says:

    Tebing Keraton memang krreeennn… :)

  19. Goiq says:

    akhir pekan kemarin aku ke sini. Tapi ngga berani foto di luar pager karena habis hujan dan licin banget. Takut kepleset. hahahahaha

  20. lindaleenk says:

    Sebagai orang yg takut ketinggian, ga bisa pergi ke tempat kayak gini :|

  21. Beby says:

    Tebingnya keren! :D

    Tapi banyak yang selfie sampek naik-naik batu gitu, padahal pagarnya jugak pendek.. Berani banget.. ._.

  22. waaaahhh… aku ketinggalan tren!! Belum selfie di sini… duh gimana dong? Jadi gelisah nih…

  23. Catatannobi says:

    waaahh Tebing Karaton tah, selama ini taunya Tebing Keraton :p
    klo hari libur spot selfienya mesti ngantri ya

  24. TripID says:

    Pengen selfie juga ah di tebing keraton yang lagi hit

  25. Marlon managi says:

    Wah skrg udah seperti ini yah tebing keraton hehehe dl masih acak adut heheh Sebenarnya nama bukan tebing Keraton atau Tebing Karaton. Nama asli tempat ini adalah Cadas Jontor. Tempat motret para wild life photography sebenernya hehehe Ngetrend namanya jadi Tebing keraton entah dari mana. hehehe nice artikel. trims udah mampir juga komandan

  26. Agung Gidion says:

    Laah itu Mas Fahmi, itu ternyata sejarahnya mas tulis ulang dibawah gambar, saya malah baca yang digambar pake melotot2 lagi.. hahha

    Keren dan nice info Mas..

    Semoga Tebing Karaton tetap terjaga.. *saya belum kesana

  27. Indah Jelita says:

    Waahh informasinya lengkap banget.. Terima kasih sudah kasih seluk beluk menuju ke lokasinya. Dan iya Tebing Keraton ini sempet hits banget di social media, sayangnya belum dapat mengunjunginya. Huhu.

  28. Keren.
    Kapan-kapan kalau ada waktu dan kesempatan, mau ke sini ah :D

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: