Bukit Moko, Bandung Punya!

Bukit Moko Bandung Jawa Barat adalah salah satu alasan kenapa saya begitu pengen untuk traveling ke Bandung lagi dan lagi… Apalagi setelah kunjungan saya ke Kota Bandung tahun 2012 lalu gagal menemukan lokasi bukit ini. Dengan jarak saya ke Kota Bandung menjadi lebih dekat jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu ketika saya masih tinggal di Pulau Dewata. (Ps : Sekarang di Bandung juga ada tempat yang sedang ngehits mirip seperti Bukit Moko, namanya adalah Tebing Keraton)

Menyambangi Bukit Moko Bandung Jawa Barat adalah suatu keharusan untuk saya. Kebetulan pula lebaran tahun 2013 ini saya tidak pulang kampung, jadinya menyempatkan untuk bikin acara mudik ke bandung, meskipun kota dengan julukan paris van java ini bukan kampung halaman saya. (Ps : Kalau mau menginap di bandung, bisa menginap di hostel murah tapi nyaman Pinisi Hostel)

Harga tiket masuk ke Bukit Moko ini juga cukup terjangkau. Makanya sampai sekarang, ini adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang populer dikunjungi. Terutama ketika malam hari. Soalnya memang pemandangan malam hari dari tempat ini sangat indah. Pokoknya, tidak cukup deh sekali mengunjungi tempat wisata di Bandung ini.

Percobaan Kedua Mencari Bukit Moko!

Kota Bandung malam hari dari atas Bukit Moko
Kota Bandung malam hari dari atas Bukit Moko

Dikalangan pecinta fotografi Kota Bandung, sepertinya nama Bukit Moko sudah tidak terlalu asing lagi. Apalagi ketika sedang disana saya banyak sekali melihat orang yang membawa kamera DSLR. Kalau tidak salah ingat, saya pertama kali tahu keberadaan bukit ini setelah membaca blog mas wiranurmansyah yang judulnya “Melihat Bandung Dari Moko”. Dari situ, saya begitu tertarik untuk mengunjungi bukit yang katanya bisa melihat Kota Bandung dari ujung ke ujung *dan itu ternyata benar sekali*.

Oke! Setelah percobaan pertama yang gagal, karena saya menganggap bahwa Caringin Tilu adalah Bukit Moko, percobaan kedua ini membuahkan hasil! Saya sampai pada tempat yang semestinya *horee! enggak kesasar lagi*. Bedanya, kali ini saya tidak datang dari arah Bandung, tetapi langsung dari Gunung Tangkuban Perahu dengan sepeda motor kesayangan saya. Terus bagaimana saya tahu arahnya? Gampang! Saya pakai aplikasi Google Map dengan fitur navigasi, dengan menggunakan Caringin Tilu sebagai titik acuan.

(Baca Juga : Tebing Keraton Atau.. Tebing Karaton Sih!?)

Pemandangan malam dengan bintang seperti ini bisa dilihat dari Bukit Moko, Bandung kalau lagi cerah cuacanya :)
Pemandangan malam dengan bintang seperti ini bisa dilihat dari Bukit Moko, Bandung kalau lagi cerah cuacanya :)

Cara untuk menuju Bukit Moko sendiri ada tiga jalur yang bisa dilewati. Pertama, saya bisa lewat jalur jalan Bojong Koneng yang memiliki jarak yang paling dekat jika dibandingkan dengan yang lainnya. Namun jalur ini katanya memiliki medan yang menantang dan sedikit ekstrim. Konon katanya juga hanya bisa dilewati oleh kendaraan lintas alam. Kedua, saya bisa mencoba lewat jalan Cimuncang, namun selain saya kurang tahu jalannya, jalur yang satu ini memiliki jalan berbatu dan cukup berkelok-kelok.

Nah, yang paling gampang dan cukup direkomendasikan untuk menuju ke Bukit Moko adalah dengan melewati jalur yang ketiga, jalur Padasuka. Lewat jalur lewat Padasuka ini adalah jalur umum yang bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Sebagian besar jalanannya sudah beraspal walaupun tidak semuanya, dan masih lebih manusiawi dilewat oleh kendaraan yang menuju Bukit Moko.

(Baca Juga : Kawah Putih Ciwidey, Romanticly Dangerous!)

Namun sebenarnya kalau dari Bandung Kota, rute menuju Bukit Moko lewat Padasuka tidak terlalu susah, cari saja arah Saung Angklung Udjo (bisa dengan gps atau mengikuti petunjuk arah yang ada), dan kemudian lanjut ke Jalan Padasuka. Terus aja ke atas sampai Caringin Tilu yang terdapat banyak warung lesehan-nya itu. Dari situ bisa beristirahat sambil makan dulu, atau langsung ikuti jalan hingga nemu jalan rusak.

Nah! Kalau sudah ketemu jalan rusak tadi, ikuti saja terus keatas hinga melihat tanjakan dewa dengan kemiringan yang ekstrim. Lebih enak lagi, kalau malam hari akan kelihatan satu titik cahaya yang berasal dari Warung Daweung di Bukit Moko. Cahaya itu bisa digunakan sebagai acuan untuk mencari Bukit Moko.

Atau bisa juga ngeleseh di Warung Daweung sambil ngobrol bareng temen seperti ini.
Atau bisa juga ngeleseh di Warung Daweung sambil ngobrol bareng temen seperti ini.

Dari lokasinya yang berada di ketinggian kurang lebih 1500 mdpl, Bukit Moko sangat pas jika dikunjungi dari sebelum matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya. Apalagi jika bukan untuk melihat momen sunset dan sunrise dari tempat ini. Sayang kemarin saya tidak bisa berlama – lama di Bukit Moko, selain karena si pacar salah kostum dan menggigil kedinginan, keesokan harinya saya juga harus nyetir dari Bandung ke Jakarta nonstop.

Jadi dipastikan akan ada kunjungan ke tiga dan seterusnya ke Bukit Moko Bandung Jawa Barat karena tidak bisa berlama – lama. Kali ini, saya hanya menghabiskan beberapa jam sambil menikmati pisang goreng yang dibeli dari Warung Daweung dan beberapa jepretan foto tanpa tripod di bukit yang katanya paling romantis se-Bandung raya ini :P. Jadi, ada mau ikut saya ke Bukit Moko lagi?

Damn! I missed this hill already :(
Damn! I missed this hill already :(

(Baca Juga : Rame – Rame Ke Gunung Tangkuban Perahu)

Tips Wisata Ke Bukit Moko

  • Kalau datang ke Bukit Moko dalam kondisi kelaparan, mampirlah di Caringin Tilu untuk makan terlebih dahulu. Disitu ada banyak lesehan yang menjual makanan, atau bisa juga makan di Warung Daweung yang ada di Bukit Moko. Cuma kebanyakan hanya makanan ringan saja di Warung Dawung ini.

    Harga makanan di Warung Daweung, harga mahasiswa?
    Harga makanan di Warung Daweung, harga mahasiswa?
  • Tanjakan terakhir yang menuju Bukit Moko adalah tanjakan dewa, susahnya minta ampun karena kemiringannya mungkin bisa lebih dari 45 derajat. Di tanjakan ini, jika menggunakan sepeda motor matic, sebaiknya yang dibonceng turun saja dan jalan kaki (tidak terlalu jauh lagi). Karena dipastikan tidak akan kuat nanjak. Untuk mobil, pastikan kondisinya prima, kuat nanjak atau lebih baik lagi jika menggunakan mobil four wheel drive :P
  • Pastikan kondisi rem berfungsi dengan baik, dan jangan berpikir negatif seperti “Kalau turun terus rem mati gimana ya?” Percaya atau enggak, entah karena mistis atau sepeda motor saya sudah perlu diservice, saya sempat mengalami kejadian yang memompa adrenalin ketika turun dari Mukit Moko (baca: rem depan blong). Meskipun kejadian itu hanya terjadi beberapa saat saja, dan kemudian rem kembali normal. Sekedar infomasi saja, turunan menuju bawah lumayan curam, jadi dipastikan akan meluncur bebas dengan kecepatan lebih dari 60 Km/jam jika turun dengan tanpa rem sama sekali. *jangan dicoba*.
  • Kalau nggak mau nge-camp di Bukit Moko, bisa nginep di bandung. Bisa nginep di hotel yang ratenya enggak terlalu mahal tapi strategis semacam Fave Hotel ini. Sorenya bisa jalan – jalan dulu di kota, agak malem baru beranjak ke Bukit Moko! Asoy bukan? :D

Harga Tiket Masuk Ke Bukit Moko

Harga tiket masuk ke tempat ini tidak terlalu mahal. Untuk masuk ke tempat wisata di Bandung ini pengunjung harus membayar tiket sebesar IDR 15.000 per orang. Beda lagi jika kamu masuk ke tempat wisata Bandung Puncak Bintang, kamu harus membayar biaya tambahan sebesar IDR 8.000.

Warung Daweung adalah tempat yang cukup populer dikunjungi disini. Jika ingin masuk ke Warung Daweung, kamu harus membayar lagi tiket masuk sebesar IDR 10.000. Disini juga bisa berkemah lho! Mau berkemah gak? Tapi harus bayar ya.

Jika ingin berkemah di Warung Daweung Moko, kamu harus membayar biaya tambahan sebesar IDR 10.000. Biaya parkir disini adalah IDR 5.000 untuk kendaraan roda empat dan IDR 3.000 untuk kendaraan roda dua. Kalau mau makan di Wareung Daweung juga nggak mahal, harga makanan di Warung Daweung berkisar di harga Rp 20.000.

Peta Dan Rute Ke Bukit Moko :

Berikut peta dan rute menuju Bukit Moko, semoga enggak nyasar kalau pergi ke Bukit Moko menggunakan Peta ini ya ^^

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
28 Responses
  1. Dimas Agil R.K.

    Nah ini ni, yg bikin pengen banget ngeksplore Bandung lbh luas lagi. Kece bener. Dr Bandung berapa jam sih?
    Saya jg ngandelinnya Google Map kalo jalan2. Hehe
    Kmrn kesana naek motor kan?

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      Dari jakarta kemaren sih hampir 10 jam, soalnya pas peak season == ampun dah macetnya *hammer* terus si google map emang andalan, apalagi buat yang doyan naik motor kayak saya hehe :D

  2. Rhea

    “Bukit Moko sangat pas jika dikunjungi dari sebelum matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya.”
    tanya dong mas.. disana ada tempat buat nginep atau bisa buka tenda?
    thanks! ^^

  3. yuda satria

    mau info dnk,,tim ane rencana awal bulan sktr tgl 8 nov,mau brgkt ksana,,cuma naek kendaraan umum,,kira” transit nya sulit gk???kita rombongan dri jkt..emang sengaja mau backpacker,expedisi fotography wilayah sana,,terima kasih

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      ribet banget kalau naik kendaraan umum == mending sewa motor aja dibandung, enggak terlalu mahal kok. Saya pernah dapet harga 75 ribu per/hari untuk sewa motor :)

  4. javachic

    Bingo! sepertinya saat ini wallpaper PC saya sdg pake foto dr Bukit Moko, krn wkt itu saya dan dear hubby asik aja jalan on Vespa Ride kemana si vespa melangkah, dan kl baca detil blog ini rasanya gk salah deh it was bukit Moko. Gak bakalan lupa dgn rute ekstrimnya (mnrt saya) yg kt namakan akhirnya “Perjalanan ke Langit” krn pemandangan langit yg bgt clear dan endless, kt nemu rute yg biasanya hanya dilalui dgn motocross, terpaksa belok dg agak2 malu ati ama si Vespa haha.. But it was fun and nice ya krn tu, faktor surprisenya nemu panorama yg cantik, siang2…

  5. yunia rahma dewi

    tiap ke Bandung mau kesini tapi selalu gagal karena masih belum terlalu hapal jalanan Bandung *maklum pemula*. abis baca postingan ini makin ngebet mau kesanaaaa! rencana balik lagi ke Bandung agustus nanti dan semoga sampe kelokasi ini!! makasih infonya kak!! yossh~

    @yuniasastra

  6. Adam Langen

    Wih akhir oktober mau kesana . tapi di caringin tilu jalanan masih aspal kan ? mas rijal ngeliat mobil yang naik ke pas bukit mokonya tidak ?

    1. Rijal Fahmi

      sampe caringin tilu jalanan masih aspal, tapi kalau naik ke bukit moko aspal yang setengah ancur, terus pas tanjakan terakhir semacam kerikil gitu. mobil kalau yang jarak tanah dengan bodynya jauh mungkin bisa sih :D tapi rekomended sepeda motor dah~ jalanannya benar2 ancur :D

  7. aggghhhh, bacany aja udh tertarik bgt..menantang nih medannya :D.. suka deh ama tempat2 yg bgini…apalagi stlh sampai, tempatnya emg bgs bgt gituuu ^o^..Aku lbh trtarik dtangin ini drpd tebing keraton td mas

  8. dhina

    info dong, bukit moko waktu operasionalnya jam berapa? kalo kesana jam 12 malam ke atas masih bisa di kunjungi atau tidak bang?

  9. truexplorer

    Bukit mokonya keren, tapi hati-hati jangan terjebak oleh tukang parkir yang memeras anda. Jika dia meminta uang parkir mobil 20 ribu atau lebih, tolak saja dan bilang harga tsb tidak masuk akal. 10 ribu juga udah kemahalan

  10. Sumaatmaja

    Memungkinkan ga sih klo ke bukit moko, tp nginep nya di mobil aja? Soalnya ga betah nge camp dan kayanya lelah bgt klo bolak-balik ke penginapan 😭

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: