Kota Malang : My Second Home Town!

Kota Malang, kalau ngomongin tentang kota ini, kira – kira apa sih yang bakal terpikirkan dari kota yang pernah dikenal sekali sebagai kota apel ini? Yang pasti, kalau untuk saya kota ini pernah membuat saya betah tinggal di dalamnya selama menjadi mahasiswa.

Lebaran tahun 2012 ini, kebetulan saya mempunyai kesempatan untuk menyambangi kota yang pernah saya tempati selama kurang lebih 5 tahun. Kota tempat saya berjuang, berjibaku demi mendapatkan gelar sarjana.

Kota Malang Itu Bagaikan Kampung Halaman Kedua Saya

Sudah hampir setahun saya tidak mengunjungi kampung halaman kedua ini. Memang kemarin saya hanya menghabiskan waktu tidak lebih dari dua hari di kota Malang. Tetapi, tetap saja dua hari tersebut seolah membawa saya melompati waktu, bepergian ke masa lalu. Betapa kota Malang masih tetap seperti gambaran saya beberapa tahun lalu. hufhh! I felt so nostalgic at that time.

(Baca Juga : Seribu Satu Kuliner Indonesia : Bakso)

Suasana Kota Malang, dimana saya, dan teman saya berfoto di alun - alun tugu, setahun yang lalu :)
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Suasana Kota Malang, dimana saya, dan teman saya berfoto di alun – alun tugu, setahun yang lalu :)

Kota Malang, kota dingin dengan puluhan tempat nongkrong terbaik!

Dulu, ketika saya sadar kalau ternyata nongkrong itu asik. Saya baru tahu kalau kota Malang adalah kota yang memiliki tempat nongkrong paling asyik dan ekonomis. Sekelas Bali pun kalah euy! Apalagi untuk kantong mahasiswa, Hehe!

Sebut saja salah satu tempat nongkrong favorit saya diwaktu weekend, SOB Ijen. Dengan menu utamanya adalah STMJ dan beberapa menu lainnya, SOB ijen ini tidak pernah sepi. Karena harga makanan dan minumannya tidak terlalu mahal(antara Rp. 5000 – 15000 ), sebagian besar pengunjungnya adalah para mahasiswa yang juga merangkap sebagai batman (baca: suka begadang di waktu weekend).

Kalau ingin kumpul dan ngakak rame – rame, atau ingin sekedar bersosialisasi, SOB Ijen yang berada di jalan Ijen adalah pilihan yang pas. Saya dulu juga salah satu pelanggan yang cukup setia. O iya, model berjualan SOB ini juga cukup unik loh! Mereka berjualan dengan Mobil VW comby yang telah dimodifikasi, sehingga mirip sebuah stand minuman.

(Baca Juga : Kenapa Harus Bertualang Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru?)

Lain lagi ceritanya, kalau ingin mencoba nongkrong di pinggir jalan sambil menikmati deru kendaraan yang berlalu – lalang. Lesehan yang ada di sepanjang jalan Soekarno Hatta bisa menjadi pilihan. Memang di sepanjang jalan ini banyak terdapat warung kopi lesehan yang buka di depan toko, atau di dekat trotoar. Yang jelas, kalau ingin merasakan sensasi malam hari kota Malang yang sebenarnya, bisa di coba untuk mampir ke jalan Soekarno Hatta ini. Jangan khawatir, harganya selalu harga mahasiswa kok,ini kan kotanya mahasiswa :)

Kota Malang adalah, salah satu surga kuliner di Jawa Timur

Selain tempat nongkrong, satu hal yang paling saya sukai dari kota malang adalah kuliner yang begitu banyak macamnya. Bahkan waktu 5 tahun tinggal di kota malang tidak cuku untuk mencoba setiap kuliner yang ada di kota ini.

Ehm,, oke saya bohong, harusnya waktu 5 tahun adalah waktu yang  lebih dari cukup untuk menjajal setiap kuliner yang ada di kota apel ini. Saya baru aktif dengan aktifitas perburuan kuliner dimasa akhir kuliah saya. Loh, kenapa?? biasa,, masalah klasik, saya termasuk salah satu mahasiswa kere yang harus tahan makan lalapan ayam hampir tiap hari waktu itu, Hehe! Baru diakhir kuliah ketika saya sudah mendapatkan part time sebagai webmaster, saya mempunyai hobi sebagai pemburu kuliner!

Dari begitu banyaknya jenis kuliner yang ada di kota Malang, mulai dari orem – orem, soto, jajanan pasar dan lainya. Bakso yang ada di kota Malang adalah yang menurut saya paling enak dan rasanya paling berkesan. Dari sekian banyak bakso yang pernah saya coba di berbagai kota, belum pernah yang rasanya seperti bakso di kota Malang. Apalagi bakso bakar cak man, dengan harga sebiji Rp. 1500 dan antrian panjang pun, I’ll fight for it!! Bakso bakar cak man ini pedasnya pas, baksonya enak! nyam! :)

(Baca Juga : 5 Kuliner Enak Indonesia Yang Wajib Dicoba!)

Mau Wisata? Banyak!!

Meskipun saya bilang ada banyak tempat wisata di kota Malang, secara literal  yang paling banyak adalah wisata kuliner, mall, dan spot untuk olahraga ataupun bersantai. Untuk wisata alam, kebanyakan bisa harus dicapai dengan kendaraan bermotor dalam waktu 1 – 2 jam. Seperti kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang dapat dicapai dengan kendaraan umum atau sepeda motor melalui jalur tumpang (baca catatan perjalanan saya tentang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).

Untuk wisata dalam kota, wisata sejarah-lah yang mudah ditemukan di kota Malang. Salah satunya Museum Brawijaya malang yang berada di jalan Ijen.  Didekatnya adalah jalan ijen, atau juga dikenal sebagai Ijen Boulevard. Jalan ijen inilah yang menurut saya adalah jalan paling cakep di kota malang. Berjalan – jalan atau bersepeda disepanjang jalan ini serasa kembali ke era kolonial. Karena dijalan ijen ini masih terdapat banyak bangunan sisa dari era kolonial kota Malang. Di jalan ijen ini juga, setiap tahunnya diadakan acara Malang Tempo Dulu.

Udara dingin pagi hari kota Malang adalah favorit jogging lover seperti saya. Malang memiliki sebuah lapangan yang selalu dipenuhi para jogging mania di waktu weekend. Lapangan Rampal namanya. Dulu waktu saya masih tinggal di kota ini, saya selalu rajin jogging di hari sabtu atau minggu. Selain bisa menyegarkan badan, lapangan rampal adalah tempat yang pas untuk cuci mata :p. Selesai jogging pun bisa melanjutkan perburuan kuliner di pasar minggu yang berada di dekat jalan ijen.

Kotanya Para Mahasiswa!

Sekalipun saya belum pernah survey, tapi saya yakin kalau kota Malang adalah kotanya para mahasiswa! Ada beberapa universitas besar di kota ini, baik yang negeri atau pun swasta. Bisa jadi udara yang sejuk di kota malang menarik perhatian para calon mahasiswa untuk belajar disini. Paling tidak, itulah salah satu motivasi saya ketika dulu memutuskan untuk menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang ada di kota Malang.

Kota ini juga masuk sebagai kota dengan persentase terbesar cewek cakepnya! nah loh! Well, sebagai cowok, dulu saya sempat kepikiran pengen dapet jodoh dari kota ini. Meskipun pada prakteknya, hingga saya bermigrasi ke pulau dewata saya masih gagal. Hehe! I miss that city now :) Berbahagialah, yang punya kesempatan berlama – lama di kota ini.

PS : Ternyata saya cuman punya sedikit sekali dokumentasi tentang malang, next time pengen liburan ke malang dah T_T

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

9 Responses

  1. irmalia noor says:

    Amazing ..””

  2. fhusyaanggun says:

    Kota Malang, tempat merantau para mahasiswa dari berbagai daerah. Walaupun dalam kota jarang ada tempat wisata, tapi dari kota Malang akses ke tempat wisata di kota Batu dan Kabupaten Malang sangat dekat.

    Malang benar-benar amazing

  1. February 26, 2013

    […] hampir 14 jam ber-Bikepacking dijalanan, akhirnya saya sampai di Kota Malang ketika hari sudah gelap. Capek banget, sempat nyungsep juga di padang pasir Bromo karenat terlalu […]

  2. March 24, 2013

    […] tidak seperti beberapa kota favorit saya seperti Malang, atau Yogyakarta yang mempunyai banyak tempat nongkrong asik, yang juga gampang sekali ditemukan. […]

  3. May 21, 2013

    […] Sekilas bentuknya mirip dengan bakso yang dengan mudah bisa ditemukan di Indonesia, tetapi setelah saya mencoba memakannya, rasanya berbeda. Sudah jelas sih, kalau dilihat dari namanya saja, makanan yang aslinya berasal dari Malaysia ini berbahan dasar ikan, bukan daging seperti bakso. Meskipun bulatan – bulatan putih Sup Bebola Ikan ini mengingatkan saya pada bakso favorit saya yang ada di kota Malang. […]

  4. October 7, 2013

    […] Nah, yang cara memasaknya seperti itu, biasana disebut sebagai bakso bakar. O iya, Menurut saya, Kota Malang adalah kota yang mempunyai banyak bakso enak. Kalau enggak percaya, silahkan dicoba berburu kuliner […]

  5. October 11, 2013

    […] Malang, mungkin yang jualan adalah orang Malang, karena itu namanya ada embel – embel Kota Malang-nya. Meskipun tempat jualannya kecil, dan berada di tepi jalan, Es Dawet-nya enak sekali, manisnya […]

  6. October 25, 2013

    […] mudah ditemukan di berbagai pelosok Indonesia, tetapi menurut saya cita rasa Bakso yang ada di Kota Malang belum terkalahkan. Bakso yang ada di kota itu adalah yang terenak.  Jadi, kalau mau merasakan […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: