Kakunodate, Desa Samurai Keren Di Jepang!

Perjalanan tanpa itinerari ketika backpacking ke jepang selama 13 hari di Jepang sukses membawa saya ke sebuah desa terpencil yang pernah menjadi tempat tinggal para samurai di Jepang. Namanya adalah Kakunodate, berada di kawasan Akita Perfecture.

Kakunodate sebenarnya adalah bekas kota benteng dan kubu samurai Perfektur Akita di jaman dahulu. Dulu disini juga ada Kastil Kakunodate, namun sekarang suadh tidak ada lagi. Kota ini juga terkenal dengan tradisi samurai juga ratusan shidarezakura, yang membuat Kakunodate sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati musim sakura di Jepang.

Meskipun saya bilang kalau kota ini lokasinya terpencil, hebatnya akses ke Kakunodate bisa ditempuh dalam waktu 1 Jam 12 menit saja dari Kitakami, dengan naik Shinkansen Komachi. Atau jika berangkat dari langsung dari Tokyo, juga bisa naik Shinkansen Komachi dengan waktu tempuh 3 Jam 14 menit. Yah yang namanya Jepang tetaplah jepang, transportasi kereta mereka memang paling bisa diandalkan di seluruh dunia :).

Mengintip rumah para samurai yang kondisinya masih tetap sama sejak abad ke 16
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Mengintip rumah para samurai yang kondisinya masih tetap sama sejak abad ke 16

Jaman memang sudah berubah, Kakunodate bukan lagi kota benteng yang ditinggali oleh para samurai untuk mempertahankan daerahnya. Pun begitu kondisi Kakunodate tetap tidak berubah sejak didirikan pertama kali pada tahun 1620.

Kakunodate hampir tetap seperti dahulu, ketika kota ini dibangun dengan tipikal dua daerah yang berbeda, yaitu distrik samurai dan distrik pedagang. Kakunodate pernah menjadi rumah untuk 80 keluarga samurai, dan sampai sekarang merupakan distrik yang menjadi contoh terbaik dari arsitektur samurai di seluruh Jepang.

Halaman salah satu rumah samurai yang unik di Kakunodate
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Halaman salah satu rumah samurai yang unik di Kakunodate

Sakura dan samurai-lah yang membuat saya mau jauh – jauh datang ke Kakunodate, keduanya memang begitu terkenal di Jepang.  Setelahnya, saya selalu suka dengan kota kecil yang tenang seperti Kakunodate. Memang mayoritas penduduk kota samurai ini rata – rata menggunakan transportasi sepeda atau berjalan kaki, dan sebagian menggunakan mobil. Jadi enggak ada yang namanya bising karena kendaran pribadi yang berlebihan. Yang saya rasakan ketika berjalan kaki menuju distrik samurai dari stasiun JR Kakunodate hanyalah ketenangan dan kedamaian.

Yup, saya berjalan kaki! Begitulah cara terbaik untuk menikmati kota ini. Berjalan kaki dari stasiun, melewati distrik pedangan yang kesannya masih seperti pada abad ke 16 lalu. Melewati distrik samurai, memasuki beberapa rumah yang pernah ditinggali samurai, dan berlanjut hingga saya menemukan pasar malam (yatai).

Sebenarnya saya mencari lokasi tempat melihat Sakura yang mekar di Kakunodate, sayangnya saya datang terlalu awal. Hanya beberapa Sakura saja yang sudah mekar bunganya. Akhirnya saya malah mencoba beberapa jajanan yang dijual di pasar malamnya deh. Lain kali, saya akan datang lagi diwaktu yang pas, sehingga saya bisa melihat ribuan Sakura yang mekar secara bersamaan ^^

Sakura seperti inilah yang saya cari di Kakunodate.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sakura seperti inilah yang saya cari di Kakunodate. (sumber : panoramio.com)

Sayangnya saya datang terlalu cepat. Sakuranya malah belum mekar deh.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sayangnya saya datang terlalu cepat. Sakura-nya malah belum mekar deh.

Enggak mau kecewa saya balik ke tempat pasar malam tadi.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Enggak mau kecewa saya balik ke tempat pasar malam tadi.

Sakura mekar diganti dengan takoyaki yang enak ini? Hmm, cukup adil :D
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Sakura mekar diganti dengan takoyaki yang enak ini? Hmm, cukup adil :D

Penasaran Mau Ke Kakunodate?

Weits!! enggak cuma itu saja, setelah sampai di Haneda, langsung aja ke Stasiun JR Tokyo, dan langsung naik Shinkansen Komachi ke Kakunodate. Sampai deh~~ :D
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

Setelah sampai di Haneda, langsung aja ke Stasiun JR Tokyo, dan langsung naik Shinkansen Komachi ke Kakunodate. Sampai deh~~ :D

Mari Berjalan Dan Bercerita Kawan!
Follow catperku Instagram @idbcpr, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Support catperku dengan berdonasi, kerjasama, atau beli buku penulis : The Traveler Notes : BALI, THE ISLAND OF BEAUTY

Yang Banyak Dicari

Komentar Pembaca Adalah Bahan Bakar Semangat Saya Untuk Terus Menulis!

comments

Fahmi (catperku.com)

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!

You may also like...

19 Responses

  1. Saya pengen ke Jepang suatu saat. Jepang itu sedikit dari bangsa Asia yg punya budaya disiplin yg sangat tinggi, modernisasi tidak melunturkan identiras mereka. Mengagumkan.

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      semangaat! nanti pasti bisa :D saya malah mikir kalau tiap orang indonesia harus belajar kesana, buat ngelihat sikap disiplin mereka disana. pasti bisa!!

  2. sakuranya gak nyantai aaaaaaaa

  3. duaransel says:

    kocak banget perbandingan sakura “harapan” dan “on spot”-nya =)

    • Rijal Fahmi Mohamadi says:

      hahaaa, iya mbak datangnya terlalu cepet *hiks* masih akhir musim dingin ternyata di utara -,- padahal waktu itu di tokyo udah hangat, dan udah gak ada sakura sama sekali :|

  4. bluetripper says:

    ada desa yang mirip di film the last samurai ngga kak?

  5. mutia says:

    Halo mas fahmi mau tanya, emang kmrn itu datang ke hakunodate nya tgl brp dan bln berapa kok cherry nya blm mekar??

  6. mutia pratiwi says:

    Awal mei? Loh kok bs belum mekar ya mas fahmi, krn berdasarkan cherry blossom forecast (http://www.jnto.go.jp/sakura/eng/index.php) bs di lihat di link tsb, tgl segitu malah udah lewat masa mekar nya. Mei seharusnya udah giliran Hokaido untuk cherry blossom nya. Soalnya saya akhir april mau ke Tohoku (akita,iwate,aomoro) mau liat cherry blossom, apes aja kalo sampe gak bs lihat krn belum mekar, hiks :(

    • itu data cuma perkiraan saja, realnya bisa berubah :) kalau aku kemarin strateginya pindah-pindah kota gitu. Jadi di tokyo kan udah selesai mekarnya, terus ke utara dikit dapet sakura mekar yang bagus di Kitakami, nah setelah Kitakami sampai Hokkaido malah banyak yang belum mekar karena masih agak dingin :D ya gitu deh berburu sakura~ gampang-gampang susah~

  7. mutia pratiwi says:

    Iya sih, gak bs berharap 100% sama forecast, harus siap siap dengan plan B nih kalo sekira nya plan A gagal, masalahnya bgtu sampai tokyo saya langsung kejar ke Tohoku mas, stlah itu baru turun ke Tokyo,osaka,kyoto…
    Jd mas fahmi yang bener2 dpt cherry blossom nya di daerah mana mas?

  8. Sofyan says:

    Pengen banget ke sana mas…
    Gue berasa hidup di film “the last samurai” nih
    T.T

  1. October 21, 2013

    […] saya traveling. Mulai dari Pantai Kuta ketika saya masih tinggal di Bali, hingga ke sebuah desa samurai yang bernama Kakunodate nun jauh di Jepang sana. Nah, mau tau kenapa saya selalu membawa travel gadget saya si Sony Experia […]

  2. October 22, 2013

    […] yang masih memungkinkan untuk menikmati mekarnya sakura. Keempat tempat tersebut adalah Kitakami, Kakunodate, Hirosaki dan Hakodate. Karena waktu itu Tokyo saja suhunya masih lumayan dingin, jadi saya […]

  3. January 20, 2014

    […] Saya mulai dari yang tercepat yaitu Shinkansen Komachi dan variannya Super Komachi yang kecepatan operasionalnya hingga 300 KM/Jam, dan kecepatan maksimalnya bisa sampai 320 KM/jam. Saya sempat merasakan kecepatan maksimal dari Super Komachi ketika saya ke Jepang di waktu Golden Week. Super Komachi sendiri melayani rute Tokyo – Akita, namun saya hanya naik di sebagian jalurnya saja, yaitu dari Morioka – Kakunodate. […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

Pin It on Pinterest

%d bloggers like this: