Yogyakarta Sepuluh Ribu Saja!

Traveling ke Yogyakarta dengan biaya sepuluh ribu, pulang pergi? Yang Bener!? Yah, paling tidak kemaren saya tidak cuma bermimpi loh!

Yogyakarta penuh kenangan :D
Yogyakarta penuh kenangan :D

Yogyakarta Trip, #Jogja10Ribu

Perjalanan dengan tiket pesawat super murah ke Yogyakarta kali ini tidak akan terwujud jika maskapai merah Air Asia, tidak bermurah hati mengadakan promo Free Seat, hingga harga tiket untuk rute Denpasar – Yogyakarta tinggal seharga Rp. 10.000.

Ini juga kali pertama saya berkunjung ke Yogyakarta dengan menggunakan pesawat terbang. Biasanya saya berkunjung ke kota ini menggunakan moda transportasi paling ekonomis, yaitu Bus, atau moda transportasi paling romantis, Kereta Api. Dan ternyata pergi ke Yogyakarta dengan pesawat terbang itu seru juga.

(Baca Juga : Kalian Akan Terkesima, Karena Tanpa Wisata Alamnya Pun, Yogyakarta Tetap Menggoda!)

Pemandangan Gunung Merapi di kejauhan
Pemandangan Gunung Merapi di kejauhan

Seperti biasanya, yang namanya tiket promo jam penerbangannya tidak akan pernah menyenangkan! Saya harus berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai jam 6 pagi WITA. Saya sendiri bukan seorang morning person, bisa ditebak, saya orang terakhir yang datang untuk boarding!

Saya harus lari tunggang langgang untuk konfirmasi boarding, dan kemudian harus naik shuttle ke pesawat. Bandara Internasional Ngurah Rai memang sedang dimodifikasi, Jadi untuk naik ke pesawat si merah harus menggunakan shuttle car/bus.

Enaknya penerbangan pagi itu bisa menyaksikan lansekap dari kota Yogyakarta dan sekitarnya di pagi hari. Saya disuguhi pemandangan cakep Gunung Merapi di kejauhan dan Kota Yogyakarta yang dipenuhi lautan rumah dari balik jendela pesawat. Sayang saya tidak bisa menyaksikan matahari terbit dari ketinggian, karena rute terbangnya adalah kearah barat. Mungkin terbang sore hari menuju kota ini akan lebih menyenangkan yak!

Pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian
Pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian

Bandara Internasional Adi Sucipto mengingatkan saya pada Bandara Internasional Ngurah Rai sebelum di renovasi. Sebuah bandara kecil tetapi padat dengan penumpang. Memang kota Yogyakarta penuh dengan potensi pariwisata, jadi tidak heran bandaranya semakin padat saja.

Akses dari bandara menuju pusat kota pun gampang sekali, tinggal pilih! Bisa naik Bus Damri ke beberapa tujuan utama luar kota Yogyakarta seperti Magelang. Naik kereta api ke pusat kota dari Stasiun Kereta Maguwo, atau naik Trans-Jogja yang nyaman, tidak sepenuh Trans-Jakarta. Bisa dibilang bandara Yogyakarta adalah bandara internasional dengan akses transportasi termudah se-Indonesia.

Saya tidak merencanakan sama sekali trip Yogyakarta Sepuluh Ribu Saja kali ini, jadinya tanpa itinerary sedikitpun. target utama saya sederhana, ingin makan Gudeg Jogja, menyapa Sri Sultan di Keraton Yogyakarta, jalan – jalan di Malioboro, dan mengunjungi beberapa Museum. Penginapan pun saya mencari dengan cara go show, walaupun akhirnya harus memaksa saya menginap di warnet pada malam pertama, dan memesan hotel lewat Agoda di malam kedua.

(Baca Juga : Kuliner Yogyakarta Yang Enak Ini Bikin Saya Pengen Kesana Lagi! Dan… Lagi!)

Misi utama ke Yogyakarta cuma ingin sarapan pake gudeg saja :|
Misi utama ke Yogyakarta cuma ingin sarapan pake gudeg saja :|

Niat awal mau menginap di pusat kota, tapi karena harus balik ke Bali dengan penerbangan pertama jam 6 Pagi, jadi saya pesan penginapan yang dekat dengan bandara saja. Tahu kan? Saya bukan seorang morning person :p. Kebetulan saya dapat penginapan yang nyaman dengan staff yang ramah, plus diantar ke bandara dengan gratis!

Nama penginapannya adalah Surya Darma Homestay, recomended jika ingin cari penginapan nyaman di dekat Bandara Internasional Adi Sucipto :) Perjalanan ke Kota Gudeg kali ini sangat menyenangkan dan seru! Nah, lain kali ke Yogyakarta lagi harus nol rupiah tiketnya, ada yang mau bayarin!? Heheee!

(Baca Juga : Pengalaman Menginap Di Gallery Prawirotaman Hotel Yogyakarta)

Bandara Internasional Adi Sucipto. Kecil tapi akses sangat mudah.
Bandara Internasional Adi Sucipto. Kecil tapi akses sangat mudah.

PS: Sekarang Air Asia mewajibkan beli bagasi, jadi tiket PP seharga Rp. 10.000 sekarang cuma mimpi di siang bolong T_T

RIP Tiket Sepuluh ribu *hiks
RIP Tiket Sepuluh ribu *hiks

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Follow Catperku di Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Support catperku dengan berdonasi, kerjasama, atau beli buku penulis : The Traveler Notes : BALI, THE ISLAND OF BEAUTY

Yang Banyak Dicari

  • penginapan murah dekat bandara adisucipto yogyakarta untuk backpacker
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
28 Responses
    1. byteeater

      lah? yang bener? taunya sih masih mau di pindah ke bandara yang ada di kulon progo, tapi belom. kalau gak salah nama bandara barunya Nyi Ageng Serang gitu :D

  1. hehe.. waktu ada promo free seet saya nggak jadi ambil, ha wong waktunya kurang tepat je. Oiya, skrg wajib beli bagasi minimal 40rb untuk domestik, tapi kalo ke luar negeri bisa tanpa bagasi…
    Adisucipto katanya ada perluasan bandaranya, terakhir ke sana sih bulan desember lalu :D
    salam wisata

    1. byteeater

      hahah, kalau ini beli karena emang bisa sabtu minggu gitu. Air asia memberlakukan wajib beli bagasi karena banyak penumpang nakal nih, bawa bagasi berlebihan ke cabin == padahal saya sering traveling yang ga perlu bagasi..

  2. Keraton Yogyakarta, Indonesian Living Museum!

    […] Memang saya sudah lama sekali tidak berkunjung ke tempat ini, meskipun sering menginjakkan kaki di Kota Gudeg. Dan Kali ini saya sengaja mengalokasikan waktu untuk menikmati Keraton Yogyakarta, sambil […]

  3. Untuk domestik mesti beli bagasi ya sekarang. Kalau yg internasional, sejak 2011 ada Fuel Surcharge. Ga ada lagi tiket Medan-Penang, Medan-KL, dan Medan-Bangkok seharga 30ribu pp (dan airport tax) :(

    1. byteeater

      Mungkin biar si AA enggak bangkrut kali hahaa, emang rada mahal dikit sih sekarang. Malah, aku sering nemu tiket garuda lebih murah daripada AA, ya pindah ke lain maskapai to hehee

  4. Transformasi Sebuah Benteng Vredeburg - Catperku.info

    […] benteng ini menampilkan berbagai macam diorama yang bercerita tentang beberapa peristiwa penting di Yogyakarta. Sebagian besar diorama menceritakan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Diorama di […]

  5. Berburu Gudeg Yogyakarta! - Catperku.info

    […] dihitung, dari kecil sudah puluhan kali saya menyambangi Kota Yogyakarta, tetapi tetap saja kelezatan dan keunikan rasa dari Gudeg Yogyakarta selalu membuat saya kangen […]

      1. Duh, saya ini saking cintanya sama Jogja, jadi suka agak emosi kalo ada yang jelek-jelekin / meremehkan Jogja, hehehe..

        Kalau saya paling berkesan sama angkringan. Nikmatnya makan, menyeruput teh panas, dan berinteraksi di angkringan itu nggak ada gantinya di kota mana pun :))

        1. Rijal Fahmi Mohamadi

          saya juga, bukan orang jogja tapi demen sama jogja. suasaan angkringan emang gak ada duanya, kayaknya emang cuma ada di jogja deh, atmosfir kayak gitu :)

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: