Wakatobi, Aku Datang Kembali!

Saya pernah berkunjung ke Wakatobi di tahun 2013. Saking jauhnya tempat ini, saya nggak memikirkan lagi kira-kira kapan saya bakal kembali liburan ke Wakatobi. Eh, ternyata di tahun 2017 ini saya kembali bisa menyapa Wakatobi secara langsung. Asiknya, sekarang saya mengunjungi semua pulau utama ditambah satu pulau lagi!

Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko saya kunjungi semuanya. Untuk tambahannya, saya juga berkesempatan untuk menjejakkan kaki di Pulau Hoga. Pulau kecil, namun indahnya luar biasa. Serius, dari semua pulau di Wakatobi yang pernah saya kunjungi, Pulau Hoga ini adalah salah satu pulau favorit saya di Wakatobi.

Saya juga akan berada di Wakatobi selama satu minggu, waktu yang sangat ideal untuk melihat 5 pulau di Wakatobi tadi. Yang jelas, bakalan nggak tergesa-gesa deh pokoknya! Seminggu di Wakatobi itu kan lumayan lama. Meski untuk kali ini saya nggak akan diving seperti yang pernah saya lakukan ketika berkunjung kesini sebelumnya.

Selain itu, memang target saya kali ini adalah untuk mengeksplorasi keindahan Wakatobi selain keindahan alam bawah airnya yang sudah diakui dunia. Saya yakin, budaya, kuliner dan keindahan alam Wakatobi ini sama menariknya untuk dieksplore lebih jauh. Apalagi ternyata Wakatobi ini punya banyak seni budaya dan kuliner yang enak!

Main ke Wakatobi, berarti harus berlayar lagi selama 4 jam
Main ke Wakatobi, berarti harus berlayar lagi selama 4 jam

Sudah penasaran? Bisa lihat travel vlog Wakatobi saya juga lho!

Ada Banyak Kejutan Di Wangi-Wangi?

Di Wangi Wangi saya kembali menginap di Patuno Resort. Tidak seperti pada kunjungan pertama, kali ini saya lebih banyak mengeksplore Pulau Wangi Wangi. Seperti misalnya saya menemukan tempat makan di Wangi Wangi yang pemandangannya asik parah. Namanya Wasabi NUA. Cerita tentang tempat makan ini saya ceritakan disini.

Ketika di Wangi-Wangi kemarin saya menghadiri acara Wakatobi WAVE.
Ketika di Wangi-Wangi kemarin saya menghadiri acara Wakatobi WAVE.

Kemarin saya juga sempat meliput Wakatobi WAVE, sebuah festival yang menggambarkan pariwisata WAKATOBI. Nah, ketika di Pulau Wangi-Wangi saya mendapatkan sebuah kejutan. Sebelumnya saya tak pernah tau kalau di sekitar pulau ini ada banyak banget lumba-lumba. Kemarin, saya sempat diajak untuk melihat lumba-lumba. Mereka lucu banget!

Siapa sangka kalau di Wangi Wangi bisa melihat lumba-lumba.
Siapa sangka kalau di Wangi Wangi bisa melihat lumba-lumba.

Seru sekali lho melihat Lumba-Lumba hidup di alam liarnya. Apalagi disini kemarin saya gak sekedar melihat Lumba-Lumba yang berenang di alam liar saja. Namun juga melihat bagaimana interaksi antara para nelayan setempat dengan Lumba-Lumba. Iya, dari yang saya tahu, para nelayan disini mencari ikan dengan memanfaatkan keberadaan mamalia laut imut tadi! Wah, keren ya!

Kaledupa, Pulau Paling Subur Di Wakatobi

“Pulau Kaledupa ini salah satu pulau paling subur di Wakatobi lho” Kata guide saya. Sekilas, ada benernya juga sih. karena dibanding dengan 4 pulau lainnya, Kaledupa ini terlihat paling hijau. Apalagi dibandingkan dengan Pulau Binongko yang terkesan kering. Bahkan kemarin disana saya sempat diajak untuk melihat perkebunan sayur milik warga setempat.

Nggak cuma itu saja, ternyata Kaledupa ini juga punya daya tarik seni budaya yang unik. Salah satunya adalah atraksi pencak silat tradisional yang dinamakan Mansa. Mansa ini adalah seni beladiri khas Pulau Kaledupa. Sudah ada sejak dahulu, dan difungsikan untuk membela diri. Namun sekarang lebih difungsikan sebagai pertunjukan seni ketika ada wisatawan yang berkunjung ke Pulau Kaledupa.

Pulau Kaledupa tak hanya subur, tetapi mereka juga punya budaya pencak silat yang dikenal dengan Mansa.
Pulau Kaledupa tak hanya subur, tetapi mereka juga punya budaya pencak silat yang dikenal dengan Mansa.

Belum lagi, di Kaledupa ini saya juga sempat berkunjung ke Desa Suku Bajo. Karena ada beberapa desa Suku Bajo yang tersebar di sekitar Kaledupa. Lagi-lagi, saya selalu kagum dengan mereka yang bisa hidup setiap hari diatas laut, dan hidup bergantung dengan lautan.

Terakhir, ketika di Kaledupa kemarin saya gak lupa untuk mencicipi kuliner Khas Wakatobi! Soalnya, selama saya berada di Wakatobi kemarin, saya belum menemukan makanan yang gak enak. Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah ketika mencoba makanan khas Kaledupa bernama Perangi!

Di sekitar Pulau Kaledupa terdapat banyak rumah suku bajo yang berada di atas laut seperti ini.
Di sekitar Pulau Kaledupa terdapat banyak rumah suku bajo yang berada di atas laut seperti ini.

Perangi atau atau sashimi ala Wakatobi adalah makanan yang paling berkesan buat saya selama disana. Agak mirip dengan Gohu Ikan yang saya coba di ternate, tapi yang ini lebih fresh dan ringan. Lezat banget pokoknya! Sampai-sampai saya lupa foto karena keburu abis duluan. :( Makanya saya merasa beruntung banget bisa mampir ke Pulau kaledupa dan menikmati keindahannya.

Tomia Dengan Keindahan Bawah Airnya Yang Sempurna

Dua kali saya berkunjung ke Pulau Tomia. Pada kunjungan kedua, menurut saya Pulau Tomia ini makin luar biasa. Terutama pemandangan bawah lautnya. Dulu saya mencoba scuba diving pertama kali juga di pulau ini. Sayang ternyata saya kurang terlalu suka dengan Scuba Diving. Jadi ketika berkunjung Tomia lagi, saya hanya snorkeling dan free diving saja.

Pun Tomia ini adalah salah satu destinasi diving terbaik di Indonesia, namun sebenarnya juga ada banyak aktifitas lainnya disini. Tentunya yang tidak berhubungan dengan air. Seperti misalnya kemarin saya sempat berkunjung ke sisa-sisa Benteng Patua, main ke Desa Kulati dimana terdapat pantai cantik bernama Pantai Huuntete. Lalu bagian terbaiknya adalah menikmati sunset dari Puncak Kahiyangan, puncak tertinggi di Pulau Tomia.

Kali ini saya tidak diving di Tomia, tapi tetep iseng free diving.
Kali ini saya tidak diving di Tomia, tapi tetep iseng free diving.
Underwater world di Tomia memang tidak diragukan lagi keindahannya.
Underwater world di Tomia memang tidak diragukan lagi keindahannya.
Sunset yang indah dari Puncak Kahiyanga Pulau Tomia.
Sunset yang indah dari Puncak Kahiyanga Pulau Tomia.

Cerita Pandai Besi Dari Binongko

Kering, panas adalah impresi pertama setelah mendarat di dermaga Pulau Binongko, salah satu pulau terjauh dari gugusan Pulau Wakatobi. Meski katanya ada banyak diving spot di pulau ini, namun belum banyak turis mau datang kesini. Ada yang bilang, spot diving di sekitar Binongko tersebut sengaja belum diekspose karena Binongko sendiri balum terlalu siap untuk menerima banyak turis.

Foto bersama adek-adek penari di Pulau Binongko.
Foto bersama adek-adek penari di Pulau Binongko.

Namun jangan khawatir, karena meski tanpa wisata bawah air, Binongko ini juga tetap menarik. Misalnya saja, saya kemarin bisa berkeliling pulau dengan kendaraan roda tiga pengangkut barang yang dimodifikasi untuk mengangkut manusia. Saya diajak untuk menikmati pemandangan Pulau Binongko yang didominasi dengan lansekap bukit-bukit berbatu karang terjal.

Selain pemandangannya yang unik, salah hal menarik dari Pulau Binongko adalah keberadan “Tukang Besi” pandai besi. Para pandai besi ini pada masa lalu hinga sekarang memberikan peran penting unutk pulau ini. Saking pentingnya, mereka membuat daerah Wakatobi ini memiliki sebutan “Kepulauan Tukang Besi ” (Tukang Besi Nusantara)

Para pandai besi di Pulau Binongko
Para pandai besi di Pulau Binongko

Bahkan pada masa kerajaan, konon pulau ini adalah salah satu pulau penghasil senjata untuk kerajaan yang menguasai Wakatobi pada waktu itu. Sekarang pun, Pulau Binongko ini adalah pulau penghasil produk besi berkualitas tinggi. Misalnya parang untuk bekerja sehari hari yang dijual ke luar pulau.

Pulau Hoga, Pulau Di Wakatobi Paling Cantik

Jujur, sebelumnya saya tak pernah tahu kalau Pulau Hoga ini berada di antara gugusan kepulauan Wakatobi. Karena memang selama ini  yang paling banyak di kenal oleh dunia luar adalah 4 pulau utaman Wakatobi yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Tapi siapa yang menyangka kalau Wakatobi punya Pulau Hoga yang memiliki deretan pantai cantik.

Yang mengejutkan, Pulau Hoga ini keren luar biasa.
Yang mengejutkan, Pulau Hoga ini keren luar biasa.

Kebetulan, selama berkunjung ke Pulau Hoga, saya menyempatkan diri untuk menginap di Hoga Island Resort yang memiliki pantai super bening dan cantik. Garis pantai di depan resort ini mungkin tak terlalu panjang, tapi fasilitas pendukun untuk bersantai di pantai sangat lengkap. Misalnya, ada kursi untuk bersantai dan bercengkrama sepanjang hari, juga hammock yang bisa dipakai bermalas-malasan selama seharian penuh.

Tempat favorit saya untuk bersantai selama di Pulau Hoga.
Tempat favorit saya untuk bersantai selama di Pulau Hoga.

Coba saya menginap lebih dari satu malam di Pulau Hoga. Kegiatan saya setiap hari pasti cuma berenang di depan resort, setelah itu bersantai seharian tanpa melakukan apapun di hammock yang ada di dekat pantai. Sayangnya, saya hanya berada satu malam di Hoga Island Resort. Itulah alasannya kenapa saya tak bisa move on sampai sekarang :|

Gimana mau move on kalau pulaunya cakep dan bikin betah tinggal lama coba?

Tidak salah lagi, Wakatobi ini adalah salah satu tempat dengan sunset terbaik di Indonesia! Jadi saya gak kaget kalau banyak yang gak bisa move on sepulang liburan dari Wakatobi!
Tidak salah lagi, Wakatobi ini adalah salah satu tempat dengan sunset terbaik di Indonesia! Jadi saya gak kaget kalau banyak yang gak bisa move on sepulang liburan dari Wakatobi!

PS: Sebenarnya ada banyak foto saya dapatkan selama di Wakatobi. Beberapa foto sudah saya publikasikan di akun instagram saya @catperku. Kalian bisa follow ya :)

 

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
3 Responses

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: