Tips Merencanakan Liburan Ala Pekerja Kantoran

Walaupun posisi saya sekarang adalah full time Travel Blogger, namun dulu saya pernah menjadi seorang mas-mas kantoran yang hanya bisa mengandalkan jatah cuti untuk liburan. Namun, apakah saya tidak bisa liburan meski berstatus sebagai mas-mas kantoran? Oh tentu tidak, bahkan dua tahun pertama menjadi mas-mas kantoran hampir tiap weekend saya bisa liburan di Bali atau sesekali liburan ke Lombok.

Wah, kok bisa? Iya, soalnya saya kerja di Bali~ Everyday is holiday~ :P

Memang setiap minggu saya bisa keliling Bali atau sesekali menyeberang ke Lombok yang hanya berjarak 5 jam naik kapal laut itu. Tapi intinya, meski jadi pekerja kantoran, saya atau kalian tetap bisa kok liburan dengan nyaman. Yang penting kalian bisa memaksimalkan jatah cuti yang biasanya berkisar 12-14 hari itu dan merencanakan liburan dengan matang.

Bahkan saya dulu bisa liburan selama hampir dua minggu ke Jepang hanya dengan mengandalkan jatah cuti yang tersisa, didukung dengan perencanaan liburan yang matang. Terus terang, selama masih ngantor dulu, masa-masa paling menyenangkan adalah ketika merencanakan liburan di tengah-tengah pekerjaan kantoran yang tak ada habisnya itu. Lumayan lah, bisa mengurangi stress level kerjaan sambil berandai-andai bakalan ngapain aja selama liburan nanti.

Hei para pekerja kantoran, liburanlah sesekali biar tetap waras!
Hei para pekerja kantoran, liburanlah sesekali biar tetap waras!

Tips Merencanakan Liburan Untuk Pekerja Kantoran, Biar Tetap Waras!

Nah, dari kurang lebih 5 tahun bekerja kantoran itu, saya mau berbagi sedikit tips merencanakan liburan! Iya, tips merencanakan liburan untuk pekerja kantoran agar bisa tetap waras ditengah banyaknya pekerjaan yang tiada habisnya. Simak baik – baik ya tips dibawah ini!

1. Curi Hati Bos Dengan Selalu Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu

Dari yang saya dengar, banyak yang mengeluhkan susahnya mendapatkan cuti. Meski sebenarnya cuti itu adalah hak pekerja yang boleh diambil kapan saja. Ada yang mengeluh gak boleh ambil cuti banyak-banyak, ada yang kalau mau cuti harus cari orang pengganti pekerjaan dulu, ada juga yang hanya boleh ambil cuti pada bulan tertentu saja. Ada macam-macam sih, kalian termasuk yang mana?

Namun pastinya, saya termasuk orang yang berani melawan jika hak saya tidak bisa saya dapatkan sebagaimana mestinya. Namun tentunya, saya nggak cuma meminta hak saja. Saya selalu mengerjakan kewajiban saya dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu, agar ketika saya dipersulit waktu ingin klaim hak seperti hak cuti, saya punya argumen untuk melawan.

“Pak, kerjaan saya nggak pernah lewat deadline lho, masak mau cuti buat liburan aja dipersulit. Kalau saya kerjanya gak maksimal karena stress kan yang rugi perusahaan juga pak?”

Dan, saya belum pernah dapat penolakan cuti.

Makanya, setiap ada pekerjaan, sebisa mungkin saya selesaikan sesuai deadline atau bahkan selesai sebelum deadline. Kalau perlu lembur sendiri gak apa deh. Yang penting ketika mengajukan cuti atau menghabiskan jatah cuti sekalipun nggak bakal dipermasalahkan. Dari pengalaman saya, selama 5 tahun menjadi mas-mas kantoran saya tidak pernah menemukan masalah ketika akan mengambil cuti, bahkan untuk tipe cuti tidak dibayar atau “unpaid leave” sekalipun.

2. Pastikan Jatah Cuti Masih Ada

Sebagai mas-mas kantoran, selain rajin mencatat todo list pekerjaan yang harus saya lakukan, saya juga rajin mencatat berapa sisa cuti yang saya miliki. Karena kunci liburan yang berhasil adalah tahu berapa jatah cuti yang kita miliki.  Apalagi buat saya, selain harus punya cuti untuk liburan, harus masih ada sisa jatah cuti untuk lebaran.

Yah, buat saya, pulang saat lebaran itu wajib hukumnya! Karena itu saya selalu rajin mencatat sendiri berapa jumlah cuti yang bakal saya dapat. Apalagi kantor tempat saya bekerja pertama kali itu, jatah cuti itu bertambah setiap bulan, nggak langsung dapat 14 hari dalam setahun gitu. Jadi saya harus menghitung sendiri kira-kira pada bulan saya akan mengambil cuti, ada berapa hari jatah cuti saya yang tersisa.

3. Buat Tabungan Khusus Liburan, Dan Berhematlah!

Jujur, saya itu orang yang termasuk boros, dan suka belanja secara impulsif, suka kelepasan kalau jajan. Itulah kenapa saya punya tabungan terpisah khusus untuk liburan. Jadi nggak perlu cari utangan kalau mau liburan. Lagian liburan dari ngutang itu bikin hidup nggak tenang euy! Lebih baik, tiap habis gajian langsung saja transfer sebagian uang ke tabungan khusus untuk liburan!

Selain itu, bisa juga mulai berhemat agar bisa nabung lebih banyak. Kalau saya dulu, waktu ingin liburan ke Jepang pertama kali, saya berhemat dengan memasak sendiri. Bisa berhemat lumayan banyak lho kalau mau sedikit repot masak sendiri. Kalau makan diluar sehari paling tidak bisa habis 40-60 ribu sehari.

Sementara itu kalau masak sendiri bisa berhemat setengahnya. Apalagi kalau ditambah dengan membawa botol air minum sendiri kemana-mana. Lumayan bisa isi ulang botol air minum tadi di kantor! Isi penuh saja sesaat sebelum pulang kantor, dijamin kalian gak perlu lagi keluar banyak uang buat beli galon minuman. *catet*

4. Pesan Hotel Yang Bisa Dibayar Di Hotel!

EH GIMANA!? Hotel yang bisa dibayar di Hotel?

Maksudnya gimana sih ini? Jadi begini, sebagai pekerja kantoran, biasanya kan selalu merencanakan liburan jauh-jauh hari kan ya!? Nah, biasanya pesan penginapan juga dari sejak lama. Cuma masalahnya bakalan rugi kalau udah dipesan dan dibayar, ternyata jadwal kita berubah atau malah tidak jadi liburan. Itulah kenapa saya sarankan cari penginapan atau hotel yang dibayar kalau kita benar-benar menginap.

Untuk ini saya biasanya memakai fasilitas “Pay at hotel” atau “Bayar di Hotel” Traveloka. Oke, aplikasi travel yang satu ini memang bikin makin bergantung sekarang. Karena kalau memakai fasilitas ini saya bisa pesan hotel jauh-jauh hari TANPA BIAYA, baru kemudian saya membayarnya pada hari H ketika menginap di hotel. Kalaupun saya harus membatalkan pesanan, atau mengganti jadwal, saya tidak akan rugi. Asal pembatalan atau pergantian jadwal masih sesuai dalam kurun waktu syarat dan waktu ketentuan.

Dengan fasilitas Pay at hotel Traveloka saya bisa pesan dari sejak lama tanpa perlu mengeluarkan biaya.
Dengan fasilitas Pay at hotel Traveloka saya bisa pesan dari sejak lama tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Terakhir saya memanfaatkan fasilitas “Pay at hotel” atau “Bayar di Hotel” Traveloka ini, saya masih bisa membatalkan atau mengganti jadwal secara gratis hingga 3 hari sebelum cek in. O iya, harap perlu dibaca ya untuk bisa tahu kapan gratis membatalkan atau mengganti jadwal dengan fasilitas “Pay at hotel” ini. Jadi, pastikan untuk membaca syarat dan ketentuan dengan seksama untuk bisa tahu kebijakan pembatalan pesanan setiap hotel.

Perlu diingat juga, untuk menggunakan fasilitas ini kita memerlukan kartu kredit sebagai jaminan pemesanan kamar. Tenang saja, kartu kreditnya nanti tidak ditagih kok, hanya digunakan sebagai jaminan agar fasilitas ini tidak disalahgunakan dan mengamankan kamar yang dipesan. Untuk menggunakan fitur “Pay at Hotel” Traveloka bisa dilihat dibawah ini ya.

1. Setelah menentukan tanggal cek in, filter pencarian dengan tombol filter Pay at hotel seperti diatas
1. Setelah menentukan tanggal cek in, filter pencarian dengan tombol filter Pay at hotel seperti diatas
2. Dengan begitu hanya akan muncul hotel yang bisa dipesan dengan fasilitas Pay At hotel ini.
2. Dengan begitu hanya akan muncul hotel yang bisa dipesan dengan fasilitas Pay At hotel ini.
3. Pilih kamar yang bisa dipesan dengan fasilitas pay at hotel ini
3. Pilih kamar yang bisa dipesan dengan fasilitas pay at hotel ini
4. Jika belum mendaftarkan kartu kredit di aplikasi, nanti akan disuruh memasukkan data kartu kredit yang digunakan sebagai jaminan
4. Jika belum mendaftarkan kartu kredit di aplikasi, nanti akan disuruh memasukkan data kartu kredit yang digunakan sebagai jaminan
5. Dengan menggunakan fasilitas Pay At Hotel Traveloka kita tidak akan dikenakan biaya apapun di awal pemesanan, pembayaran cukup dilakukan waktu cek in di hotel nanti.
5. Dengan menggunakan fasilitas Pay At Hotel Traveloka kita tidak akan dikenakan biaya apapun di awal pemesanan, pembayaran cukup dilakukan waktu cek in di hotel nanti.

Nah jadi, kita gak akan kehabisan kamar hotel incaran ataupun merugi kalaupun harus membatalkan pesanan mendadak!

5. Berburu Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Kalau ini nggak bisa ditawar ya. Mengingat sepertinya sekarang ini setiap orang lebih suka menghabiskan uangnya untuk liburan. Jadi kalau ada yang namanya travel fair atau promo tiket pesawat di Internet, sebaiknya segera bergerak cepat untuk mengamankan tiket pesawat murah. Karena seperti tiket kereta lebaran, tiket promo pesawat itu cepat banget ludesnya! Kira-kira kalian sudah bisa berburu tiket pesawat sejak 9 bulan sebelum berangkat liburan.

6. Punya Daftar Hari Libur Nasional Dan Daftar Cuti Bersama Nasional Itu Wajib!

Selain mencatat sisa jatah cuti, saya selalu mencari informasi hari libur nasional dan daftar cuti bersama jauh – jauh hari. Biasanya sih di akhir tahun itu sudah keluar informasi libur nasional dan cuti bersama untuk tahun selanjutnya. Kalau dapat, biasanya dulu saya langsung print dan tempel di meja kubikel daftar hari libur nasional itu. Biar kalau ada waktu luang, saya bisa itung jumlah liburan yang bisa saya dapatkan dengan mengkombinasikan jatah cuti dengan long weekend yang ada nantinya.

7. Kombinasikan Long Weekend Dengan Cuti

Jatah cuti cuma 12-14 hari tapi ingin liburan lama berkali kali? Tipsnya adalah dengan mengkombinasikan jatah cuti dengan long weekend. Kalau menggunakan trik ini dengan benar, tiap kali ada long weekend paling enggak bisa liburan satu minggu hingga 2 minggu hanya dengan memanfaatkan beberapa hari cuti.

Mungkin sudah pada tahu, kalau tiket pesawat murah sekarang itu jadi rebutan! Jadi berburulah jauh-jauh hari.
Mungkin sudah pada tahu, kalau tiket pesawat murah sekarang itu jadi rebutan! Jadi berburulah jauh-jauh hari.

8. Bikin Rencana Liburan Tiap Bulan

Nah, kalau sudah punya daftar hari libur nasional dan daftar cuti bersama, segera bikin tuh rencana liburan tiap bulan. Biarpun nanti mungkin tidak terlaksana semuanya, paling enggak dengan cara ini saya tahu kapan saya harus segera menyelesaikan pekerjaan agar tidak mengganggu rencana liburan. Selain itu, rencana liburan itu juga bisa bikin selalu semangat untuk bekerja dan menabung. Kan rugi, sudah capek-capek merencanakan liburan kalau ternyata tidak bisa dieksekusi?

9. Jangan Ragu Buat Ambil “Unpaid Leave”

Meskipun saya jarang banget ambil unpaid leave, tapi kalau memang kepepet, jatah cuti sudah abis, ya bagaimana lagi? Biasanya saya ambil unpaid leave ketika dulu masih ngantor sambil jadi part time travel blogger. Gimana lagi, jatah cuti sudah abis, terus tiba-tiba ada undangan famtrip ke sebuah destinasi yang terlalu sayang untuk ditolak. Jadilah saya ambil unpaid leave, alias cuti tidak dibayar agar tetap bisa menerima undangan itu. Bodo amat gaji dipotong, saya masih bisa cari project sampingan dan pengalaman berharga pun tidak akan terlewatkan.

10. Liburan Ke Tempat Yang Dekat Saja Ketika Weekend

Kalau sudah tidak ada cuti lagi, dan tidak memungkinkan untuk mengambil unpaid leave tapi tetap pengen liburan gimana? Tenang, masih ada caranya kok! Liburan saja ke tempat yang dekat, yang bisa dijangkau hanya dengan liburan sabtu dan minggu. Biasanya kalau liburan ketika weekend gini, saya usahakan berangkat dari hari Jumat sore setelah pulang kantor, lalu kembali di hari senin pagi sekalian berangkat ke kantor.

Waktu masih di Bali, saya sering banget liburan ke Lombok weekend saja. Berangkat Jumat, pulang minggu malam. Atau waktu kerja di Jakarta, saya sering menghabiskan weekend dengan liburan ke Bandung, ke Sawarna, ke Belitung, naik ke Papandayan, hingga mungkin cuma main ke Puncak saja. Yang jelas ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga jalan untuk tetap bisa liburan meski jadi pekerja kantoran.

***

Nah, itu sedikit tips dari saya mengenai tips merencanakan liburan ala pekerja kantoran, kalau tips liburan ala pekerja kantoran versi kalian seperti apa nih? Boleh lho dibagikan tipsnya di kolom komentar yang ada dibawah ini :)

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
18 Responses
  1. Sebagai mas mas kantoran, tipsnya mantap banget. Sayangnya belum punya cuti. Huhuh :(
    Aku pernah tuh mau pakai fitur bayar di hotel (pakai aplikasi traveloka) tapi dulu pas mau wisuda, pesenin hotel buat ortu. Cuma karena waktu itu deket sama ATM jadi ya ke ATM deh.

  2. Aku masih jadi pekerja kantoran sampai sekarang. Bedanya, sekarang ngantor di agensi, masuknya siang jam 10 dan bisa izin remote (bekerja dari jauh). Barusan izin 2 hari cuti (bukan remote) buat ikutan media trip, puji Tuhan kantor sekarang sudah lebih memahami.

    Bener banget, memanfaatkan weekend dan hari libur itu salah satu tips memilih waktu traveling. Aku juga ngirit mas, makan sehari-hari biasa-biasa aja, siangnya dapet katering dari kantor, kost cari yang murah, jarang banget beli baju baru, semua demi traveling wkwkwk

  3. Asoy…sering banget nih kalonpas lagi mumed di kerjaan suka cek-cek long weekend dan heboh liatin jatah cuti yang masih tersisa.

    Apalagi hari kerja saya masih 6 hari, makin mumet kalo mau merencanakan trip agak lama. Unpaid leave selalu jadi senjata terakhir buat jatah cuti yang selalu terpotong “sia-sia” karena masih kerja di hari Sabtu.

    KZL!

  4. wah bener banget nih.. kalau saya sih selalu pakai yang no 7 dikombinasi dengan sakit atau izin masuk setengah hari dengan alasan baru dapat tiket pesawat pulangnya jam segitu atau tukar day off (kalau masuk di weekend boleh ambil libur di hari biasa, berlaku sebulan). hehehe

  5. kalau gue lebih tertarik sama liburan yang dekat2 saja ketika weekend, alasanya karena memang gue baru pindah perusahaan dan jatah cuti belum dapa, dulu pas kerja di perusahaan lama gw ditempatkan djogjakarta, dan tau sendiri jogja merupakan destinasi wisata yang sanga banyak bahkan jika nyari yang belum terexspos pun sangat banyak, jadi itulah colong2 an liburan gue ketika jadi orang kantoran, saat ini juga masih jadi orang kantoran, mungkin next akan full seperti blog ini. doakan saja.

  6. Subrata Kampit

    selalu ada celah di balik kesibukan. Yang utama ya kerja, tapi liburan lebih utama lagi hehehe… egois banget yah, hehe…

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: