Kaitenzushi, juga dikenal sebagai sushi konveyor atau sushi berjalan, adalah jenis restoran sushi di mana hidangan sushi disajikan pada piring yang diletakkan di atas konveyor berjalan. Konveyor ini mengelilingi area tempat duduk para pelanggan dan meja kerja para koki.
Pelanggan di restoran kaitenzushi bisa memilih sushi yang mereka inginkan langsung dari konveyor.
Setiap piring biasanya memiliki warna atau desain yang berbeda untuk menunjukkan harga hidangan sushi yang ada di atasnya.
Setelah selesai makan, jumlah piring yang dikumpulkan pelanggan akan dihitung untuk menentukan biaya total makan mereka.
Konsep kaitenzushi berasal dari Jepang dan telah menjadi populer di berbagai negara di seluruh dunia.
Selain menyajikan sushi, beberapa restoran kaitenzushi juga menawarkan hidangan Jepang lainnya, seperti ramen, udon, dan tempura.

Daftar Isi
Lalu, Apa Itu Sushi?
Jadi… Apakah itu yang namanya sushi? Sebelum saya cerita lebih lanjut tentang Kaitenzushi yang bikin saya happy~
Sushi (鮨, 鮓, atau umumnya ditulis すし, 寿司) adalah merupakan hidangan khas Jepang yang terbuat dari nasi yang dicampur dengan lauk pauk seperti makanan laut, daging, serta sayuran mentah atau yang telah dimasak. Nasi dalam sushi memiliki rasa asam yang halus, yang dihasilkan dari perpaduan bumbu cuka beras, garam, dan gula. -, Wikipedia
Itu menurut wikipedia… Kalau buat saya, definisi sushi itu ikan mentah (bisa macam – macam ikan) yang ditaruh diatas sejumput nasi, yang kalau dimakan dengan saus soya dan wasabi rasanya enak. Sudah, gitu saja…

Itulah kenapa sushi adalah salah satu makanan yang wajib sekali dicoba ketika jalan jalan ke Jepang, negara asal sushi dilahirkan.
Memang di Indonesia sendiri sebenarnya ada banyak warung dan resto yang menjual sushi.
Tapi entah kenapa menurut saya, rasa sushi di negara asalnya itu jauh lebih enak.
Dan.. tentu saja, harganya juga lebih manusiawi.
Untuk sushi yang standard tentunya… :P
Serunya Pengalaman Pertama Cobain Makan Sushi Di Kaitenzushi

Ketika traveling ala backpacker ke Jepang kemarin, tidak ada restoran sushi yang ingin saya tuju secara khusus seperti ketika saya mati – matian mencari ramen halal yang ada di Shinjuku.
Secara acak saja saya memasuki restoran sushi yang kebetulan saya temui di Asakusa, di Tokyo tanpa takut kalau menu yang ada didalam ternyata bakal berbahasa Jepang semua.
No problem, masih ada bahasa tubuh dan bahasa tarsan yang lebih universal dari bahasa inggris sekalipun… Heheee….
“Watashitachiha, Nihon no hitobitode wa arimasen” Secepat kilat tanpa menunggu aba – aba teman saya berbicara dalam bahasa jepang seadanya.
Kata yang berarti kurang lebih “kami ini orang asing, bukan orang jepang” itu selalu menjadi andalan, agar tidak disodori menu dengan huruf kanji.
Ada Menu Berbahasa Inggris Disini

Lucky~ Kami langsung disodori dengan menu yang berbahasa Inggris.
Mungkin karena Asakusa memang daerah wisata yang terkenal buat orang asing.
Jadi restoran ini juga sudah sering didatangi oleh turis yang sedang kebingungan untuk mengisi perut setelah capek berkeliling.
Pun buat saya sebenarnya menu tadi hanya akan berguna sebagai rem.
Sebagai panduan agar saya tidak terlalu bersemangat mengambil ini itu, hingga tanpa sadar menghabiskan ribuan yen karena kalap gara – gara sushi.
Bisa gawat kalau uang saya habis cuma karena sushi…. Iya kan?
Warung Sushi Yang Unik

Ruangan warung sushi ini tidak terlalu lebar, ada satu meja panjang berbentuk “O” juga tumpukan piring untuk tempat meletakkan sushi yang akan disajikan kepada pelanggan disalah satu sisinya.
Dibagian tengah, ada seorang chef yang selalu sigap meletakkan piring yang telah terisi dengan sushi ke conveyor belt.
Unik! Buat saya tempat ini berbeda dengan kebanyakan restoran sushi yang ada di Indonesia.
Dan… Belakangan saya ketahui kalau jenis restoran sushi seperti ini disebut Kaitenzushi.
Kaitenzushi (回転寿司) adalah merupakan konsep penyajian sushi yang menarik, di mana sushi disajikan dalam piring kecil yang bergerak melalui jalur konveyor, sehingga tamu restoran dapat memilih dan mengambil piring sushi favorit mereka dengan mudah. ,- Wikipedia
Horeee! Tanpa direncanakan, saya datang secara random di restoran sushi yang sebelumnya cuma bisa saya lihat di film dorama.
Sekarang, saya mencobanya secara langsung ^^
Dengan ciri khas berupa conveyor belt yang penuh dengan sushi penggoda didepan mata pelanggan, Kaitenzushi sedikit berbeda dengan restoran sushi biasa.
Di restoran model seperti ini saya tidak perlu bingung mengeja sushi apa yang saya inginkan ke pelayan, dengan bahasa jepang saya yang kacau – balau.
Saya tinggal duduk dengan tenang sambil mengincar semua yang terlihat enak diatas conveyor belet yang sedang berputar didepan mata saya.

Sebalnya, saya jadi tidak tahu nama sushi yang saya makan karena asal ambil saja. Yang saya tahu kalau tidak udang, cumi, ya ikan yang semuanya terasa enak dimulut….
Ehh… Sebenarnya saya cuma bisa membedakan sushi yang enak dan tidak enak~ Tidak peduli apa jenis ikannya.
Apalagi saya memang penyuka seafood, jadi akan lebih susah lagi kalau disuruh membedakan mana sushi yang enak dan tidak enak. Semua hampir sama.
Yang membuat rasanya tidak enak itu kalau harganya mahal. Hehee!
Karena itu sebisa mungkin ambil piring yang warnanya dimenu diberi label harga paling murah saja deh~
Harga Sushi Di Kaitenzushi Berdasarkan Warna Dan Corak Piring, Jadi Bisa Hitung Sendiri, Dan Gak Bakal Overbudget!

O iya, di Kaitensuzhi harganya dibedakan berdasarkan warna piring ya.
Jadi selalu ingat warna piring mana yang paling murah, dan paling mahal.
Jangan asal ambil tanpa memperdulikan harga, kecuali memang sudah niat untuk menghamburkan YEN demi sushi.
Saya sendiri cuma menghabiskan sekitar 1000 Yen untuk sushi dengan rasa yang memuaskah lidah, dan mengenyangkan perut.
Untuk lebih menghemat lagi, tidak perlu memesan minuman disini.
Ada teh hijau yang tinggal diseduh untuk minumannya.

Tidak perlu bayar lagi untuk minuman tadi, bahkan bisa diisi berulang – ulang.
Tinggal mengisinya lagi dengan air panas yang keluar dengan memencet keran yang ada dimeja.
Lagi pula buat apa memesan minum lagi, karena cara mengakhiri makan sushi yang enak itu dengan seteguk teh hijau tanpa gula :)
So yummy! Traktir saya sushi dong!
Tertarik buat cobain makan di Kaitenzushi ini?
Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Untung sushi isinya hewan laut semua ya, jadi ga perlu ngucapin kalimat sakti “watashi tachi, butaniku tabenai”
hahaa, iyaa, tinggal pilih saja mau makan sushi yang mana :D
Waktu ke Kyoto, sushinya lebih murah lagi.. All in 120 Yen, hihihi.. Duh, baca postingan ini lagi puasa pula’.. OMG!
Waah! 120 yen :O murah ituu~ Ini random banget sih masuk ke warung sushinya. Gara – gara laper abis keliling asakusa hehee :D
Wah, ini restorannya kayak yg di salah satu episode nya detective conan. Ada conveyor beltnya juga :D
Ikan di sushinya gede2 ya. Beda sama sushi yg kebanyakan dijual di Indonesia.
hahaa, iya lebih gede daripada yang disini~ harganya juga lebih murah dikit. mungkin karena ikan segar disana carinya gampang yak :D
Yahh bikin ngiler aja.. sy termasuk penggila sushi. kirain kaitenzushi ada di Indonesia. Klo di indonesia yang recommended dmn ya selain sushi tei dan waraku?
Nyahaha~ saya buka deh nanti resto yang setipe Kaitenzushi di indonesia. doain ada modal ya :p Kalau disini, cuma ke sushi tei doang -,- yang lain agak kurang cocok rasanya~~
Entah kenapa pandangan langsung tertuju ke satu kotak bubuk teh hijau yang tergeletak begitu saja di depan pelanggan.
Kalo restoran sushi di Indonesia servis begituan wuihhh bisa bisa bangkrut gara-gara setiap satu pelanggan bikin teh super kental atau mungkin dipindah ke tupperware itu satu kotak bubuk ocha nya hahaha
huahahaa, pada ndak mau rugi ya ceritanya :P ada benarnya juga sih hehee. tapi enak gitu, jadi kadang kan ada pelanggan yang cuma mau makan, minum pake yang murah aja :D
Hmmmmm …. dulu gw ngak doyan banget ama yg mentah2 begini, tapi sekarang ketagihan doyang banget. Pingin nyobain di negara asalnya kayak kak fahmi :-)
Nanti aku diajak ya mas cum, mau makan sushi lagi disana ahahaa :D
Waaaaah jadi keinget acara di salah satu stasiun televisi TV Champion yg episode pembuat sushi kalo liat ban berjalanya hahaha
kaitenzuhi ini emang agak unik~ di indonesia enggak ada yang khusus seperti ini lho :D
Satu kesimpulan yang aku ambil di postingan ini, “Kalo mampir di Kaitensuzhi selalu ingat warna piringnya” :D
*Lagi ikut giveaway #CatperkuBagiParcel
@Sofhy_Haisyah
dan kalaupun lupa~ bisa lihat di menu kok :D daftar harganya ada juga disitu.
Sensei ku pernah cerita jugak tentang perbedaan harga diliat dari piringnya.. Heheh.. Duh malu.. Belom pernah ke Jepang.. :(
Hehee, gak usah malu, nanti kalau ada kesempatan juga bisa ke jepang loh :D mulai nabung aja ya!