Serunya Acara Jak-Japan Matsuri Di Monas, Jakarta

Serunya Acara Jak-Japan Matsuri Di Monas, Jakarta
5 (100%) 2 votes

Satu hal yang saya sukai dari Kota Jakarta yang sudah penuh sesak ini adalah banyaknya event – event menarik yang sering sekali diadakan. Wajar saja sih, Jakarta adalah ibu kota dengan penduduk jutaan jiwa, pastinya setiap event yang diadakan tidak akan pernah sepi pengunjung. Tidak ketingalan event besar Jak-Japan Matsuri yang kebetulan diadakan di Monas minggu lalu pada tanggal 8 Sepetember 2013.

Jak-Japan Matsuri Di Monas, Jakarta
Jak-Japan Matsuri Di Monas, Jakarta

Jak-Japan Matsuri kemarin adalah acara yang diadakan oleh kedutaan besar Jepang, bekerja sama dengan pemrov DKI Jakarta. Matsuri sendiri adalah bahasa jepang yang artinya “Festival”, jadi Jak – Japan Matsuri bisa diartikan sebagai festival Jepang di Jakarta.

Tujuannya tidak lain adalah untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Yah, meskipun puluhan tahun yang lalu jepang pernah menjajah Indonesia, tetapi saya selau berharap agar hubungan keduanya tetap baik. Saya sendiri adalah salah satu penggemar fanatik negara Jepang yang menjunjung tinggi disiplin itu.

(Baca Juga : Petualangan Jakarta : Nginep Di Bandara, Monas, Bajaj, Dan Eskrim Ragusa)

Karena enggak mau terpapar dengan panas terik matahari Jakarta, saya datang ke acara Jak-Japan Matsuri setelah tengah hari. Untungnya saya tidak ketinggalan beberapa acara utama festival ini, meskipun sebenarnya acara sudah berlangsung dari sejak pagi.

Saya hanya ketinggalan satu acara yang saya incar yaitu “Nyanyi yuk!” Lomba Nyanyi Indonesia – Jepang. Padahal rencananya saya ingin duet sama grup keroyokan JKT48 yang juga bintang tamu acara ini :p. *lupakan, mari kita berburu kenalan cewe – cewe jepang yang ada di festival Jak-Japan Matsuri 2013 ini*

JKT 48 yang ikut bikin Rame di Jak-Japan matsuri 2013 di Monas, Jakarta kemarin.
JKT 48 yang ikut bikin Rame di Jak-Japan matsuri 2013 di Monas, Jakarta kemarin.

Saya begitu antusias datang ke acara Jak-Japan Matsuri karena saya tidak sempat menghadiri festival apapun ketika backpacking ke Jepang selama 13 hari pada bulan Mei 2013 lalu. Wajar sih, saya datang ketika golden week, dimana orang Jepang lebih suka bepergian dan berlibur dari pada mengadakan festival.

Jadi, acara matsuri yang diadakan di Jakarta ini cukup mengobati rasa penasaran saya dengan matsuri yang ada di Jepang, sekaligus mengobati rasa kangen terhadan negeri tempat para ninja berada itu. Toh acara ini juga unik karena dihadiri oleh banyak orang Indonesia dan orang jepang.

(Baca Juga : Wara Wiri Di Akhir Minggunya Jakarta)

Acara yang paling saya tunggi sih sebenarnya adalah arak – arakan Omikoshi dan Dashi yang umumnya di Jepang sendiri diusung ketika ada festival atau matsuri. Saya enggak menyangka, meskipun festival ini diadakan di jakarta yang notabene kondisinya jauh sekali dari negara aslinya, ternyata aroma kental matsuri asli dari jepang begitu terasa.

Semangat saya ikut terpompa ketika arak – arakan Omikoshi dan Dashi melewati saya, dan para pengusung terus menerus meneriakkan “Wasshoi! Wasshoi! Wasshoi!”. Rasanya saya jadi ingin ikut mengusung Omikoshi dan Dashi deh! Uniknya lagi, yang mengusung Omikoshi Dan Dashi enggak cuma orang dewasa saja loh, ada banyak anak kecil yang lucu dan imut ikut mengusungnya. *duh gemes*

Anak - anak kecil yang mengusung omikoshi Dan Dashi di acara Jak-Japan Matsuri 2013.
Anak – anak kecil yang mengusung Omikoshi Dan Dashi di acara Jak-Japan Matsuri 2013.

Selain arak – arakan Omikoshi dan Dashi, kemarin juga ada beberapa kolaborasi yang mempertunjukkan penampilan budaya Jepang dan Indonesia. Beberapa diantaranya ada orang Jepang asli yang menyanyikan lagu Indonesia yang dikolaborasikan dengan alat musik angklung.

Dan, enggak cuma itu saja, lagu “Kokoro No Tomo yang aslinya dinyanyikan oleh Mayumi Itsuwa pun di mix dengan lagu Iwan Fals kesukaan saya yaitu yang berjudul “Kemesraan”, itu menarik sekali menurut saya. Tidak ketinggalan pula pertunjukan budaya dari Jakarta yaitu tari Jali – Jali dipertunjukkan disini, bahkan idol Jepang yang didatangkan dari Akiba pun ditantang untuk mencoba menarikan tarian ini.

(Baca Juga : Kota Tua Dan Antusiasme Malam Hari Jakarta)

Semakin sore, pengunjung acara Jak-Japan Matsuri malah semakin membludak, soalnya bintang tamu utama yang ditunggu pada jejepangan lover masih akan tampil pada malam hari. Memang festival ini kebetulan dihadiri oleh idol grup Denpagumi yang berasal dari Akiba, Otaku City yang ada di jepang sana, dan idol grup JKT48 yang basisnya Jakarta.

Enggak kaget lagi saya kalau para fans JKT48 semakin banyak di acara Jak-Japan Matsuri 2013 ini. Bahkan, area festival ini penuh sesak ketika bintang tamu sudah nongol di panggung, dan mulai menghibur para otaku, dan fans fanatik dari para idol.

Banyak penonton festival ini yang datang dengan ber-cosplay ria, yang saya foto ini adalah salah satu cosplayer terbaik yang ada di festival ini.
Banyak penonton festival ini yang datang dengan ber-cosplay ria, yang saya foto ini adalah salah satu cosplayer terbaik yang ada di festival ini.

Waaaaah, mau diadakan seharian pun, sepertinya Jak-Japan matsuri ini masih kurang! Saya akan senang sekali jika ada banyak acara seperti ini diadakan di Ibu Kota. Itung – itung bisa buat menghilangkan stress akibat macet dan polusi. Sayangnya, kebersihan selalu menjadi masalah utama jika diadakan event besar seperti ini.

Meskipun panitia menyediakan banyak tempat sampah berstandard jepang, tetap saja masih banya orang iseng buang sampah sembarangan. Saya sering melihat orang dengan santainya buang sampah secara ngawur meskipun tempat sampah berjarak kurang dari satu meter.

Lebih enggak enak lagi kalau ternyata ada orang Jepang yang memungut sampah tadi, dan kemudian dibuang ke tempat yang benar. Di benak saya, apakah buang sampah secara ngawur dan sembarangan itu sudah menjadi budaya Indonesia? Semoga tidak, dan semakin banyak event – event seru seperti ini diadakan di Jakarta.[]

Sudah begitu jelas bagaimana cara membuang sampah yang benar, spanduk seperti ini ada di banyak titik di area festival.
Sudah begitu jelas bagaimana cara membuang sampah yang benar, spanduk seperti ini ada di banyak titik di area festival.
Tempat sampah yang canggih pun tersebar di banyak tempat di area Jak-Japan Matsuri *enggak seperti kebanyakan tempat sampah di tempat umum Jakarta*
Tempat sampah yang canggih pun tersebar di banyak tempat di area Jak-Japan Matsuri *enggak seperti kebanyakan tempat sampah di tempat umum Jakarta*
Kok ya tetep ngawur buang sampahnya! Jangan sampai buang sampah sembarangan terus menjadi budaya di Indonesia!
Kok ya tetep ngawur buang sampahnya! Jangan sampai buang sampah sembarangan terus menjadi budaya di Indonesia!

Galeri Foto Acara Jak-Japan Matsuri Di Monas, Jakarta

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
9 Responses
  1. Papandayan Weekend Getaway Teaser - @catperku

    […] asap polusi ibu kota, Jakarta. Beruntung daerah Jawa Barat yang jaraknya hanya beberapa jam dari Jakarta punya banyak pegunungan. Beberapa diantaranya seperti Gunung Papandayan lumayan mudah untuk dinaiki […]

  2. "Overpriced" Kuliner Jalan Sabang, Jakarta! - @catperku

    […] ngomongin pusat kuliner yang ada di Jakarta, ada salah satu tempat yang cukup populer di kalangan backpacker internasional, dan mungkin juga […]

  3. Ia seru abis… >.</
    tahun depan pasti nonton lagi, ahahaha…. :D
    sedih juga saya nonton gak sampai acara selesai, pas banget jkt tayang saya pulang, demi mengejar keberangkatan kereta api T.T

  4. Harmoni Di Taman Suropati - @catperku

    […] taman yang tidak terlalu besar, yang satu ini begitu spesial buat saya. Tidak seperti Monas, yang panas dan kadang agak sedikit “kumuh”, Taman Suropati lebih terawat dan terjaga […]

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: