Kawah Putih Ciwidey, Romanticly Dangerous!

“Dalam kondisi Normal, kunjungan maksimal 15 menit. Dalam kondisi darurat, mual, pusing, tenggorokan kering segera tinggalkan area kawah” Tulis sebuah papan yang ada di lokasi wisata Kawah Putih Ciwidey.

Bau belerang yang berasal dari Kawah Putih Ciwidey sudah tercium begitu ontang – anting yang saya tumpangi sampai di dekat kawah. Ini akan menjadi pengalaman pertama saya berada begitu dekat dengan kawah gunung. Apalagi kawah ini cukup spesial, yaitu sisa dari letusan Gunung Patuha Beberapa abad lalu.

Kawah Putih Ciwidey yang berada di ketinggian 2430 Mdpl ini, mulaui dibuka untuk publik pada tahun 1987. Dulu sebelum kawah ini ditemukan oleh seorang ahli botani dari Belanda, Masyarakat setempat sempat menganggap kawasan Kawah Putih Ciwidey ini sebagai daerah yang angker, dan tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon setiap burung yang terbang melintas diatas Kawah Putih Ciwidey akan langsung mati begitu saja.

Bau belerang yang begitu pekat-lah yang membuat Kawah Putih Ciwidey terkesan begitu angker. Bahkan ketika kesana,  saya tidak melihat satupun burung atau binatang yang berada di dekat kawah. Untuk manusia sekalipun, tidak direkomendasikan untuk berlama lama di tempat ini.

Kawah Putih Ciwidey, Asik Buat Ngadem!

Kawah Putih Ciwidey ini adalah tempat wisata yang instagramable.
Kawah Putih Ciwidey ini adalah tempat wisata yang instagramable.

Akan lebih baik menggunakan masker untuk mengurangi udara berbau belerang yang terhirup. Jika tidak membawa masker sendiri, di parkiran banyak penjual masker yang menjual maskernya dengan harga Rp. 5000 sebuahnya. Sedikit lebih mahal, tapi buat yang kepepet karena tidak bawa, apa boleh buat! Hahaa!

Pun begitu, Kawah Putih Ciwidey ini terlihat selalu ramai, beberapa bus besar terparkir dengan rapi diparkiran, tentunya bus tadi pasti membawa puluhan penumpang kan? Saya sendiri datang ke Kawah Putih Ciwidey dengan menggunakan sepeda motor, selain karena hanya berdua, dengan naik sepeda motor, saya bisa sering berhenti untuk menikmati pemandangan cakep di sepanjang perjalanan menuju tempat ini.

(Baca Juga : Situ Patenggang, Danau Ditengah Lautan Kebun Teh)

Ontang - anting, satu - satunya transportasi yang mengantarkan dari parkiran bawah hingga ke Kawah Putih Ciwidey
Ontang – anting, satu – satunya transportasi yang mengantarkan dari parkiran bawah hingga ke Kawah Putih Ciwidey

Rencana awal ingin menggunakan sepeda motor hingga menuju dekat kawah, ternyata saya baru tahu kalau sekarang sepeda motor tidak boleh mendekat ke Kawah Putih Ciwidey. Sepeda motor harus parkir di parkiran bawah, dan melanjutkan perjalanan sampai ke Kawah dengan menggunakan transportasi yang disebut ontang – anting.

Nah! yang namanya ontang – anting ini sebenarnya lebih mirip angkot di Kota Bandung yang telah dimodifikasi agar bisa menjejalkan 11 penumpang termasuk sang sopir ke dalamnya. Dengan tarif Rp. 10.000 ontang – anting akan mengantarkan para penumpang yang berjejalan sampai ke dekat Kawah Putih Ciwidey.

Sebenarnya saya sedikit kecewa karena sepeda motor tidak bisa mendekat ke Kawah, karena sepanjang perjalanan terlihat begitu adem dan pas buat ber-romantis ria ataupun berfoto – foto. Berlokasi pada ketinggian lebih dari 2400 Mdpl memang membuat suhu udara  kawasan kawah putih selalu berada di kisaran 10 derajat celcius.

Di pikiran saya, naik sepeda motor hingga ke dekat kawah pada kondisi suhu udara seperti itu akan terasa lebih menyenangkan, atau jika ada yang menyewakan sepeda gunung untuk menuju kawasan kawah, saya pasti mau menyewa. Sekalian berolah raga gitu. Yah, tapi mau gimana lagi, karena memang dipaksa untuk naik ontang – anting , untungnya pembayaran tiket ontang – anting jadi satu di loket pembelian tiket masuk, jadi tidak perlu ribet lagi :)

(Baca Juga : Bukit Moko, Bandung Punya!)

Mengintip Kawah Putih Ciwidey yang dikelilingi oleh hutan Cantigi
Mengintip Kawah Putih Ciwidey yang dikelilingi oleh hutan Cantigi.

Memasuki area kawah, hutan kecil Pohon Cantigi ( Vaccinium varingiaefolium ) banyak terlihat bertebaran. Pohon ini tersebar disekeliling kawah, seakan menjadi aksesoris tambahan yang mempercantik kawasan Kawah Putih Ciwidey. Katanya, dulu di tempat ini juga, pernah digunakan untuk pengambilan gambar film yang berjudul Heart.

Saking penasarannya sama hutan kecil tadi, si pacar mengajak saya untuk sedikit trekking ringan menuju hutan. Dan… sedikit seram ternyata, karena memang jarang yang nekat trekking ke area hutan. Sebagian besar pengunjung area ini lebih asik berfoto – foto di area kawah. Untuk catatan saja jika ingin sedikit trekking menuju kehutan, pastikan menggunakan alas kaki yang berdaya cengkram kuat. Soalnya jalannya cenderung licin, apalagi musim hujan.

Tidak hanya sekedar foto untuk dokumentasi pribadi saja, warna kawah yang unik, yaitu hijau keputih -putihan, membuat tempat ini cakep sekali untuk di gunakan sebagai tempat foto pre-wedding. Bayangkan uniknya hasil foto pre-wedding di kawah yang masih aktif dengan latar belakang asap kawah yang mengepul. Terdengar menarik bukan? Tentu saja, tapi tidak gratis lho. Jika ingin foto pre-wedding di Kawah Putih Ciwidey, akan ditarik retribusi sebesar Rp. 350.000. Tidak terlalu mahal untuk momen besar sekali seumur hidup.

Nah? tertarik untuk mengeksplore romanticly dangerous si Kawah Putih Ciwidey ini? hanya berjarak 50 Km dan dengan waktu tempuh satu sampai dua jam dari Bandung lho.

(Baca Juga : Rame – Rame Ke Gunung Tangkuban Perahu)

Sejarah Kawah Putih Ciwidey

Sejarah dari Kawah Putih Ciwidey ini berawal jauh dari abad ke 10, ketika Gunung Patuha masih aktif dan meletus. Karena pada waktu itu ilmu pengetahuan belum modern seperti sekarang, kawasan ini pun dianggap sebagai kawasan angker oleh masyarakat setempat. Pasalnya, setiap burung yang terbang melewati area ini akan mati tanpa sebab.

Namun perlahan tapi pasti, kawasan Kawah Putih Ciwidey tidak dianggap angker lagi. Terutama seelah seorang ahli botani berkebangsaan Jerman yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn mengadakan sebuah penelitian disekitar Kawah Putih Ciwidey pada sekitar tahun 1837. Keangkeran kawasan ini pun terpatahkan.

Kawah Putih ini adalah kawah gunung yang berwarna mirip seperti susu
Kawah Putih ini adalah kawah gunung yang berwarna mirip seperti susu.

Ketika itu, sang Dr. Franz Wilhelm Junghuhn tertarik dengan kawasan pegunungan sunyi ini. Dia penasarn kenapa tidak ada burung yang hidup dikawasan ini. Tentu saja dia tidak percaya dengan yang namanya angker, makhluk halus dan hal klenik lainnya karena dia dalah seorang ilmuwan. Hingga rasa penasaranya berbuah menjadi sebuah ekspedisi penelitian.

Dr. Franz Wilhelm Junghuhn kemudian melakukan perjalanan menjelajah area Kawah Putih Ciwidey untuk menemukan jawaban atas rasa penasarannya terhadap tempat ini. Tentu saja waktu itu kawasan ini masih berupa hutan rimba. Akhirnya, dia pun sampai puncak Gunung Patuha. Alih-alih menemukan keangkeran, dia malah menemukan sebuah danau berwarna putih seperti susu, dengan bau belerang yang begitu menyengat.

Danau yang ditemukan Junghun tadilah yang kemudian menjadi salah satu tempat wisata Bandung Selatan yang terkenal. Hingga sekarang, tempat wisata ini dikenal sebagai tempat wisata Kawah Putih Ciwidey. Bahkan, sejak tahun 1987, tempat ini diubah menjadi salah satu tempat wisata andalan Bandung.

Cara Pergi Ke Kawah Putih Ciwidey

Ada banyak cara untuk pergi ke Kawah Putih Ciwidey ini. Kamu bisa menggunakan angkutan umum untuk pergi kesini. Namun perlu dicatat, angkutan umum ke tempat wisata di Bandung Selatan ini kurang bisa diandalkan. Jadi cara paling enak ya dengan menyewa kendaraan, atau menyetir kendaran sendiri.

Untuk rute ke tempat wisata Kawah Putih Ciwidey dengan menggunakan kendaraan pribadi adalah dengan mengikuti jalur Masuk Pintu Tol Kopo – Soreang – Ciwidey – Kawah Putih. Alternatifnya kamu juga bisa menggunakan petunjuk lokasi Kawah Putih Ciwidey di Google Maps disini. Sementara itu jika kamu pergi kesini dengan angkutan umum rutenya adalah sebagai berikut : Naik dari Terminal Leuwi Panjang – Terminal Ciwidey – Kawah Putih.

Harga Tiket Masuk Kawah Putih Ciwidey

Berikut ini adalah harga tiket masuk ke kawasan wisata kawah Puth Ciwidey ini.

  • Harga Tiket Masuk : 12.000 (Weekday) / 15.000 (Weekend)
  • Parkir Atas : 150.000 (Roda 4)
  • Parkir Bawah : 5000 (Roda 2) / 6000 (Roda 4) / 25.000 (Roda 6)

Tips Wisata Ke Kawah Putih Ciwidey

Agar liburanmu ke tempat wisata di Bandung Selatan ini lebih menyenangkan, ada beberapa tips penting untuk diperhatikan. Beberapa tips tersebut adalah:

  • Hindari pungli di kawasan ini. Mengingat kawasan wisata ini semakin terkenal dan banyak pengunjungnya, ada oknum yang sengaja memanfaatkanya untuk melakukan pungli. Misalnya, pastikan untuk membayar tiket masuk juga tarif parkir sesuai yang sudah ditetapkan.
  • Tempat wisata ini buka dari jam 07.00 pagi, dan tutup ada jam 17.00 sore. Jadi waktu terbaik untuk berkunjung ke Kawah Putih Ciwidey adalah pagi hari ketika cuaca masih bagus. Hindari berkunjung ketika musim hujan, karena besar kemungkinan kamu akan kehujanan ketika berkunjung kesini.
  • Agar kunjungan ke temat wisata di Bandung ini lebih memuaskan, sebaiknya bermalam di hotel yang ada didekat Kawah Putih Ciwidey. Tenang saja, ada banyak pilihan hotel disini mulai dari yang harganya paling mahal, hingga yang murah.
  • Manfaatkan dengan baik fasilitas yang ada di Kawah Putih Ciwidey. Seperti misalnya : Area parkir yang luas, Mushola, Transportasi Ontang – Anting dari gerbang depan sampai dengan kawah, Pusat informasi turis, Restoran dan warung makanan, Toilet.
  • Gunakan baju yang benar, misalnya baju yang bisa menahan dingin. Karena lokasi tempat wisata ini berada di ketinggian, jadi suhu udaranya cukup dingin lho. Kadang suhunya bisa belasan juga.
  • Bawa masker khusus, karena bau belrang di area kawasan kawah sangat pekat. Jadi mungkin akan perlu masker khusus untuk dipakai selama berkunjung. Kadang ada juga yang menjual masker disini. Terus, usahakan jangan terlalu lama berada di area kawah.

Tempat Wisata Lain Dekat Kawah Putih Ciwidey

Ada juga beberapa tempat wisata lain dekat Kawa Putih Ciwidey yang bisa kamu kunjungi kalau main kesini. Seperti misalnya beberapa tempat wisata di Bandung Selatan yang ada dibawah ini :

  • Situ Patenggang
  • Bumi Perkemahan Ranca Upas
  • Pemandian Air Panas Cimanggu
  • Kebun Petik Strawberry
  • Kawah Rengganis
  • Punceling Pass Ciwidey
  • Perkebunan Ranca Bali
  • Pemandian Air Panas Ciwalini
  • Kawah Rengganis
  • Punceling Pass Ciwidey
  • Kebun Tanaman Obat Sari Alam
  • Green Hill Park
  • Bukit Jamur
  • Taman Kelinci
  • Barusen Hill
  • Kampung Cai

Hotel Dekat Kawah Putih Ciwidey

Untuk kamu yang ingin menginap di sekitar tempat wisata Kawah Putih Ciwidey, kamu bisa mencoba menginap di beberapa hotel yang ada di bawahi ini :

  • Sindang Reret Ciwidey, Jalan Raya Ciwidey Km 25 Pasir Jambu, Ciwidey, Bandung.
  • Hotel Pesona Ciwidey, Jalan Raya Pasir Jambu Km. 28 Ciwidey, Ciwidey, Bandung.
  • Sukarasa Endah Cottage, Jalan Babakan Jampang No. 820 RT 01 RW 17 Desa Alam Endah KM. 6 Ciwidey, Bandung.
  • Villa Lingga Ciwidey, Desa Sukawening Kampung Salaawi Rt/01 Rw/09, Ciwidey, Bandung.
  • Villa Kampung Karuhun Sutan Raja, Jalan Raya Gambung, Desa Mekarsari Kecamatan Pasirjambu Ciwidey, Pasirjambu, Bandung. Tak jauh dari kawasan wisat Kawah Putih Ciwidey Bandung.
  • Kampung Pa’go, Jalan Raya Soreang Ciwidey KM 25, Pasirjambu, Bandung.
  • Penginapan Purnama, Jalan Raya Ciwidey. Rancabali, Panundaan, Ciwidey Bandung, Ciwidey, Bandung.
  • Villa Penginapan Purnama, Jalan Raya Ciwidey, Rancabali, Panundaan, Ciwidey Bandung.
  • Pondok Orange 3 near Ranca Upas Ciwidey (ALI3), Kampung Cimanggu RT/RW 01 Desa Patengan, Ranca Bali, Bandung, Ciwidey.
  • Saung Gawir Ciwidey, Jalan Raya Ciwidey Rancabali, KM. 6 Desa Alama Endah, Ciwidey, Bandung,.
  • Ciwidey Valley Resort Hot Spring Waterpark, Jalan Baru Tunggul KM. 17 ( Dekat Danau Situ Patenggang Bandung, sekitar 500 m sebelum tempat wisata Kawah Putih Ciwidey, Bandung.
  • MS Hotel Ciwidey, Jalan Ciwidey – Rancabali Km. 8 Ciwidey Bandung, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40973
  • Pondok Winagung, Jalan Ciwidey – Rancabali No. 18 KM. 3 Kampung Cikembang, Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten/Kota Bandung.
  • Pondok Orange 1 Ciwidey (ALI1), Kampung Cimanggu RT/RW 01 Desa Patengan, Ranca Bali, Bandung.
  • Pondok Sederhana Ciwidey (ALI2), Kampung Cimanggu RT/RW 01 Desa Patengan, Ranca Bali, Bandung, Ciwidey.
  • Ciwidey Hills Radhina, Jalan. Ciwidey Margamulya, RT. 2 / RW. 6, No.35 Panundaan, Ciwidey, Bandung.
  • Sapadia Guesthouse & Restaurant Ciwidey, Jalan Simpang No. 40 Ciwidey Desa Panundaan Ciwidey, Pasirjambu, Bandung.
  • Hotel Albis, Jalan Raya Ciwidey Rancabali No. 17 Ciwidey, Bandung (Lokasinya tak jauh dari Danau Situ Patenggang Bandung).
  • D’Riam Riverside Resort, Jalan Soreang – Ciwidey, Km. 25, Ciwidey, Pasirjambu, Bandung.

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
20 Responses
    1. byteeater

      hahah, sama baliknya keujanan juga, naik sepeda motor, salah kostum, cuma pake celana pendek. *kirain bandung sama kayak bali hehe :D

  1. Kawah Putih….aku juga berkesan banget ama tempat tsb.. Cool, romatis abis.
    Ketimbang film Heart, aku malah langsung keinget video klip Shanty yang disutradarai Dimas (lupa judulnya) yang pake acara terbang di atas kawah…cool banget… :)

  2. aroengbinang

    Kawah Putih emang keknya cukup pekat kadar belerangnya, brasa pening begitu turun dari kendaraan, pening juga waktu bayar tiketnya … :D

  3. lintang

    saya pernah camping semalem disini tahun 1982 … belum dijadikan obyek wisata seperti sekarang , jadi suasanya masih sepiiii … , yang saya ingat dalam perjalanan ke puncaknya , waktu melewati rumah2 penduduk , saya lihat anak2 perempuannya memakai lipstick , mungkin karena daerahnya dingin, lipstick itu berguna sebagai pelembab …,, kalo sekarang masih seperti itu gak yaa … ?!

  4. Monica Odittya

    thanks ya infonya.. aku memang belum pernah kesana,,, tapi minggu ini aku rencana mau kesana sama tunanganku,,, mudah2an cuacanya sedang bersahabat,,, :) dan mudah2an juga penjaga tiketnya udah gak jutek,,, hehehe,,,
    pokoknya,,, thanks banget deh,,, :)

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: