Apa Itu Aerotrain KLIA Airport Kuala Lumpur?

Kendaraan yang mirip Kalayang di Bandara Soekarno Hatta ini bernama Aerotrain yang ada di Bandara KLIA. Moda transportasi ini bisa kamu coba ketika kamu terbang dari Kuala Lumpur International Airport. Aerotrain KLIA ini adalah menghubungkan antara satelite terminal dengan terminal utama di Bandara KLIA.

Video Pengalaman Naik Aerotrain KLIA Airport Kuala Lumpur

 

Aerotrain Klia Airport Kuala Lumpur [ Travel Vlog Malaysia ]

 

My Instagram : instagram.com/catperku
My Youtube : youtube.com/@catperku

Kenalan Yuk Dengan Aerotrain of Kuala Lumpur International Airport (KLIA)

Kalau kamu pernah terbang ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA), pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya Aerotrain.

Aerotrain adalah layanan komplimen yang mengantarkan penumpang antara Main Terminal Building (MTB) dan Satellite Building di KLIA.

Aerotrain ini beroperasi di atas trek yang terletak di atas Contact Pier, yang melayani terminal domestik dan internasional di KLIA.

Setelah berangkat dari sini, Aerotrain memasuki terowongan yang berada di bawah taxiway bandara sebelum akhirnya tiba di Satellite Building.

Satellite Building adalah tempatnya penerbangan internasional yang tiba dan berangkat di KLIA.

Perjalanan antara kedua terminal ini hanya memakan waktu sekitar 2,5 menit, dan Aerotrain beroperasi dengan interval tiga hingga lima menit.

Kenalan Yuk Dengan Aerotrain of Kuala Lumpur International Airport (KLIA)

Fikku fiq, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Ketika kereta tiba di platform, pintu keluar akan terlebih dahulu terbuka untuk penumpang turun, dan baru kemudian pintu masuk di sisi lainnya akan terbuka.

Aerotrain ini memiliki kapasitas 250 penumpang dan terdiri dari tiga kereta. Kereta ini sepenuhnya otomatis dan tidak memiliki pengemudi.

Bahkan, kereta ini dapat mengangkut hingga 3.000 penumpang per jam, per arah, dengan kecepatan maksimum mencapai 56 km/jam.

Untuk pemeliharaan rutin, Aerotrain menjalani jadwal antara pukul 10:00-12:00 dan 00:00-05:00 setiap harinya.

Selama periode ini, hanya satu dari dua kereta yang beroperasi, sementara yang lainnya menjalani pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan keamanan.

Selama periode pemeliharaan, frekuensi kereta berkurang dari setiap 2,5 menit menjadi setiap 5 menit.

Jika Aerotrain mengalami gangguan, penumpang akan dialihkan menggunakan shuttle bus antara MTB dan Satellite Building.

[ Baca Juga: KLIA Dan Petualangan Baru Di Malaysia ]

Sejarah dan Informasi Umum

Aerotrain di KLIA ini merupakan sistem automated people mover yang berlokasi di dalam Kuala Lumpur International Airport di Malaysia.

Aerotrain di KLIA ini merupakan sistem automated people mover yang berlokasi di dalam Kuala Lumpur International Airport di Malaysia.

Aerotrain ini dibuka bersamaan dengan pembukaan bandara pada tahun 1998.

Sistem Aerotrain terdiri dari dua stasiun, satu berada di Main Terminal Building dan yang lainnya di Satellite Building A.

Sistem ini adalah satu-satunya sarana transportasi bagi penumpang antara kedua terminal tersebut.

Meskipun Aerotrain ini adalah sarana yang sangat penting untuk memudahkan perjalanan penumpang di KLIA, sistem ini telah mengalami berbagai masalah operasional dan pemeliharaan sejak awal beroperasi.

[ Baca Juga: Jadwal, Harga TIket KLIA Transit dan Express ]

Teknologi dan Kecepatan

Aerotrain ini sepenuhnya otomatis dan tanpa pengemudi. Biasanya, terdapat dua kereta yang beroperasi di antara dua stasiun tersebut.

Sesuai dengan desainnya yang modern, ketika kereta tiba di platform, pintu keluar akan terlebih dahulu terbuka untuk penumpang turun, dan baru kemudian pintu masuk di sisi lainnya akan terbuka.

Salah satu bagian dari trek kereta ini berada di bawah tanah untuk menyeberangi taxiway bandara.

Perjalanan antara Main Terminal Building dan Satellite Terminal A memakan waktu sekitar 2,5 menit.

Aerotrain ini memiliki berbagai mode operasi, termasuk Synchronized Double Shuttle Mode, Offset Synchronized Double Shuttle Mode, Unsynchronized Double Shuttle Mode, Single Shuttle Mode, On-Call Mode, Test Train Mode, dan Out Of Service Mode.

Selain itu, sistem Aerotrain terdiri dari empat sub-sistem utama, yaitu Central Control System, Vehicle System, Station Automatic Train Operation (ATO) System, dan Power Distribution System (PDS).

[ Baca Juga: Panduan Asik Liburan Ke Kuala Lumpur Untuk Pertama Kali ]

Rolling Stock

Kereta Aerotrain ini diproduksi oleh Adtranz (yang bergabung dengan Bombardier Transportation pada tahun 2001) dan terdiri dari 3 kereta CX-100 dengan masing-masing kereta memiliki kapasitas 249 penumpang.

Kereta ini memiliki kecepatan operasi 56 km/jam dengan pasokan listrik AC 600 V 3-fase pada 50 Hz.

Sistem propulsi kereta ini menggunakan motor listrik DC 75 kW (101 hp) dengan pengendalian oleh penggerak tiris (thyristor drive).

Pada tanggal 15 Maret 2011, kereta baru yang dikenal sebagai Train 3 ditambahkan ke dalam armada.

Penambahan ini dilakukan untuk menggantikan kereta Train 1 atau Train 2 yang sedang menjalani program perbaikan.

Program perbaikan ini diperlukan karena Train 1 dan Train 2 telah digunakan selama 13 tahun.

Pada tanggal 28 Desember 2021, sebuah perusahaan rekayasa lokal, Pestech International Bhd, berhasil mendapatkan proyek Aerotrain di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) senilai RM742,95 juta, yang melibatkan peningkatan sistem automated people mover sepanjang 1,2 km di bandara tersebut, bersama dengan operasi dan pemeliharaan Aerotrain selama periode 10 tahun dari 2025 hingga 2034.

Paket ini mencakup penggantian kereta CX-100 yang sudah ada dengan Innovia APM 300.

[ Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Kuala Lumpur Wajib Kunjung! ]

Insiden

Seperti banyak sistem transportasi lainnya, Aerotrain di KLIA juga mengalami insiden-insiden tertentu.

Pada tanggal 25 Desember 2017, salah satu kereta mengalami gangguan di antara dua terminal dan dilakukan proses evakuasi penumpang.

Hal ini membuat Aerotrain hanya dapat beroperasi dengan satu kereta dan menyediakan shuttle bus gratis untuk penumpang.

Pada tanggal 1 Maret 2023, layanan Aerotrain dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan setelah sebuah insiden di mana layanan Aerotrain mengalami gangguan akibat kegagalan mekanis dan elektronik, yang mengakibatkan 114 penumpang terjebak di tengah trek.

Untuk memanfaatkan masa penangguhan ini, layanan Aerotrain akan digantikan dengan yang baru dalam waktu 3 tahun, karena kontrak untuk layanan Aerotrain telah diserahkan kepada perusahaan baru (lihat bagian Rolling stock).

Sekarang, kamu telah mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Aerotrain di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), mulai dari teknologi hingga insiden yang pernah terjadi.

Ini adalah salah satu sarana penting untuk memudahkan perjalanan di salah satu bandara tersibuk di Malaysia.


Fahmi Catperku

Fahmi Catperku

Fahmi adalah seorang Digital Marketer, Travel Enthusiast, Geek Travel Blogger dari Indonesia penulis catperku.com, Penulis Buku perjalanan Traveling The Traveler Notes Bali The Island Of Beauty dan The Traveler Notes Bersenang-Senang di Bali, Bertualang di Lombok. Pernah disebutkan, mentioned in Lonely Planet Indonesia 2019 as Best in Blogs. Mau menyapa saya? Kunjungi media sosial pribadi saya, atau hubungi lewat email [email protected] jika Anda ingin mengajak saya bekerja sama dan berkolaborasi.
https://catperku.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *