Terbang Siang Atau Malam, Pilih Mana?

Posisi duduk terbaik saat terbang dengan pesawat terbang komersial itu adalah di dekat jendela, karena hanya di posisi itu kita bisa menikmati pemandangan di luar jendela. Menurut saya terbang siang atau malam, keduanya ada tantangan dan keasikan tersendiri.

Pengalaman pertama saya naik pesawat, saya mendapatkan kursi yang berada di tengah, padahal sebelumnya saya sangat berharap saya bisa menikmati penerbangan perdana saya. Tapi apa boleh buat gara – gara kemacetan kota Surabaya, dapet posisi kursi bagian tengah saja sudah untung. Soalnya, hampir saja saya ketinggalan pesawat pada penerbangan perdana saya. Hehe!

(Baca Juga : Kejutan Saat Terbang Dengan Pesawat Itu Pasti Ada!)

Terbang Siang Atau Malam, Pilih Mana?
Terbang Siang Atau Malam, Pilih Mana?

Memang saya selalu ngotot minta tempat duduk yang dekat jendela, apapun maskapainya. Alasannya simple, agar saya bisa menikmati pemandangan di luar jendela entah siang atau malam. Bagi saya terbengong – bengong di ketinggian lebih dari 20000 kaki sambil melihat ke luar jendela adalah sebuah travel experience yang menyenangkan. Kadang juga bisa mengobati kalau ternyata destinasi tidak sesuai yang saya harapkan.

Terbang di waktu pagi atau siang adalah waktu yang terbaik untuk menikmati pemandangan di luar jendela pesawat. Jadi harusnya malah senang kalau mendapat penerbangan pertama di pagi hari, syaratnya ngotot minta duduk deket jendela. Susahnya kalau dapat penerbangan pertama itu biasanya pasti kesulit bangun pagi. Apalagi kalau ternyata telat bangun. Kalau sudah gitu, biasanya ngejar boarding pesawat sambil jogging. Eh, enggak! Sprint sambil bawa backpack *capek deh!

(Baca Juga : Traveling? Terbang Pakai Maskapai Apa?)

Penerbangan pertama biasanya sering didapatkan jika membeli tiket maskapai LCC (Low Cost Carrier). Entah kenapa yang namanya maskapai dengan titel LCC (Low Cost Carrier) selalu mempunyai jam terbang yang tidak terlalu fleksible. Seperti ketika saya harus boarding jam 06.00 WITA, untuk pesawat pertama ke Singapore.

Meskipun lokasi bandara hanya 15 menit perjalanan, tetep saja yang namanya joging sambil bawa backpack tidak terhindarkan. Capek sih, tetapi ketika sudah boarding dan pesawat take off, hmm,, rasa capek tiba – tiba hilang. Pemandangan di luar jendela sangat memanjakan mata. Kapan lagi saya bisa menikmati pemandangan pegunungan Ijen yang sedang dihujani sinar matahari dari ketinggian lebih 20000 kaki!?

Pemandangan Daerah Ijen Di Pagi hari
Pemandangan Daerah Ijen Di Pagi hari

Jika terbang siang hari, jalur penerbangan favorit saya adalah dari Surabaya – Denpasar. Sepanjang jalur penerbangan itu banyak pemandangan cakep yang bisa dilihat diluar jendela pesawat. Ada beberapa gunung yang dilewati, tapi saya tidak tahu pastinya sedang lewat mana saja. Sepertinya sih gunung Ijen atau kalau tidak ya Gunung Bromo.

Tapi pemandangan terbaik jalur penerbangan ini adalah ketika akan mendarat di bandara Ngurah Rai, Denpasar. Mata akan disuguhi pemandangan cantik pantai Kuta yang merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang Pulau Bali. Kalau masih kurang, coba bawa binoculars , dan lihat di sepanjang pantai kuta itu. Jadi kelihatan lebih cantik gak!? *if you know what i mean :)

Gunung Agung Dari dalam Jendela Pesawat Terbang
Gunung Agung Dari dalam Jendela Pesawat Terbang

Selama ini saya selalu sial jika mendapatkan tiket pesawat dengan jam terbang malam hari. Kalau gak dapet kursi bagian tengah, ya terbang di cuaca yang gak memungkinkan untuk menikmati pemandangan di luar jendela. Paling parah jika terbang di tengah – tengah badai, seperti penerbangan Denpasar – Surabaya di awal tahun 2012 lalu. Penerbangan yang seharusnya hanya 45 menit terasa bagaikan penerbangan tanpa akhir, karena waktu itu cuaca memang sedang sangat ababil (baca :tidak menentu). *serem euy*

Baru ketika saya harus terbang dini hari menuju Jakarta, saya mendapatkan pemandangan malam hari yang begitu cantik. Meskipun terbang di ketinggian 27000 kaki. Cahaya setiap kota yang saya lewati terlihat dengan jelas. Bahkan saya baru tahu kalu setiap kota besar pasti membentuk pola cahaya seperti sarang laba – laba, dan setiap kota terhubung dengan garis cahaya kecil.

(Baca Juga : Indonesia Dari Udara, Surabaya – Denpasar)

Ditambah lagi ketika akan mendarat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Saya dibuat kagum dengar ratusan titik cahaya yang secara alami membentuk pola yang cantik. Ternyata ratusan titik cahaya tadi berasal dari lampu kapal yang sedang bersandar di Teluk Jakarta.

Karena itulah, ketika naik pesawat sebisa mungkin saya mendapatkan posisi duduk di dekat jendela. Jika kebetulan sedang naik maskapai favorit saya Garuda Indonesia, saya pasti ngotot minta posisi duduk di dekat jendela. Tetapi jika sedang naik maskapai dengan titel LCC (Low Cost Carrier) , saya hanya bisa banyak berdoa semoga mendapatkan posisi di dekat jendela.

Karena memang pengaturan posisi tempat duduk penumpang maskapai dengan titel LCC (Low Cost Carrier) pastilah random. Kecuali jika sudah memesan tempat duduk (hot seat) sebelumnya, yang pasti menambah harga tiket. Hmm, banyakin berdoa aja deh, Hehehe!

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.

Yang Banyak Dicari

  • penerbangan malam
  • pesawat terbang di malam hari
  • bahaya penerbangan malam
  • pengalaman naik pesawat malam hari
  • pesawat terbang malam hari
About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di [email protected] Cepetan Ga pake lama ya!
5 Responses
  1. AspirasiKu

    Memang sangat menyenangkan melihat keindahan awan-awan baik di siang maupun di malam hari melalui jendela pesawat terbang. tapi hingga saat ini saya belum pernah merasakan naik pesawat. mudah-mudahan kapan-kapan saya bisa naik pesawat dan menikmati indahnya dunia. saya sangat berharap ha itu akan terjadi.

  2. selama ini selalu dapat kursi samping jendela tapi kebanyakan penerbangan malam krn promo. pemandangan paling cantik waktu ke denpasar dapat penerbangan sore dr garuda. pegunungan di timur jawa masih lebih alami daripada yg di sekitaran jawa tengah-barat kalo dilihat dari pesawat

    1. Rijal Fahmi Mohamadi

      iya sih, rata – rata penerbangan promo itu malem. tapi bagus juga loh pemandangan terbang malam hari itu. kalau ke arah jakarta misalnya, coba ambil seat window bagian kiri. pasti deh pemandangan cahaya lampu dibawah bagus banget :D

  3. Rahma

    Bener banget pemandangan malang – denpasar sangat menyenangkan…saya malah belum pernah naik pesawat malam (; next time hrs mencoba ya…

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: