Berkat La Belle Escape, beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk menginap di salah satu hotel di Surabaya. Namanya Hotel Majapahit. Saya pernah dengar, kalau ini adalah salah satu hotel bersejarah di Surabaya. Karena hotel ini dibangun pada tahun 1910. Jadi ketika menulis ini, umur dari Hotel Majapahit sudah 109 tahun.
Daftar Isi
Pengalaman Staycation Di Hotel Majapahit, Hotel Bersejarah Di Surabaya
Tapi saya enggak menyangka, kalau ternyata disini pernah terjadi juga peristiwa bersejarah, yang berkaitan dengan momen perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
Saya tahu ketika membaca sebuah tulisan yang ada pada dinding salah satu bangunan hotel bersejarah di Surabaya ini.
Gara-gara membaca itu juga saya langsung mencari informasi lebih lanjut mengenai Hotel Majapahit Surabaya ini.
Dalam perjalanannya, ternyata hotel ini pernah beberapa kali berganti nama.
Sebelum akhirnya bernama Hotel Majapahit, hotel ini pernah dikenal dengan nama LMS, Hotel Oranye, Hotel Hoteru dan Hotel Yamato.
Tunggu, Hotel Yamato? Ya, kamu pasti tidak asing dengan Insiden Hotel Yamato kan?
Itu loh, peristiwa perobekan bendera Belanda yang berwarna Merah-Putih-Biru menjadi Bendera Indonesia di Hotel Yamato.
Itu terjadi pada tanggal 19 September 1945 beberapa waktu setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Jadi enggak cuma fasilitas mewah saja yang bisa saya dapatkan ketika menginap di hotel yang didirikan Oleh Sarkies bersaudara ini.
Namun saya juga bisa sekalian napak tilas sejarah perjuangan Indonesia.
[ Baca Juga: Mencicipi Keramahan Mandarin Orchard – “Best City Hotel” Di Singapura ]
Video Suasana Hotel Majapahit
Saya datang ke Hotel Majapahit dengan menyetir mobil sendiri dari Blitar.
Lokasinya persis ditepi Jalan Tunjungan dan berada tak jauh dari pintu keluar jalan tol.
Mobil hanya bisa berhenti sebentar di depan lobi untuk drop off saja.
Karena parkir mobil berada di belakang hotel, dengan jalan masuk yang terpisah.
Memasuki area hotel, seakan saya langsung bepindah ke zaman kolonial.
Dari seorang staff hotel, saya diberi tahu kalau bangunan bagian belakang termasuk kamar presidential suite dibangun pada tahun 1910.
Sementara itu bagian depan sampai lobi hotel dibangun pada tahun 1930.
Kamar tempat saya menginap sendiri berarti bagian bangunan yang dibangun pada tahun 1910.
Baca sampai selesai kalau mau tahu review kamar Hotel Majapahit ini.
[ Baca Juga: Rekomendasi Hotel Terbaik Di Dekat Pantai Kuta Bali ]
Lobi Hotel Majapahit Surabaya
Kesan klasik menjadi impresi pertama ketika saya memasuki lobi Hotel Majapahit.
Warna cokelat mendominasi lobi hotel ini, dengan sebuah mobil antik Ford keluaran tahun 1930-an.
Untuk proses cek in saya tak perlu menunggu waktu lama.
Kamar bertipe “Heritage Suite” yang sudah dipesan dari La Belle Escape sudah bisa langsung saya tempati.
Seperti Apa Kamar Hotel Majapahit Surabaya?
Kali ini saya menginap selama 2 malam di kamar bertipe “Heritage Suite” yang rate permalamnya diatas 1 juta rupiah.
Meski ini kelas paling murah yang ada di Hotel Majapahit, tapi kesan mewah hotel bintang 5 begitu terasa sejak memasuki kamar yang akan saya tempati selama 2 malam ini.
Bahkan kamar mandinya jauh lebih luas dibandingkan dengan kamar kerja saya di rumah.
Setiap kamar sudah dilengkapi dengan pendingin udara. Tentu saja pendingin udara ini sangat diperlukan, mengingat Surabaya cuacanya sangat panas sekali.
Terdapat juga minibar, meja kerja dan terdapat sebuah bathtub di kamar mandi. Jadi saya bisa berendam sambil bermalas-malasan selama mungkin.
Kasur kamar Hotel Majapahit Surabaya yang saya tempati berukuran King size dilengkapi dengan bantal empuk.
Cocok untuk staycation. Biasanya kalau staycation kan males kemana-mana.
Paling enak bersantai di hotel sambil ngopi, atau bermalas-malasan di atas kasur yang empuk.
Menariknya lagi, kamar tempat saya menginap menghadap ke bagian tengah hotel yang berupa halaman luas dengan banyak pohon.
Jadi suasana makin terasa adem banget deh.
Area Kamar
Kamar Mandi
Lalu Sarapan Pagi Disini Seperti Apa?
Tempat sarapan pagi di hotel bersejarah ini tampak spesial. Lokasi sarapan pagi pun terlihat seperti restoran mewah.
Pelayanan juga menyenangkan, begitu sampai di tempat sarapan pagi saya langsung ditanya mau minum kopi atau teh.
Pilihan menu sarapan pagi juga banyak variasinya.
Mulai dari menu masakan indonesia, hingga menu mancanegara ada disini.
Saya tinggal mengambil sesuai selera saja.
Selain itu yang saya senang ketika sarapan pagi di Hotel Majapahit adalah keberadaan minuman jamu tradisional.
Saya selalu suka kalau ada hotel yang ikut melestarikan menu makanan dan minuman tradisional Indonesia.
Gak banyak lho hotel yang punya menu minuman dan makanan tradisional.
Fasilitas Di Hotel Majapahit Surabaya
Selayaknya hotel Bintang 5, Majapahit Surabaya ini memiliki beberapa fasilitas yang akan memanjakan tamunya.
Untuk fasilitas dari hotel ini selengkapnya adalah :
- Ada 2 Restoran di Hotel Ini yaitu Sarkies Restaurant dan Indigo Restaurant.
- Lounge dan Bar.
- Ada 8 meeting room yang bisa digunakan.
- Ballroom
- Kolam renang
- Gym Dan Fitnes Center
- Spa
- Wifi Gratis
Selain fasilitas diatas, lokasi dari hotel ini juga sangat strategis. Berada di pusat keramaian Kota Surabaya, dan berada tak jauh dari Tunjungan Plasa.
Jadi kalau mau main ke Mall, bisa jalan kaki. Kalau mau kulineran juga bisa.
Misalnya salah satu yang berada tak jauh dari Hotel Majapahit Surabaya ini adalah Kedai Es Krim Zangradi.
***
Hotel Majapahit
Jl. Tunjungan No 65, Genteng, Surabaya 60275
Telp. +62 31 5454333
Email: [email protected]
Ke surabaya berkali kali baru lewat depannya saja mi mas..coba bisa masuk ya..asiik bener..
dalemnya keren banget, desain kolonial lah :D kalau gak salah ada room tour keliling hotelnya lho. cuma bayar berapa gitu. gak mahal kok.
wah cocok nih om..semoga bayarnya gak sampai 25K, dapat kopi juga mau hahaha
ternyata di dalam seunik dan seindah itu, maklum biasanya hanya sekedar lewat di depannya saja hehe
iya, saya juga baru tahu dalamnya setelah menginap di hotel majapahit surabaya ini :D
instagramable banget ya tempatnya..