Review Kereta Api Gajayana Luxury, Sleeper Seat Train Pertama Yang Lewat Jalur Selatan!

Sudah cobain naik Kereta Api Gajayana Luxury belum? Sepertinya gerbong luxury mulai dipasang di beberapa kereta. Selain yang sudah ada yaitu Argo Bromo Anggrek Luxury dengan rute Jakarta (Gambir) – Surabaya (Pasar Turi), sekarang ada lagi yang terbaru Kereta Api Gajayana Luxury dengan rute Jakarta (Gambir) – Malang (Malang Kota). Bisa dibilang ini adalah kereta luxury sleeper pertama yang lewat jalur selatan.

Selain itu, kereta api Gajayana Luxury ini juga merupakan kereta api kelas sleeper dengan waktu tempuh paling lama yaitu sekitar 15 jam perjalanan. Tentunya jika menaiki kereta api kelas sleeper ini mulai dari Jakarta hingga Malang atau sebaliknya. Meski waktu tempuhnya 6 jam lebih lama dibanding Argo Bromo Anggrek Luxury yang hanya 9 jam, harga tiketnya cuma berbeda 50.000 saja.

Perlu kalian ketahui, harga tiket normal dari Kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury adalah IDR 1.350.000 sekali jalan. Sementara itu harga tiket Kereta Api Gajayana Luxury adalah IDR 1.400.000 sekali jalan. Berbeda sedikit, tapi waktu tempuhnya jauh lebih lama. Jadi buat kalian yang penasaran pengen cobain kereta sleeper luxury, saya sarankan untuk mencoba naik Gajayana Luxury saja. Enggak rugi karena bisa naik lebih lama.

Pun, menurut saya harga ini masih terlalu mahal jika dibandingkan dengan servis yang diberikan selama perjalanan. Yah, meski ada beberapa servis mengalami peningkatan setelah sempat saya kritik di vlog dan blog post review tentang Kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury sebelumnya. Cuma, masih jauh dari harapan saya sih.

Kereta Api Gajayana Luxury memasuki Stasiun Gambir
Kereta Api Gajayana Luxury memasuki Stasiun Gambir

Tentang Kereta Api Gajayana

Kereta api Gajayana ini pertamakali diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 28 Oktober 1999. Itu berarti saya masih SMP atau SMA. Saya lupa deh. Setiap harinya, KA Gajayana ini menempuh perjalanan sejauh sekitar 907 km yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 jam. KA Gajayana ini setiap harinya melayani rute Malang – Jakarta (Gambir) PP.

KA Gajayana ini akan berhenti di : Stasiun Malang, Malang Kotalama (hanya KA 42, ke arah timur), Kepanjen, Wlingi, Blitar, Tulungagung, Kediri, | Kertosono, Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen (hanya KA 42, ke arah timur), Gombong (hanya KA 42, ke arah timur), Purwokerto, Cirebon, Jatinegara (hanya KA 41, ke arah barat), dan berakhir di Stasiun Gambir.

Sebelum ada Kereta Api Gajayana Luxury, kereta api ini adalah satu-satunya kereta api yang paling sering saya naiki. Mengingat rumah saya di Blitar cukup jauh dari bandara, dan lebih dekat ke stasiun kereta api. Terus, kereta api tujuan jakarta kelas eksekutif ya cuma Kereta Api Gajayana ini. Jadilah kereta ini menjadi langganan saya kalau ada kerjaan ke Jakarta.

Selama akhir September sampai awal Oktober 2018 ini saja saya sudah 5 kali naik Kereta Api Gajayana, termasuk sekali cobain gerbong luxury yang ditempel pada kereta ini. Saya juga sempat mencoba naik gerbong yang lama, sebelum akhirnya dirombak menjadi gerbong yang baru. Terus terang, saya lebih suka gerbong Kereta Api Gajayana yang lama dibanding yang baru.

Meski toiletnya lebih kecil, tapi ruang penyimpanan bagasi jauh lebih lega. Bahkan pada gerbong yang lama terdapat tempat khusus untuk meletakkan bagasi besar. Sementara itu pada gerbong eksekutif yang baru seperti sekarang ini, saya malah sering gigit jari ketika mau menaruh bagasi saya yang berukuran kecil.

Tempat paling asik di KA Gajayana.
Tempat paling asik di KA Gajayana.

Ruangan bagasi sempit yang berada di atas kursi saya sering diembat sama bagasi penumpang lain kalau saya telat masuk ke dalam gerbong. Pilihannya sih hanya komplain, atau pasrah begitu saja. Pernah saya komplain karena gak dapat tempat untuk menyimpan bagasi. Lalu kemudian saya dipindah ke gerbong lain yang masih kosong oleh sang kondektur yang lagi bertugas. Yah, paling tidak ada solusi deh.

Apa Itu Kereta Api Gajayana Luxury?

Antara Kereta Api Gajayana dan Kereta Api Gajayana Luxury sebenarnya nggak banyak berbeda jauh. Yang membedakan adalah, pada KA Gajayana Luxury terdapat gerbong sleeper seperti pada Kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury. Saking miripnya gerbong kedua tadi, saya malah mengira kalau gerbong luxury yang dipakai pada kedua kereta itu adalah gerbong yang sama. Kurang tahu juga sih, ada yang bisa konfirmasi?

Dari hasil ngobrol dengan kondektur kereta, Kereta Api Gajayana Luxury ini adalah kereta yang menggantikan Kereta Gajayana Priority dari Gambir menuju Malang sudah beroperasi mulai Maret 2018 hingga Agustus 2018 yang lalu. Padahal saya belum sempat coba Kereta Api Gajayana Priority lho. Bukan karena nggak sempat sih, tapi karena saya nggak tahu kalau KA Gajayana juga pernah dipasang gerbong priority.

Review Kereta Api Gajayana Luxury, Sleeper Seat Train Pertama Yang Lewat Jalur Selatan!
Review Kereta Api Gajayana Luxury, Sleeper Seat Train Pertama Yang Lewat Jalur Selatan!

Jadwal Perjalanan Kereta Api Gajayana

Setiap harinya ada satu jadwal perjalanan Kereta Api Gajayana baik dari arah Malang (Stasiun Malang Kota) atau dari arah Jakarta (Stasiun Gambir). Saya sendiri lebih sering naik dari Stasiun Kediri jika sedang naik kereta api ke Jakarta. Untuk keberangkatan dari Malang, kereta ini memiliki nomor KA 41 Gajayana. Sementara itu untuk keberangkatan dari Jakarta (Stasiun Gambir), kereta ini memiliki nomor KA 42 Gajayana.

Jadwal KA 41 Gajayana (Malang – Gambir)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Malang 13.30
Malang Kota Lama 13.35 13.37
Kepanjen 13.54 13.57
Wlingi 14.42 14.45
Blitar 15.09 15.15
Tulungagung 15.49 15.52
Kediri 16.24 16.27
Kertosono 17.00 17.02
Madiun 17.59 18.07
Solo Balapan 19.22 19.30
Yogyakarta 20.18 20.35
Kutoarjo 21.27 21.32
Purwokerto 23.02 23.10
Cirebon 01.08 01.15
Jatinegara 03.50 03.52
Gambir 04.03

Jadwal KA 42 Gajayana (Gambir – Malang)

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Gambir 17.45
Cirebon 20.26 20.33
Purwokerto 22.31 22.37
Gombong 23.57 00.04
Kebumen 00.23 00.25
Kutoarjo 00.49 00.53
Yogyakarta 01.44 02.00
Solo Balapan 02.46 03.00
Madiun 04.16 04.33
Kertosono 05.30 05.32
Kediri 06.10 06.15
Tulungagung 06.48 06.53
Blitar 07.28 07.35
Wlingi 07.59 08.01
Kepanjen 08.46 08.52
Malang Kotalama 09.13 09.15
Malang 09.20

Jadwal Perjalanan Kereta Api Gajayana Luxury

Mengenai jam keberangkatan, Kereta Api Gajayana Luxury ini tidak berbeda jauh dengan yang reguler. Hanya saja untuk kelas luxury hanya ada jadwal keberangkatan pada weekend saja. Iya, jadi Kereta Api Gajayana Luxury ini hanya tersedia pada hari Jumat untuk keberangkatan dari Jakarta (Stasiun Gambir). Dan pada hari minggu untuk keberangkatan dari Malang. Sepertinya sih kelas luxury ini memang dijual untuk target market khusus. Yaitu untuk orang yang ingin liburan pada akhir pekan dengan menggunakan kereta api mewah. Yha, meski gak mewah-mewah amat juga sih.

Review Dan Spesifikasi Kereta Api Gajayana Luxury? Emang Perlu?

Sebenarnya saya bingung kalau mau review spesifikasi dan fasilitas dari Kereta Api Gajayana Luxury. Karena isinya persis sama dengan gerbong luxury yang dipasang pada Kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury. Yang membedakan hanyalah sebagian kecil pada servisnya, dan beberapa peningkatan servis setelah komplain saya di Argo Bromo Anggrek Luxury (mungkin) dilihat dan dibaca.

Perubahan servis yang paling signifikan adalah, saya tidak lagi diberi handuk kering kerontang ketika naik Gajayana Luxury. Namun saya diberi handuk basah hangat yang cukup menyegarkan. Selainitu, tempat makanan juga lebih menarik, ditata dengan apik seperti ketika saya dapat makan di kelas ekonomi pesawat terbang. Kalau sama Business Class Pesawat seperti yang saya coba ketika naik China Airlines sih masih jauh.

Makanan yang diberikan di Gerbong Luxury juga masih sama dengan yang didapatkan di Gerbong Eksekutif atau ketika saya beli sendiri di gerbong makan. Harusnya kalau kelas luxury kan minimal bisa milih mau makan apa, atau minimal bisa pre-order sebelumnya sesuai permintaan. Audio Video On Deman A.K.A AVOD di dalam Kereta Api Gajayana Luxury juga tetap membosankan seperti yang ada di Argo Bromo Anggrek Luxury.

Pemandangan dari dalam kereta menjelang sampai di Stasiun Kediri ini jauh lebih luxury dibandingkan dengan gerbong luxurynya~
Pemandangan dari dalam kereta menjelang sampai di Stasiun Kediri ini jauh lebih luxury dibandingkan dengan gerbong luxurynya~

Entah memang belum diisi dengan konten terbaru, atau memang belum ada budget untuk mengisi konten avodnya. Hanya ada lagu-lagu lama, games android yang sudah nggak hits, video nggak jelas yang tentu tidak menghibur sama sekali. Terus kemarin waktu naik Gajayan Luxury juga nggak dipinjami headphone untuk menikmati AVOD tersebut. Yha, mungkin nggak kepakai juga sih. Jadi saya nggak minta untuk pinjem juga.

Lagi lagi, sleeper seat yang agak kurang nyaman di Gerbong Luxury tadi yang menjadi daya tarik dari kereta yang ditempel dengan Gerbong Luxury ini. Minimal capeknya berkurang setengah hari kalau naik Kereta Api Gajayana Luxury. Soalnya ketika saya naik Gajayana gerbong eksekutif, biasanya saya harus tidur seharian biar segar lagi. Nah, pas naik kereta sleeper Gajayana, saya hanya perlu tidur setengah hari untuk kembali menjadi segar. Gak buruk kan?

Terakhir, Vlog Video Kereta Api Gajayana Luxury

Yes, jadi salah satu alasan kenapa saya tetep mau naik gerbong luxury yang dipasang pada Kereta Api Gajayana Luxury adalah agar bisa bikin konten video Kereta Api Gajayana Luxury dibawah ini sih. Penasaran pengen membandingkan peningkatan servis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek Luxury dan Kereta Api Gajayana Luxury. Terus abis ini apakah saya mau naik lagi? Ya mau asal dibayarin, atau kalau bayar sendiri nunggu kalau titel “Luxury” pada kedua kereta tersebut sudah beneran luxuyr. Bukan luxury ala-ala gitu. Nah, sementara itu, selamat menyaksikan vlog video review Kereta Api Gajayana Luxury dibawah ini ya:

About the author

Travel Blogger Indonesia, Travel Enthusiast, Backpacker, Geek Travel Blogger penulis catperku.com, Banyak ya? Satu lagi! Sekarang sedang belajar menulis. Punya mimpi keliling dunia dan pensiun menjadi seorang penulis. So sekarang lagi cari dana buat keliling dunia nih! Berminat membantu mewujudkan mimpi saya? Cepetan hubungi di catperku@gmail.com. Cepetan Ga pake lama ya!
11 Responses
  1. Dian Restu Agustina

    mirip business class di pesawat..tapi enggak tau nyaman enggak nya.
    Tapi harga segitu mahal juga ya, pesawat bisa pp tuh yang budget tiket. Mungkin bagi yang seneng sensasinya kereta pasti beda rasanya.
    Saya beberapa kali naik KA Gajayana untuk pulkam ke Kediri tapi baru tahu juga kalau ada ini..masih baru ternyata.
    Kalau 15 jam kelamaan . Kalau keretanya lebih cepat bisa menarik ini, paling tidak durasi setengah dari 15 jam tadi. Seperti kereta cepat Barcelona-Paris 1000 km, 6 jam saja lama perjalanannya. Jakarta-Malang yang bisa jadi sama kalau lewat Selatan harusnya juga bisa. Semoga nanti:)

  2. Kalau saya, mungkin dari harganya bakal mendingan naik pesawat aja :-P tapi naik kereta 15 jam kayak gini, sih, harusnya worth the money buat yang kepingin istirahat sepanjang perjalanan. Cuma katanya bantal sama kursinya kurang mumpuni buat bobok, ya?

    Thank you for sharing!

  3. Omak jang. Mewahnya tampilan di dalamnya yang priority. Belum sampai Medan ya kereta api nya bang, hehehehehe.. Disitu kita sedikit sadar dan mempertimbangkan bahwa, tidak semua harus dengan pesawat terbang. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penumpang. Tergantung kebutuhan masing-masing

  4. WISATA KEPULAUAN SERIBU JAKARTA

    Jadi pengen naik kereta dan kelasnya naik juga, selama ini hanya berkutat di bisnis dan executive….. Enak kali ya

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar bermanfaat :)

%d bloggers like this: